
Dokter, bagaimana anak dan cucu saya?" Tanya ibu Lin dengan tidak sabar pada dokter kandungan yang membantu persalinan Nabila, begitu sang dokter membuka pintu.
Ya, ruangan tersebut memang kedap suara. Jadi, mereka yang menunggu tidak dapat mendengar suara tangisan bayi Rehan dan Nabila yang menggema.
"Alhamdulillah bu,, ketiga nya sehat," jawab bu dokter singkat.
"Ketiga nya? Maksud dokter,, cucu saya kembar, benar begitu kan dok?" Tanya pak Ilyas nampak meyakinkan diri nya sendiri.
"Benar pak, kembar sepasang.. tampan dan cantik," balas bu dokter menjelaskan secara gamblang.
"Alhamdulillah,,," ucap semua yang mendengar, binar bahagia terlihat jelas dari sorot mata mereka.
"Kami permisi pak, bu,,, silahkan, pasien sudah bisa di jenguk," pamit bu dokter hendak melanjutkan langkah nya.
"Terimakasih bu dokter," balas ibu Lin tersenyum hangat.
Dokter kandungan yang sangat ramah itupun mengangguk dan tersenyum, kemudian segera bergegas untuk melanjutkan tugas nya.
Ibu Lin, pak Ilyas dan yang lain nya segera masuk ke dalam ruang persalinan. "Mbak,,, selamat ya, kenapa enggak pernah bilang kalau bayi kalian kembar?" Protes sang ibu sambil memeluk putri sulung nya yang masih terbaring lemah.
"Feeling ayah benar, soalnya ada turunan kembar di keluarga ayah," ucap pak Ilyas memeluk putri nya.
Nisa dan Susan pun bergantian memeluk Nabila dan memberikan ucapan selamat.
"Biar surprise bu," balas Rehan sembari tersenyum lebar, sedari tadi daddy tampan itu tak bergerak dari tempat nya. Dia tak mau jauh-jauh dari istri nya, tangan nya pun masih terus menggenggam tangan Nabila.
"Jangan gandengan terus, kayak mau nyebrang aja," celetuk Alex, "sini peluk," titah nya sambil merentangkan kedua tangan nya.
Rehan pun beranjak dari tempat duduk nya dan mendekati Alex, kedua sahabat sejati itu saling memeluk. "Selamat bro.. lu udah benar-benar jadi daddy sekarang," ucap nya tulus. "Dan gue, juga akan segera menyusul delapan bulan ke depan," lanjut nya memberi kejutan sambil melerai pelukan.
Alvian pun melakukan hal yang sama, "gue enggak nyangka, bakal menjadi opa di usia muda," ucap nya memeluk suami dari keponakan nya itu seraya terkekeh.
"Kamu hamil nduk?" Tanya ibu Lin pada putri kedua nya, kala mendengar pembicaraan kedua menantu nya barusan.
Nisa tersenyum dan mengangguk, "semalem Nisa periksa ke dokter, rencana nya pagi ini mau di sampaikan pada semua.. tapi malah mbak Billa nya masuk rumah sakit," balas Nisa menjelaskan.
"Alhamdulillah,,, jaga kesehatan ya nduk," ucap ibu Lin seraya mengelus lembut perut Nisa, "sehat-sehat di dalam ya cucu nenek," lanjut nya dengan senyum yang merekah.
Susan pun ikut memberikan ucapan selamat pada Nisa, "Nis, semoga anak kita juga kembar ya.. kayak Billa," ucap nya seraya memeluk Nisa.
"Anak tante kembar tiga deh kayak nya, baru tiga bulan.. tuh perut udah segede gitu?" Celetuk Nabila dari pembaringan nya.
Ya, saat Nabila mengadakan selamatan tujuh bulanan, Susan memang tengah mengandung dan saat itu usia kehamilan nya baru satu bulan.
"Bagus lah,, sekali cetak langsung dapet tiga," balas Alvian enteng.
"Gimana Rey, mau nambah berapa?" Tanya Alex.
"Entar dulu deh,, gue masih enggak tega lihat perjuangan Billa tadi," jawab nya sendu sambil melirik sang istri.
Nabila tersenyum dan menatap penuh cinta pada sang suami.
"Ya memang seperti itu lah perjuangan seorang ibu,,, itu sebab nya sebagai balas jasa bagi seorang ibu yang telah melahirkan anaknya, Allah memberi ganti dalam bentuk perintah untuk anak agar taat dan menghormati ibunya." Ucap pak Ilyas penuh penekanan, yang terselip nasehat untuk anak-anak nya.
__ADS_1
"Kalian pulang lah, udah mau shubuh. Kalau Ilham ke sini, suruh bawa baju ganti untuk ibu dan ayah," titah ibu Lin pada adik dan anak nya.
"Ayah dan ibu pulang saja, istirahat dulu di rumah. Nanti bisa kembali lagi sekalian bareng sama Kevin," pinta Nabila pada sang ibu.
"Enggak apa-apa mbak, kalau ibu tinggal?" Tanya ibu Lin memastikan.
Nabila mengangguk, "iya bu, lagian Billa pengin tidur dulu," balas Nabila.
"Benar bu, kita juga butuh istirahat.. agar nanti malam bisa ikut begadang jagain si kembar," timpal pak Ilyas.
"Baiklah,, kami pulang ya nak Rehan," pamit ibu Lin dan pak Ilyas yang diikuti oleh Alvian dan Alex beserta pasangan nya.
*****
Nabila sudah dipindahkan ke ruang rawat, dia baru saja selesai mandi dengan dibantu sang suami. Wajah nya sudah terlihat lebih segar, Rehan tengah membantu mengeringkan rambut sang istri menggunakan handuk kecil.
"Mau sarapan sekarang yang?" Tanya Rehan setelah selesai menyisir rambut Nabila dan membantu mengenakan hijab nya.
"Nanti aja bang, nunggu ibu.. katanya mau di buatin makanan untuk ibu menyusui," tolak Nabila.
"Ya, sudah.. palingan bentar lagi mereka datang," ucap Rehan sambil duduk di kursi menghadap sang istri. Rehan menggenggam erat tangan Nabila dan mencium nya dengan lembut, "I love you mommy Billa,," lirih nya menatap sang istri dengan penuh perasaan.
"Love you too daddy tampan," balas Nabila dengan senyum yang merekah.
Rehan mendekat kan wajah nya, dan mencium mesra bibir sang istri.. dengan penuh kasih Rehan mencium bibir lembut yang bagai candu itu, ******* dan menyesap nya dengan penuh cinta.
Hingga suara seseorang mengagetkan nya, "ini rumah sakit bro.." ucap Devan yang tiba-tiba datang mengagetkan, yang diikuti Lusi di belakang nya."Sabar bro, lu harus puasa empat puluh hari," lanjut nya seraya terkekeh senang
Rehan tersenyum kecut, dia usap lembut bibir sang istri dengan jari nya, "sialan lu, dah kayak jelangkung.. ganggu aja!" Ketus Rehan yang merasa kesenangan nya terganggu.
Ya, kini Lusi juga tengah mengandung dua bulan.
"Kalian yang lemot.. jangan nyalahin gue!" Balas Rehan tak terima dikatakan tak setia kawan.
"Udah,, udah,, malah pada ribut," sela Lusi yang berjalan mendekat kearah Nabila. "Selamat Billa..." ucap Lusi memeluk sahabat nya itu.
"Makasih ya Lus,," balas Nabila tersenyum hangat.
"Honey,, lihat lah.. baby twins,," Seru Devan melihat kearah box bayi di sisi tempat tidur Nabila.
Lusi mendekat kearah boks bayi tersebut, "hai ponakan tante.. mau di gendong gak?" Tanya Lusi pada bayi-bayi imut itu.
"Mau dong tante,," balas Nabila menirukan suara anak kecil.
Rehan tersenyum dan menatap penuh arti pada sang istri.
Lusi meraih salah satu bayi Nabila dan kemudian membawa nya dalam pelukan nya dengan lembut.
Devan mendekati istri nya, "lihat lah honey.. kita memang sudah pantas jadi orang tua." Ucap Devan menatap lembut istri nya. Papa nya tampan, mama nya cantik.. dan baby nya imut," lanjut nya sambil mengecup lembut kening si baby.
"Itu anak gue!" Celetuk Rehan membuyarkan mimpi Devan dan Lusi yang tengah asyik memerankan diri sebagai papa dan mama.
"Yaelah Rey.. pelit amat!" Protes Devan dengan mengerucutkan bibir.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum,," terdengar suara kecil Kevin dari balik pintu dan segera berhambur kearah mommy nya.
"Wa'alaikumsalam," balas Nabila sambil memeluk sang putra.
Pak Ilyas, ibu Lin, Ilham, Papa Johan dan bi Asih pun ikut masuk dan mendekat kearah Nabila.
"Mom,, nenek bilang adik baby nya ada dua... baby boy dan baby girl, benarkah?" Tanya Kevin melerai pelukan dan melihat kearah Lusi yang masih menggendong salah seorang bayi.
"Itu adik Kevin kan tante?" Tanya Kevin menatap Lusi.
"Bukan, ini anak om dan tante," balas Devan yang langsung memeluk istri dan si baby dari belakang dengan posesif.
"Dad,, itu adik Kevin kan?" Seru Kevin pada daddy nya, sambil menunjuk si baby yang dalam gendongan Lusi dengan netra berkaca-kaca.
Rehan mengangguk,,
Devan terkekeh melihat reaksi Kevin.
"Iya, ini adik Kevin," balas Lusi cepat yang enggak tega melihat Kevin hampir menangis, "tante cuma pengin gendong sebentar, boleh kan?" Lanjut Lusi menatap Kevin dengan lembut.
"Boleh tante," jawab Kevin sambil tersenyum, "tapi kalau om Dev.. tidak boleh!" Ketus nya menatap Devan penuh amarah.
"Idih,, galak banget sama om Dev..?" Protes Devan.
"Makanya jangan suka macam-macam sama anak gue,," balas Rehan santai.
"Iya,, iya,, om Dev minta maaf deh," bujuk Devan akhir nya mengalah.
Ilham berjalan mendekat kearah boks bayi, "mbak, Ilham boleh gendong enggak?" Tanya Ilham menatap kakak nya yang duduk bersandar di ranjang pasien.
"Emang kamu bisa nang?" Tanya pak Ilyas.
"Bisa lah yah,, Ilham kan calon ayah siaga," jawab nya sambil nyengir.
"Belajar dulu yang benar," timpal Rehan dan Nabila bersamaan.
"Yaelah, bang Rehan sama mbak Billa kompak bener,," balas Ilham menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
Kemudian dengan sangat hati-hati Ilham menggendong si baby, dengan di bantu sang ibu.
"Adik nya mau dikasih mama siapa nak?" Tanya Lusi menatap Kevin.
"Jangan panggil Kevin nak tante,, Kevin sudah besar sekarang, panggil a bang.." balas Kevin percaya diri.
"Iya,, iya,, abang Kevin," timpal Devan sambil menahan tawa.
"Baby boy nya yang kasih nama abang Kevin ya dad, yang baby girl dikasih nama sama daddy,," pinta nya pada sang daddy.
"Lah,, mommy.. enggak kebagian dong?" Nabila merajuk, pura-pura sedih.
"Oh iya,, mommy bantuin abang Kevin aja ya?" Pinta nya menatap sang mommy sambil tersenyum manja.
"Udah,, jangan ngobrol terus, nama nya siapa?" Tanya Ilham nampak tidak sabar.
__ADS_1
"Emmm,,, siapa ya??"