Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Nyonya Rehan


__ADS_3

Rehan menatap hangat laki-laki paruh baya yang masih terlihat gagah itu, dan kemudian Rehan berdiri seraya membungkukkan sedikit badan nya dan tersenyum ramah. Sontak hal itu membuat semua yang hadir menjadi semakin penasaran di buat nya,,, hal gerangan apakah yang membuat bos RPA Group itu berubah menjadi manis?


"Selamat malam Mr. Yoga, selamat malam semua nya," sapa nya ramah kepada laki-laki paruh baya tersebut yang ternyata bernama Yoga, dan Rehan juga menyapa dengan ramah melalui tatapan hangat nya kepada seluruh tamu yang berada di sekeliling meja panjang tersebut.


"Perkenalkan, wanita berhijab yang bersama saya adalah nyonya Rehan," ucap nya dengan bangga memperkenalkan sang istri, dan Rehan segera menuntun Nabila untuk berdiri.


Nabila membungkukkan sedikit badan nya dan tersenyum ramah.


Rehan kemudian menuntun kembali sang istri untuk duduk, dan diapun kembali duduk di samping sang istri. "Kami menikah seminggu yang lalu, dan rencana nya akan menggelar resepsi awal bulan depan." Lanjut nya menginformasikan, sedangkan jemari tangan nya menggenggam erat jemari tangan sang istri.


Semua yang mendengar nampak turut berbahagia, "selamat tuan muda, kami tunggu undangan nya," ucap seorang pemuda yang seumuran dengan Rehan yang duduk di kursi paling ujung.


Rehan dan Nabila tersenyum hangat dan mengangguk,,


Dari kejauhan nampak Devan tengah menggandeng sang mempelai wanita menghampiri mereka semua, "terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk hadir memenuhi undangan kami," ucap Devan dengan senyuman kebahagiaan yang terus tersungging di sudut bibir nya. "Silahkan menikmati hidangan yang seadanya ini, semoga berkenan," lanjut nya merendah. "Mohon maaf, kami tinggal dulu,,, masih banyak yang belum kami sapa," Devan segera menuntun istri nya berlalu dari tempat itu, menuju kerumunan tamu yang lain.


Sedangkan rekan-rekan bisnis Devan satu persatu mulai beranjak untuk menikmati hidangan yang telah disediakan, begitupula dengan pasangan Rehan-Nabila, Alvian-Susan dan Alex-Nisa. Mereka berjalan menuju stand makanan yang menyajikan berbagai menu masakan Nusantara lengkap dengan aneka minuman yang menggiurkan.


Saat tengah menikmati hidangan pembuka, dari arah samping datang seorang wanita cantik, berkulit putih dan tinggi semampai dengan membawa minuman dingin di tangan nya. Tepat berada dihadapan Nabila, wanita itu sengaja ingin menuangkan minuman nya ke dada istri Rehan tersebut.


Namun Nisa yang menyadari gerak gerik mencurigakan wanita itu segera menepis gelas itu kearah wanita cantik tersebut, sontak minuman yang dibawa wanita cantik itu tumpah dan membasahi dada nya serta meninggalkan noda merah di sana. Wanita itu terpekik kaget dan reflek menjatuhkan gelas yang dia pegang hingga menimbulkan bunyi yang begitu nyaring, dan membuat semua mata tertuju pada nya.


"Apa-apaan sih, lu sudah mengotori dress mahal gue!" Ucap nya ketus dan menatap tajam kearah Nisa.


"Oh ya??" Jawab Nisa santai.


"Lu sengaja kan ingin mempermalukan gue??" Ucap wanita itu hampir menangis mencari simpati, ketika menyadari bahwa semua orang yang berada di sana melihat kearah nya.


Nabila yang tidak menyadari awal mulanya dan hendak membantu wanita cantik itu, segera direngkuh sang suami ke dalam pelukan nya.


Nisa tersenyum seringai, "bukan kah anda sendiri yang dengan sengaja datang kesini dan mempermalukan diri anda sendiri nona? Saya tadi dengan jelas melihat, bahwa anda sengaja ingin menyiramkan minuman yang anda bawa kearah nyonya Rehan," ucap Nisa tenang dan dengan suara yang lantang penuh penekanan, tatapan nya tajam menusuk wanita cantik tersebut. "Anda pasti iri kan karena tidak berhasil mendapatkan hati tuan muda Alamsyah?" Lanjut nya dengan tersenyum sinis.


Alex yang sedari tadi menyaksikan drama sang tunangan dan wanita cantik yang dikenal nya itu, berdecak kagum. "Luar biasa calon permaisuri gue," gumam nya dalam hati. "Anda salah target nona Fransisca!" Seru Alex seraya terkekeh.

__ADS_1


Sedangkan Rehan hanya tersenyum simpul.


Semua tamu yang hadir dan menyaksikan kejadian tersebut, menatap tajam wanita cantik itu seolah menghakimi nya.


Sisca yang melihat Alvian berada diantara Rehan dan Alex segera mendekat, "bang, lihat lah dress mahal ku... gadis itu sengaja mempermalukan aku?!" Sisca mengadu kepada abang nya dengan merajuk.


"Ck,," Alvian berdecak kesal, "gadis itu wanita terhormat, calon istri dari tuan Alexander Jeje,,, jadi tidak mungkin dia bertindak konyol!" Ucap Alvian ketus pada Sisca.


Sisca menghentakkan kakinya, "kenapa sih, bang Vian gak percaya sama adik sendiri?!" Ucap Sisca marah sambil mengerucutkan bibir nya.


Alvian tersenyum penuh rencana, dia kemudian melepas jas yang dipakai nya dan memakaikan nya pada Sisca, "pulanglah,,," titah nya lembut pada Sisca.


Setelah kepergian Sisca, semua kembali dengan aktifitas nya seperti semula. Ada yang melanjutkan makan-makan dan adapula yang melanjutkan obrolan dengan rekan ataupun kerabat nya.


Rehan dan Nabila lebih memilih menjauh dari tempat itu, dan kembali duduk di kursinya. Tak berapa lama setelah mereka duduk, datang Alex bersama Nisa dan seorang pria paruh baya yang berwajah teduh.


Nabila langsung berdiri, dan dengan senyuman ramah mengulurkan tangan menyalami pria tersebut. "Apa kabar pak Yani?" Tanya Nabila sopan.


"Billa juga baik, Alhamdulillah,,," jawab Nabila dengan tersenyum bahagia.


Rehan kemudian segera berdiri, menyalami pria tersebut dan mencium punggung tangan nya, "apa kabar om?" Sapa Rehan tersenyum ramah.


"Alhamdulillah,,, baik nak Rehan, lama sekali ya kita tidak saling jumpa? Kalau tidak salah, terakhir saat pemakaman papa nya Alex?"


"Benar om,," ucap Rehan mengangguk.


"Yang,,, beliau ini om nya Alex," Rehan memberitahukan pada Nabila, bahwa pak Yani Lesmana adalah adik dari papa Jonathan.


Nabila mengangguk-angguk,,


"Enggak nyangka ya Billa, kita bisa berjumpa kembali setelah kejadian waktu itu. Tapi bapak senang mendengar kabar kamu menikah dengan nak Rehan, orang baik Insyaallah dipertemukan dengan yang baik pula." Tutur pak Yani bijak, "semoga kalian bahagia selama nya," do'a nya dengan tulus kepada Nabila dan Rehan. Kepala HRD di tempat Nabila dulu bekerja itu memang orang yang baik dan sangat perhatian dengan karyawan lain.


"Terimakasih pak Yani," ucap Nabila dengan senang hati.

__ADS_1


"Selamat malam tuan muda Alamsyah," sapa seorang pria paruh baya dengan suara bariton yang tiba-tiba muncul di tengah obrolan mereka, mengekor di belakang pria tersebut seorang wanita berumur dengan memakai busana yang glamor.


"Malam tuan Yuda, apa kabar?" Rehan tersenyum hangat pada rekan bisnis nya itu yang sekaligus mantan bos dari sang istri.


Sedangkan Nabila hanya tersenyum, dan mengangguk.


"Kabar baik," jawab tuan Yuda singkat. Kemudian pandangan mata tuan Yuda beralih kearah Nabila dan tersenyum hangat, "maaf tuan muda, kapan anda akan segera menyusul tuan Devan?" Tanya tuan Yuda penasaran, menyaksikan Rehan yang sedari tadi bersikap mesra pada mantan karyawan nya itu.


Rehan tersenyum, "kami sudah menikah, dan rencana nya awal bulan depan kami akan menggelar resepsi pernikahan kami," jawab Rehan dengan senyuman kebahagiaan.


"Wah, saya turut berbahagia mendengar nya... selamat tuan muda, semoga pernikahan anda dan istri senantiasa dalam kebahagiaan dan keberkahan," do'a tuan Yuda dengan tulus.


Berbeda dengan wanita yang sedari tadi diam mendengar kan obrolan sang suami dan rekan bisnis nya, Kinanti justru terlihat tidak suka mendengar mantan karyawan di perusahaan suami nya itu menikah dengan pengusaha kaya dan tampan. "Yuk pa, kita belum bertemu dengan mempelai," bisik nya pada sang suami, untuk segera berlalu dari hadapan Nabila.


"Maaf tuan muda,,, nyonya Rehan,,, kami permisi dulu untuk menemui kedua pengantin," pamit tuan Yuda pada Rehan dan Nabila.


"Silahkan,,," jawab Rehan pendek, sedangkan Nabila hanya mengangguk.


"Mbak Billa, duduk sini," seru Nisa yang tengah duduk bersama Alex dan om nya, seraya menunjuk bangku kosong di samping nya.


Ketika hendak berlalu, tepukan lembut di pundak nya mengurungkan niat Nabila untuk melangkah. Nabila segera menoleh ke belakang,, "Saskia,,," seru nya dengan sangat senang. "Apa kabar? Gimana, betah enggak kerja di sana?" Tanya Nabila pada sahabat satu kos nya dulu.


"Alhamdulillah, gue baik dan gue juga betah kok kerja di sana. By the way makasih ya info nya waktu itu," ucap Saskia tulus.


"Iya, sama-sama. Oh ya,, kamu dapat undangan juga? Sama siapa kesini?" Tanya Nabila penasaran.


"Gue cuma menemani seseorang aja sih," jawab Saskia malu-malu.


"Dicariin, di sini rupa nya?" Tanya seseorang dengan suara berat yang tiba-tiba muncul di belakang Saskia.


Menyadari siapa yang datang, Rehan yang sedari tadi berdiri di belakang sang istri langsung saja merengkuh tubuh Nabila dan dengan sangat posesif memeluk pinggang ramping sang istri.


"Eh, iya.. tadi dari jauh gue lihat Billa, jadi langsung aja Saski samperin. Maaf ya, tadi gak bilang dulu,," jawab Saskia seraya tersenyum hangat pada laki-laki itu.

__ADS_1


__ADS_2