
Saya ucapkan Selamat Tahun Baru 2022,
Semoga apa yang menjadi harapan kita semua di tahun baru ini, dapat terwujud. Aamiin.
πππππ
Sepulang dari klinik tak henti Rehan melirik mesra sang istri yang duduk di samping nya, tangan kirinya terus menggenggam tangan Nabila. "Yang,, pengin sesuatu enggak?" Tanya Rehan sambil tetap melajukan kendaraan nya dengan pelan.
Nabila menggeleng, "belum pengin apa-apa sih bang, pengin cepat nyampai villa aja dan telpon ibu."
"Oh ya, kamu benar yang,,, kita harus berbagi kabar gembira ini dengan keluarga besar kita," ucap Rehan dengan sangat antusias, dia pun sudah tidak sabar ingin berbagi kebahagiaan dengan keluarga besar nya dan juga sahabat-sahabat nya.
Rehan kemudian menambah laju kendaraan nya menyusuri jalanan kota Bogor untuk kembali ke villa milik keluarga nya.
Setelah beberapa lama melakukan perjalanan, mereka tiba kembali di villa keluarga Alamsyah.
Dengan siaga Rehan mengangkat tubuh ramping sang istri hendak membawa nya masuk kedalam villa, "aw.." Nabila terpekik kaget saat tiba-tiba tubuh nya merasa melayang, "abang turunin, Billa bisa jalan sendiri,,," pinta nya pada suami tampan nya, "Billa malu bang, dilihat mamang sama bibi," lanjut nya mencoba berontak.
Tetapi Rehan tidak memperdulikan permintaan sang istri, Rehan terus saja membopong istri nya hingga sampai ke dalam kamar mereka.
Dengan perlahan Rehan mendudukkan istri nya di atas sofa empuk yang berada di sudut ruangan, "mau telpon ibu sekarang atau mau abang ambilkan sesuatu dulu yang?" Tanya Rehan penuh perhatian.
"Telpon dulu deh bang,, Billa belum pengin apa-apa. Nanti kalau Billa ingin sesuatu, Billa bisa ambil sendiri kok," tolak nya dengan halus.
"Eh,, enggak yang, kamu gak boleh banyak beraktifitas. Ingat kamu sedang mengandung sekarang, abang enggak mau kamu dan anak kita kenapa-napa," protes Rehan mengingatkan sang istri.
"Abang,,, Billa tuh cuma hamil, bukan sedang sakit! Kenapa jadi seribet ini sih?!" Nabila mengerucutkan bibir nya, tiba-tiba saja dia merasa kesal dengan perhatian lebih dari sang suami, padahal biasa nya dia akan merasa sangat bahagia jika diperlakukan seperti itu.
"Yang, abang minta maaf,,, bukan begitu maksud abang," sesal Rehan dengan tulus, dia menyadari istri nya saat ini sedang dalam mode merajuk. "Oke, kamu boleh melakukan apapun tapi tolong kasih tahu abang dan biarkan abang menemani kamu setiap kamu melakukan sesuatu,"' pinta nya memohon.
" Bener ya?!" Ancam Nabila, "Billa mau telpon ibu sekarang," pinta nya menuntut.
"Siap nyonya bos,,," Rehan mencoba mencairkan suasana hati sang istri, seperti nya dia paham betul dengan mood sang istri yang sering berubah-ubah. Rehan pun kemudian mengambil ponsel nya dan melakukan panggilan video kepada kakak nya,,,
Tut,, tut,, tut,,
Terdengar nada sambung dari ponsel nya, tak berapa lama wajah cantik Fatima muncul bersama sang mama memenuhi layar ponsel Rehan. "Assalamu'alaikum anak mama yang tampan," sapa mama Sekar seraya tersenyum bahagia.
"Wa'alaikumsalam wanita tercantik,,," balas Rehan menggoda sang mama.
__ADS_1
"Hmm,,, kalau sudah merayu gini, pasti ada mau nya," tebak mama Sekar.
"Rey, lu enggak pengin nyusul kita kesini?" Celetuk Devan dari jauh. Fatima kemudian mengedarkan kamera ponsel nya yang memperlihatkan keluarga besar mereka tengah berkumpul saat ini, hanya Alvian yang tidak tampak karena dia sedang menunggu papa Johan di rumah sakit.
"Wih, lagi pada ngumpul rupanya?" Ucap Rehan sedikit cemburu. "Ibu ada juga kan kak?" Tanya Rehan pada Fatima yang wajah nya muncul kembali di layar ponsel.
"Ada, kenapa dik?" Fatima mengarahkan kameranya kearah ibu Lin dan pak Ilyas yang duduk tak jauh dari mama Sekar dan papa Sultan. "Mau ngomong sama ibu?" Tanya Fatima.
"Iya nih, putri kesayangan ibu kangen..." jawab Rehan sambil mendekat kearah istrinya dan memperlihatkan wajah kedua nya. "Billa pengin nya ngobrol sama mama dan ibu, suruh beliau berdua jejeran gih kak,,," pinta Rehan pada sang kakak.
"Ada apa sih?" Tanya mama Sekar yang sekarang memegang ponsel nya dan nampak menggeser duduk nya mendekati sang besan.
"Ibu,, mama,," sapa Nabila dengan senyum mengembang, "mama dan ibu sehat kan?" Tanya Nabila, dia sepertinya kebingungan harus memulai darimana?
"Ada apa mbak? Kok, kayak bingung gitu?" Tanya ibu Lin yang menyadari ada sesuatu yang ingin disampaikan putri sulung nya.
Nabila menatap sang suami yang tengah memeluk bahu nya. "Ma, bu,,, kalian akan segera mendapatkan cucu," ucap Rehan mewakili sang istri dengan mata berbinar bahagia.
"Alhamdulillah,," ucap syukur mama Sekar dan ibu Lin berbarengan, yang diikuti oleh semua yang ikut mendengar nya. "Selamat ya,,, ucap semua nya serempak.
" Makasih ya," jawab Nabila seraya tersenyum lebar.
"Resep apaan? Emang acara memasak?!" Ketus Rehan pada sahabat absurd nya itu.
"Ck,, pelit!" Devan berdecak kesal, "dasar pedofil!" Imbuh nya masih dengan wajah yang dibuat kesal.
"Apa lu bilang, gue pedofil? Gue sama lu tua an lu bang Devan... dan istri kita seusia, kalau gue pedofil terus lu apaan?! Mbah nya pedofil!!" Balas Rehan ikutan absurd.
"Udah-udah,, malah berantem," sela mama Sekar melerai kedua nya, "moga kamu dan nak Lusi juga cepat menyusul," ucap mama Sekar mendo'akan pasangan tersebut yang diaminkan oleh semua nya.
"Selamat ya mbak, nak Rehan," ucap ibu Lin sesaat kemudian, "mbak Billa jaga kesehatan, kalau butuh apa-apa bilang baik-baik pada suami... dan kalau ada yang enggak bisa terpenuhi permintaan nya, jangan lama-lama ngambek nya," lanjut nya menasehati panjang lebar.
Rehan mengernyit,, dan kemudian tersenyum kecut. Rehan seolah mengerti, apa yang di ucap kan ibu mertua nya itu adalah peringatan untuk nya agar senantiasa siap siaga dalam mendampingi kehamilan sang istri yang mungkin saja akan menyusahkan diri nya.
Sedangkan pak Ilyas berdeham,,, seraya melirik sang istri. Dia ingat betul bagaimana dulu ibu Lin sangat rewel dan banyak mau nya saat mengandung Nabila.
"Rey,, kamu harus bisa membagi waktumu dengan lebih baik lagi, istri mu butuh perhatian lebih. Jaga mood nya agar senantiasa bahagia, karena itu sangat berpengaruh pada janin yang ada dalam kandungan nya." Titah mama Sekar pada sang putra.
Nabila tersenyum penuh kemenangan, seolah ada banyak rencana di benak nya untuk bermanja-manja pada suami bucin nya.
__ADS_1
"Iya ma," jawab Rehan sambil melirik sang istri. "Ma, Rey pengin ngomong sama Alex," pinta nya pada sang mama.
Mendengar nama nya disebut, Alex pun mendekat.. "Ada, apa Rey?" Tanya Alex yang berjongkok di samping mama Sekar.
"Lu dengar kan apa kata mama barusan? Itu artinya lu harus reschedule semua jadwal gue mulai besok, gue enggak mau ada jadwal yang lewat jam tiga sore. Jika terpaksa ada, lu yang harus menghandle nya." Titah Rehan tegas.
Papa Sultan tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala nya, dia tahu betul sifat putra nya yang sangat tegas, disiplin dengan bawahan dan selalu mengutamakan kepentingan keluarga.
"Ck,," Alex berdecak kesal, "kenapa lu enggak ambil cuti hamil aja Rey?! Sembilan bulan penuh juga enggak apa-apa, kalau sama pemberian ASI eksklusif berarti tambah enam bulan!" Ketus Alex dengan wajah di tekuk.
Fatima terkekeh mendengar penuturan Asisten Pribadi adik nya itu, "ambil pensiun dini aja dik, biar robot mu yang bekerja," celoteh Fatima menambah dongkol hati Alex.
"Kak,, kenapa jadi ikutan jahil sih?!" Protes Alex pada kakak dari sahabat nya itu.
"Udah, jangan ngambek.. besok kakak beliin sesuatu," bujuk Fatima merayu Alex yang sudah dianggap nya seperti adik kandung.
"Gue juga ya kak,,," pinta Devan.
"Sejak kapan lu manggil gue kakak?" Seru Fatima, "umur kita samaan ya,, dan wajah lu terlihat lebih tua dari pada wajah imut gue?!" Ucap Fatima narsis.
Yusuf hanya tersenyum melihat tingkah konyol sang istri.
"Ck,, lu enggak friend Fa.." Devan merajuk.
"Udah-udah,, jangan seperti anak kecil! Cepatlah pulang, nanti gue bagi resep nya," ucap Rehan mengakhiri perdebatan mereka. "Udah dulu ya kak, istri gue harus segera istirahat, assalamu'alaikum," Rehan mengakhiri obrolan jarak jauh nya dengan mengucap salam.
π·π·π·π·π·
Promo Novel Kedua,,, βΊ
"Akhir Sebuah Penantian" π
Rilis mulai pagi ini, menyambut tahun baru 2022.
Mohon dukungan, like, vote dan favorit... π€π
Novel kedua ini saya ikutkan even,,, manusia wajib berusaha, tapi Allah lah penentu segala nya.
Semoga mendapatkan hasil terbaik, aaminn... π
__ADS_1