Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Broken Heart


__ADS_3

Di butik Putri Alamsyah, Rehan dan Nabila baru saja menyelesaikan urusan nya dengan designer yang akan membuat kan mereka pakaian untuk acara resepsi. Kini mereka tengah duduk di sofa menunggu sang putra yang sedang di tangani oleh Nina, Kevin nampak begitu antusias ketika tahu dirinya akan memakai pakaian yang sama seperti sang daddy. "Nah, sudah selesai anak ganteng," ucap Nina sambil mengacak lembut rambut Kevin.


"Makasih aunty Nina,," ucap Kevin dengan mata berbinar, dan segera berlari kecil menghampiri daddy dan mommy nya.


"Sudah selesai nak,, sini Kevin duduk dulu," titah Nabila sambil menepuk ruang kosong di sebelah nya.


"Nih, udah dibuatin minum sama tante Nisa,,, minum dulu gih," ucap Nisa seraya menyodorkan segelas sereal hangat untuk keponakan nya itu.


Alex yang sedari tadi memperhatikan sang tunangan, tersenyum bahagia.


Rehan iseng melempar bantal sofa kearah sang Asisten, hingga membuat Alex terperanjat kaget,,, "sialan lu,," umpat nya sedikit kesal.


Nina dan Tiwi yang berdiri tak jauh dari mereka tertawa cekikikan,, "bang Alex, kapan nyusul bang Rehan,,, jangan buat kami nekat jadi pelakor ya? Kalau enggak buru-buru nikahin Nisa, abang gue pelet nanti!" Ancam Tiwi pura-pura serius.


"Ck,,ck,, kasihan deh lu, gadis-gadis yang lagi broken heart. Harus nya kalian berdua minta pertanggung jawaban sama Rehan,,," ucap Alex.


"Loh, apa hubungan nya sama gue?!" Tanya Rehan tak mengerti.


"Ya karena lu udah bikin mereka patah hati bro,,,?!"


Nabila mengernyit, menatap tajam mata sang suami.


Alex yang melihat gelagat Nabila, tersenyum puas karena umpan nya berhasil.


Nina dan Tiwi malah semakin memperkeruh keadaan,, "bang Rehan segitunya ya sama kita, habis manis sepah di lempar!" Imbuh Nina pura-pura kesal.


"Gara-gara abang, kami trauma sama laki-laki," Tiwi menimpali dengan meninggikan suara nya.


"Billa gak jadi ikut ke kantor abang,,, Billa mau pulang," bisik Nabila di telinga sang suami, meskipun di ucap kan dengan sangat lirih namun suara Nabila mampu menghantam dan merobek gendang telinga Rehan.


"Sayang,, jangan dengerin mereka, abang bisa jelasin," pinta Rehan dengan membujuk sang istri.


Namun Nabila tidak menghiraukan nya, dia acuh kan sang suami dan memilih bercanda dengan Kevin.


Nisa yang menangkap gelagat keisengan tunangan nya dan kedua teman nya segera menghampiri Alex, "ayolah mas, jangan seperti itu... luruskan dan katakan pada mbak Billa kalau ini hanya akal-akalan kalian? Nisa marah nih kalau mas Alex gak mau nurutin permintaan Nisa!"


Alex kelabakan dan segera mengiyakan permintaan Nisa, "iya dik, iya... dah jangan ngambek, mas akan luruskan permasalahan ini," ucap nya berjanji.


Rehan masih mencoba membujuk sang istri,, "ayolah yang, ikut abang sekarang ya? Abang bentar lagi ada meeting,,," Rehan memohon dengan lembut.


Nabila hanya melirik suami nya sekilas, dan kemudian kembali fokus pada putra nya.


"Maaf nyonya bos," ucap Alex sambil menatap Nabila dan tersenyum, nampak Alex salah tingkah dan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. "Tuan muda dan mereka berdua tidak pernah ada hubungan apapun, bukan hanya dengan mereka berdua tapi juga dengan wanita-wanita yang menggilai dan terobsesi dengan tuan muda,,, beliau sama sekali tidak memberi peluang kepada mereka untuk masuk di kehidupan tuan muda dan putra nya," Alex mengatakan kebenaran tentang atasan nya dengan gaya yang formal.


Nina dan Tiwi yang melihat keseriusan Asisten Alex pun ikut merasa tak enak hati, kedua nya bergegas menghampiri Nabila, "kami cuma bercanda mbak Billa, maaf kan kami ya..." ucap Nina mewakili kedua nya.


"Iya mbak Billa,,, bang Rehan gak mungkin suka kok sama kami, melirik aja ogah dia,,," imbuh Tiwi dengan wajah sendu.

__ADS_1


Rehan merasa sedikit lega,, "yang, kamu percaya kan sekarang? Mereka hanya bercanda sayang,,, please, tatap mataku... aku enggak bohong yang,,," ucap Rehan sambil menggenggam tangan sang istri.


Nabila menatap netra kebiruan milik sang suami, dan dia dapat melihat kejujuran di dalam nya... Nabila kemudian mengangguk dan tersenyum.


"Bang Rehan, maafin keisengan kami ya,,, please,,," pinta Nina dan Tiwi memohon.


"Ya, sudah lah,,, lain kali jangan kelewatan kalau bercanda," jawab Rehan sedikit mengancam.


Nina dan Tiwi mengangguk bersamaan.


*****


Di lobi perusahaan RPA Group,


Rehan yang menggendong putra kecil nya berjalan memasuki lobi perusahaan milik nya, melambatkan jalan nya agar sejajar dengan sang istri dan menggenggam erat tangan Nabila seolah takut jika istri nya itu pergi menjauh.


Alex yang mengekor di belakang nya menatap tajam setiap mata yang membicarakan atasan nya, berbanding terbalik dengan sang bos yang di sepanjang jalan selalu menebarkan senyuman.


"Dad,, Kevin pengin beli jajan di sana," Kevin merosot turun dari gendongan Rehan sambil menunjuk arah kantin.


"Nanti ya nak, biar dibeliin sama om OB,,, Kevin tunggu di ruangan daddy aja sama mommy, oke?" Tolak Rehan dengan halus.


"Enggak mau dad, Kevin mau nya sekarang dan beli nya sama mommy," pinta nya merajuk.


"Nak,,,"


"Tapi beneran nyusul keatas ya?" Pinta Rehan yang sedikit khawatir sang istri masih ngambek.


"Iya abang, udah... buruan sana," usir Nabila sambil mendorong pelan tubuh besar sang suami.


Rehan kemudian melanjutkan langkah nya bersama sang Asisten masuk kedalam lift, ketika istri dan putra nya sudah berjalan menuju Kantin.


Sesampainya di lantai paling atas, "pagi tuan muda, pagi tuan Asisten," sapa Susan sang sekretaris dengan sopan.


"Pagi Susan,,," jawab Alex, "oh ya, apa tuan Alvian sudah mengkonfirmasi kehadiran nya?" Tanya Alex seraya tersenyum menggoda pada sang sekretaris.


Rehan yang sempat melirik Asisten sekaligus sahabat nya itu mengernyit.


"Sudah tuan Asisten, beliau sudah sampai di lobi dan akan segera naik," jawab Susan sambil tersenyum lebar.


"Hm,,, tiga puluh menit lebih awal," ucap Alex seraya melirik jam tangan mahal di pergelangan tangan kanan nya, "dia mau ngapel atau mau meeting?" Tanya Alex penuh selidik.


"Dua-duanya tuan Asisten, jika tuan muda anda mengijinkan," jawab seseorang yang baru saja keluar dari pintu lift mengejutkan.


"Selamat pagi tuan muda Alamsyah," ucap laki-laki yang baru tiba itu seraya mengulurkan tangan nya kepada Rehan.


"Ck,, apaan si bang Vian, formil banget," jengah Rehan nampak tak suka dan mengabaikan uluran tangan Alvian,, sejenak kemudian Rehan memeluk sekilas kakak angkatannya yang sekaligus rekan bisnis nya itu, "apa kabar bang?"

__ADS_1


"Alhamdulillah,, gue baik," jawab Alvian tersenyum hangat.


"Bos,,, yuk kita masuk aja, tampaknya tuan Alvian Antonio sedang ada misi penting pagi ini," ucap Alex seraya melirik Susan.


Sang sekretaris tersenyum malu-malu.


"Tunggu-tunggu,, apa gue melewatkan suatu berita?" Selidik Rehan menatap Asisten dan tamunya bergantian.


"Mereka berdua, menjalin hubungan..." jawab Alex sambil melirik Alvian.


"What?!" Rehan nampak kaget... "berita bahagia gini, disembunyikan dari gue?" Protes nya.


"Jangan salah paham bro, gue nunggu momen yang tepat untuk minta restu dari bos RPA Group," ucap Alvian seraya terkekeh.


"Daddy,,," suara ceria Kevin mengalihkan perhatian mereka.


"Halo anak ganteng,,," sapa Alvian seraya ber tos ria pada Kevin.


"Halo juga om abang,,," sapa nya dengan lucu.


Nabila yang mengekor di belakang Kevin tersenyum kepada Susan, "apa kabar?" Tanya Nabila ramah.


"Baik nona,," jawab Susan tersenyum hangat.


Rehan segera menarik tangan sang istri dan memeluk pinggang Nabila dengan posesif, "enggak ada yang macam-macam kan yang,,, tadi waktu kalian di bawah?"


"Enggak ada abang,,, kenapa sih segitu khawatir nya, biasa aja kali,,," bisik Nabila di telinga sang suami.


Alvian yang sedari tadi menyaksikan kemesraan Rehan dan seorang wanita berhijab yang baru saja dilihat nya, menyimpan tanya besar dalam hati.


'"Tahu tuh si bos, posesif banget,,," cibir Alex pada bos nya.


Alvian yang penasaran memutuskan untuk bertanya pada Asisten Alex, "siapa dia?"


"Bang Vian, kenalin.. ini istri gue," ucap Rehan yang mendengar bisik-bisik Alvian.


Mendengar jawaban bos nya Susan melongo,,, "istri?" Tanya nya tak percaya.


Begitupun dengan Alvian, "jangan bercanda Rey?"


Rehan membisikkan sesuatu ke telinga sang istri.


Nabila menatap dalam netra kebiruan sang suami,,, dan Rehan mengangguk.


"Iya bang, saya Nabila,istri nya bang Rehan," jawab Nabila seraya mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan Alvian.


Alvian menerima uluran tangan Nabila dan menjabat nya erat, matanya terpaku menatap wajah istri dari bos RPA Group itu. Ada perasaan aneh yang tiba-tiba menyelimuti dirinya, namun Alvian tidak mengerti itu apa?

__ADS_1


__ADS_2