Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Pemain Aktif atau Pemain Pasif


__ADS_3

Susan yang menyadari perubahan sikap atasannya, tidak banyak membuang waktu dan langsung membuka rapat pagi itu. Susan mulai berbicara dengan suara lembut namun tegas, dan dia menyampaikan pidato pembuka dengan sangat baik, nampak jelas bahwa dia adalah karyawan yang sudah sangat berpengalaman.


Kini giliran perwakilan dari perusahaan yang berpusat di Johor untuk mempresentasikan proposal kerja sama nya, Nabila nampak serius menyimak... dia tidak mau melewatkan satu kata pun dari setiap kalimat yang di ucap kan orang yang sedang berdiri di depan, dia tidak mau membuat sang suami kecewa karena telah mempercayainya sebagai pengambil keputusan.


Berbeda dengan Rehan yang tidak dapat fokus mendengarkan presentasi dari calon rekan bisnis nya, pasal nya sejak awal berdiri di depan forum, CEO dari perusahaan calon rekan bisnis nya itu terus memandang kearah Nabila tanpa berkedip. Bahkan seringkali laki-laki yang nampak lebih muda dari nya itu melempar senyum kearah istri nya, dan hal itu membuat bos RPA Group itu semakin geram.


Nabila yang duduk tepat di samping sang suami dan tidak dapat melihat ekspresi dari suami nya, mendapatkan kode dari Susan yang duduk di depan nya. Beberapa kali Susan menunjuk suami nya dengan dagu, dan baru setelah Susan berdeham Nabila menyadari kode tersebut. Dia langsung melirik sang suami yang juga tengah menatap nya dengan tajam, terlihat jelas ada kemarahan dari sorot mata sang suami.


Buru-buru Nabila menggenggam erat tangan sang suami yang berada di bawah meja, dan dia memainkan jari jemarinya di sana. Sesekali Nabila melempar senyum termanis nya untuk kekasih halal nya itu, namun pendengaran dan pikiran nya tetap fokus pada orang yang berdiri di depan forum.


Rehan mulai rileks dan perubahan itu dapat dirasakan oleh Nabila melalui genggaman tangan nya, yang awal nya tangan Rehan kaku, dingin dan diam saja kini sudah hangat bahkan mulai berani kemana-mana. Bukan hanya meremas kembali jemari tangan sang istri dengan lembut, namun tangan nakal nya juga mulai bergerilya menjamah paha sang istri.


Nabila melirik tajam sambil mencubit pelan paha sang suami, untuk memberikan peringatan agar tidak kebablasan namun bos RPA Group itu justru membalas nya dengan senyum seringai. Dan sejurus kemudian, nampak Rehan membisikkan sesuatu di telinga sang istri, "bagaimana kalau seusai rapat kita melakukan nya di sini yang??"


Rehan nampak masih ingin menggoda sang istri, namun pemilik perusahaan calon rekan bisnis nya itu telah mengakhiri presentasi nya dan menutup nya dengan salam, sehingga daddy tampan itu mengurungkan niat nya.


"Bagaimana tuan muda Alamsyah? Apa proyek proposal saya anda setujui?" Tanya CEO muda itu dengan tersenyum sopan.

__ADS_1


"Terimakasih atas presentasi anda tuan Reza, dan untuk keputusan nya kita akan dengarkan bersama bagaimana pendapat dari asisten cantik yang berada di samping saya ini," ucap Rehan mulai menggombal, sambil tersenyum penuh arti pada sang istri.


CEO muda yang bernama Reza itu mengernyit, menyimpan tanya dalam benak nya. Begitupun dengan rekan-rekan nya yang turut hadir dalam rapat itu, hanya Susan yang tersenyum simpul menyaksikan pemandangan tersebut. "Benar-benar bucin si bos, kemana perginya wajah dingin itu?" Gumam nya dalam hati, ingin rasa nya Susan merekam kejadian tersebut dan mengirim nya pada sang kekasih namun hati kecil nya menolak, dia khawatir Nabila akan ikut kena bully geng absurd pasangan mereka.


Nabila mulai angkat bicara, dia mengomentari beberapa hal dalam proposal yang telah dia baca dan pelajari sebelum nya. Ternyata tidak ada kesesuaian dengan apa yang dipaparkan oleh Reza barusan, dalam proposal ada tumpang tindih dalam hal pembagian hasil dan cenderung lebih menguntungkan sebelah pihak. Nabila menyampaikan uraian nya dengan detail dan dengan bahasa yang lugas, hingga Reza dibuat nya tak bisa berkutik.


"Mohon maaf tuan Reza, proposal yang anda buat ini hanya menguntungkan pihak anda saja. Jadi kami tidak dapat menyetujui kerja sama ini," ucap Nabila dengan tegas, dia melempar senyum manis nya pada sang suami.


"Posisi anda hanya asisten di sini, saya ingin mendengar langsung pendapat bos anda!" Ketus Reza meremehkan Nabila.


Nabila hanya mengangkat kedua alis nya, "oke, silahkan tuan tampan, bagaimana keputusan anda?" Sambil melirik sang suami dengan tatapan nakal.


Sontak Reza kaget dan tertunduk malu, begitupun dengan tiga rekan nya.


"Maaf tuan muda Alamsyah, saya benar-benar tidak tahu jika dia adalah istri anda. Tolong maafkan saya, dan beri saya kesempatan untuk memperbaiki proposal ini kembali." Ucap Reza dengan memohon.


"Bagaimana yang?? Apa kamu mau memberinya kesempatan?" Tanya Rehan pada sang istri masih dengan berdiri.

__ADS_1


Nabila pun ikut berdiri di samping sang suami, "tuan Reza, apa sebenarnya tujuan anda?!" Tanya Nabila dengan suara lembut namun tegas dan menatap Reza dengan tatapan tajam, "perusahaan anda adalah perusahaan terbesar di kota Johor, dan proyek proposal yang anda ajukan barusan hanya lah kelas receh! Rasa nya sangat mustahil jika anda jauh-jauh datang kemari hanya untuk mengerjakan proyek kelas teri seperti ini, kecuali karena anda memang memiliki tujuan lain!"


Reza tertunduk, dia seperti tersangka yang kena ciduk tengah melakukan perbuatan mesum dan digiring oleh massa dengan bertelanjang bulat bersama pasangan mesum nya. "Sebenarnya saya memiliki dendam pribadi dengan kakak ipar anda tuan muda, tapi dia terlalu sulit untuk saya dekati,,, dia sangat tangguh!" Ucap Reza menatap Rehan dengan menahan perasaan malu.


"Saya berharap dengan menjalin kerja sama ini, saya akan bisa mencari titik kelemahan nya dan mulai menghancurkan keluarganya terlebih dahulu. Tapi ternyata saya salah, bahkan anda lebih tangguh dari yang saya duga. Saya mohon, maafkan saya dan saya berjanji tidak akan mengganggu kehidupan keluarga anda lagi." Pintanya dengan penuh penyesalan.


"Apapun masalah anda dengan bang Yusuf, saya yakin jika anda memiliki iktikad baik untuk menyelesaikan nya dengan cara yang baik pula, pasti Allah akan memudahkan jalan anda tuan Reza. Tak perlu anda menjadi pendendam, karena itu hanya akan membuat langkah anda terasa berat dan bisa jadi apa yang anda lakukan justru akan mempermalukan diri anda sendiri," ucap Nabila dengan lembut dan tersenyum hangat.


"Baik nyonya muda, saya mengerti. Sekali lagi, tolong maafkan kebodohan saya," ucap Reza dengan tertunduk malu. Ketiga rekan Reza, yang tadi nya berani memandang Nabila dengan tatapan menggoda pun ikut tertunduk.


Sedangkan Rehan tersenyum lebar mendengar perkataan sang istri, begitupun dengan Susan yang merasa bangga karena akan menjadi bagian dari keluarga besar Nabila nanti nya.


Rapat pun di tutup, dan tanpa menunggu tamu nya pamit, Rehan langsung memeluk mesra pinggang sang istri dan menuntun nya keluar dari ruangan rapat menuju ruangan Presdir milik nya.


Sesampainya di ruangan khusus Presdir, Rehan langsung mengunci pintu nya dan segera menjatuhkan tubuh Nabila di sofa milik nya yang empuk. "Kamu tadi berani menatap laki-laki lain yang,,, dan sekarang kamu akan abang hukum," ucap nya lirih di telinga sang istri, sambil tangan nya melepas peniti yang dijadikan pengait di hijab Nabila. Dan hanya dengan sekali tarikan hijab sang istri telah terlepas, hingga nampak lah leher mulus milik Nabila yang bagai candu bagi Rehan. Dengan sedikit tergesa, Rehan langsung mencumbui sang istri dan menindih nya di bawah kungkungan nya.


Nabila hanya pasrah saat dibilang berani menatap laki-laki lain, karena akan percuma saja meskipun dia menjelaskan dengan mulut sampai berbusa, jika sang suami sudah dalam mode on seperti sekarang ini.

__ADS_1


Yang bisa dia lakukan saat ini hanya lah menurut dan mengikuti permainan dari sang suami. Jika mood nya sedang baik, dia akan berlomba dengan sang suami untuk menjadi pemain aktif dan memimpin permainan. Namun jika mood nya sedang tidak baik-baik saja, maka dia akan memilih menjadi pemain pasif dan membiarkan suami nya yang memimpin permainan.


Bagi Nabila, apapun model permainan nya dan apapun posisi nya,,, Nabila tidak ingin hanya dijadikan obyek tapi dia juga harus menjadi subyek, yang bisa menikmati setiap permainan.


__ADS_2