Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Ketemu Jodoh di Aplikasi


__ADS_3

Pagi hari di kediaman papa Sultan nampak Fatima sudah bersiap dengan kedua putra dan putrinya di teras, menunggu papa dan mama nya yang tengah berpamitan sama besan. "Maaf ya pak Ilyas, Bintang, kami enggak bisa menemani kalian dalam menyelidiki masalah keluarga Bintang,,," ucap papa Sultan dengan menyesal dan kemudian memeluk besan nya.


"Enggak apa-apa pak Sultan, toh sudah ada nak Rehan dan nak Alex yang akan membantu Lintang mencari kebenaran tentang keluarga nya." Ucap pak Ilyas mencoba mencairkan suasana dan melepaskan pelukan nya.


"Baiklah dik, kalau begitu kami pamit ya... secepat nya kami akan kembali kesini untuk ikut mempersiapkan resepsi pernikahan anak-anak kita," pamit mama Sekar pada ibu Lin sambil memeluk ibu dari menantu nya itu.


"Hati-hati di jalan ya mbak, moga bang Bule bisa segera pulih seperti sedia kala,,, dan gak perlu tergantung pada obat-obatan," do'a tulus ibu Lin untuk abang di masa kecil nya dulu yang sekaligus besan nya seraya melerai pelukan kedua nya.


"Makasih Bintang, melihat putraku bahagia dengan pasangan nya dan menemukan mu kembali adalah obat paling mujarab untuk ku," ucap papa Sultan seraya memeluk ibu Lin.


Kedua nya sesaat berpelukan, bulir bening jatuh di sudut mata ibu Lin. "Udah ah, jangan pada baper,,, enggak lama kita juga bakal ketemu lagi," ucap mama Sekar seraya mengusap punggung ibu Lin.


Kini mereka telah berada di teras, menyusul Fatima dan kedua anak nya yang sudah menunggu bersama yang lain. Rehan memeluk papa nya, "Pa, jaga kesehatan papa ya... Rey berharap banget papa bisa dampingi Rey di acara resepsi nanti," lirih Rehan di telinga sang papa.


"Pasti nak, papa akan sehat untuk bisa mendampingi mu dan menanti cucu papa dari kalian," ucap papa dengan terbata menahan haru. "Papa bangga sama kamu," lanjut sang papa seraya melerai pelukan kedua nya.


Nabila pun melakukan hal yang sama, dia memeluk sang mama mertua. "Ma, makasih untuk semuanya," ucap Nabila seraya tersenyum hangat.


"Mama yang harus nya makasih sama kamu nak, kehadiran kamu membawa kebahagiaan untuk putra dan cucu mama... juga untuk kami semua," ucap mama Sekar dengan haru.


"Udah ah,,, kenapa jadi pada melo gini sih, enggak lama lagi kita semua juga bakal ngumpul kan?" Fatima mengakhiri acara mengharu biru itu.


Setelah saling berpamitan mereka pun segera naik kedalam mobil, "dada bang Zaki,, dada kak Fira,, sampai ketemu lagi ya,,," ucap Kevin dengan melambaikan kedua tangan nya.


*****


Sore hari nya Rehan dan Alex mengajak keluarga besar Nabila untuk pindah ke apartemen, mereka mengajak serta satu orang pelayan yang akan membantu di apartemen Fatima yang nanti nya ditempati oleh Nisa dan kedua orang tua Nabila serta Ilham.

__ADS_1


Rombongan terbagi menjadi tiga mobil, dan kendaran yang membawa mereka kini tengah melaju menuju apartemen.


Sesampainya di apartemen, Nabila langsung mengajak keluarga nya menuju apartemen Fatima yang sebelum nya dia tempati. Nabila segera memasukkan kode kunci apartemen dan membukakan pintu nya, "selamat datang Ayah, ibu,, mari silahkan masuk," ucap Nabila sambil menuntun kedua orang tuanya untuk masuk dan kemudian mempersilahkan kedua nya untuk duduk di sofa. Yang lain mengekor di belakang nya dan kemudian ikut menempatkan diri di sofa.


Nisa dan Ilham dengan di bantu bi Sumi pelayan dari rumah utama, mengemasi barang-barang mereka dan meletakkan di kamar masing-masing. Nisa dan Ilham menempati kamar atas, sedangkan ayah dan ibu menempati kamar yang tadi nya ditempati oleh Nabila yang berada di lantai satu. Sedangkan bi Sumi, akan bergabung bersama bi Ani dan bi Surti serta pak Maman di apartemen khusus para Asisten rumah tangga yang berada tepat di sebelah apartemen Rehan.


Setelah selesai berbenah, Nisa dan Ilham turut bergabung bersama keluarga nya di ruang tamu. "Jadi mbak Billa selama di Jakarta tinggal nya disini?" Tanya ibu Lin kepada putrinya.


"Tidak bu, Billa disini baru sekitar seminggu, sejak Billa kerja di butik kak Fatima" jawab Nabila nampak ragu.


"Oh ya nak, kok tiba-tiba kamu bisa kerja di butik... bukannya saat itu kamu dapet panggilan interview nya jadi sekretaris di perusahaan garmen ya?" Tanya pak Ilyas penuh selidik.


"Iya pak, dulu Billa memang diterima jadi sekretaris di perusahaan garmen," ucap Nabila lirih seraya melirik sang suami.


Rehan tersenyum hangat dan mengangguk, seolah memberikan dukungan pada sang istri untuk bercerita tentang masa lalu nya yang dipecat dari perusahaan tempat nya bekerja.


"Dan mbak lebih memilih menyimpan kesedihan seorang diri? Termasuk ketika mbak di selingkuhi sama tunangan mu itu?!" Ibu Lin nampak kecewa sekaligus sedih karena ternyata putrinya tidak baik-baik saja selama ini, "harus nya mbak cerita sama ayah dan ibu, kalau punya masalah jangan di simpan sendiri," lanjut ibu Lin seraya merengkuh tubuh putrinya dan memeluk nya dengan erat. "Ibu tahu, dari dulu mbak itu anak yang mandiri dan sangat sayang sama keluarga," bulir bening menetes dari sudut mata ibu Lin.


Pak Ilyas yang duduk di samping sang istri mengusap lembut punggung ibu Lin, "sudah bu, toh putri kita sudah baik-baik saja."


"Betul ayah, semua sudah clear,,," ucap Rehan menimpali. "Bos perusahaan lama tempat Billa kerja sudah meminta maaf, karena memang sudah terbukti Billa tidak bersalah."


"Bos Billa juga sempat meminta Billa untuk balik kerja lagi di sana tapi Billa menolak," ucap Nabila seraya melerai pelukan sang ibu.


"Kenapa di tolak mbak, bukannya enak tuh jadi sekretaris?" Tanya Ilham dengan polos nya.


"Kan mbak Billa udah ketemu sama jodoh nya dik,," jawab Alex asal sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


"Apaan sih bang Alex,," elak Nabila dengan malu-malu.


"Iya,, ya,, ketemu jodoh nya dimana emang mbak? Di sosial media ya? Atau di aplikasi pertemanan?" Tanya Ilham dengan asal.


"Ketemu jodohnya di aplikasi baca novel gratis,, puas kamu dik!" Jawab Nabila sedikit sewot.


Rehan hanya tersenyum menanggapi perdebatan kecil antara kakak dan adik itu.


"Oh ya, kalian kan belum cerita,,, gimana bisa bersama dan tiba-tiba Billa pulang diantar sama orang tua nak Rehan dan keluarga?" Tanya ibu Lin penasaran.


Nabila kemudian menceritakan dari awal, ketika hatinya sedang galau karena mendengar kabar perselingkuhan sang tunangan, kemudian jalan-jalan untuk sekedar refreshing hingga kemudian bertemu dengan seorang anak kecil dan juga daddy nya.


Menceritakan pula perjalanan kebersamaan mereka selama hampir dua bulan, hingga kemudian Rehan mengutarakan niat nya untuk menjadikannya istri. "Sebenar nya saat bang Rehan nganter Billa ke acara nikahan mas Hendra dan Saras, bang Rehan udah ngajak Billa pulang... untuk bertemu sama ayah dan ibu, untuk melamar langsung sama ayah dan ibu," ucap Nabila.


"Kenapa enggak di ajak pulang mbak, kan udah dekat?" Tanya sang ibu.


"Karena saat itu Billa belum memiliki pekerjaan lagi bu, dan Billa enggak mau berbohong sama ayah dan ibu tentang Billa yang saat itu sedang menganggur,,," jawab Billa lirih.


"Ya sudah lah,,, semua sudah terjadi, kalau jodoh pasti ada aja jalan nya," ucap pak Ilyas mengakhiri perbincangan mereka di sore itu.


Rehan dan Nabila kemudian kembali ke apartemen mereka, menyusul Kevin yang telah lebih dahulu dibawa bi Ani untuk segera mandi.


Alex mengekor di belakang mereka berdua, hendak menuju apartemen nya.


"Loh, gue pikir lu mau nginap di sana Lex,," ucap Rehan ketika sudah tiba di depan pintu apartemen miliknya seraya menunjuk pintu apartemen milik kakak nya yang sudah tertutup. "Oh iya, gue lupa... lu kan belum boleh kayak gini ya..." seraya mempererat pelukan nya di pinggang sang istri dan mencium kening Nabila dengan mesra, kemudian dia melirik sang Asisten dengan senyum seringai.


"Sialan lu Rey,,," Alex menggerutu dan bergegas meninggalkan pasangan pengantin baru itu menuju apartemen miliknya dengan wajah di tekuk.

__ADS_1


__ADS_2