Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Benih Unggul


__ADS_3

Sesampainya di villa, "yang, nanti malam kita ke dokter," ucap Rehan yang masih kepikiran dengan apa yang tadi di ucap kan mamang penjual jagung bakar.


"Abang sakit?" Tanya Nabila khawatir dan langsung menyentuh kening suami nya dengan punggung tangan nya.


"Dokter kandungan yang,,," balas Rehan melirik sang istri.


"Abang yakin kita mau kesana? Kemarin kan Billa baru selesai menstruasi bang? Ya, meski enggak lancar kayak biasa nya sih,,," Nabila masih belum yakin.


"Justru karena itu yang,, kemarin kamu keluar flek, terus kalau benar dugaan orang-orang bahwa kamu hamil abang takut yang,,,??" Ucap Rehan yang nampak sangat khawatir, "kemarin ibu kan juga sempat curiga kalau kamu hamil yang," lanjut nya mengingat dugaan sang ibu mertua yang melihat sifat manja Nabila pada dirinya.


"Takut kenapa bang? Abang belum siap memiliki anak dari Billa?!" Selidik Nabila nampak tidak suka, entahlah, dia merasa sangat sensitif sekarang.


"Bukan begitu yang,, abang siap banget malah, dan itu yang abang tunggu-tunggu," balas Rehan serius.


"Lantas?"


"Dulu Keyla sering banget mengalami flek, dan bahkan sampai beberapa kali pendarahan... abang enggak mau sesuatu yang buruk terjadi padamu yang,," Rehan benar-benar ketakutan.


"Abang jangan berpikir terlalu jauh, kondisi kami berbeda bang. Keyla tertekan dan stres saat mengandung, sedangkan Billa... alhamdulillah Billa bahagia bang, karena ada abang yang selalu menyayangi Billa," ucap nya seraya memeluk sang suami, dan mencoba untuk memberikan ketenangan.


"Benarkah? Abang harap kamu selalu bahagia yang... abang akan selalu berusaha untuk membuat kamu menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini," ucap Rehan seraya mengecup lembut puncak kepala sang istri yang ada dalam dekapan nya.


"Makasih bang," balas Billa sambil menyembunyikan wajah nya di dada bidang sang suami, tempat yang paling nyaman menurut Nabila.


"Sholat maghrib dulu yuk, habis itu kita ke dokter... mau ya?" Pinta Rehan pada sang istri setelah beberapa saat keduanya terdiam dan larut dalam pikiran masing-masing.


Nabila mengangguk, mengiyakan ajakan suami nya.


*****


Rehan menyetir sendiri mobil nya, dia melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Dokter kandungan adalah tujuan nya saat ini, berbekal map Rehan menuju ke alamat klinik bersalin yang cukup besar yang dia dapat dari browsing di internet.


Sepanjang perjalanan keduanya terdiam, hanya sesekali Rehan melirik kearah sang istri. Besar harapan Rehan, semoga sang istri benar-benar mengandung buah cinta mereka berdua.


Tak berapa lama, Rehan mengarahkan laju mobil nya dan berbelok kearah klinik bersalin tersebut. Setelah memarkir kan mobil nya dengan sempurna, dengan sigap Rehan segera turun dan berlari kecil memutari mobil untuk membukakan pintu bagi Nabila.


Kini keduanya telah berada di dalam ruang tunggu, beruntung karena hanya ada satu antrian dan baru saja masuk kedalam ruangan praktek dokter kandungan.


"Bang, jika ternyata Billa enggak hamil.. apa abang akan kecewa?" Tanya Nabila hati-hati, dia merasa bahwa sang suami benar-benar mengharapkan berita baik itu saat ini.


Rehan menggeleng, "tidak yang,, kita bisa mencoba nya lagi dan lagi," jawab nya mencoba mencairkan suasana hati nya sendiri yang berharap-harap cemas, "apa pun hasil nya nanti, pasti itu yang terbaik yang Allah berikan kepada kita dan abang akan dengan senang hati menerima nya," lanjut nya menghibur diri.


Nabila mengangguk dan menggenggam tangan sang suami, dia melempar senyum manis nya pada kekasih halal nya itu.


Selang beberapa menit, nama Nabila dipanggil. Dengan siaga Rehan menggandeng tangan sang istri memasuki ruang praktek dokter kandungan.


"Selamat malam bapak, ibu,,, ada yang bisa saya bantu?" Sapa dokter wanita itu dengan ramah.


"Iya dokter, saya ingin tahu apakah istri saya positif hamil atau belum?" Jawab Rehan sedikit cemas.


Dokter wanita itu tersenyum, "wah, nampak nya bapak sudah tidak sabar ya? Pasti ini yang pertama?" Tebak sang dokter.

__ADS_1


Rehan mengangguk, "benar dok," jawab Rehan singkat.


"Apakah ada keluhan seperti mual, pusing, perut kram atau cepat lelah?" Selidik sang dokter sambil! menatap Nabila.


Nabila menggeleng, "saya merasa baik-baik saja dok, tidak merasa kan apapun," jawab Nabila jujur.


Dokter wanita itu tampak mengangguk-angguk, "boleh tahu kapan terakhir ibu datang bulan?" Tanya sang dokter pada Nabila.


"Kami menikah baru tiga minggu dok," jawab Nabila malu-malu, "dan kemarin saya pikir saya mendapatkan tamu bulanan, tapi keluar nya memang tidak lancar dan hanya kecoklatan semacam flek,, itupun hanya sehari semalam," ucap nya dengan terbuka.


"Emm,,," kembali sang dokter mengangguk-angguk dan tersenyum, "kalau hari pertama menstruasi sebelum menikah?" Kembali sang dokter bertanya sambil memeriksa tekanan darah serta denyut nadi Nabila.


Nampak Nabila mengingat-ingat, "dua hari sebelum menikah saya baru suci," jawab Nabila dengan tatapan penuh tanya.


Dokter tersenyum lebar, "seperti nya ada kabar bahagia untuk bapak dan ibu, tapi saya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti. Ada dua pemeriksaan untuk mendeteksi kehamilan, yaitu dengan tes urine dan tes darah. Mana yang bapak dan ibu ingin lakukan?" Tanya dokter kepada keduanya.


"Lakukan saja yang terbaik menurut dokter," jawab Rehan lugas.


" Baik, saya akan jelaskan sedikit. Jika dengan tes urine hanya akan diketahui positif atau negatif saja, tapi dengan tes darah kita bisa mengetahui usia kehamilan. Bagaimana bapak, ibu?" Kembali sang dokter bertanya.


"Tes darah," jawab Rehan cepat, "saya ingin mengetahui secara pasti berapa minggu usia kehamilan istri saya," lanjut nya dengan tidak sabar.


"Baik, saya akan mengambil sampel darah ibu ya.." ucap dokter itu dengan lembut pada Nabila.


Nabila mengangguk,,


Suster yang mendampingi dokter wanita tersebut kemudian mengambil sampel darah Nabila, setelah mendapatkan nya dia segera bergegas keluar ruangan untuk menuju laboratorium yang masih berada di dalam klinik tersebut.


"Bapak, ibu, untuk menunggu hasil nya akan memakan waktu sekitar satu sampai dua jam. Silahkan bapak ibu bisa menunggu sambil jalan-jalan terlebih dahulu biar tidak bosan," ucap dokter kandungan itu ramah, "begitu hasil nya keluar kami akan info kan ke nomor bapak," lanjut nya memberitahukan.


"Kita cari makan dulu ya yang,," ucap Rehan seraya memeluk pinggang sang istri dan menuntun nya menuju mobil.


Rehan melajukan mobil nya dengan perlahan menyusuri kota Bogor, "mau makan apa yang?" Tanya Rehan melirik sang istri.


"Billa pengin makanan yang berkuah sih bang, dingin-dingin gini makan soto enak deh bang kayak nya," pinta Nabila sambil membayangkan nikmat nya makanan tersebut.


"Oke, kita cari resto yang ada menu soto nya..." ucap Rehan dengan masih membagi fokus nya antara nyetir dan melihat-lihat di sepanjang kiri dan kanan jalan, untuk mencari resto yang di maksud.


Tak berapa lama kemudian Nabila melihat warung tenda yang khusus menjual soto di pinggir jalan, "bang berhenti," titah Nabila tiba-tiba.


Dengan sigap Rehan menghentikan laju kendaraan nya, "kenapa yang?"


"Kita makan di sana," pinta Nabila sambil menunjuk warung tenda kecil di sebelah kanan jalan yang sudah agak terlewat.


Rehan mengernyit, "kamu serius yang?" Tanya Rehan menyelidik.


Nabila mengangguk dan menatap sang suami dengan tatapan memohon.


"Baiklah," Rehan mengalah dan mengiyakan permintaan sang istri, dia kemudian melajukan kembali mobil nya dengan memutar balik menuju warung tenda tersebut.


,Setelah berhasil memarkir mobil nya dengan sempurna, mereka berdua segera memasuki warung dan memesan makanan seperti yang diinginkan Nabila. "Soto dua ya bu," pinta Nabila pada ibu penjual soto sesaat setelah mereka duduk.

__ADS_1


"Baik neng."


Tak berapa lama hidangan soto panas telah tersaji di depan mereka, "minum nya apa neng?" Tanya ibu penjual soto.


Nabila melirik sang suami, "teh panas aja yang," ucap Rehan yang mengerti maksud lirikan sang istri.


"Teh panas sama jeruk panas bu," jawab Nabila.


Dengan segera ibu penjual soto menyiapkan pesanan Nabila.


Nabila nampak sangat lahap menikmati makanan nya, berbeda dengan Rehan yang nampak tidak berselera melihat menu yang dihidangkan.


Beberapa menit kemudian Nabila sudah menyelesaikan makan nya, dia melirik punya sang suami yang masih separoh lebih. "Abang enggak suka soto? Atau enggak sreg sama tempat nya?" Selidik Nabila.


Rehan menggeleng, "abang sudah kenyang melihat kamu makan tadi," kilah nya.


"Ish,,, mana ada seperti itu? Sini Billa suapin.. sayang kalau ada makanan di buang-buang, mubadzir," protes nya sambil mulai menyuapi sang suami.


Selang beberapa menit, soto di mangkuk Rehan pun tandas tanpa sisa. "Alhamdulillah,, kenyang yang, soto nya terasa lebih enak jika kamu suapin," ucap nya seraya menatap mesra sang istri.


"Gombal ah,,"


Dan mereka berdua melanjutkan obrolan untuk mengisi waktu, sambil diiringi canda dan tawa,,, sesekali Rehan memperlakukan Nabila dengan sangat romantis, mereka benar-benar terlihat layak nya sepasang muda mudi yang sedang jatuh cinta. "Indah nya pacaran setelah menikah," gumam Rehan seraya mencuri kecupan di bibir sang istri. Untung saja warung sedang tak ada pengunjung lain dan pemilik nya sedang sibuk mencuci piring, sehingga tak ada yang melihat adegan mesra yang membuat pipi Nabila merona.


Ting,,,


Terdengar bunyi pesan masuk di ponsel Rehan, dengan segera dia membuka layar ponsel nya dan membuka pesan yang baru saja masuk. "Yang, hasil nya sudah keluar... kita balik ke klinik sekarang," ucap nya dengan antusias.


*****


Mereka berdua telah berada di dalam ruang praktek dokter kandungan dan kembali berhadapan dengan dokter paruh baya yang masih terlihat cantik itu.


"Gimana dok hasil nya?" Tanya Rehan yang sudah tidak sabar.


Dokter itu membuka amplop dan menunjukkan nya kepada Rehan sambil tersenyum. "Selamat ya pak, bu, ada janin yang sudah tumbuh di rahim ibu dan usia nya sudah dua minggu. Benih anda benar-benar benih unggul pak," ucap sang dokter dengan begitu lugas.


"Alhamdulillah,,," ucap Rehan dengan penuh rasa syukur atas semua nikmat yang dia dapatkan, dengan penuh cinta Rehan menatap sang istri dan menggenggam tangan istri nya itu dengan lembut.




Mohon maaf semua nya,,,



Saya belum bisa up 2x sehari seperti biasa nya karena lagi silaturrahim ketempat ibu mertua hingga beberapa hari kedepan, tp saya akan usahakan agar bisa tetap up setiap hari.



Makasih untuk pengertian nya,,, juga support yang luar biasa dari readers semua 😍

__ADS_1



Salam hangat πŸ€—πŸ˜˜


__ADS_2