
Jessica berjalan gontai kembali kedalam kamarnya, dia rebahkan tubuh lelahnya keatas pembaringan. Pandangannya kosong menatap langit-langit kamar hotel, pikirannya menerawang jauh ke masa lalunya... kenangan manis mereka berdua terlintas dengan jelas, saat Jessica masih berstatus sebagai kekasihnya Rehan.
Rehan adalah sosok remaja tampan yang menjadi dambaan gadis-gadis remaja di sekolahnya, selain memiliki wajah blasteran nan rupawan dia juga bintang di sekolahnya.
Dia selalu mendapatkan nilai yang bagus dan berhasil menyabet gelar juara satu di setiap semesternya, pun meski demikian dia tetap lah sosok yang rendah hati.
Bukan hanya teman sesama siswa, guru-guru di sekolahnya pun menyukai Rehan. Dia remaja yang baik dan suka menolong, dan dia tidak segan memberikan bantuan uang kepada teman-temannya yang kurang mampu.
Meski Rehan berasal dari keluarga yang kaya raya, namun dia tidak pernah menyombongkan kekayaan keluarga nya bahkan Rehan cenderung menutupi jati diri nya. Dia hanya ingin orang lain melihat nya sebagai Rehan secara pribadi, bukan sebagai Putra Alamsyah.
Dan Jessica adalah gadis cantik yang sangat beruntung, karena bisa mendapatkan perhatian istimewa dari sang idola di sekolahnya.
Rehan memilih Jessica bukan karena kedekatan kedua orang tua mereka yang memang bersahabat, juga bukan karena seringnya mereka melewatkan waktu bersama-sama. Tapi karena Jessica adalah gadis yang cerdas dan periang, dia juga ramah dan pandai bergaul.
Sejak duduk di bangku SMP mereka sudah menjalin hubungan spesial meski belum berkomitmen. Dimana ada Rehan, disitu pastilah ada Jessica... sahabat-sahabat Rehan juga adalah sahabat Jessica, mereka berdua bahkan dinobatkan sebagai pasangan idola.
Hubungan mereka berlanjut hingga ke sekolah menengah atas, dan mulailah mereka berkomitmen untuk lebih serius.
Rehan bahkan berani secara gentle meminta restu kedua orang tua nya untuk memacari Jessica, yang ternyata mendapat dukungan penuh dari papa dan mamanya.
Hinga saat lulus SMA dihadapkan lah mereka pada pilihan yang sulit, Rehan yang berkeinginan melanjutkan kuliahnya di Ibukota sedangkan Jessica bersikukuh untuk mengejar mimpi masa kecil nya menjadi seorang model.
Demi cinta nya yang besar pada Jessica, meski dengan berat hati Rehan melepas kepergian Jessica ke Paris untuk meraih mimpi nya.
Dan di negeri yang terkenal dengan menara Eiffel itulah kepribadian Jessica mulai berubah, entah karena lingkungan dan pengaruh dari teman-temannya di sana atau memang karena itu karakter Jessica yang sebenarnya.
Jessica menjadi sosok yang ambisius dan sangat agresif, pakaian yang dikenakan pun selalu seksi dan menonjolkan lekuk tubuh nya. Dia senantiasa menyombongkan kelebihan fisiknya, dan terkesan sangat angkuh. Apalagi karirnya sebagai seorang model terbilang berjalan mulus, tak butuh waktu lama bagi Jessica untuk bisa meraih kesuksesan di panggung internasional.
Meski demikian Rehan masih tetap mencoba untuk bisa menerima perubahan Jessica, tak jarang dia menasehati gadisnya itu agar ingat dengan jati diri nya sebagai orang timur yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya, adat dan kesopanan.
Hingga di penghujung tahun, saat Rehan sudah di wisuda dan memantapkan tekad hendak melamar Jessica, Rehan harus menelan pil pahit mendengar kenyataan bahwa kekasihnya berselingkuh dan hamil dengan partnernya sesama model.
Dunia Rehan seakan hancur saat itu juga, sakit hati dan kekecewaan yang mendalam itulah yang dirasakannya.
__ADS_1
Meski demikian Rehan tak pernah bisa marah dengan Jessica,,, saat dia mendengar kabar bahwa kekasih gelap Jessica tidak mau bertanggung jawab terhadap kehamilan Jessica, atas permohonan papa Jessica Rehan bersedia menikahi Jessica dan bertanggung jawab terhadap bayi yang ada dalam kandungannya.
Namun karena ambisi Jessica dengan karirnya di dunia model internasional, dengan diam-diam Jessica menggugurkan kandungannya demi tetap bisa melanjutkan mimpi nya.
Tentu saja hal itu membuat Rehan semakin kecewa, namun karena kondisi papa Jessica yang semakin kritis dan meminta Rehan agar tetap mau menjaga putrinya, akhirnya meski dengan setengah hati Rehan tetap melanjutkan hubungannya dengan Jessica.
Dan ketika Jessica berkeinginan untuk mencoba peruntungannya di New York sebagai aktris, Rehan pun memutuskan untuk ikut melanjutkan sekolah bisnisnya di sana demi untuk bisa menjaga Jessica seperti yang telah diamanatkan kepada nya.
Dua tahun terakhir perjalanan cinta mereka tak lagi romantis, entah karena masing-masing sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri atau memang Rehan sengaja menjaga jarak karena tak lagi merasakan ada getaran dihatinya untuk Jessica.
Rehan yang sudah terlebih dahulu kembali ketanah air untuk menggantikan papanya mengurus perusahaan dan harus menjaga Keyla adiknya, semakin tak punya waktu untuk Jessica bahkan sekedar untuk berkomunikasi via telfon.
Terakhir yang membuat Rehan mengambil keputusan besar dalam perjalanan cintanya dengan Jessica adalah, tatkala Rehan meminta Jessica untuk segera pulang dan menikah dengan nya. Saat itu Rehan berkeinginan untuk memberikan sebuah keluarga yang utuh bagi bayi mungil yang baru saja ditinggal pergi oleh ibunya.
Namun sayang, keinginan Rehan untuk menghadirkan sosok ibu bagi Kevin ternyata ditolak oleh Jessica dengan alasan belum siap menjadi ibu apalagi ibu dari anak yang bukan darah dagingnya.
Mendengar alasan penolakan Jessica, cukuplah bagi Rehan mengerti bahwa Jessica takkan pernah bisa menjadi ibu yang baik. Dengan darah dagingnya sendiri saja tega menghabisinya, mana mungkin Jessica bisa menyayangi anak orang lain?
Dan semenjak itulah Rehan memutuskan hubungannya dengan Jessica, dan menghabiskan hari-harinya dengan bekerja keras mengembangkan perusahaan papanya hingga sampai sebesar sekarang dan mencurahkan seluruh perhatian serta kasih sayang nya untuk keponakannya.
"Karir,, apa pula yang gue cari? Popularitas? Penghasilan besar?" Jessica terkekeh,,, "Bahkan penghasilan gue masih jauh dibawah jatah bulanan yang Rehan kasih," Jessica terus tertawa, menertawakan kebodohannya sendiri.
"Dan sekarang,,, apakah semuanya sudah terlambat? Tidak,,, gue pasti bisa melakukan sesuatu?" Lirihnya seraya berfikir.
Jessica beranjak dari pembaringannya, mengambil ponselnya yang berada di dalam tas. "Gue harus minta bantuan papa Sultan, beliau pasti mau membantu. Kalau perlu Gue akan nangis-nangis untuk meyakinkannya," gumamnya percaya diri, senyum seringai tersungging di bibirnya.
Jessica duduk disisi pembaringan, dan kemudian mulai menghubungi papa Sultan,,,
*****
Di kampung halaman Nabila,,,,
Rombongan Nabila dan keluarga besar Rehan turun dari mobil, nampak seorang remaja laki-laki dengan wajah ganteng telah menyambut mereka.
__ADS_1
"Mbak Billa,,," seru nya kegirangan seraya berhambur memeluk Nabila.
Nabila menyambut pelukan remaja tersebut dengan hangat, "kamu apa kabar nang?" Nabila bertanya seraya melerai pelukan nya. "Gimana sekolah kamu, lancar kan?
"Alhamdulillah, ilham baik mbak,,, sekolah juga lancar, masih ranking satu," jawabnya seraya mengacungkan jari telunjuknya dengan jenaka.
"Anak pintar," ucap Nabila seraya mengacak lembut pucuk kepala ilham. "Ayah sama Ibu kemana nang,, kok sepi?" Tanya Nabila mengedarkan pandangan.
"Ayah dan Ibu lagi kondangan mbak, dan beliau berpesan supaya ilham tetap di rumah nungguin Mbak Billa pulang," jawab ilham sambil menautkan kedua alis nya, "tapi kenapa mbak Billa ngajak rombongan segini banyak? Mereka siapa mbak?" Tanya ilham menuntut jawab.
"Oh iya, pa,, ma,, kenalin, ini ilham adiknya Billa," Nabila memperkenalkan adiknya kepada papa Sultan dan keluarga.
Ilham terlihat berbisik di telinga kakak nya, "kok mbak Billa manggilnya gitu, emang mereka siapa? Calon mertua mbak Billa ya?" Tanya ilham tersenyum menggoda
"Udah sana cepetan salim," elak Nabila seraya mendorong pelan tubuh sang adik.
Kemudian ilham dengan santun menyalami satu per satu anggota keluarga papa Sultan, dan mencium punggung tangan mereka dengan takdzim.
"Wah ganteng ya adiknya,, sopan lagi," ucap mama Sekar kagum pada sosok ilham.
"Kuliah dimana dek?" Tanya Fatima.
"Masih SMA, em,,," ilham nampak ragu.
"Panggil kakak, kak Fatima," ucap Fatima yang mengerti kebingungan ilham.
dert,,, dert,,, dert,,,
Terdengar dering ponsel yang bergetar milik papa Sultan di saku celananya, buru-buru papa Sultan mengambil ponselnya dan sekilas terlihat di layar ponsel nama Jessica,,, "ada apa anak ini telfon?" Gumam papa Sultan seraya mengernyit.
Fatima yang berdiri tak jauh dari papa nya dan melihat nama Jessica di layar ponsel sang papa, segera menghampiri, "pa maaf, boleh kakak saja yang angkat?" Pintanya memohon.
Dengan tersenyum papa Sultan mengangguk dan memberikan ponselnya kepada putri sulungnya, "katakan apa yang ingin kamu katakan, papa sudah lelah dan ingin yang terbaik untuk adikmu," ucap papa Sultan.
__ADS_1
Fatima hanya mengacungkan ibu jarinya dan tersenyum, kemudian berjalan menjauh untuk menerima panggilan Jessica.
Setelah Fatima menjauh, Nabila mengajak yang lain untuk masuk kedalam rumah nya, "silahkan masuk pa, ma, bang yusuf,,," ucap nya ramah mempersilahkan tamunya untuk masuk kedalam seraya membuka pintu rumah dengan lebar.