
Hari yang di nanti oleh dua insan yang menjalin hubungan dengan proses yang begitu cepat itu, kini telah tiba. Tepat bakda dhuhur, bertempat di kediaman keluarga Jonathan, kedua calon mempelai nampak telah duduk bersama dengan penghulu, kedua saksi dan wali dari kedua nya.
Calon mempelai wanita terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya putih rancangan desainer dari butik tempat nya bekerja sebagai manager, lengkap dengan hijab berwarna senada dengan kebaya nya.
Sedangkan mempelai pria, nampak semakin gagah dan sangat tampan dengan stelan jas berwarna putih dengan peci hitam yang bertengger di kepala nya. Kedua nya nampak sangat serasi, tampan dan cantik.
Nisa, perwalian nya di wakili oleh pak Ilyas selaku kakak kandung dari ayah Nisa karena memang kedua orang tua nya telah meninggal dunia. Dan Alex di dampingi oleh pak Yani, adik dari papa nya yang juga telah tiada.
Semua keluarga besar dari kedua mempelai telah hadir di sana, keluarga besar pak Ilyas selaku keluarga dari pihak mempelai wanita semua nya hadir. Keluarga papa Sultan yang telah menganggap Alex bagian dari keluarga mereka juga semua nya hadir, termasuk bibi Carla dan papi bule Vincent.
Kedua sahabat Alex, Alvian dan sang istri, serta Devan dan Lusi yang mengajak serta sang adik sepupu yaitu Nina juga sudah berada di sana sejak pagi tadi, Nina nampak duduk berdampingan dengan Vincent. Papa Johan beserta bi Asih pun tak ketinggalan, turut hadir untuk menyaksikan upacara sakral pernikahan Alex dan Nisa.
Sandra, adik satu-satu nya yang di miliki Alex, duduk tepat di belakang kakak kandung nya itu dengan di dampingi sang suami yang tengah memangku baby Bryan. Nampak Kevin juga ikut duduk di sana, dekat dengan baby Bryan dan tak mau jauh-jauh dari bayi mungil nan montok itu.
Di samping Kevin, terlihat Ilham yang siap menjaga bocah kecil keponakan nya yang sangat menggemaskan itu agar tidak berulah saat prosesi ijab qobul berlangsung nanti. Sedangkan di samping Ilham duduk gadis remaja berhijab nan cantik, yang merupakan teman dekat Ilham. Siapa lagi kalau bukan Jihan, putri dari pak Yani. Nampak nya remaja yang sedang tumbuh itu pun tengah melancarkan aksi modus, dengan pura-pura menjaga sang keponakan.
Acara segera di mulai, nampak semua yang hadir mendengarkan dengan khusyuk acara yang tengah berlangsung tersebut. Baby Bryan pun nampak diam dan ikut larut dengan kekhidmatan acara, begitupun dengan Kevin yang meminta duduk di pangkuan Jihan.
Satu demi satu acara berlangsung dengan sangat khidmat, hingga tiba saat nya Alex mengucapkan qobul sebagai bentuk penerimaan nya atas limpahan tanggungjawab dari orang tua atau wali mempelai wanita kepada diri nya.
Dengan masih menjabat tangan pak Ilyas, tepat setelah ayah dari Nabila itu mengucapkan ijab nya, Alex pun membaca kan qobul nya dengan suara lantang dan tegas.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Annisa Putri binti Muhammad Zakaria Almarhum dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.β
__ADS_1
"Bagaimana saksi?" Tanya pak penghulu menatap Alvian dan Yusuf yang menjadi saksi nikah Alex dan Nisa, secara bergantian.
"Syah,," jawab kedua nya mantap, yang juga dibarengi oleh semua yang hadir menyaksikan upacara tersebut.
Pak Ilyas dan ibu Lin menitikkan air mata, tunai sudah janji mereka berdua mengemban amanah dari almarhum kedua orang tua Nisa, saat mereka tengah dalam kondisi kritis dan menyerahkan bayi mungil nya untuk dirawat oleh pak Ilyas dan ibu Lin.
Dengan penuh kasih sayang pak Ilyas dan ibu Lin menyayangi bayi mungil tersebut seperti layak nya putri kandung, Nisa dan Nabila yang hanya selisih usia satu tahun tumbuh bersama seperti anak kembar. Sama-sama manis dan selalu juara di sekolah, hanya sifat mereka saja yang agak berbeda. Nabila yang lembut sedangkan Nisa lebih tegas dan terkadang bicara nya agak pedas karena memang dia merasa benar.
Tiba saat nya Alex memasangkan cincin di jari manis wanita yang kini telah syah menjadi istri nya itu, cincin kawin bertahtakan berlian murni yang sangat indah.
Kini giliran Nisa yang juga memasangkan cincin di jari manis sang suami, dan setelah terpasang sempurna dengan takdzim Nisa mencium punggung tangan suami nya itu, yang di balas sang suami dengan ciuman mesra di kening nya hingga beberapa saat.
"Om Alex, nanti malam.. Kevin sama adik Bryan bobok sama om Alex dan tante Nisa ya?" Pinta Kevin dari balik punggung Alex, yang membuat mempelai laki-laki itu terkejut dan melepaskan ciuman nya.
Semua yang hadir pun terkejut mendengar permintaan bocah tersebut, dan terkekeh kecil. "Bang, siapa yang ngajarin Kevin bicara seperti itu?" Bisik Nabila di telinga sang suami.
Alex menatap Ilham dengan tatapan menuntut jawab, sedangkan yang di tatap hanya mengedikkan bahu dan pura-pura tidak tahu.
Sedangkan Nisa hanya tersenyum, dan mengangguk menatap Kevin.
"Asyik,,," seru Kevin dengan girang.
"Dik, kenapa di bolehin? Nanti dia akan menagih nya lho?" Protes Alex pelan.
__ADS_1
"Enggak apa-apa mas, Nisa belum suci.. pending dulu ya sampai lusa dan kita berangkat bulan madu," bisik Nisa di telinga sang suami tanpa dosa.
Alex yang saat ijab qobul nampak sangat bersemangat, kini tiba-tiba wajah nya menjadi mendung seperti langit yang siap menumpahkan air hujan. "Kenapa enggak bilang dari kemarin dik, kalau lagi halangan?" Protes Alex yang merasa istri nya itu tidak peka terhadap keinginan nya.
"Emang nya kenapa mas?" Tanya Nisa tanpa rasa bersalah.
"Bisik-bisik nya lanjut nanti bro, sungkem dulu sana sama ayah dan ibu nya Nisa," titah Alvian menyudahi obrolan Alex dan Nisa.
Kedua nya kemudian menyalami pak Ilyas dan ibu Lin bergantian, lagi-lagi kedua orang tua yang telah membesarkan Nisa itu larut dalam keharuan. Pak Ilyas memeluk Alex, "ayah titipkan Nisa pada mu nak, jaga dan sayangi dia seperti kami menjaga dan menyayangi nya," pinta pak Ilyas dengan suara tercekat.
"Insyaaallah ayah, aku akan menjaga dan menyayangi nya dengan segenap jiwa dan ragaku. Do'akan kami selalu ayah," balas Alex sambil melerai pelukan nya.
Sedangkan ibu Lin yang memeluk Nisa pun terisak pelan, "semoga kebahagiaan selalu menyertai langkah mu putri kecil ku," ucap ibu Lin lirih.
"Terimakasih ibu, kasih sayang ibu dan ayah yang membuat Nisa bisa sampai di titik ini. Jangan pernah lelah untuk mendo'akan kami selalu ibu," balas Nisa dengan sesenggukan.
Demikian pun dengan pak Yani dan sang istri ketika kedua mempelai menyalami mereka berdua, mereka pun tak kuasa untuk tidak menitikkan air mata.
Papa Sultan dan mama Sekar yang mendapat giliran setelah nya, mencoba untuk tegar.. meski dada papa Sultan harus menahan sesak, mengingat Alex adalah putra dari almarhum sahabat nya dan Alex sendiri tumbuh besar bersama Rehan dan sudah seperti anak kandung bagi papa Sultan dan mama Sekar.
Papa Sultan memeluk erat Alex tanpa kata-kata, netra nya berkaca-kaca namun dengan cepat papa Sultan mengerjap mata nya berkali-kali agar bulir bening itu tidak menetes. Cukup lama papa Sultan memeluk sahabat dari putra nya itu sambil menepuk-nepuk lembut punggung Alex, "cepat lah beri papa cucu yang banyak son," ucap papa Sultan singkat.
"Alex sayang sama papa," balas Alex yang juga singkat sambil melerai pelukan nya dan menghapus air mata nya.
__ADS_1
Rehan yang duduk di samping sang papa, berkali-kali mengusap kasar wajah nya. Sahabat sekaligus atasan Alex tersebut pun menahan sesak yang luar biasa di dada nya, namun dia mencoba untuk menyembunyikan nya, "bro, mari berlomba membuat banyak Rehan dan Alex junior," ucap nya sambil merentangkan kedua tangan nya.
Kedua sahabat itu pun berpelukan, Devan dan Alvian pun langsung berhambur kearah mereka dan ikut larut dalam kebahagiaan yang berbalut keharuan tersebut.