
"Dan siapa nak?" Tanya ibu Lin penasaran.
Kevin melepaskan jabat tangannya dengan pak Ilyas dan kemudian beralih ke ibu Lin, menyalami nya dan mencium punggung tangan ibu dari Nabila itu. "Mommy nya Kevin sudah di Syurga nek,,," jawab nya lirih.
Ibu Lin terhenyak kaget, dan sedetik kemudian memeluk bocah itu dengan haru.
"Nek, Kevin main diluar dulu ya sama om ganteng," pamit nya setelah ibu Lin melerai pelukannya.
Ibu Lin mengangguk, "hati-hati ya sayang,, jangan lari," titah ibu Lin dengan tersenyum hangat.
"Di gendong aja sama om ganteng ya, biar lebih cepat sampai," ucap Ilham seraya membawa tubuh kecil Kevin di punggung nya.
Kevin terkikik senang, "dada daddy, dada mommy,, dada semua,,," teriaknya lucu dan terdengar menggemaskan seraya melambaikan tangan mungil nya.
"Maaf nak Rehan,,, kalau boleh ibu tahu, mommy nya Kevin meninggal karena apa ya?" Tanya ibu Lin dengan hati-hati.
"Kandungannya lemah sejak awal bu, dan sempat mengalami beberapa kali pendarahan. Ketika tiba saatnya melahirkan, kondisi tubuhnya sudah sangat lemah dan terjadi pendarahan hebat pasca persalinan,,,," Rehan menghentikan sejenak ucapannya, menarik nafas dalam-dalam dan menghembusnya perlahan, "dan nyawanya tak dapat diselamatkan," lanjutnya lirih.
"Maaf kan pertanyaan ibu tadi nak,,, pasti berat bagi nak Rehan kehilangan istri disaat seperti itu," ucap ibu Lin merasa tak enak hati.
Rehan melirik kearah kekasihnya,,, dan tersenyum kecut.
"Keyla itu nama mommy nya Kevin, dia putri bungsuku adik nya Rehan," ucap papa Sultan mengklarifikasi kesalahpahaman ibu Lin. "Ya, karena ada masalah dalam hubungan pernikahan Keyla dan suami nya, hingga akhirnya Rehan yang merawat Kevin sejak masih bayi," lanjut papa Sultan sendu.
"Sedang kan mbak bersama Fatima harus merawat abang mu ini yang mengalami serangan jantung ketika mendengar nasib buruk menimpa putrinya, bang Sultan harus dirawat intensif di Singapura dan sampai sekarang masih menjalani terapi," timpal mama Sekar. "Sebab itulah Rehan sampai gak punya waktu untuk memikirkan dirinya sendiri, dan hingga saat ini belum menikah," lanjutnya menatap hangat sang putra.
Ibu Lin mendengar penuturan mama Sekar merasa bersimpati pada Rehan, "kamu sudah jadi kakak yang sangat bertanggung jawab nak," ucap ibu Lin lembut seraya menatap Rehan.
Rehan menjadi salah tingkah mendapat perlakuan seperti itu.
__ADS_1
"Sekarang, bicaralah Rey,,, sampai kan apa yang menjadi harapanmu," ucap papa Sultan memberi ruang pada putranya.
"Assalamu'alaikum," Alex tiba-tiba masuk kedalam ruangan, "maaf jika mengganggu," ucapnya sopan.
"Lex,, kenapa baru masuk?" Tanya papa Sultan.
"Tadi ngadem dulu di luar pa," jawab nya asal.
Alex kemudian menyalami ayah dan ibu Nabila, "saya Alex, Asisten Pribadinya tuan muda Rehan," ucapnya memperkenalkan dirinya.
"Dia sahabat saya pak, bu,, jangan dengar kan perkataannya tadi, Alex memang suka asal bicara nya" tukas Rehan cepat, seraya melotot kearah Asisten nya.
Alex kemudian menyalami papa Sultan dan memeluk nya dengan erat, "apa kabar pa? Papa kelihatan tambah sehat dan segar," ucapnya seraya melerai pelukannya.
"Seperti yang kamu lihat nak, papa sehat," jawab nya dengan tatapan hangat. "Duduk sini nak," pinta papa Sultan seraya menepuk ruang kosong di sebelah nya.
"Bintang, Alex ini putra sahabatku," ucap papa Sultan mengenalkan Alex pada ibu Lin, "apa kamu masih ingat Jonathan?"
"Ya, Nathan,,, dia putra pertama Nathan," papa Sultan membenarkan.
"Oalah,,, dunia ini kok sempit ternyata," ucap ibu Lin seraya tersenyum kepada Alex. "Berarti nak Alex datang bareng sama nak Rehan? Kenapa gak langsung masuk tadi?" Selidik ibu Lin.
"Saya lagi coba nyari kembang desa bu di luar, siapa tahu ada yang cocok," jawab nya sambil tersenyum jahil.
"Mosok tho ganteng gini belum punya pacar?" Tanya ibu Lin tak percaya.
"Bukan cari pacar bu, tapi calon istri. Saya ingin seperti Rehan, yang gak pacaran tapi langsung nikah." jawab nya dengan serius.
"Wah, cocok ini sama adik mu itu mbak," ucap ibu Lin sambil melirik kearah Nabila. "Nanti ibu kenalin ya nak Alex, sama putri ibu," lanjut ibu Lin dengan antusias.
__ADS_1
"Emang dia mau pulang bu?" Tanya Nabila.
"Iya, semalem ibu kabari kalau mbak Billa pulang hari ini," jawab ibu Lin, " tadi pagi sudah langsung jalan kok, paling bentar lagi datang."
Hening kembali menyapa ruang tamu tersebut,,
"Nak Rehan, silahkan kalau ada yang mau disampikan,,," titah pak Ilyas.
"Iya Rey,, dari tadi ada aja gangguan... mudah-mudahan setelah ini gak ada lagi," ucap papa Sultan terkekeh.
"Benar pak Sultan,," pak Ilyas menimpali seraya ikut terkekeh, "biasanya kalau banyak gangguan diawal, maka akan indah endingnya," lanjutnya berharap.
Dan diamini oleh yang lain,,
"Maaf pak, bu,, jika kedatangan kami sekeluarga terkesan mendadak dan membuat keluarga disini menjadi bingung," Rehan mulai bicara dengan sopan. Saya dan putra saya menjalin kedekatan dengan putri bapak dan ibu memang belum lama, tapi kami merasa sudah menemukan kecocokan satu sama lain." Sejenak Rehan menjeda ucapannya dan melirik kearah sang kekasih.
Nabila membalas tatapan Rehan dan tersenyum hangat.
"Saya bermaksud untuk menjadi kan Nabila sebagai pendamping hidup yang akan menemani saya untuk menyempurnakan ibadah," ucap Rehan dengan lancar.
Pak Ilyas mengangguk-angguk, sedang kan ibu Lin terlihat tersenyum lebar. Sejenak kemudian kedua orang tua Nabila saling tatap, seakan sedang berkomunikasi.
"Lantas sekarang apa yang nak Rehan inginkan?" Tanya ibu Lin menyelidik.
"Jika bapak dan ibu merestui, saya ingin secepatnya menikahi Nabila," jawab Rehan dengan mantab.
Deg,,, jantung Nabila berdebar kencang, dia sama sekali gak nyangka sang pangeran tampan akan secepat ini menyampaikan niat nya untuk menikahi nya.
"Maaf nak Rehan, putri kami Nabila pernah gagal menjalin sebuah hubungan,,," pak Ilyas menjeda sejenak ucapannya, tatapannya terlihat sendu," padahal kedua belah pihak dan juga keluarga besar sudah sangat serius merencanakannya," ucap pak Ilyas nampak serius. "Jika saat ini nak Rehan dan Billa putri saya, memang sudah sama-sama cocok dan berkeinginan untuk melanjutkan hubungan kalian ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan, apalagi diniatkan untuk beribadah, maka kami selaku orang tua dari Nabila hanya bisa menyarankan agar sebaiknya menyegerakan niat baik kalian itu," lanjutnya dengan tegas.
__ADS_1
"Saya setuju dengan pak Ilyas, niat baik memang harus di segerakan seperti yang seringkali readers katakan," timpal papa Sultan. "Untuk itu, kami sekeluarga kemari berniat meminang Nabila untuk Rehan dan sekaligus menikah kan mereka secepatnya. Syukur-syukur sore ini juga jika pak Ilyas dan istri menyetujuinya," lanjut papa Sultan dengan sangat serius.