Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Terbang Melayang


__ADS_3

Happy weekend readers kesayangan,,,


Yuk ah, kita malam mingguan 😍


°°°°°°


Mereka telah selesai melaksanakan ibadah sholat isya' berjama'ah, Rehan menoleh ke belakang kearah sang istri, "kita sholat sunnah dulu sayang, dua rakaat," ucap nya lembut, dan kemudian segera berdiri.


Nabila mengangguk, mengerti ajakan suami nya.


Rehan kembali memimpin sholat sunnah untuk malam pertama mereka, keduanya nampak khusyuk dalam menjalankan ibadah.


Setelah beberapa saat, mereka terlihat sudah selesai mengerjakan ibadah sholat sunnah.


Rehan kemudian mundur untuk menghampiri sang istri, dia letakkan telapak tangan nya di ubun-ubun sang istri seraya membaca do'a untuk malam pertama mereka : "Bismillaahirrahmaanirrahiim, Allahumma baarik lii fii ahlii, wa baarik lahum fiyya. Allahummazuqnii minhum warzuqhum minni. Allahummajma' baynanaa maa jama'ta ila khairin, wa farriq baynanaa idza farraqta ilaa khairin."


"Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku dan istriku, serta berkahilah mereka dengan sebab aku. Ya Allah, berikanlah rezeki kepadaku lantaran mereka, dan berikanlah rezeki kepada mereka lantaran aku. Ya Allah, satukanlah antara kami dalam kebaikan dan pisahkan lah antara kami dalam kebaikan."


Rehan mengakhiri do'a nya dengan mencium kening sang istri dengan lembut. Dan dibalas Nabila dengan mencium punggung tangan nya. "Cuma cium tangan aja sayang... gak ada yang lain?" Goda Rehan.


Nabila tersipu, "abang,,, apaan sih?"


"Please,, dikit aja," pinta Rehan menyodorkan pipinya.


Dengan malu-malu Nabila akhirnya mencium pipi sang suami, namun dengan cepat Rehan menyambar bibir istri nya dan mengecupnya sekilas. "Hemm,,, manis," ucap Rehan dengan senyum penuh kemenangan.


Nabila mengerucutkan bibir nya, "abang curang."


"Mau lagi yang?"


"Enggak ah," rajuk Nabila seraya beranjak dari tempat duduknya, dan kemudian bergegas membereskan mukena dan sajadah yang dipakainya untuk sholat.


Selesai berbenah, Nabila menuju almari untuk mengambilkan baju tidur suami nya dan segera memberikan nya pada sang suami.

__ADS_1


Rehan menerima piyama yang diberikan oleh istri nya, dengan segera dia membuka baju koko serta sarung yang dipakainya dan hanya menyisakan boxer saja.


Nabila yang sedang membongkar koper nya dan tanpa sengaja melihat aksi suami nya, terlonjak kaget, "abang kenapa ganti baju nya disini?!"


"Emang kenapa yang? Ada yang salah?"


"Ya,,, gak apa-apa sih," ucap Nabila salah tingkah dan segera membuang pandangannya, wajah nya terasa panas karena malu. Buru-buru Nabila meneruskan aktifitas nya, menata pakaian milik nya di almari.


Rehan yang menyaksikan istri nya masih saja bersikap malu-malu terhadapnya, dibuat senyum-senyum sendiri. Dia nampak menggeleng pelan dan segera mengenakan piyama tidur yang telah diberikan oleh istri nya tadi. Rehan kemudian beranjak menuju tempat tidur, menyandarkan tubuh nya pada kepala ranjang seraya mengamati aktifitas sang istri.


Lama Nabila terdiam di depan almari, dia tampak tengah kebingungan, "tadi Nisa bilang, baju-baju ku udah dimasukin semua... tapi kok gak ada! Apa dia lupa ya?" Lirihnya bergumam.


Rehan yang menangkap kebingungan sang istri bertanya, "cari apa yang?"


Nabila masih diam, dia bingung harus jawab apa... hingga beberapa saat, "kayak nya Nisa lupa deh bang, gak bawain Billa baju tidur,," jawab nya lirih.


"Masak sih, coba abang bantu cariin," seraya beranjak dari tempat tidur dan menghampiri istri nya.


"Gak usah bang, Billa pakai dress ini gak apa-apa kok," tolaknya nampak menyembunyikan sesuatu.


Nabila mengambil gaun tidur tipis dari tangan sang suami, "tapi ini tipis banget bang, disini kan dingin?" Rajuk nya tak mengerti.


"Sudah pakai aja, ada abang yang akan menghangatkan mu," ucap nya lirih di telinga sang istri.


"Serrr,,, jantung Nabila berdesir, buru-buru Nabila bergegas menuju kamar mandi untuk berganti.


Setelah Nabila masuk kedalam kamar mandi, Rehan segera menyalakan lilin dengan aroma terapi yang menenangkan. Mematikan semua lampu dan memutar musik romantis, kemudian dia kembali ke tempat tidur dan duduk di sana dengan bersandar di kepala ranjang seperti semula seraya memejamkan mata.


Beberapa menit kemudian, tampak Nabila keluar dari kamar mandi. Sejenak dia tertegun dengan suasana romantis yang tiba-tiba tercipta, namun segera dia tersadar dan tersenyum malu-malu. Dengan gontai Nabila melangkah menuju tempat tidur, dan menghampiri sang suami. Cukup lama dia berdiri di sisi ranjang dan menatap lekat wajah sang suami yang disangkanya telah tertidur, "kasihan, bang Rehan pasti capek banget, dari singapura ke Bali terus ke Semarang tanpa istirahat," gumamnya dalam hati.


Tengah asyik dengan pikirannya tiba-tiba tangannya di genggam sang suami, "kenapa memandang abang seperti itu yang? Abang tetap tampan kan meskipun sedang tidur?" Rehan berbicara dengan mata masih terpejam, sedangkan tangannya menggenggam erat tangan sang istri.


"Abang,,, jahil banget sih, pakai pura-pura tidur segala?!" Rajuk nya dengan mencoba melepaskan tangannya dari genggaman sang suami.

__ADS_1


Bukannya terlepas, Rehan justru berhasil menarik tubuh istri nya hingga jatuh kedalam pelukan nya. "Aw,,," Nabila terpekik dan untuk beberapa saat dia terpana,,, sejenak kemudian dia berhasil menguasai keadaan. Dia sadar tubuh nya kini tepat berada di atas tubuh sang suami, tatapan mata mereka bertemu dan saling bertaut, ada kata tak terucap yang mewakili perasaan mereka saat ini. Jantung Nabila berdebar semakin kencang, ada gelenyar aneh yang tiba-tiba dia rasakan.


Begitupun dengan Rehan, dia merasakan ada sesuatu benda empuk dan kenyal yang menempel di dadanya. Hembusan nafas istri nya yang terasa hangat menyapu wajah nya, semakin membuat junior nya menegang. Rehan menelan saliva nya, dan mencoba menetralkan debaran jantung nya.


Dia gulingkan tubuh istri nya kesamping dengan perlahan, "abang berdo'a dulu ya sayang," ucap nya dengan lembut. Rehan kemudian membetulkan posisi mereka berdua menjadi duduk berdampingan, dan mulai membaca do'a untuk mengawali hubungan mereka sebagai suami istri ; "Bismillahirrahmasnirrahiim, Allaahumma jannibnaassyyaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa.” Arti nya, "Ya Allah, jauhkanlah aku dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang akan Engkau karunia kan kepada kami. Aamiin..." Dan kemudian Rehan mencium ubun-ubun sang istri dengan penuh perasaan,,,


"Aamiin,,," Nabila mengaminkan do'a suami nya dan tersenyum hangat pada sang suami. "Terimakasih sudah mau menjadi imam untuk Billa," ucap nya dengan tatapan penuh cinta.


"I love you bidadari syurga ku," balas Rehan dengan berbisik lembut di telinga sang istri, seraya menggigit kecil telinga istri nya yang seketika membuat Nabila meremang.


Untuk beberapa saat pandangan mereka bertemu, wajah mereka begitu dekat,,, hingga hembusan nafas keduanya terasa semakin tak beraturan. Rehan merebahkan tubuh istri nya dan memberikan kecupan lembut di bibir sang istri, ciuman yang hangat dan semakin dalam.


Nabila menyambut ciuman sang suami dengan membuka sedikit mulutnya, hingga Rehan semakin leluasa bermain-main di dalam nya. Lidah mereka saling membelit dan menyesap, mereguk manis nya cinta kasih mereka dengan iringan musik romantis yang semakin memabukkan.


Tanpa mereka sadari dan entah siapa yang memulai,,, kini keduanya telah sama-sama polos dan hanya tertutup oleh selimut tebal. Rehan memperlakukan istri nya dengan sangat lembut, dia benar-benar menunjuk kan kelihaiannya sebagai seorang pemimpin sekaligus sebagai suami yang penuh kasih.


Nabila mendesah menikmati setiap sentuhan lembut sang suami, jiwanya seakan terbang melayang,,,


Permainan mereka semakin lama semakin panas, bahkan dinginnya udara pegunungan dan guyuran air hujan yang tiba-tiba turun membasahi bumi, tak mampu mendinginkan suasana di kamar pengantin baru yang sedang dilanda pertempuran panas itu.




\_\_Mencintaimu dengan tulus, membawa ku pada kebahagiaan yang hakiki\_\_ (Rehan)



\*\*\*\*\*



Maaf, lanjut sendiri ya imajinasinya,,, ☺☺

__ADS_1


gak berani nulis banyak, takut gak dapet feel nya πŸ€—πŸ™πŸ™


__ADS_2