Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
EP_ Pesta Kebun


__ADS_3

Acara akad nikah telah usai, setelah berbincang sejenak dengan sesama anggota keluarga yang sudah sangat saling mengenal itu, semua keluarga, kerabat dan sahabat Alex dan Nisa yang malam ini akan menginap di kediaman keluarga Jonathan tersebut pun beristirahat di kamar nya masing-masing.


Mereka mengistirahatkan tubuh untuk persiapan perayaan resepsi pernikahan Alex dan Nisa malam ini, yang akan di selenggarakan di halaman belakang rumah megah tersebut.


Alex dan Nisa juga sudah berada di dalam kamar mereka berdua, setelah berganti pakaian Nisa segera bergegas menuju tempat tidur hendak mengistirahatkan tubuh nya agar nanti malam terlihat fresh saat pesta kebun di resepsi pernikahan nya.


Namun Alex yang baru saja keluar dari kamar mandi berhasil menggapai tubuh mungil sang istri dan memeluk nya erat, "I love you dik,," bisik nya lembut di telinga sang istri, hingga sanggup membuat bulu roma Nisa meremang.


Alex kemudian melepaskan pelukan nya dan menatap mesra sang istri untuk beberapa saat lama nya, kedua nya seolah berbicara dari hati ke hati. Dan sedetik kemudian, dengan penuh perasaan Alex mencium lembut bibir tipis istri nya itu.


Cukup lama kedua nya berciuman, saling melepas rindu yang selama ini terpendam karena hanya dapat saling memandang. Hingga kemudian ciuman itu berubah menjadi *******, dan saling menyesap.


Nisa segera tersadar bahwa diri nya sedang berhalangan, dengan perasaan bersalah Nisa mendorong pelan tubuh suami nya, "mas, maaf.. aku belum bisa melayani mas Alex sekarang," ucap nya sendu.


Alex yang sudah diliputi gairah, mencoba untuk tersenyum, "tak mengapa dik, mas akan bersabar. Toh nanti kita punya waktu untuk berdua selama sebulan penuh, karena Rey telah menepati janjinya untuk memberikan mas libur selama itu dan memberikan kita tiket bulan madu keliling Eropa," balas Alex dengan tatapan bahagia.


"Benar kah bang Rehan memberikan kita hadiah bulan madu selama sebulan? Dan keliling Eropa?" Tanya Nisa tak percaya.


Alex mengangguk, "benar dik, bahkan mas sendiri yang memilih hotel dan tempat-tempat yang akan kita kunjungi nanti nya," jawab Alex meyakinkan.


"Bang Rehan baik banget,, padahal mereka aja bulan madu nya sederhana banget dan cuma sebentar," ucap Nisa merasa terharu.


"Itulah hebat nya Rehan, dia adalah sahabat yang selalu ada untuk kami,, dan selalu mendahulukan kepentingan dan kebahagiaan kami. Itu sebab nya, kami bertiga sangat menyayangi nya dan segan terhadap nya." Balas Alex.


*****


Nisa baru saja selesai di rias oleh MUA professional ibukota, dengan riasan natural menyesuaikan dengan tema resepsi pernikahan nya yang diselenggarakan secara outdoor.


Pengantin wanita itu terlihat sangat cantik dan anggun dengan mengenakan kebaya dress dengan warna gading yang menawan, kombinasi bahan brokat pada bagian atasan kebaya serta layering tulle tampak semakin anggun dipakai oleh Nisa.


Di lengkapi dengan hijab voal warna senada dengan gaun nya, dan dipercantik dengan detail head piece yang bertengger indah di kepalanya, membuat penampilan istri dari Alexander Jonathan Junior itu semakin mempesona bak seorang putri raja.


Sedangkan sang pangeran nampak telah siap dengan mengenakan tuxedo berwarna hitam, dengan hiasan dasi kupu-kupu yang membuat pria matang dan tampan dengan karir nya di dunia bisnis yang sangat cemerlang tersebut semakin menawan.


Alex menggandeng mesra sang istri, dan kedua nya melangkah dengan pasti menuju tempat pesta kebun berlangsung.

__ADS_1


Kebun buah dan bunga di halaman belakang kediaman keluarga Jonathan, telah di sulap menjadi tempat yang sangat indah dengan aneka hiasan lampu kristal yang mengelilingi nya.


Bulan purnama yang bersinar begitu terang dan langit yang bertabur bintang, menambah keindahan pesta di malam hari ini.


Sebagian besar tamu undangan yang kebanyakan dari kalangan pebisnis, telah hadir memenuhi undangan orang nomor dua di perusahaan raksasa RPA Group tersebut.


Kedua mempelai menyalami satu persatu tamu undangan yang telah hadir, senyum bahagia tersungging jelas di bibir mereka berdua.


Malam ini mereka adalah raja dan ratu nya, Nisa yang tampil sangat cantik dan Alex yang selalu menawan, membuat kedua nya menjadi pusat perhatian semua tamu undangan.


Selain kedua mempelai, perhatian para tamu undangan tersebut juga tertuju pada bos RPA Group dan sang nyonya bos, yang malam ini juga tampil memukau. Rehan Putra Alamsyah yang memang berwajah tampan nan rupawan, selalu nampak mesra dengan bumil nya yang terlihat semakin berisi dan aura kecantikan nya semakin memancar.


Rehan pun menyapa tamu undangan asisten pribadi nya yang hadir, yang kesemua nya adalah kolega bisnis nya dan juga teman-teman nya.


Alvian dan Devan pun tak mau ketinggalan, bersama pasangan nya masing-masing mereka pun turut bergabung dengan para tamu undangan. Semakin malam suasana nampak semakin meriah, tamu yang hadir pun semakin banyak.


Pihak tuan rumah juga telah menyediakan hidangan dengan menu spesial kuliner khas nusantara, semua tamu yang hadir dapat langsung menikmati hidangan tersebut yang di sediakan di meja-meja panjang di tengah tengah halaman.


Pesta yang di gelar semi formal tersebut terasa sangat kental dengan nuansa persahabatan dan kekeluargaan, apalagi kekompakan persahabatan geng tampan yang kesemua nya adalah pengusaha muda yang sukses dan terkenal kocak jika berada diluar jam kerja tersebut, membuat semua tamu yang hadir merasa sangat nyaman.


Hingga tanpa terasa, waktu telah menunjukkan pukul sebelas malam. Satu persatu tamu yang hadir pamit untuk pulang, begitupun para orang tua yang juga pamit undur diri untuk beristirahat di kamar nya.


Sedangkan di sudut yang lain, nampak Vincent dan Nina juga terlihat semakin dekat hubungan nya. Kini mereka berdua di temani Kevin, yang sengaja di bujuk Vincent dengan tujuan agar diri nya bisa lebih dekat dengan putra kandung nya tersebut.


"Papi dan tante Nina, kapan akan mengadakan pesta kayak om Alex dan tante Nisa?" Tanya Kevin tiba-tiba.


Vincent nampak terkejut, "emm,, kenapa kamu tanya seperti itu boy?" Tanya Vincent mengernyit.


Sedangkan Nina nampak tersenyum bahagia.


"Papi kan sudah tua, tante Nina juga.. kan kalau sudah tua harus menikah, seperti daddy dan mommy?" Ucap Kevin dengan ekspresi menggemaskan.


"Eit,, tante Nina belum tua ya??" Protes Nina yang enggak rela dikatakan tua.


Vincent tertawa mendengar Nina protes pada putra nya, "sudah lah dear,, bagi anak seusia dia, kita ini emang sudah tua kan?" Ucap Vincent yang membenarkan ucapan putra nya.

__ADS_1


"Benar dik Nina, kamu kan bentar lagi juga bakalan di panggil mami kan sama Kevin?" Timpal Fatima yang tiba-tiba berada di sana, Fatima baru saja mengambil kan minuman untuk sang suami dan kebetulan lewat di dekat mereka bertiga serta mendengar obrolan nya.


Nina tersenyum kecut, "ya kan belum jelas kak,, dia nya aja gak berani serius!" Gumam Nina pelan, yang masih bisa di dengar Fatima dan Vincent.


Fatima tersenyum, "sabar dik, kejar keinginan mu dengan usaha yang disertai do'a. Insyaallah jika dia memang baik bagimu, Allah akan memudahkan jalan kalian. Namun jika bukan dia yang terbaik, Allah akan mendatangkan yang lebih baik dari nya untuk mu," ucap Fatima sambil melirik Vincent.


Vincent mengangguk-angguk, "kak Fatima benar,, dan lagi pula, bukan nya aku enggak berani tapi aku masih belajar untuk memantaskan diri menjadi suami dan ayah yang baik seperti yang pernah dikatakan bang Rehan kepadaku," ucap Vincent sungguh-sungguh.


Nina mengangguk-angguk dan tersenyum.


"Kakak senang mendengar dan melihat perubahan mu brother," ucap Fatima tulus, "baiklah, silahkan di lanjut ngobrol nya. Kakak ke sana dulu," sambil menunjuk dengan dagu nya kearah sang suami yang nampak sedang duduk dan ngobrol bersama geng tampan. "Nak, mau ikut bunda? Tuh, di sana ada bang Zaki dan kak Fira juga," ajak Fatima pada sang keponakan.


"Baik bunda, tunggu sebentar," jawab Kevin antusias.


"Papi Vincent, mami Nina... Kevin ke sana dulu ya, sama bunda," pamit Kevin pada kedua nya.


Nina terkejut mendengar panggilan mami dari mulut mungil Kevin, dalam hati dia tersenyum bahagia hingga nampak wajah nya bersemu merah.


Vincent memperhatikan wajah gadis cantik di depan nya dengan tersenyum, "jika memang kita berjodoh, aku berjanji tidak akan menyia-nyiakan mu seperti yang pernah kulakukan dulu pada Keyla," gumam Vincent dalam hati, dan seketika wajah pria bule itu berubah menjadi sendu.


Sedangkan di bangku taman yang panjang, keempat sahabat dan istri masing-masing masih asyik ngobrol. Fatima dan Yusuf juga berada di sana, begitupun dengan Sandra dan suami bule nya.


"Bang Alex, pengantin baru kok masih disini aja?" Goda Jihan yang tiba-tiba saja sudah berada di sana.


"Neng, belah duren nya bang Alex kan tertunda gara-gara palang merah,,," jawab Ilham yang membuat semua mata tertuju pada Alex dan Nisa.


"Serius dik?" Tanya Rehan menatap Ilham menuntut jawab.


"Benar bang, Ilham dengar sendiri tadi siang waktu mbak Nisa mengatakan nya pada bang Alex," jawab Ilham tanpa rasa bersalah.


"Hahaha,," Alvian, Devan, Rehan, dan Yusuf tertawa terbahak-bahak.


Sedangkan yang lain hanya tersenyum, sambil menggeleng-gelengkan kepala.


"Apes bener nasib lu bro,,," ucap Devan dengan menahan tawa.

__ADS_1


"Pantesan,, enggak pengin buru-buru ngamar," timpal Alvian.


Alex melirik Nisa dan kedua nya tersenyum kecut.


__ADS_2