Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Orang yang Menarik


__ADS_3

Sementara di ruangan Presdir, Pak Yuda selaku pemilik Perusahaan Garmen XX yang didampingi oleh Kinanti, beserta Selly dan juga bu Runi, mereka berempat telah berkumpul menunggu kehadiran Nabila.


Tidak ada yang berani mengeluarkan suara, hanya jam dinding yang terus membunyikan detik-detik jarumnya dengan teratur.


Tak berapa lama kemudian terdengar pintu ruangan yang terbuka sebagian itu diketuk,


Tok,, tok,, tok,,


"Permisi, assalamu'alaikum," Nabila melangkah masuk dengan mengucapkan salam.


"Wa'alaikumussalam,,," jawab mereka serempak.


"Silahkan duduk Nabila," titah Pak Yuda ramah, sambil menunjuk sofa dimana ketiga wanita bersaudara itu berada.


"Terimakasih Pak," ucap Nabila sopan, seraya mendudukkan dirinya tepat di samping bu Runi.


Baru saja Nabila duduk, nampak Rahmat muncul dari balik pintu, "permisi Pak Bos," sapa Rahmat mengangguk sopan pada atasannya, dan segera menempatkan diri duduk di kursi yang berhadapan dengan Pak Yuda.


Sejenak suasana menjadi hening,,


"Karena semuanya sudah berkumpul, maka saya akan mulai saja pembicaraan kita pagi ini," ucap Pak Yuda penuh wibawa. "Selaku pemilik sekaligus pimpinan tertinggi perusahaan ini, saya menyayangkan dan sangat menyesal dengan kejadian tempo hari yang menimpa salah satu karyawan terbaik di perusahaan ini. Dan saya pribadi, mengaku bersalah karena terlalu cepat mengambil keputusan yang justru merugikan perusahaan dan menyakiti korban. Untuk itu saya mohon maaf kepada nona Nabila atas kelalaian saya, dan saya mengharap dengan sangat nona Nabila mau kembali bekerja di perusahaan ini," ucap Pak Yuda panjang lebar yang menjelaskan penyesalan nya.


Sementara yang lain hanya menyimak dan sibuk dengan pikiran masing-masing.


"Besar kepala deh dia," gerutu Selly dalam hati, "kenapa juga om Yuda minta dia balik kerja disini sih!" lanjutnya dengan sengit, aura kemarahan terlihat jelas diwajahnya.


"Semoga kamu mau balik kerja di sini lagi Bill," bisik Rahmat dalam hati, "rasanya ada yang hilang sejak kepergian mu," sambil melirik kearah Nabila yang duduk dengan tenang.


"Mohon maaf sebelumnya Pak Yuda dan juga semuanya, jika kehadiran saya untuk bekerja di perusahaan ini membuat sebagian orang merasa tidak nyaman," ucap Nabila dengan lirih. "Jujur saya sangat kecewa dengan kejadian tempo hari, karena saya tidak diberikan kesempatan untuk menjelaskan semuanya," sejenak Nabila menghentikan ucapannya. "Tapi itu bukan alasan bagi saya untuk tidak memaafkan kesalahan yang telah diperbuat kepada saya, dan saya harap hal semacam ini tidak perlu lagi terjadi dan menimpa orang lain," lanjut Nabila dengan perasaan lega.


"Bagaimana dengan permintaan saya, untuk kembali bekerja di perusahaan ini Nabila?" Tegas Pak Yuda mengulang pertanyaan nya kembali.


"Maaf Pak Yuda, kalau untuk itu dengan sangat menyesal saya tidak dapat memenuhinya," jawab Nabila lugas.

__ADS_1


"Kenapa Billa?" Tanya Rahmat penuh selidik.


"Karena saya sudah mendapatkan pekerjaan, dan pagi ini harusnya saya masuk untuk pertama kali," jawab Nabila tenang dan tersenyum kearah manager keuangan itu. "Tapi untuk presentasi proposal penawaran seperti yang Pak Rahmat sampaikan kemarin, saya bersedia menyelesaikannya siang ini," lanjutnya serius.


"Oke Nabila, terimakasih atas kebesaran hatimu memaafkan kesalahan kami," ucap Pak Yuda lega. "Terimakasih juga karena sudah bersedia membantu menyelesaikan proposal yang kemarin, dan adapun keputusan kamu menolak kembali bergabung di perusahaan ini, saya sangat memahami nya," lanjut Pak Yuda.


"Rahmat, tolong sebelum kita berangkat meeting untuk pembahasan proposal yang tertunda kemarin, kamu urus dulu pembayaran gaji untuk Nabila bulan ini penuh sekaligus bonus sebagai apresiasi atas kinerjanya," titahnya pada manager keuangan di perusahaan nya itu.


"Terimakasih Pak Yuda," ucap Nabila sungkan.


"Tidak perlu sungkan Nabila, karena itu adalah hak kamu," ucap Pak Yuda sambil tersenyum hangat pada mantan sekretaris di perusahaan nya.


"Kalau begitu saya rasa pertemuan kali ini cukup, karena waktu telah menunjukkan pukul sepuluh lewat kita harus segera berangkat untuk meeting sekarang," ucap Pak Yuda membubarkan pertemuan terbatas itu.


Kinanti segera beranjak dari duduknya dan menghampiri Nabila, "Nabila, saya minta maaf atas kejadian tempo hari," ucapnya tulus seraya menjulurkan tangannya untuk menjabat tangan Nabila.


"Iya nyonya tidak masalah, saya sudah melupakannya," lirih Nabila sambil menerima uluran tangan nyonya Bos itu.


Bu Runi yang duduk di samping Nabila segera memeluk gadis berhijab itu sesaat setelah Nabila melepaskan jabat tangannya dengan Kinanti, "mbak Billa, maafkan bu Runi ya," ucapnya sendu di telinga Nabila.


Selly juga beranjak dari duduknya dan ikutan menghampiri Nabila, segera menjabat tangan Nabila dan membisikkan sesuatu ke telinga Nabila. "Jangan lu besar kepala dulu, karena gue tidak akan diam saja sudah dipermalukan dan di dibanding-bandingkan sama lu," ucap nya ketus seraya meremas kuat tangan Nabila.


Nabila tampak meringis kesakitan, tapi dia mencoba menahan untuk tidak bersuara, "Ya Allah, sebenarnya apa kesalahan ku hingga Selly begitu membenciku?" Bisik Nabila dalam hati bertanya-tanya.


Dan akhirnya mereka pun membubarkan diri, menuju tempat masing-masing. Tampak Nabila berjalan dengan gontai menuju lobi, dan menghampiri meja sahabatnya.


Setelah menyelesaikan tugas dari Bos nya, Rahmat segera mengabarkan pada atasannya bahwa dirinya dan Nabila sudah siap untuk berangkat.


Beberapa saat kemudian mereka berempat termasuk Selly, segera melaju bersama kuda besi yang akan membawa mereka menuju tempat tujuan.


*****


Di Restoran mewah di bilangan Jakarta Pusat, tampak Pak Yuda dan bawahannya telah duduk di salah satu VVIP room yang telah dipesan oleh pihak koleganya.

__ADS_1


Para pelayan nampak menyuguhkan minuman dan berbagai cemilan ringan yang diletakkan di atas meja panjang, tempat dimana mereka duduk melingkari nya.


Tak berapa lama muncul dua orang pria gagah nan menawan dengan stelan jas yang terlihat sangat berkelas, "selamat siang tuan Yuda, selamat siang semuanya,,," sapa salah seorang dari mereka seraya melemparkan senyuman ramahnya.


Selly nampak terpukau melihat penampilan salah satu dari dua pria tersebut, "kali ini gue pastikan bisa menaklukkan mu tuan muda," senyum seringai terbit di bibirnya.


"Selamat siang tuan Asisten," jawab Pak Yuda ramah dan beranjak dari tempat duduknya, "Selamat siang tuan muda Alamsyah," sapa nya seraya mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan big Bos RPA Group.


"Selamat siang tuan Yuda," balas Rehan tersenyum tipis dan kemudian kembali memasang wajah tegas dan dinginnya.


Nabila yang tadinya tertunduk, segera mendongakkan wajahnya kala mendengar suara tak asing di telinga nya. Seketika matanya membulat kala mendapati sang pujaan hati tengah berdiri dengan santai sambil menatap nya, "bang Rehan," gumamnya tanpa bersuara.


Setelah semua menempati posisinya, "langsung saja ya, kita lanjutkan pembahasan proyek kerja sama kita yang sempat tertunda kemarin," ucap Alex selaku Asisten Pribadi Bos RPA Group. "Silahkan dari pihak tuan Yuda untuk mempresentasikan proposal penawarannya," lanjutnya dengan senyum menggoda kearah Nabila.


"Duh,, ternyata RPA Group itu milik bang Rehan, tau begini aku tolak permintaan Pak Rahmat kemarin," lirih nya dalam hati.


"Silahkan nona Nabila untuk mempresentasikan," titah Pak Yuda pada Nabila.


Nabila hanya bisa tersenyum kecut, dan kemudian segera memposisikan diri untuk melakukan presentasi.


Sedangkan Rehan yang tak lepas menatap nya sedari tadi nampak tersenyum penuh arti.


Selly yang terus menatap kearah Bos RPA Group itu dibuat kesal, karena sepanjang Nabila mempresentasikan proposal nya netra Rehan tak pernah berpaling dari gadis berhijab itu.


Akhirnya Nabila selesai dengan tugas nya, kedua Bos perusahaan itu tampak tersenyum puas. Begitupun dengan Rahmat yang sedari tadi memperhatikan gadis berhijab itu, dia semakin terpesona dengan kecerdasan Nabila.


"Saya sangat tertarik, dan memutuskan untuk menyetujui kerja sama ini," ucap Rehan dengan mantap dan tersenyum puas.


"Anda tidak salah tuan muda, presentasinya dan orangnya sangat menarik," timpal Alex seraya tersenyum menggoda kepada atasannya itu, "kalau begitu, saya akan urus semua secepatnya," lanjutnya dengan antusias.


Rehan melotot kearah Asistennya itu, merasa tidak suka Alex memperhatikan miliknya.


"Terimakasih tuan muda Alamsyah, tuan Asisten,,," ucap Pak Yuda senang, "dan terimakasih nona Nabila, karena anda masih bersedia membantu kami menuntaskan pekerjaan ini."

__ADS_1


Nabila hanya menanggapinya dengan tersenyum canggung.


__ADS_2