Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
EP_ Adik Sepupu


__ADS_3

Semua tamu undangan sudah pulang, Alvian dan keluarga besar nya masih melanjutkan obrolan hangat mereka.


"Kok bang Alex juga ada disini?" Kembali gadis remaja teman istimewa dari Ilham itu bertanya pada Alex dengan rasa penasaran, begitu semua tamu sudah pulang dan dia punya kesempatan untuk bertanya.


"Kamu sendiri kenal sama dik Ilham dimana? Bukankah sekolah kalian berbeda?" Tanya Alex pada gadis remaja yang bernama Jihan itu, tanpa menjawab pertanyaan dari Jihan.


"Bang Alex kebiasaan deh, orang Jihan tanyain bukan nya ngejawab.. malah balik nanya?" Protes Jihan pada Alex yang di panggil nya dengan panggilan abang.


"Kami bertemu saat sedang mengikuti try out bersama di kampus bang," jawab Ilham mewakili Jihan.


Alex mengangguk-angguk,


"Bang Alex ini sahabat nya om ku dan sekaligus calon kakak ipar ku Jihan," ucap Ilham menjelaskan pada Jihan dan menjawab kebingungan gadis itu.


"Bang Alex kok enggak pernah cerita kalau mau nikah? Apa papa tahu?" Tanya Jihan menyelidik.


"Maaf, abang belum sempat berkunjung ke rumah kamu. Tapi om sudah tahu kok, kami sudah pernah ketemu bareng. Kenalin, ini mbak Nisa.. calon istri abang dan sekaligus kakak nya Ilham," jawab Alex sambil memperkenalkan Nisa.


Mereka berdua pun saling berjabat tangan, dan Jihan mencium punggung tangan Nisa. "Saya Jihan mbak," ucap Jihan dengan lembut memperkenalkan dirinya.


"Hai Jihan, aku Nisa.." balas Nisa dengan ramah.


"Nang, kok ibu enggak dikenalin," ucap ibu Lin yang tiba-tiba ikut bergabung.


"Tadi nya Jihan mau Ilham ajak untuk duduk dekat sama ibu, tapi tahu-tahu bang Alex manggil... dan ternyata mereka saling kenal," balas Ilham yang tak mau disalahkan oleh ibu nya.


Sebagian keluarga yang lain pun ikut mendekat, ingin ikut mengenal gadis cantik teman dari Ilham.


Sedangkan Rehan yang tadi nya ikut mendekat, tiba-tiba mundur teratur sambil menahan gejolak di dalam perut nya. Dia memilih duduk menjauh dari kerumunan dengan wajah yang nampak memucat.


Nabila yang menyadari pergerakan sang suami dan menyadari perubahan suami nya, langsung ikut menjauh dan duduk di samping sang suami.


"Oh iya ibu, ayah, kenalkan.. dia Jihan, putra dari om Yani. Om Yani itu adik nya papa Alex," Alex memperkenalkan adik sepupu nya itu pada ibu Lin dan semua keluarga.


Jihan menyalami ibu Lin dan mencium punggung tangan wanita ibu dari Ilham itu dengan takdzim, dan berlanjut ke pak Ilyas, serta papa Johan dan bi Asih yang juga berada di sana.

__ADS_1


"Kamu pacar nya Ilham ya nak,,,?" Tanya ibu Lin pada intinya yang membuat Jihan gelagapan.


Sedangkan Ilham nampak tersipu malu.


"Direstui kan bu?" Tanya Alex pada calon mertua nya.


Ibu Lin melirik pak Ilyas, dan kedua nya hanya tersenyum.


"Santai aja dik, abang bantuin," ucap Alex pada Ilham dan juga Jihan sambil tersenyum menggoda.


"Iya nek, kakak ini.. pacar nya om Ilham," jawab Kevin seolah mewakili Ilham yang hanya diam dan tersipu malu.


"Hush,, diem.. nanti om beliin mainan, mau kan? Sana nunggu sama mommy cantik kamu dulu gih,," bujuk Ilham pada keponakan nya agar mau diam.


"Beneran ya om,," ucap Kevin, sambil beranjak menuju ke mommy dan daddy nya.


Semuanya tersenyum menyaksikan tingkah bocah itu, dan untuk sesaat suasana menjadi hening.


"Kalian berdua boleh berteman dekat, tapi harus tetap fokus belajar," ucap pak Ilyas menasehati putra bungsu dan teman gadis nya, memecah keheningan.


"Eh, tunggu,, tunggu,, Ini beneran Jihan? Kok beda ya?" Tanya Alvian yang baru bergabung tak percaya.


Jihan yang merasa dikenali memperhatikan satu persatu pria dewasa tersebut, "apa abang ini bang Alvian dan bang Devano?" Tanya Jihan memastikan.


Kedua nya mengangguk pasti.


"Beda juga ya,, dulu abang-abang ini dekil dan suka nya pakai celana jeans sobek kan?" Tanya Jihan sambil ngeledek.


"Eh, beraninya ya ngatain kita dekil.." ucap Devan sambil menjitak pelan kepala Jihan.


"Bang Devan,,, kebiasaan lamanya gak ilang deh, suka banget ngejitak kepala Jihan," protes Jihan cemberut.


"Kok lu bisa berubah feminim gini sekarang? Enggak lagi kesambet kan dik?" Goda Alvian pada gadis kecil yang dulu nya dia kenal sebagai anak yang tomboi.


"Setiap orang kan bisa berubah bang, kayak abang-abang ini. Dulu tengil, dekil, sekarang... abang-abang kelihatan tampan dan rapi, pasti ada wanita cantik di belakang abang-abang yang membuat kalian berubah kan?" Balas Jihan menggoda balik Alvian dan Devan.

__ADS_1


"Kamu benar dik, dan ini,,, wanita cantik ini adalah bidadari bang Devan," Devan memperkenalkan istri nya yang kali ini tampil sangat anggun dan cantik dengan pasmina panjang yang melilit sempurna menutupi kepala nya.


Mereka berdua berjabat tangan, dan saling mengenalkan diri masing-masing.


"Kalau yang paling cantik ini, calon istri om Vian dik." Ucap Alvian mengenalkan Susan pada Jihan, "oh ya, mulai sekarang karena kamu teman nya keponakan om yang ganteng ini, jadi kamu juga harus memanggil om," titah nya seraya tersenyum hangat.


"Hai tante cantik, aku Jihan," ucap Jihan sambil mencium punggung tangan Susan.


"Aku Susan, kamu juga cantik dik Jihan," puji Susan pada remaja cantik berhijab itu, sambil mengenalkan balik diri nya.


"Kalau yang duduk di sana itu, bang Rehan kan?" Tanya Jihan pada Alex


Alex mengangguk.


"Bang Rey,," panggil Jihan seraya ingin bangkit menghampiri Rehan.


Tapi buru-buru Nabila mencegah dan segera menghampiri Jihan. "Hai dik Jihan, aku Nabila kakak sulung nya Ilham," Nabila menyalami Jihan dan mengenalkan dirinya. "Maaf ya dik, bang Rehan lagi sensitive sama aroma parfum bunga lili yang dik Jihan pakai," ucap Nabila menjelaskan kenapa Rehan tidak ikut bergabung.


Jihan mengernyit.


"Bang Rehan lagi ngidam,," jawab Ilham menjelaskan kebingungan Jihan, "Bang Rehan enggak bisa nyium aroma bunga-bungaan, perutnya akan langsung mual," lanjut Ilham.


Jihan mengangguk mengerti, dan kemudian tersenyum melambaikan tangan pada Rehan yang sudah terlihat sangat lemas.


"Mbak Billa ini istri nya bang Rehan ya?" Tanya Jihan memastikan.


"Iya dik," jawab Nabila sambil tersenyum manis. "Maaf ya dik, mbak tinggal dulu.." pamit Nabila yang ingin segera membawa sang suami kembali ke paviliun milik mereka yang berada di belakang rumah utama itu.


"Ya ampun Rey, sampai kapan lu akan seperti ini?!" Ucap Alvian yang hendak membantu sahabat sekaligus suami keponakan nya itu untuk bangkit.


"Gue bisa sendiri bang," tolak Rehan, meski harus berdiri dengan susah payah.


"Minggu depan gue nikah Rey, masak lu enggak bisa hadir?!" Protes Alvian nampak khawatir.


"Gue sedang jalani terapi sugesti bang, moga aja minggu depan sudah bisa bersahabat dengan aroma bunga," balas Rehan meyakinkan Alvian bahwa diri nya akan baik-baik saja.

__ADS_1


Setelah pamit kepada semua nya dan Kevin juga sudah bersama bibi pengasuh nya, Nabila segera membawa sang suami kembali ke paviliun.


Sedangkan anggota keluarga yang lain masih melanjutkan obrolan hangat di ruang pertemuan bersama Jihan, remaja cantik yang merupakan adik sepupu dari Alex.


__ADS_2