Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Jagung Bakar


__ADS_3

Sementara di apartemen Rehan,,, sepeninggal keluarga besar Nabila beserta putra kecil nya dan Devan serta sang istri ke Singapura, nampak Rehan dan Nabila juga tengah bersiap hendak berlibur ke puncak untuk menjalankan misi suci versi Rehan.


Sengaja Rehan mengajak pak Maman agar tidak kecapekan di perjalanan, mengingat jalanan menuju puncak seringkali macet di akhir pekan apalagi long weekend seperti sekarang ini.


Sepanjang perjalanan tak henti Rehan menggoda sang istri, selalu ada saja kata-kata nya yang membuat Nabila melambung tinggi. Sesekali Rehan membuat sang istri tertawa bahagia, dan di waktu yang lain membuat Nabila cemberut karena merasa malu pada pak Maman yang menyetir di depan.. entah apa yang Rehan lakukan pads sang istri?


Sedangkan pak Maman tetap fokus dengan kemudinya, laki-laki paruh baya yang sudah lama mengabdi di keluarga Alamsyah itu sama sekali tak berani melirik ke belakang meski hanya melalui pantulan kaca spion. Suara-suara aneh di belakang nya, dia anggap sebagai angin lalu yang lewat untuk memberikan nya kesejukan.


Ya, pak Maman ikut merasa kan kebahagiaan yang dirasakan oleh putra dari bos nya itu. Pasal nya pak Maman lah yang mendampingi Rehan dan selalu setia menemani dan mengantarkan nya kemanapun semenjak Rehan merawat sang adik, dan sekarang pak Maman bertugas menjadi sopir pribadi Kevin.


Perjalanan yang cukup memakan waktu, hingga akhirnya sampailah mereka di villa pribadi milik keluarga Alamsyah. Bangunan villa bergaya klasik yang terletak di salah satu kawasan yang cukup tinggi dan berada di tengah-tengah lahan yang luas, nampak begitu asri dengan berbagai tumbuhan dan tanaman hias yang berada di sekitar villa.


Bangunan utama terletak di tengah, dengan empat kamar utama yang luas dan fasilitas lengkap layak nya hotel berbintang... serta ada beberapa kamar berukuran lebih kecil. Sengaja papa Sultan membuat empat kamar utama, pasal nya Rehan adalah tiga bersaudara. Sedangkan di belakang bangunan utama, ada beberapa bangunan-bangunan kecil yang diperuntukkan bagi para pekerja.


Dulu papa Sultan punya pengharapan, ketika putra putri nya telah dewasa dan menikah, mereka akan menghabiskan liburan bersama di tempat ini bersama anak cucu dan menantu. Namun kenyataan berbicara lain, Keyla putri bungsunya telah berpulang terlebih dahulu mendahului kedua orang tua nya.


Ya, manusia memang boleh berencana,,, tapi Allah lah yang menentukan segalanya, sebab Allah lebih tahu mana yang terbaik untuk hamba Nya. Itu sebab nya kenapa kita di harus kan untuk menyandarkan semua nya pada sang pemilik kehidupan, agar jika apa yang telah kita rencana kan tidak berjalan sesuai dengan harapan maka kita tidak akan larut dalam sebuah penyesalan atau pun kesedihan yang mendalam.


Pak Maman meletakkan barang bawaan tuan muda nya dan sang nyonya di depan pintu kamar milik Rehan, sedangkan Rehan menemani sang istri berkeliling di sekitar villa.


Udara yang sejuk, serta hijau nya pemandangan di sekitar villa sungguh sangat menentramkan hati bagi siapa saja yang berkunjung ke tempat ini. Bunga-bunga yang bermekaran di taman yang terletak di samping kanan dan kiri bangunan utama, mempercantik pemandangan di villa milik keluarga Alamsyah.


Nabila mendudukkan diri nya di sebuah ayunan yang terletak di tengah taman, sang suami yang sedari tadi mendampingi nya pun ikut duduk di ayunan yang berada tepat di depan nya.


Mereka duduk saling berhadapan tanpa ada yang memulai percakapan, hanya tatapan mata mereka yang bertemu dan saling bicara dalam diam.


Cukup lama mereka menikmati kebersamaan dalam diam itu, hingga ulah Rehan yang tiba-tiba mendekatkan wajah nya dan mencuri ciuman pada sang istri membuat Nabila tersadar dari lamunan nya.

__ADS_1


"Ish,, abang,,, kebiasaan deh, main nyosor aja," gerutu Nabila seraya bangkit hendak mengejar sang suami yang tadi langsung berlari kecil setelah berhasil mencuri ciuman dari sang istri.


Rehan mempercepat langkah nya saat tahu dirinya dikejar, dan dia terus melangkah dengan cepat masuk kedalam villa. Bukan Rehan nama nya jika tak dapat mengambil keuntungan dari setiap kesempatan, dia bersembunyi di balik pintu dan pada saat sang istri masuk dengan cekatan Rehan langsung menggendong Nabila ala bridal style dan membawa sang istri menuju kamar nya.


*****


Senja di villa,,


Rehan dan sang istri melewatkan makan siang, para pegawai di villa itupun tak ada yang berani mengusik tuan muda nya yang masuk kedalam kamar bersama sang istri sesaat setelah mereka datang jelang siang tadi.


Sedangkan di dalam kamar Nabila baru saja terbangun, dia mengambil ponsel nya dan melihat jam, "hampir jam lima, ya Allah Billa belum sholat ashar," ucap nya sedikit panik dan kemudian membangunkan sang suami yang masih terlelap sambil memeluk nya dari belakang.


Nabila menepuk-nepuk tangan suami nya dengan lembut, Rehan menggeliat dan kemudian membuka mata nya, "udah sore yang?" Tanya Rehan seraya mengerjap kan mata nya berkali-kali.


"Hampir jam lima bang, kita belum sholat ashar.. yuk buruan kita mandi," Nabila langsung beranjak menuju kamar mandi.


Dengan sigap Rehan mengikuti nya dan langsung nyelonong ikut masuk kedalam, "bang, gantian ah mandi nya.." protes Nabila ketika suami nya ikut masuk.


Tak berapa lama, ritual mandi murni itu pun selesai. Setelah berpakaian dengan rapi, mereka pun segera menunaikan kewajiban nya untuk beribadah sholat ashar.


Beberapa menit kemudian, mereka berdua telah selesai dengan ritual ibadah dan juga dzikir nya. Dan seperti biasa, usai berdo'a dengan takdzim Nabila mencium punggung tangan sang suami dan Rehan membalas nya dengan mencium kening istri nya dengan penuh kasih.


"Abang, Billa lapar,," ucap Nabila merajuk sambil melepas mukena nya.


"Sama yang, abang juga... maaf ya, tadi keasyikan sampai lupa kalau kita belum makan," ucap Rehan sambil tersenyum penuh arti, "mau makan apa?" Tanya Rehan menatap sang istri.


"Billa pengin makan jagung bakar deh bang, tapi di makan di tempat penjual nya," pinta Nabila dengan tatapan memohon.

__ADS_1


Rehan mengingat-ingat dimana ada penjual jagung, sejenak kemudian dia tersenyum, "ayo, kita jalan kaki aja ya yang.. tempat nya enggak jauh kok, di tikungan mesra di atas sini ada penjual nya."


Dengan semangat Nabila segera memakai hijab nya dan kemudian mereka berdua bergegas keluar dari villa menuju ketempat penjual jagung bakar, setelah kurang lebih lima menit mereka berjalan kaki tiba lah mereka di tempat tujuan.


Kebetulan tidak ada antrian, pembeli terakhir baru saja pergi. Rehan langsung memesan jagung bakar kepada mamang penjual nya, "mang, jagung nya dua ya," pinta nya sambil menyorongkan kursi untuk sang istri agar duduk.


"Bang, Billa pengin nya abang yang bakar,," pinta nya berbisik di telinga sang suami.


Rehan mengernyit, "serius yang?" Tanya Rehan tak percaya.


Nabila mengangguk, "please,,," pinta nya memohon.


Sejenak Rehan terdiam, "mang, saya bakar sendiri jagung nya boleh?" Pinta Rehan pada mamang penjual jagung.


"Boleh den, silahkan.." balas si mamang dengan senang hati.


Dengan sigap Rehan duduk dan mengambil alih kipas dari tangan mamang tersebut, dengan telaten Rehan membolak-balik kan jagung dengan tangan kirinya agar jagung tidak gosong sedangkan tangan yang satunya terus mengayunkan kipas agar arang nya tetap membara.


Keringat mulai mengalir dari kening nya, dan sesekali Rehan terbatuk karena menghirup asap dari bara arang. Nabila yang sedari tadi memperhatikan sang suami sebenar nya merasa tak enak hati, namun dia tetap membiarkan saja karena saat ini dirinya begitu ingin menikmati jagung hasil bakaran suami nya.


Tak berapa lama, jagung bakar ala bos RPA Group itupun sudah matang dan siap untuk disantap. Rehan yang tadi nya memesan dua, namun begitu dirinya yang disuruh bakar jagung nya sama sang nyonya bos, dia langsung membakar empat jagung sekaligus.


Rehan segera memberikannya kepada Nabila, dan kemudian mereka menikmati jagung bakar tersebut sambil menghabiskan senja di tikungan mesra.


Mamang penjual jagung yang sedari tadi mengamati kemesraan mereka berdua pun berkomentar, "wah, aden ini benar-benar calon ayah siaga ya?"


"Maksud mamang?" Tanya Rehan tak mengerti.

__ADS_1


"Ya itu den, si eneng istri aden pasti lagi ngidam pengin jagung bakar hasil bakaran tangan aden sendiri." Jawab mamang penjual jagung bakar dengan yakin.


Rehan dan Nabila saling melempar pandang,,,


__ADS_2