
Di ruangan meeting, nampak Susan sedang beramah tamah dengan para tamu, dua orang pria dan seorang wanita.
Mereka adalah pak Yuda selaku Presiden Direktur dari Perusahaan Garmen XX, yang hendak menindaklanjuti pengajuan proposal penawaran kerja sama yang telah diserahkan oleh manager keuangan dan sekretarisnya beberapa waktu yang lalu. Pak Yuda didampingi oleh Rahmat, manager keuangan yang duduk dengan tenang tepat di sebelah nya. Dan seorang gadis dengan dandanan mencolok, mengenakan pakaian sedikit terbuka di bagian atas dan rok yang super mini, duduk dengan angkuh di sebelah Rahmat.
Cek lek,,,
Terdengar pintu ruangan terbuka, Rehan masuk dengan diikuti Alex yang masih mengekor di belakang nya, "selamat pagi semuanya," sapa Rehan ramah kepada tamu yang sudah menunggu di ruangan meeting tersebut.
"Pagi tuan muda Alamsyah," jawab Pak Yuda dan Rahmat bersamaan.
Sedangkan gadis yang duduk di samping Rahmat nampak terpana melihat kedatangan Rehan, "tampan sekali dia, sudah tampan seorang Presdir lagi," gumamnya dalam hati, "dan perusahaan nya enggak main-main, punya om Yuda bahkan enggak ada apa-apa nya," lanjutnya menyusun rencana.
Rehan segera menempati kursi kebesarannya, di susul Alex yang segera duduk tepat di sampingnya. "Oke, seperti nya semua sudah siap, bisa langsung kita mulai saja? Susan, silahkan,,," titahnya pada sang sekretaris untuk mulai membuka meeting tanpa menunggu persetujuan dari yang lain.
Susan segera membuka acara meeting tersebut dengan sangat lancar, tanpa ada kendala sedikitpun. Ya, Susan telah bekerja di perusahaan RPA Group sudah cukup lama, selain cantik dia juga pintar dan posisi sekretaris sangat cocok untuknya.
Kini giliran dari Perusahaan Pak Yuda untuk mempresentasikan proposal penawaran yang telah mereka ajukan beberapa waktu yang lalu, dan Pak Yuda telah menunjuk sekretaris nya yang baru untuk mempresentasikan proposal penawaran yang dibuat oleh Nabila kala itu.
Gadis itu mulai berdiri dan menyapa semua yang hadir di ruang meeting sebelum melakukan presentasi, "Selamat pagi semuanya," sapa gadis itu dengan senyum yang dibuat semanis mungkin, matanya tak pernah lepas dari sosok tampan yang duduk di kursi Presdir. "Perkenalkan, saya Selly Anastasya sekretaris di Perusahaan Garmen XX," dia mulai memperkenalkan diri sebelum melanjutkan presentasinya.
Ya, Selly telah diangkat oleh Pak Yuda sebagai sekretaris seperti permintaan Kinanti istrinya, menggantikan Nabila yang di pecat beberapa waktu yang lalu.
Selly nampak mempresentasikan proposal penawaran dengan kurang fokus, matanya masih terus menatap kearah Bos RPA Group yang bahkan sama sekali tidak pernah melihatnya.
Hingga beberapa saat, "maaf tuan Yuda," ucap Rehan menyela presentasi Selly.
"Iya tuan muda Alamsyah, ada apa?" Pak Yuda nampak bingung, karena Bos dari RPA Group menghentikan presentasi sekretaris nya.
"Tadinya saya sangat tertarik dengan proposal penawaran yang telah anda ajukan, dan saya membayangkan proposal ini pasti lebih menarik jika di presentasikan." Sejenak Rehan menghentikan ucapannya, "tapi ternyata semua yang disampaikan oleh sekretaris anda, jauh diluar ekspektasi saya. Proposal ini menjadi tidak berbobot dan tidak ada nilai jualnya," Rehan menjelaskan kekecewaannya dengan panjang lebar.
"Maaf tuan muda Alamsyah," apakah tidak ada kesempatan untuk kami?" Pak Yuda bertanya dengan memohon.
Sedangkan Selly yang langsung mendudukkan diri di tempatnya hanya tertunduk, lenyap sudah keangkuhan yang selalu ditunjukkannya sejak pertama kali datang tadi. "Sialan,,, dia memang tampan sih, tapi sombong!" Gumamnya dalam hati, "tapi hal itu justru tantangan tersendiri buat gue," bisik nya dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
Rahmat nampak ikut berbicara, "maaf tuan muda, barangkali saya bisa sedikit menambahkan?" Pinta Rahmat sedikit ragu. "Kebetulan saat itu yang menyerahkan proposal itu kepada perwakilan dari RPA Group adalah saya sendiri dan nona Nabila," Rahmat menghentikan sejenak ucapannya, nona Nabila adalah sekretaris yang lama," lanjutnya menjelaskan.
"Apa anda yang membuat proposal ini tuan manager? Kenapa bukan anda sendiri yang mempresentasikan nya?" Cecar Rehan.
"Bukan saya yang membuatnya tuan muda," ucap Rahmat tergagap.
"Maaf tuan Rahmat, tuan Yuda, saya kira cukup sampai disini." Nampak Rehan melirik kearah Asistennya memberikan isyarat. "Tapi kalau tuan Yuda bisa menghadirkan pembuat proposal ini, saya akan mempertimbangkannya," lanjut Rehan dengan pasti.
"Alex yang sedari tadi menyimak semuanya, segera mengambil ponsel begitu Rehan memberikan isyarat lewat tatapan matanya. Alex nampak mengetikkan sesuatu, dan segera mengirimkan pesan kepada seseorang.
"Tuan muda Alamsyah,,, saya tidak bisa menghadirkan sekretaris yang sudah saya pecat, tidak mungkin saya menjilat ludah saya sendiri," ucapnya dengan tegas. "Karena jelas-jelas dia sudah berani memasukkan obat perangsang dalam minumanku," gumamnya dalam hati.
Ting,,,
Terdengar bunyi pesan masuk di ponselnya, sesaat setelah Pak Yuda, mengatakan keberatannya kepada Rehan.
Pak Yuda, melirik ponselnya yang berada di atas meja. "Pesan masuk dari Satpam Budi," lirih nya bergumam, dan segera membukanya tanpa mengambil ponsel itu, "maaf tuan Bos, saya menemukan bukti rekaman yang bisa membuktikan bahwa nona Nabila tidak bersalah," Pak Yuda membaca pesan yang masuk ke ponselnya tanpa mengeluarkan suara.
"Silahkan tuan Yuda," Rehan mempersilahkan.
Setelah beberapa saat, Pak Yuda kembali dengan raut wajah yang merah padam. Seperti menyimpan amarah, bercampur rasa malu dan penyesalan. "Maaf, jika lama menunggu," ucapnya dengan tak enak hati sambil memaksakan diri tersenyum kepada Presdir RPA Group.
"Tidak mengapa tuan Yuda," jawab Rehan dengan santai.
"Tuan muda Alamsyah, saya cabut ucapan saya yang tadi," ucap Pak Yuda menatap serius kearah Rehan, "saya akan mencoba menghadirkan sekretaris lama saya selaku pembuat proposal ini," lanjutnya sungguh-sungguh sambil menunjuk proposal di hadapannya.
"Oh ya? Kapan? Saya akan sediakan waktu khusus untuk anda," Rehan menanggapi nya dengan hati berbunga-bunga dan tersenyum lebar.
"Besok siang, saya pastikan bisa hadir kembali disini bersama Nabila," ucap Pak Yuda dengan yakin.
Rahmat terlihat ikut senang mendengar keputusan Bos nya, "Alhamdulillah semoga tuan Bos meminta Nabila untuk bekerja kembali di perusahaan," lirih nya penuh harap.
Namun tidak demikian dengan Selly, "kurang ajar, lagi-lagi Nabila jadi benalu dalam karirku," Selly mengumpat dalam hati.
__ADS_1
Asisten Pribadi yang telah berhasil menjalankan misi atasannya itupun tersenyum senang, "cinta bisa merubah segalanya, dan Bos gue yang sedingin salju kini benar-benar telah menjelma menjadi,,,"
"Alex," panggil Rehan sambil menepuk bahu Asistennya.
Alex tergagap dan segera tersadar dari lamunannya, "siap Bos," ucapnya sambil nyengir dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Jadwalkan ulang pertemuan kita besok siang, sekaligus untuk makan siang," titahnya pada Asisten yang masih terlihat sedikit gugup itu.
Susan yang duduk di sebelah Alex dan mengetahui kelakuan Asisten Bos nya itu pun tersenyum.
"Kalau begitu, meeting nya di restoran yang biasanya saja Bos," Alex memutuskan sepihak, "tepatnya di jam makan siang, karena pagi kita ada kunjungan lapangan di daerah Jakarta Timur," lanjut Alex menjelaskan pada Bos nya.
Rehan menganggukkan kepala tanda setuju, "bagaimana tuan Yuda, apakah anda bisa?" Tanya Rehan memastikan.
"Siap tuan muda Alamsyah, kami akan datang besok," jawab nya dengan mantab.
"Oh ya, satu lagi tuan Yuda,,," ucap Rehan sekilas melirik sekretaris angkuh yang duduk di samping Rahmat, "tolong bilang sama karyawan anda, agar lebih sopan dalam berpakaian," menghentikan sejenak ucapannya, "di perusahaan adalah tempat untuk mendedikasikan kemampuan diri dan bukan tempat untuk pamer body," lanjut Rehan dengan sangat tegas, dia terlihat sangat muak dengan penampilan Selly yang dinilainya terlalu fulgar itu.
Pak Yuda melirik kearah Selly, dan terlihat sangat malu dengan penampilan sekretaris sekaligus keponakan kesayangan istrinya. "Baik tuan Rehan, maaf jika anda merasa tidak nyaman," ucapnya penuh penyesalan.
Selly semakin menundukkan pandangan nya, dia benar-benar malu dan marah,,, "awas, aku pastikan lu akan bertekuk lutut dan mencium kaki gue untuk minta maaf Rehan," gumamnya dengan dada yang bergemuruh.
"Oke tuan Yuda, saya tunggu besok siang dan silahkan bisa lanjutkan obrolannya dengan Asisten saya," sambil beranjak dan bergegas meninggalkan ruang meeting dengan senyuman penuh arti.
Yang mau double up lagi,, mana komen nya???
Bang Rehan tunggu dukungan dan pesona kalian di kolom komentar,,, "kata bang Rehan dengan lembut dan tersenyum hangat." πππ
__ADS_1