Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Menjebak Saras 2


__ADS_3

"Maaf, perkenalkan saya Bayu." ucap Bayu memperkenalkan diri nya pada Hendra. "Beberapa minggu sebelum kalian menikah, saya dan istri anda pernah terlibat dalam obrolan bisnis. Namun karena kebodohan dan kecerobohan saya, obrolan itu berlanjut menjadi hubungan terlarang..." nampak om Bayu menundukkan kepalanya menahan rasa malu dan penyesalan yang mendalam.


Nampak Hendra mulai tertarik untuk menanggapi perkataan om Bayu..


"Itu tidak benar, jangan mengada-ada!" Bentak Saras pada om Bayu, dia merasa tak terima.


Lagi-lagi om Bayu terkejut,, dia mengernyit, "maksud kamu apa Ras? Pembicaraan kita kemarin di mall, dan telpon serta chat kamu selama dua minggu ini... yang terus-terusan meneror om, agar om bertanggung jawab atas kehamilan kamu? Apa kamu hanya bercanda? Tapi sungguh ini sangat lah tidak lucu Ras, pernikahan dan kehamilan kau buat sebagai lelucon! Waras kah kamu Ras?!" Cecar om Bayu mulai emosi.


Saras tertegun,, tak menyangka om Bayu akan semarah itu, Saras pikir om Bayu akan senang mendengar ucapan nya karena dengan begitu pria berumur yang masih terlihat gagah dan memang sangat tampan itu akan terbebas dari jerat nya. Namun kenapa yang terjadi justru sebalik nya? Saras menjadi bingung sendiri, harus bagaimana bersikap.


"Jika boleh tahu, apa yang dia katakan pada anda?" Tanya Hendra dengan penuh selidik, sambil menatap om Bayu.


"Setelah kejadian memalukan itu, kami sama sekali tidak pernah lagi menjalin komunikasi..." sejenak om Bayu menghentikan ucapan nya, "tapi dua minggu terakhir Saras menghubungi saya dan meminta kepada saya untuk menikahi nya, karena menurut nya dia hamil anak saya," jawab om Bayu dengan pelan.


"Anda tadi mengatakan, kalau kejadian itu sebelum kami menikah? Apa anda masih ingat, kapan tepat nya?" Selidik Hendra menatap dalam netra om Bayu.


"Kurang dari empat bulan yang lalu," jawab om Bayu dengan yakin.


"Anda yakin?!" Tanya Henda memastikan.


Om Bayu mengangguk pasti.


Saras semakin tertunduk,,,


"Ras, tatap mataku," pinta Hendra dengan suara yang dilembutkan.


Tapi Saras tetap tak bergeming, dia tetap menunduk.


"Anak itu bukan anak anda tuan Bayu, karena usia kehamilan nya sudah menginjak lima bulan," ucap Hendra setelah beberapa saat tak ada respon dari Saras, Hendra menatap om Bayu mencoba meyakinkan bahwa apa yang dia ucap kan itu benar ada nya.


"Benarkah?" Tanya om Bayu sedikit lega.

__ADS_1


Hendra mengangguk,,


"Lantas apa tujuan kamu sebenar nya Ras?" Tanya om Bayu tak mengerti, "apa kamu ingin memeras om? Tapi, rasa nya itu tak mungkin bukan? Bahkan orang tua mu sudah memiliki segala nya?" Pertanyaan demi pertanyaan om Bayu lontarkan kepada Saras.


"Saya tidak punya tujuan apa-apa om, saya hanya butuh seseorang yang bisa menjadi suami yang baik dan bisa menghargai saya.. bukan seperti Hendra! Yang selalu saja mengingat gadis lugu dan bodoh seperti Nabila!" Jawab Saras ketus.


Hendra menggelengkan kepalanya, dan membuang kasar nafas nya.


"Bukan itu tujuan kamu mbak Saras!" Tukas Nisa cepat.


"Tahu apa kamu! Kamu sama saja dengan kakak mu! Kalian jerat laki-laki kaya dengan kepolosan kalian!" Ketus Saras menatap tajam Nisa.


"Maling akan selalu saja teriak maling! Tapi sudah lah, aku enggak peduli apa yang mbak Saras katakan. Aku hanya ingin menyampaikan kepada semua nya, bahwa aku tahu banyak hal tentang mbak Saras!"


"Kamu adalah wanita perusak hubungan orang! Kamu wanita murahan yang demi ambisi mu menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan laki-laki yang kamu inginkan!" Jawab Nisa tak kalah ketus."


"Assalamu'alaikum," tiba-tiba pak Gunawan masuk.


Setelah menyalami tamu-tamu putri nya, pak Gun pun ikut duduk di samping Saras.


"Ada apa sebenar nya?" Tanya pak Gun pada Hendra dengan perasaan was-was, pasal nya dia melihat ada Asisten Alex diantara tamu putri nya.


"Kalian, dengarkan lah rekaman ini baik-baik," ucap Nisa, seraya mengeluarkan ponsel nya dan menyetel sebuah rekaman suara. Ya, Nisa memang sempat merekam momen pertemuan Saras dan om Bayu kemarin saat mereka berada di dalam mall.


Alex mengernyit, "apa itu dik?" Tanya Alex tak mengerti.


"Mas Alex dan yang lain nya dengarkan saja sendiri," pinta Nisa dengan lembut.


Dan dengan seksama mereka semua mendengarkan percakapan itu hingga beberapa saat, "cukup, hentikan!" Teriak Saras mengagetkan semua nya.


Pak Gun terkejut mendengar rekaman suara tersebut,, dan menatap tajam putri nya.

__ADS_1


"Ada apa ini?!" Mama Saras yang baru saja masuk, tapi masih sempat mendengar rekaman obrolan putri nya dengan laki-laki asing tak kalah terkejut dibanding suami nya. Ya, mama Saras tadi datang bersama sang suami, namun karena dia harus menerima panggilan telpon maka Pak Gun masuk terlebih dahulu.


"Ma,,ma,,," ucap Saras terbata, dia kembali menunduk kan wajah nya. Kelakuan Saras memang bejat tapi selama ini dia berhasil menyembunyikan nya dari kedua orang tua nya, tapi hari ini... sungguh sial nasib nya! Mereka semua telah berkumpul disini, dan dia tak akan dapat mengelak lagi.


Akhir nya dengan suara bergetar, Saras mengangkat wajah nya dan memberanikan diri untuk bicara. "Ya, aku akui. Aku memang punya tujuan menjebak om Bayu, agar dia mau menikahi ku. Karena aku tidak terima, suami Nabila lebih kaya dari pada aku!" Ucap Saras mengakui rencana nya.


Lagi-lagi pak Gun dibuat sangat terkejut mendengar pernyataan putri nya barusan, begitupun dengan sang mama. "Saras,, apa maksud dari semua nya ini nak?" Tanya pak Gun dengan suara tercekat.


Sedangkan mama nya Saras, terduduk lemah di lantai. Dia terisak,, dan merasa sangat terpukul dengan kelakuan putri nya.


"Dan sekarang, kalian sudah tahu kebenaran nya.. pergilah kalian semua dari rumah ku!" Usir Saras dengan penuh emosi, tanpa memperdulikan pertanyaan dari papa nya.


"Mereka tamu ku juga, dan ini rumah kontrakan ku! Jadi, kamu tidak berhak untuk mengusir mereka semua!" Hendra membentak Saras.


Untuk sejenak suasana menjadi hening,,, hanya terdengar suara isakan tertahan dari mama Saras.


Wajah pak Gun memucat, jantung nya berdebar kencang dan tak berirama.


"Ras,, dengarkan baik-baik, dan tolong jawab pertanyaan ku dengan sejujur-jujur nya," pinta Hendra dengan pelan. "Apa benar, anak yang kamu kandung itu adalah anak ku?" Tanya Hendra mulai ragu.


Kembali pak Gun tercengang, mendengar pertanyaan sang menantu kepada putri nya yang tak pernah dia bayangkan.


"Maksud kamu apa Hendra?!" Tanya Saras ketus.


"Jujur Ras, mendengar perilaku mu aku jadi ragu kalau anak yang kamu kandung itu adalah anak ku!" Seru Hendra dengan sedikit meninggikan suara nya.


"Saras,,," panggil pak Gun dengan suara yang lemah sambil menatap dalam manik hitam putri nya. "Katakan lah sejujur nya nak, anak siapa yang ada dalam kandungan mu?" Pinta pak Gun kepada putri nya dengan mata berkaca-kaca.


Saras terdiam, dan tertunduk lesu... nampak dia menggelengkan kepalanya berkali-kali.


Tak ada yang menyadari, bahwa mama Saras telah terkulai lemah bersandar pada sofa di samping kaki suami nya.

__ADS_1


Karena semua mata hanya tertuju kepada Saras, menanti... kejutan apa yang akan diberikan oleh istri dari Hendra itu.


__ADS_2