Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
EP_ Negeri di Atas Awan


__ADS_3

Hari berganti, minggu pun berlalu. Tanpa terasa kini usia kandungan istri bos RPA Group telah mencapai usia enam bulan. Perut Nabila sudah mulai membuncit, pipi nyonya bos itu pun semakin terlihat cabi. Dan hal tersebut membuat Rehan semakin gemas melihat nya, hingga seringkali daddy tampan itu terlihat mencubit mesra pipi sang istri.


Mereka baru saja dari dokter kandungan untuk pemeriksaan rutin, dan Alhamdulillah hasil nya semua sehat. Si baby tumbuh dengan sempurna dan sangat aktif dan kondisi fisik Bumil muda itu juga sangat sehat.


Dan hal tersebut membuat Rehan tak ragu untuk membawa istri nya turut serta berbulan madu rame-rame bersama sahabat-sahabat nya, seperti yang pernah mereka rencanakan dulu. Saat ini mereka tengah berkemas untuk berangkat ke daerah dataran tinggi yang terletak di Jawa Tengah, yang terkenal dengan sebutan Negeri di atas awan.


Dieng, adalah sebuah daerah yang merupakan destinasi wisata dengan banyak tempat indah yang dapat dikunjungi dan sering mendapat julukan Negeri di atas awan karena lokasinya yang berada di ketinggian. Selain julukan tersebut, Dieng juga dikatakan sebagai Tanahnya Para Dewa, julukan tersebut berasal karena Dieng dulunya merupakan pusat peradaban agama Hindu pada sekitar abad ke tujuh.


Berada pada ketinggian 1.600 hingga 2.100 m dari permukaan laut, dengan suhu udara berkisar 12 sampai 20 °C di siang hari dan 6 hingga 10 °C di malam hari dan pada musim kemarau yaitu antara bulan Juli dan Agustus, suhu udara di Dieng dapat mencapai 0 °C di pagi hari hingga dapat memunculkan embun beku yang menyerupai salju.


Sebagai dataran tinggi vulkanis, Dieng dapat dikatakan sebagai salah satu kawasan dengan bentang alam terunik di Indonesia. Dan dengan suhu udara nya yang sangat dingin tersebut, Dieng sangat cocok dijadikan sebagai destinasi honeymoon bagi pasangan yang baru saja menikah.


Dan di dataran tinggi Dieng inilah keempat sahabat bersama pasangan nya masing-masing, menjatuhkan pilihan nya untuk berbulan madu be rame-rame.


Mereka bertolak dari Jakarta bakda sholat jum'at, butuh waktu sekitar delapan jam dengan menempuh jarak sejauh lebih 446 km untuk bisa sampai ke Dieng.


Tiba di Dieng hari sudah gelap, dan mereka langsung menuju homestay yang sudah mereka reservasi sebelum nya. Sebuah rumah klasik yang terdiri dari empat kamar tidur dengan fasilitas hotel berbintang, ruang tamu, ruang keluarga yang cukup luas dan dapur modern.


Mereka langsung menuju kamar masing-masing untuk membersihkan diri, sebelum hunting makan malam kuliner khas daerah tersebut.


Tak berapa lama, mereka pun sudah berkumpul di ruang keluarga. Namun karena suhu udara nya yang sangat dingin, akhirnya mereka memutuskan untuk delivery order makanan saja.


Nisa dan Nabila yang memang sudah tidak asing dengan daerah tersebut, memilihkan menu makanan khas kota Wonosobo tersebut yaitu mie ongklok lengkap dengan sate sapi untuk santap malam mereka. Olahan makanan dengan taburan lada tersebut sangat cocok untuk menghangatkan tubuh, di tengah dingin nya udara di Dieng.


Mereka menikmati makan malam sambil ngobrol hangat di ruang keluarga, "mbak Billa, bakda subuh nanti ikut naik ke bukit Sikunir enggak?" Tanya Nisa pada kakak nya.


"Ikut,, ikut,, boleh kan bang?" Pinta Nabila pada sang suami sambil merajuk.


"Enggak yang,, kamu kan lagi hamil? Abang enggak izinkan kamu jalan kaki terlalu jauh, apalagi jalanan nya juga menanjak!" Tolak Rehan, yang memang sudah mengetahui tentang bukit Sikunir melalui searching di internet.


Ya, lokasi bukit Sikunir yang berada di Desa Sembungan Kabupaten Wonosobo berada di ketinggian 2.300 meter dari permukaan laut, sehingga desa ini juga disebut sebagai desa tertinggi di pulau Jawa.

__ADS_1


"Kan cuma jalan tiga puluh menit aja bang dari sini? Billa kuat kok kalau cuma naik segitu?" Kekeuh Nabila yang ingin ikut, "emang abang enggak pengin lihat golden sunrise tercantik se Asia Tenggara?" Bujuk Nabila yang ingin menunjukkan keindahan sunrise Sikunir pada sang suami.


"Yang,, tak ada sunrise di belahan dunia manapun yang dapat menandingi keindahan bola matamu dan kecantikan wajah mu," ucap Rehan menatap mesra manik hitam sang istri.


"Gombal,," cibir Alex, Alvian dan Devan bersamaan.


"Biarin,, gue merayu istri gue sendiri juga.. syirik aja kalian!" Ketus Rehan.


Golden sunrise di bukit Sikunir yang muncul dibalik punggung gunung Sindoro, memang sangat mempesona. Bersamaan dengan makin naiknya sinar matahari, rumah-rumah di lereng gunung dan bukit-bukit nan hijau mulai terlihat dan semakin menambah keindahan mahakarya dari Sang Pencipta.


Selain itu, bukit Sikunir juga menawarkan keindahan panorama delapan gunung yang berada di sekitar nya. Gunung-gunung yang dapat terlihat bersamaan ketika matahari terbit di antaranya Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Prau, Gunung Slamet, Gunung Merbabu, bahkan Gunung Merapi.


Dan di sekitar bukit Sikunir, dapat dijumpai beberapa tempat wisata yang sangat indah. Diantara nya adalah Telaga Cebong, telaga alami yang dulunya merupakan kawah purba seluas sekitar 18 hektar. Telaga ini terletak di kaki Bukit Sikunir, yang merupakan titik awal untuk memulai pendakian.


Selain Telaga Cebong, tempat lain yang dapat dikunjungi adalah Kompleks Candi Arjuna yang merupakan kumpulan bangunan candi hindu yang berdiri berjajar di kawasan wisata dataran tinggi Dieng, dan merupakan candi tertua di Pulau Jawa yang dibangun pada masa Wangsa Sanjaya pada awal abad ke sembilan.


Tak jauh dari komplek Candi Arjuna, terdapat Kawah Sikidang yang merupakan kawah belerang aktif dan menjadi salah satu maskot pariwisata dataran tinggi Dieng. Kawah ini memiliki satu telaga air panas kecil, dengan air yang selalu mendidih.


"Kasih ijin aja bang,, kan cuma naik bukit? Mbak Billa dulu kan penakluk gunung-gunung tinggi? Hampir semua gunung tinggi di pulau Jawa, seperti gunung Lawu, gunung Semeru, gunung Slamet, sudah mbak Billa daki loh bang..." Nisa ikut membujuk.


"Beneran kamu dulu suka naik gunung yang,,?" Tanya Rehan menatap curiga sang istri.


Nabila hanya tersenyum,,


"Sama siapa aja yang, ada cowok nya kah? Apa kamu juga berpegangan tangan?" Rehan nampak mulai cemburu.


"Yaelah Rey,, cemburu lu enggak beralasan!" Seru Devan yang bisa melihat kecemburuan di mata sahabat nya itu.


"Tahu tuh si Rehan, udah lewat juga.. pakai cemburu segala?!" Timpal Alvian.


"Biasalah si bos,, udah bucin dia sama bumil nya," Alex pun ikut mengolok sahabat sekaligus atasan nya itu.

__ADS_1


"Kalau pun pegangan tangan, itu hanya untuk saling bantu bang,, saling tolong menolong," jelas Nisa pada Rehan, mencoba membela sang kakak.


"Apa kamu dulu juga begitu dik?" Tanya Alex pada sang istri, yang juga mulai was-was.


Nisa mengangguk,


"Dik Nisa bahkan sudah sampai gunung Rinjani dan gunung Kerinci," balas Nabila melirik Alex.


"Wah, sama dong kita Nis," timpal Lusi nampak bersemangat.


Devan terkejut, "honey,, kamu juga suka mendaki gunung?" Tanya nya dengan ekspresi khawatir.


"Iya, asyik loh,," jawab Lusi dengan mata berbinar.


"Emang seru ya kalau pas lagi mendaki, apalagi jika cuaca cerah dan kita bisa melihat sunrise... rasa nya, ada kepuasan tersendiri," timpal Susan yang sedari tadi hanya diam menyimak.


"Beib,, jangan bilang kalau kamu juga suka naik gunung?" Selidik Alvian menatap sang istri.


Susan tersenyum, "kalau iya, emang nya kenapa kak Al?" Susan balik bertanya pada sang suami.


"Nah kan,, apa cemburu kalian itu juga beralasan?!" Tanya Rehan pada ketiga sahabat nya, yang juga merasa cemburu pada pasangan nya masing-masing.


Alvian tersenyum kecut, "bro,, ternyata, di balik kelembutan wanita-wanita ini mereka adalah sosok-sosok yang tangguh," ucap Alvian, "kita justru kalah sama mereka," lanjut nya.


"Siapa bilang kita kalah?! Hampir tiap malam gue mendaki gunung, bahkan bukan cuma sekali.. dan gue kuat,," balas Devan seraya terkekeh.


"Kalau itu, gue juga bisa,, bukan hanya mendaki gunung, tapi juga menuruni lembah," timpal Alex ikut terkekeh.


Yang lain hanya menggeleng-gelengkan kepala, mendengar celoteh absurd mereka.


Tanpa terasa, mereka asyik berbincang dan bercanda hingga malam telah semakin larut.

__ADS_1


"Yang, yuk ke kamar... abang mau mendaki gunung," ucap Rehan seraya bangkit dan mengajak sang istri untuk menuju kamar nya.


__ADS_2