
"Jangan lari-larian nak,,," seru Alex mengingatkan.
"Huh,,, Kevin capek," ucap nya terbata, dengan nafas yang masih memburu sesaat setelah dia sampai di hadapan Alex.
"Kevin duduk dulu sini,,," dengan sigap Alex mengangkat tubuh kecil Kevin dan mendudukkannya di hadapan Nisa.
"Udah selesai main-main nya? Yang lain mana?" Tanya Nisa seraya mengedarkan pandangan.
"Masih di sana tante," jawab Kevin sambil menunjuk arah dari mana tadi dia datang.
"Kevin udah ngantuk? Mau bobok sekarang? Om panggil kan bibi Ani ya?" Alex hendak bangkit untuk memanggil pengasuh Kevin.
"No,, no,, om, malam ini Kevin mau bobok sama bang Zaki dan kak Fira. Besok kalau mommy sudah pulang, Kevin bobok nya sama mommy." Ucap nya dengan antusias.
"Kok, sama mommy... terus daddy gimana?" Alex bertanya bingung.
"Daddy kan sudah besar, jadi harus bobok sendiri," jawab Kevin polos.
"Waduh,, gawat ini!" Alex nampak frustasi.
"Kenapa mas?" Tanya Nisa tak mengerti.
"Kevin minta bobok sama mommy nya, pasti nanti mas yang disalahin sama daddy nya... dikira ngajarin yang enggak benar, coba deh dik Nisa kasih pengertian sama dia," ucap Alex lirih sambil menunjuk Kevin dengan dagu nya.
Nisa terkekeh pelan,, "Kirain ada apa, sampai mas Alex panik gitu? Ternyata itu toh... ya, baiklah akan Nisa coba untuk membujuk nya."
"Kenapa bisik-bisik lagi om, tante??" Kevin mulai kepo.
"Ehm,, enggak ada apa-apa sayang.." jawab Nisa seraya menggeleng.
"Kevin mau enggak seperti bang Zaki? Punya adik yang cantik dan lucu kayak kak Fira?" Nisa mulai memancing.
"Mau banget tante,," jawab Kevin antusias, "tapi,,," sejenak Kevin menghentikan ucapan nya, "dulu Kevin pernah minta sama daddy dan daddy bilang enggak bisa?" wajah Kevin berubah sendu.
"Dulu daddy kan masih sendirian, ngurus Kevin sendiri terus daddy juga harus kerja... kalau sekarang kan sudah ada mommy yang bantuin daddy ngejaga Kevin, jadi daddy sudah bisa membuatkan adik bayi yang lucu buat Kevin. Tapi ada syarat nya?" Nisa mencoba membuat penawaran.
"Apa syarat nya tante?" Tanya Kevin dengan tidak sabar.
__ADS_1
"Daddy harus kerja sama dengan mommy,, jadi nanti kalau daddy sama mommy sudah pulang, mereka harus tidur satu kamar dan enggak boleh di gangguin. Gimana,,, Kevin mau bantuin kerja sama daddy dan mommy enggak? Agar daddy sama mommy tidur nya bareng dalam satu kamar?" Nisa meneliti netra biru milik Kevin, berharap-harap cemas. "Susah juga ternyata ngejelasin sama anak kecil," gumam nya dalam hati.
"Kevin tahu enggak, ini projek rahasia kita loh... kalau nanti berhasil, Kevin bakalan jadi abang yang hebat!" Alex ikut membujuk Kevin.
Nisa mengernyit,, "kosa kata apa lagi sih ini mas Alex, ada-ada aja deh," lirih nya seraya menggeleng pelan.
"Oke tante, oke om, deal ya... ini projek rahasia," ucap nya seraya mengajak Alex dan Nisa untuk high five, jadi daddy sama mommy juga gak boleh tahu ya kalau kita sedang mengerjai mereka berdua," ucap Kevin penuh semangat. "Kevin gak akan ngijinin mommy untuk bobok sama Kevin," lanjut nya berjanji.
Alex dan Nisa saling pandang, dan kemudian tersenyum masam.. "itu sih bukan dikerjain nak, tapi yang diharapkan daddy mu," gumam Alex dalam hati.
"Dik, mas panggil Ilham dulu ya... dah malem banget ini, anak-anak harus segera tidur." Alex segera bergegas menuju ke tempat Ilham dan kedua kakak sepupu Kevin.
*****
Pagi menyapa, sinar mentari yang menerobos masuk melalui celah jendela kaca tak mampu membangunkan dua anak manusia yang kembali terlelap setelah melanjutkan aktifitas ranjang nya seusai menunaikan ibadah sholat shubuh tadi.
Dinginnya udara pegunungan di kaki gunung Merbabu, membuat kedua insan yang tengah dimabuk asmara itu betah berlama-lama bergelung dibawah selimut yang tebal.
Hingga suara dering ponsel membangunkan kedua nya, "yang, hp abang bunyi deh kayak nya," dengan mata masih terpejam Rehan mencoba menggapai ponsel nya yang berada di atas nakas di samping tempat tidur nya, tanpa melepaskan pelukan nya pada sang istri yang masih menyusupkan wajah nya di dada bidang milik nya.
"Siapa bang?" Tanya Nabila dengan suara khas bangun tidur.
"Jessica,,, mantan abang, ini abang angkat atau abang abaikan saja yang?" Rehan bertanya pada sang istri demi menjaga perasaannya.
"Angkat aja bang, Billa gak apa-apa kok... lagian dia kan hanya bagian kecil dari masa lalu abang," ucap Nabila sambil mencoba menggeser posisi tidur nya, tapi di tahan oleh sang suami.
"Hm,, baiklah, abang loud speaker biar kamu ikut dengerin obrolan kami," Rehan langsung menggeser tombol hijau di layar ponsel nya.
"Halo sayang,," terdengar suara Jessica mendesah menyapa Rehan di ujung telfon.
Rehan menatap sang istri, meminta persetujuan Nabila hendak mengakhiri sambungan telponnya karena merasa jengah dengan ulah Jessica. Tapi Nabila menggeleng, mengisyaratkan agar suami nya tidak memutus sambungan telpon itu.
"Halo Jes, ada apa?" Tanya Rehan malas.
Bukannya menjawab Jessica malah mengganti panggilan nya dengan mode video call,,
Rehan mendekatkan ponsel nya kearah sang istri, "VC,,, apa mau tetap dilayani yang?"
__ADS_1
"Turuti aja bang, biar kita tahu apa maunya dia? Tapi, tunggu,,, tunggu,," Nabila menggeser dan mengatur posisi nya hingga seakan Rehan tampak begitu posesif memeluk nya.
Rehan tergelak melihat tingkah istri nya,, "hem,, ya,, ya,, abang tahu maksud kamu yang, siap-siap mendesah ya?" Goda Rehan.
"Ih abang,, ini hanya akting, kondisikan tangan abang! Awas, jangan nakal! Dah, buruan di geser layar nya,,,"
Rehan masih tergelak, "oke,, oke,, nyonya bos," Rehan segera menggeser layar ponsel nya menerima permintaan VC dari Jessica. Nampak wajah Jessica memenuhi layar ponsel Rehan, berpose menantang hanya dengan mengenakan bra dan CD saja memamerkan bodi seksinya.
"Sayang, mataku ternoda,,," bisik Rehan ditelinga sang istri.
Jessica nampak frustasi melihat pemandangan yang memenuhi layar ponsel nya, dia melihat Rehan tengah memeluk wanita dan mendekap nya di dada, tubuh mereka berdua tertutup selimut tebal. Satu tangan Rehan memegang ponsel, dan tangan satu nya menelusup kedalam selimut entah apa yang dilakukan. Rehan sama sekali tak memandang nya, hanya sekilas melirik tadi dan langsung menghadapkan wajah nya kearah wanita yang berada di pelukannya. "Siapa dia Rey?!" Tanya Jessica ketus.
"Nyonya bos,," jawab Rehan singkat tanpa menoleh kearah wajah Jessica di layar ponsel.
"Aku bertanya serius Rey?!" Jessica nampak semakin geram.
"Abang... ih,,, geli.. aw,,,," suara rintihan dan ******* lembut Nabila dengan sengaja sedikit dia keras kan.
"Kamu bisa dengar sendiri kan? Dan pastinya kamu bisa menebak apa yang sedang kami lakukan!" Ucap Rehan sedikit frustasi, pasal nya gerakan sang istri telah membangunkan milik nya dan Rehan sudah tak sabar ingin melampiaskan hasrat nya. "Kami sedang berbulan madu Jes, dan kamu mengganggunya!" Ucap Rehan dengan ketus.
"Kamu pasti bohong Rey, kamu hanya ingin memanas-manasi aku kan?" Jessica masih tak percaya.
Nabila menyembulkan sedikit wajah nya, dan tersenyum seringai kearah Jessica yang wajah nya nampak memenuhi layar ponsel sang suami. "Sudah lah Mrs. John Wayne, aku lihat hasrat mu sudah mulai bergejolak karena melihat aksi nakal kami. Segera kembali lah pada manager sekaligus suami sirri mu itu dan tuntaskan lah hasrat mu bersama nya." Ucap Nabila dengan nada mengejek.
Jessica mendengus geram, dan langsung menutup sambungan video call nya.
Nabila terkekeh pelan, sedang sang suami tengah menatap nya dengan tatapan menuntut jawab. "John Wayne? Suami sirri?" lirih nya pelan.
"Abang sayang,, kenapa menatap Billa seperti itu? Abang mau nanya, Billa tahu tentang Jessica dari mana?" Tanya Nabila dengan senyum kemenangan.
"Itu semua gak penting sekarang yang,,, tapi yang jelas kamu harus bertanggung jawab," ucap Rehan seraya mendekatkan wajah nya pada kekasih halal nya itu.
"Eh, kok tanggung jawab... emang apa yang Billa lakukan?" Nabila nampak bingung.
"Gerakan mu sudah membangunkan junior abang sayang, dan ******* mu tadi membuat hasrat abang semakin tak terkendali..." jawab Rehan dengan suara yang bergetar menahan gejolak.
"Enggak ah, tadi kan Billa udah bilang kalau kita cuma akting? Billa mau man,,," belum selesai Billa mengutarakan keinginan nya, Rehan telah berhasil menyambar bibir lembut nan kenyal milik sang istri dan ******* nya dengan lembut. Dan,,, projek rahasia mereka kembali berlangsung.
__ADS_1