Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Menjenguk Buah Cinta


__ADS_3

Alex menuntun Saras dan Hendra menuju Lounge, tempat yang telah disebutkan oleh Rehan. Nampak dari kejauhan, Nabila dan sang suami tengah menunggu kehadiran mereka.


"Assalamu'alaikum tuan muda, nyonya..." sapa Hendra dengan formil begitu mereka telah berhadapan, Hendra kemudian menyalami Rehan.


"Wa'alaikumsalam,,," jawab Nabila dan Rehan bersamaan.


Sedang kan Saras hanya menunduk.


"Silahkan duduk," ucap Rehan datar, mempersilahkan pada kedua tamu nya untuk duduk.


"Makasih," jawab Hendra dan langsung duduk berhadapan dengan Rehan, sementara Saras langsung berhadapan dengan Nabila.


"Rey, gue turun ke lobi," pamit Alex seraya bergegas meninggalkan tempat itu.


Suasana canggung tercipta, hingga hanya keheningan yang menyapa.


"Ras, apa kabar?" Tanya Nabila pada sahabat nya, memecah keheningan.


"Ba,, baik Bill.." jawab Saras terbata, seraya mendongakkan wajah nya menatap sahabat yang dikhianati nya itu.


Dan sedetik kemudian Saras menghambur, memeluk lutut Nabila dan menangis sesenggukan, "Bill, maafin aku Bill... maaf..." ucap nya dengan terbata.


"Ras, bangun Ras... jangan gini? Gak enak dilihat banyak orang?" Nabila mencoba membangunkan sahabat nya itu, dan benar saja.. banyak pasang mata di tempat itu yang memperhatikan mereka.


"Enggak Bill, aku enggak akan bangun kalau kamu belum memaafkan aku.." kekeh Saras masih dengan suara menahan tangis.


"Iya,, iya,, aku sudah maafin kamu Ras, bahkan sebelum kamu meminta nya," ucap Nabila tulus, "sekarang bangunlah," titah nya seraya menangkup pundak Saras.


Saras pun bangun dari simpuh nya, kedua nya kemudian berdiri dan saling tatap hingga beberapa saat lama nya. "Bill, benar kah kamu mau maafin aku? Kesalahan ku sangat besar padamu Bill? Aku tahu, kesalahan ku tak mudah untuk di maaf kan..."


"Kalau pun kamu tak mau memaafkan aku, aku mengerti Bill. Tapi paling tidak, aku lega sekarang... karena sudah bertemu dengan mu dan meminta maaf secara langsung," ucap Saras sungguh-sungguh.


Nabila terdiam dan menatap dalam manik Saras, mencari kejujuran dari ucapan sahabat yang pernah merebut tunangan nya, dan sedetik kemudian Nabila merengkuh tubuh Saras dan memeluk nya erat. "Aku memaafkan mu Saras.." ucap nya lembut di telinga sahabat nya.


Kembali Saras terisak, dia tak menyangka akan semudah itu mendapatkan maaf dari Nabila.. setelah apa yang diperbuat Saras pada wanita berhijab yang kini tengah memeluk nya.


Nabila melerai pelukan nya, dan kembali menatap Saras yang telah berurai air mata. Dengan lembut Nabila menghapus air mata di pipi Saras, "hey,, jangan nangis, aku enggak suka melihat air mata mu," ucap Nabila lirih.


Pandangan mata Nabila beralih ke perut Saras yang sudah mulai membesar, "keponakan tante, sudah berapa bulan sekarang?" Tanya Nabila seraya mengusap-usap perut Saras.


"Jalan enam bulan," jawab Saras tersenyum kecut.

__ADS_1


"Sehat-sehat selalu ya keponakan tante,," ucap Nabila lagi, masih dengan mengelus perut buncit sahabat nya.


Rehan menatap sang istri penuh kagum, atas kebesaran hati istri nya yang dengan mudah bisa memaafkan kesalahan orang lain.


Begitu pun dengan Hendra, yang juga mengagumi Nabila dan masih menyimpan wanita istri dari laki-laki lain itu di lubuk hati nya yang terdalam.


Tanpa sengaja, Rehan memergoki Hendra tengah memandang istri nya dengan penuh kekaguman. "Ehmm,,," Rehan berdeham.


Hingga reflek membuat Hendra salah tingkah dan kemudian menunduk kan pandangan nya.


Sementara Nabila yang mengerti ada sesuatu yang mengganggu kenyamanan suami nya, langsung duduk kembali di samping sang suami dan menggenggam tangan kekar milik Rehan, "duduk lah Saras, dengan perut besar itu pinggang mu akan pegal jika terlalu lama berdiri bukan? Aku saja yang baru hamil beberapa minggu enggak betah jika harus berdiri lama,," ucap Nabila sengaja memberitahukan kehamilan nya.


Hendra nampak terkejut, dan kemudian segera kembali menunduk untuk menyembunyikan ekspresi wajah nya dari Rehan.


"Beneran kamu sudah isi Bill?" Tanya Saras dengan mata berbinar, "selamat ya Bill,,, aku senang mendengar nya," ucap nya dengan tulus.


"Ya Ras, aku hamil buah cinta kami.." jawab Nabila seraya memandang mesra suami nya, Nabila tahu suami nya tengah dilanda cemburu karena Hendra mencuri-curi pandang kepada nya. Itu lah sebab nya, sengaja Nabila menunjukkan cinta nya hanya untuk suami tampan nya.


Nampak Rehan membisikkan sesuatu di telinga sang istri, "yang, buruan usir mereka dari sini. Abang ingin menjenguk buah cinta kita," ucap Rehan menirukan ucapan sang istri.


Nabila menginjak pelan kaki suami nakal nya itu, "aw..." Rehan terpekik dan pura-pura kesakitan, "malam nya masih lama yang... udah gak sabar aja," ucap Rehan dengan suara yang sengaja di keraskan, agar tamu nya tahu diri dan segera pamit.


"Maaf tuan muda, seperti nya urusan Saras dengan istri anda sudah selesai," ucap Hendra seraya melirik Saras, "kami mohon undur diri, dan terimakasih sudah meluangkan waktu anda untuk kami," lanjut Hendra dengan sopan.


Saras memandang suami nya,,


"Rencana sekalian menginap di hotel ini," jawab Hendra mewakili Saras.


"Sudah reservasi?" Tanya Nabila lagi.


"Belum, kami baru saja tiba, dan langsung menemui kamu Bill," jawab Saras.


"Kalau begitu, menginap lah di lantai ini bersama kami. Masih ada banyak kamar yang belum terisi," Pinta Nabila, "benar kan bang?" Nabila meminta persetujuan sang suami.


Rehan mengangguk,


"Tidak perlu, terimakasih atas tawaran nya. Kami akan mencari kamar di lantai bawah," tolak Hendra dengan halus.


"Tidak baik menolak tawaran dari seorang sahabat," ucap Rehan dengan datar.


Nabila tersenyum mendengar ucapan suami nya.

__ADS_1


"Baiklah Bill, kami akan menginap di lantai ini." Ucap Saras menyetujui permintaan Nabila.


"Nah, gitu dong.. jangan nolak?!" Balas Nabila.


'Makasih untuk semua kebaikan mu Bill, juga ketulusan mu.. aku benar-benar menyesali perbuatan ku padamu," ucap Saras menatap sendu sahabat nya.


"Sudah,,, lupakan lah, dan mari kita buka lembaran baru," ucap Nabila memberi semangat pada sahabat nya untuk berubah.


"Pak,," panggil Rehan pada manager hotel yang kebetulan sedang berada di sana.


Manager tersebut segera menghampiri adik ipar dari pemilik hotel dimana dia bekerja saat ini, "ya tuan muda, ada yang bisa saya bantu?" Tanya manager itu dengan sopan.


"Antar tamu kami ke kamar nya," titah Rehan kepada manager tersebut.


"Baik tuan muda," jawab sang manager hotel dengan membungkukkan sedikit badan nya. "Mari tuan, nyonya, saya antar ke kamar anda." Ucap nya pada tamu tuan muda dan nyonya Rehan.


"Bill,, aku pamit dulu ya? Aku berharap kamu punya waktu untuk kita ngobrol lagi selagi aku masih di Jakarta," ucap Saras berharap.


Nabila kembali memeluk sahabat nya, "Insyaallah Ras,, selamat beristirahat," ucap nya tulus.


Saras dan Hendra pun berlalu dari hadapan Rehan dan Nabila, mengikuti langkah sang manager hotel.


Sedangkan Rehan langsung menggandeng mesra sang istri menuju kamar presidential suite yang mereka tempati, untuk segera menjenguk buah cinta mereka berdua.




Hey, readers kesayangan...



Didi numpang lewat lagi yah, moga enggak bosan ☺



Yang belum mampir ke cerita Didi, "akhir sebuah penantian" yuk segera di intip...


Siapa tahu suka? Atau malah jatuh cinta ma aku?


Eh,, sama ceritaku maksud nya 🀭

__ADS_1



Yang sudah mampir dan kasih dukungan, thank's a lot yah,,, lope you 😘😘


__ADS_2