
Sementara di kota Semarang Rehan dan Asisten Pribadinya tengah menuju tempat peresmian Mall terbesar yang mengusung tema - Belanja dan Wisata Keluarga - di kota itu.
Tak berapa lama mobil yang membawa Bos RPA Group dan Asisten Pribadinya itu sampai di tempat tujuan, terlihat seseorang dengan pakaian formal lengkap dengan jas yang membalut tubuh nya membukakan pintu untuk atasannya. "Selamat datang di kota kami tuan muda Alamsyah," sambutnya penuh hormat dengan membungkukkan sedikit badannya.
"Hm,, terimakasih," jawab Rehan datar dan tetap dengan ekspresi dinginnya.
Alex berjalan mendekat kearah orang tersebut, "selamat datang tuan Asisten," sapa laki-laki tersebut ramah.
"Terimakasih Pak Hasan," jawab Alex tersenyum hangat.
"Bos, Pak Hasan ini GM cabang disini," Alex memperkenalkan General Manager itu kepada Rehan.
Rehan hanya mengangguk dan tersenyum tipis.
Ya, Rehan tak banyak tahu siapa saja orang-orang yang bekerja di bawah RPA Group, karena kebanyakan urusannya di perusahaan cabang yang berada di luar kota dia serahkan sepenuhnya kepada sang Asisten. Itu semua bukan tanpa alasan, Rehan hanya tidak mau waktu nya yang berharga untuk Kevin jadi berkurang. Hanya sesekali saja Rehan ke luar kota untuk masalah yang benar-benar urgent, itupun tidak sampai menginap.
"Mari tuan muda, kehadiran tuan muda sudah ditunggu di lobi," ucap Pak Hasan membuyarkan lamunan Rehan.
Pak Hasan kemudian menuntun kedua atasannya menuju tempat peresmian yang diadakan di lobi Mall tersebut. Dan mempersilahkan kedua atasannya untuk duduk ditempat yang telah disediakan.
Dari kejauhan, nampak sepasang mata membulatkan pandangannya tatkala melihat sosok Rehan hadir di acara peresmian Mall milik perusahaan tempat nya bekerja. "Dia kan,,," nampak laki-laki itu sejenak berfikir, "ya benar, dia laki-laki yang bersama Nabila waktu itu. Ngapain dia kesini,, atau jangan-jangan,,,?" Laki-laki itu menutup mulutnya, tak sanggup membayangkan jika apa yang dipikirkannya benar adanya.
Sementara dari tempat duduk nya, Rehan terlihat mengedarkan pandangannya dan tanpa sengaja netra nya menangkap sosok laki-laki yang tak asing baginya. "Bukannya itu?" Gumam nya dalam hati. Rehan kemudian melirik kearah Asisten nya dan berbisik lirih, "lu lihat laki-laki yang berdiri di ujung kanan?" Sambil menunjuk dengan dagunya kearah yang dimaksud.
"Ya, kenapa Bos?" Tanya Alex seraya melihat kearah yang ditunjukkan Rehan, "itu kan mantannya nona Nabila?" Ucap Alex. "Sorry Bos, gue lupa gak bilang sama lu kalau Hendra magang di perusahaan cabang sini," Alex menjelaskan. "Apa lu merasa gak nyaman dengan kehadirannya? Gue bisa nyuruh Pak Hasan untuk membawanya keluar dari sini,,," lanjut Alex.
Rehan menggelengkan kepala pelan, "gak perlu Lex, biarkan saja," ucapnya datar. "Tapi Lex, kenapa dia enggak bekerja saja di perusahaan milik mertuanya?" Tanya Rehan seraya menautkan kedua alisnya.
"Menurut orang suruhan gue yang memata-matai Hendra kala itu, rumah tangga mereka kurang harmonis... Hendra dan keluarganya hanya dianggap benalu oleh istrinya, dan itulah sebabnya Hendra cari kerja di tempat lain. Dan kebetulan ada posisi yang pas untuk Hendra saat ini di perusahaan cabang, meski saat ini masih proses magang," Alex menjelaskan.
Rehan mengangguk-angguk mengerti,,,
Tibalah saat nya Rehan maju ke panggung utama untuk memberikan sambutannya selaku CEO RPA Group, sekaligus untuk memotong pita sebagai tanda resminya Mall terbesar di kota ini beroperasi dan dibuka untuk umum.
Semua mata tertuju pada sosok tampan yang tengah berdiri tegap dan terlihat sangat gagah dengan stelan jas mahalnya di atas panggung utama, hadirin berdecak kagum menyaksikan Rehan berpidato dengan bahasa yang lugas dan santun dengan penuh wibawa.
__ADS_1
Rehan menyampaikan apresiasinya kepada segenap karyawan yang telah mendedikasikan diri mereka kepada perusahaan, dan tak lupa dia memberikan kejutan berupa voucher belanja dengan nilai fantastis untuk semua karyawan yang hadir di acara peresmian itu.
Setelah selesai dengan pidato singkatnya dan memotong pita, Rehan mundur beberapa langkah dan digantikan oleh Alex yang segera mengambil alih mikrofon. "Voucher belanja ini tuan muda berikan atas dedikasi kalian yang luar biasa dalam memajukan perusahaan, sekaligus sebagai ucapan rasa syukur tuan muda Alamsyah karena sebentar lagi akan segera melepas masa lajangnya," ucap Alex dihadapan seluruh karyawan yang hadir, dan di sambut meriah oleh semua hadirin.
Tepuk tangan terus membahana memenuhi lobi Mall tersebut, disertai dengan doa-doa baik yang dipanjatkan mereka untuk kelancaran dan kebahagiaan sang Bos.
Sementara Hendra hanya tertunduk lesu,, penyesalan demi penyesalan memenuhi relung hatinya.
*****
Di kediaman Nabila,,,
Fatima menerima panggilan yang masuk di layar ponsel papa Sultan, "halo pa,,," sapa Jessica dari ujung telfon.
"Assalamu'alaikum Jessy,, ini kak Fatima, kebetulan papa lagi ada pertemuan penting. Apa ada yang bisa kakak sampaikan sama papa?"
"Oh, kak Fatima," ucap Jessica sedikit terkejut. Em sebenarnya,,," Jessica menghentikan ucapannya, nampak ragu untuk berbicara.
"Katakan saja Jessy, jangan sungkan," ucap Fatima yang mengerti keraguan Jessica.
"Kak, ini mengenai hubungan Jessy dan Rehan. Kakak tahu kan kalau kami sudah menjalin hubungan sangat lama? Jessy masih mencintai Rehan kak, sangat mencintai nya. Dan Jessy pengin hubungan kami bisa berlanjut ke jenjang pernikahan," ucap Jessica panjang lebar.
"Jessy minta tolong sama kak Fatima,,," Jessica sejenak menghentikan ucapannya, "tolong bujuk Rehan agar mau menerima Jessy kembali ya kak? Jessy mohon,,," pintanya dengan sangat.
"Maafkan kakak Jessy, kalau mengenai hal itu kak Fatima gak bisa bantu kamu. Apalagi yang kamu minta tentang sebuah pernikahan,,," ucap Fatima datar. "Dan sebaiknya kamu lupa kan saja adikku, karena Rehan sudah menemukan calon istri yang tepat untuk mendampinginya. Bahkan saat ini, keluarga besar kami sedang bersilaturrahim ke keluarga calon istrinya," lanjut Fatima menjelaskan.
"Jessy tidak percaya! Kak Fatima bohong kan,,, agar Jessy mundur?"
"Tidak Jessy,,, kakak mengatakan hal yang sebenarnya," jawab Fatima dengan tegas. Lupakan Rehan, seperti tiga tahun kemarin yang telah kamu lakukan terhadap adikku! Kakak yakin kamu bisa dengan mudah melakukannya, karena yang ada di hatimu untuk Rehan bukanlah cinta tapi obsesi!"
"Bukan seperti itu kak,,, Jessy benar-benar masih mencintai Rehan kak," elaknya masih mencoba meyakinkan.
"Cukup Jessy! Kakak tidak mau dengar apa-apa lagi dari mulut manis mu," ucap Fatima sedikit kesal. Simpan rayuan kamu untuk laki-laki liar di luar sana! Assalamu'alaikum," Fatima memberi salam dan buru-buru menutup telfonnya tanpa memperdulikan Jessica di seberang sana.
Fatima menghembuskan nafas panjang, dan mengucap istighfar,,,
__ADS_1
Kembali dia memandangi layar ponsel papa Sultan dan teringat sesuatu, "oh ya, aku belum kasih tahu lokasi disini sama Rehan," lirih nya bergumam. "Aku Share lokasi aja deh," dan kemudian terlihat Fatima mengetikkan sesuatu dan segera mengirimkannya. ke nomor sang adik.
*****
Selesai menghadiri peresmian Mall di Semarang, "Bos, kita langsung meluncur ke kediaman nona Nabila atau mau singgah kemana dulu?" Tanya Alex sesaat setelah mereka meninggalkan lobi tempat peresmian, dan berjalan menuju mobil yang diikuti oleh Pak Hasan.
Ting,,, terdengar notifikasi pesan masuk di ponsel Rehan.
Rehan mengambil ponsel dan buru-buru membukanya, "papa?" Ucapnya bergumam.
Alex yang samar mendengar langsung bertanya, " ada apa Rey? Papa Sultan bilang apa?" Cecar nya penasaran.
"Kak Fatima mengirimkan lokasi,, mereka sudah tiba di kediaman Nabila," jawab Rehan seraya tersenyum. "Butuh waktu sekitar satu jam untuk sampai ke sana," lanjutnya menginfokan.
"Oke Pak Hasan, terima kasih atas kerja keras Anda," ucap Rehan seraya menepuk pundak General Manager perusahaan cabang Semarang.
"Sama-sama tuan muda," jawab Pak Hasan sopan, "dan saya mewakili seluruh karyawan yang hadir didalam sana mengucap kan terima kasih atas kemurahan hati tuan muda, yang telah memberikan voucher belanja yang menurut kami nilai nya sungguh fantastis," lanjutnya dengan tersenyum bahagia.
Rehan hanya tersenyum menanggapinya,,,
"Yuk Lex, kita jalan," titahnya kepada sang Asisten seraya memasuki mobil yang sudah dibukakan pintunya oleh sopir dari perusahaan cabang, yang siap mengantar Bos RPA Group itu sesuai keinginannya.
Setelah berpamitan sama Pak Hasan, Alex ikut masuk dan memilih duduk tepat di samping Rehan.
Rehan mengernyit,,, "kenapa lu ngikutin gue?" Ketus Rehan.
"Yaelah Rey,,, segitunya lu sama gue?" Jawab Alex memelas. "Nanti juga kalau sudah ada Nabila, kita bakal jarang bisa duduk bareng kayak gini! Secara lu bakalan asyik berduaan sama bini lu,,," protes nya kesal.
"Yey,,, ngambek? PMS lu!" Ejek Rehan.
Pak sopir yang bertugas mengantarkan atasannya, hanya tersenyum simpul menyaksikan kekompakan mereka berdua. "Maaf tuan muda, ini kita mau kemana ya?" Tanya Pak Hadi, sopir perusahaan itu dengan ramah.
"Ke alamat ini pak," titah Rehan seraya menunjukkan lokasi kediaman Nabila dari ponsel nya.
Nampak Pak Hadi mengangguk-angguk tanda mengerti daerah tersebut, dan kemudian segera melajukan mobil nya menyusuri jalanan kota Semarang yang tidak sepadat jalanan ibukota.
__ADS_1
"Bisa antar saya ke suatu tempat terlebih dahulu pak?" Pinta Rehan pada sopir sesaat setelah mobil melaju, agar mengantarkannya ke sebuah tempat sebelum melanjutkan perjalanannya ke kampung halaman Nabila seraya menunjukkan sebuah alamat.
Nampak Alex mengernyit kan kening, merasa bingung dengan tujuan sang atasan.