Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Mantra Suci


__ADS_3

Rehan terlihat bungkam hingga beberapa saat lama nya, "Huh,,, " terdengar dia mendesah kasar. "Kenapa baru sekarang kamu memikirkannya Jess? Kemana Jessica pergi, saat aku benar-benar butuh kehadiran nya? Kenapa saat itu kamu menolak ku mentah-mentah dan lebih memilih karir mu sebagai model dan aktris internasional?" Cecar Rehan.


Jessica terhenyak, dia sama sekali tak menyangka bahwa Rehan akan mengungkit penolakannya kala itu, "sorry sayang,,, saat itu kan aku baru saja tanda tangan kontrak untuk sebuah serial TV ternama di New York, jadi aku pikir bisa lah hubungan kita di pending dulu?" Jawab nya diplomatis.


"Hahahaha,,," terdengar Rehan tertawa keras, "kamu pikir hubungan kita ini apa? Seperti meeting,,, yang bisa di pending secara sepihak?! Naif kamu Jess,,, dan setelah semua yang kamu lakukan dulu padaku, kini dengan mudahnya kamu mengatakan ingin kembali bersama ku?!" Ketus Rehan dengan suara bergetar.


"Tapi aku benar-benar serius dengan ucapan ku sayang,,, aku mau kita bisa kembali seperti dulu, aku yakin kamu masih mencintai ku bukan?" Jessica merayu dan terus mencoba untuk membujuk Rehan.


"Tidak lagi Jess,,, setelah penolakan kamu dengan kehadiran Kevin diantara kita kala itu, bagi ku game is over!!" Jawab Rehan tegas, "dan sudah tak ada lagi yang tersisa di hati ku ini untuk kamu!" Lanjutnya dengan menunjuk kearah Jessica.


Jessica sejenak terpaku,,, "Gak mungkin," Jessica menggelengkan kepalanya, "gak mungkin semudah itu Rey,,, aku tahu semua tentang kamu. Bahkan di saat aku melakukan kesalahan besar dengan pria lain hingga aku mengandung, kamu tetap masih mau menerima aku bukan?" Ucap Jessica masih mencoba meyakinkan.


"Itulah kebodohan terbesar dalam hidup ku Jess,,," ucap Rehan seraya terkekeh, menertawakan kebodohan nya sendiri. "Saat itu aku hanya mikirin kesehatan papamu dan juga nasib dari bayi dalam kandungan mu,,, aku gak mau om Surya kena serangan jantung lagi saat tahu putri satu-satunya hamil tanpa suami, dan aku juga gak mau ada janin yang tidak bersalah menjadi korban dari keegoisan orang tua nya."


Rehan sejenak terdiam, terlihat dia mengatur nafas nya, "tapi sayang nya kamu sama sekali tidak menghargai semua pengorbananku Jess,,, dan tanpa sepengetahuanku, kamu tega menggugurkan janin mu sendiri yang tak berdosa itu!" Nampak jelas kemarahan di mata Rehan.


"Aku akui, aku salah sayang,,, dan aku menyesal," ucap Jessica lirih, "saat itu aku masih terikat kontrak dengan salah satu brand ternama di Paris, dan jika aku berhenti secara sepihak maka sebagai konsekuensinya aku harus membayar denda pinalti," lanjutnya menjelaskan.


"Hah,,, alasan!" Ketus Rehan, tidak terima dengan alasan Jessica. "Kamu tahu bukan,,, jangankan hanya untuk membayarkan denda mu, bahkan pabrik dari fashion ternama itu juga mampu aku beli!" Lanjutnya dengan suara meninggi.


"Iya, aku tahu itu sayang,,," lirih Jessica dengan penuh penyesalan.


Suasana sesaat kembali hening,,


"Tapi saat itu, kamu juga masih tetap mau menjalin hubungan dengan ku bukan? Bahkan kita kemudian sama-sama pergi ke Amerika, kamu melanjutkan S2 dan aku mengembangkan karir ku di sana sebagai aktris,,, iya kan sayang?" Jessica masih mencoba mengingat kan Rehan dengan masa-masa manis mereka kala itu.


Terdengar Rehan membuang nafasnya kasar, "itu aku lakukan demi menjaga kesehatan papa kamu yang saat itu kondisi nya sedang tidak baik," ucap nya lirih. "Seperti nya, saat itu aku sudah mulai kehilangan rasa cintaku padamu,,, karena apa yang aku lakukan hanya atas dasar kemanusiaan."


Sejenak Rehan menjeda ucapannya,,,


"Om Surya adalah sahabat baik papa, dan kita berteman sejak masih kanak-kanak. Ketika masuk SMP kita mulai dekat... jadi wajar kalau aku membantumu," lanjutnya datar. "Jadi dua tahun terakhir saat kita sama-sama di New York, hubungan yang kita jalani bukan lagi hubungan asmara,,, tapi lebih berdasar hubungan persaudaraan."


"Tidak Rey,, kamu bohong! Kamu masih mencintaiku kan Rey? Katakan Rey!" Seru Jessica dengan suara bergetar, "bahkan sampai saat ini kamu juga masih memberiku uang bulanan,,, jadi enggak mungkin kamu lakukan itu semua, kalau kamu sudah tidak punya perasaan apa-apa lagi kepada ku bukan?!" Jessica menuntut penjelasan.


"Bukan karena aku masih mencintaimu Jess,,, tapi lagi-lagi karena permintaan papamu!" Ucap Rehan tak kalah seru. "Om Surya khawatir dengan gaya hidupmu yang hedonis, dan dia takut kamu akan hidup kekurangan di luar sana... itu sebabnya sebelum ajal menjemputnya, om Surya memintaku berjanji agar tetap memberikanmu uang bulanan meskipun hubungan kita telah berakhir," lanjutnya getir.


"Kenapa kamu ikuti kemauan papa,,, jika memang tidak ada maksud tertentu?" Cecar Jessica masih tak percaya.


"Papaku sudah menganggap om Surya seperti adiknya sendiri, dan papa selalu mengajarkan kepada kami untuk membantu sesama," Rehan kembali mengatur nafasnya, "dan itu sebabnya aku mau menuruti keinginan papamu untuk membantu keuanganmu," lanjut Rehan sendu.


Rehan menatap Jessica dengan tatapan tajam,

__ADS_1


"Tapi janjiku untuk tetap memberimu jatah bulanan, akan segera berakhir," ucap Rehan seraya tersenyum lebar.


"Maksud kamu?"


"Aku menyetujui permintaan om Surya, hanya sampai salah satu diantara kita menikah. Jadi aku pastikan mulai bulan depan tidak akan ada lagi aliran dana dari ku ke rekening kamu," ucap Rehan dengan sangat jelas.


"Tapi kan diantara kita belum ada yang menikah?" Tukas Jessica cepat.


"Aku akan segera menikah," jawab Rehan tegas seraya beranjak hendak berlalu.


Alex yang terus mendengarkan percakapan keduanya sedari tadi, tersenyum lega,,, "akhirnya, lu mengambil keputusan yang tepat Rey," bisik nya dalam hati.


"Tunggu Rey,,," cegah Jessica sambil menarik lengan Rehan untuk kembali duduk di sampingnya.


"Siapa gadis yang beruntung itu? Apakah dia dari kalangan pebisnis seperti dirimu? Atau kah dari kalangan selebriti?" Cecar Jessica penuh selidik.


"Dia bukan dari kalangan yang kamu sebutkan,,, tapi dia adalah bidadari ku," jawab Rehan dengan tersenyum penuh arti.


"Aku serius Rey!" Seru Jessica marah karena merasa dipermainkan.


"Sudahlah Jess,,, kamu sudah kalah sekarang, kembali lah ke New York karena Mr. John sudah menanti kedatangan mu," ucap Alex yang sudah gatal ingin mengungkap kan kebenaran tentang Jessica sedari tadi, namun dia tahan.


"Siapa Mr. John?" Tanya Rehan sedikit penasaran menoleh kearah sang Asisten.


Rehan sempat terkejut,, sedetik kemudian ikut terkekeh bersama Asistennya itu.


"Jangan menyebar gosip murahan!" Tukas Jessica penuh emosi dan melotot kepada Alex.


"Lu mau lihat buktinya Rey? Dia menikah sebulan yang lalu," ucap Alex seraya membuka ponselnya dan memperlihatkan kepada Rehan, video juga gambar-gambar yang menampilkan kebersamaan Jessica dengan pria bule seperti yang di sebutkan nya tadi.


Rehan mengernyit, memandang Asisten nya.


"Vincent baru saja telfon gue dan mengirimkan bukti-bukti ini," ucap Alex yang mengerti kebingungan Bos nya dan kemudian menjelaskan kepada Rehan. "Vincent sangat menyesal telah melukai Keyla, dan dia bilang tidak akan melakukan kesalahan yang sama dengan membiarkan Jessica masuk kedalam kehidupan lu dan keluarga."


Wajah Jessica merah padam, dia merasa telah dipecundangi oleh Vincent dan juga Asistennya Rehan itu.


Sedangkan Rehan dan Alex terus saja tertawa puas, tanpa mempedulikan perasaan Jessica.


Merasa jadi bahan tertawaan, Jessica segera bangkit dan dengan menghentakkan kaki berlalu meninggalkan Rehan dan Asisten Pribadinya tanpa sepatah katapun.


*****

__ADS_1


"Kita langsung pulang ke Hotel atau mau kemana dulu Bos?" Tanya Alex saat mereka berdua sudah berada di dalam mobil, yang melaju meninggalkan bar XX di pusat kota Denpasar - Bali.


"Cari masjid dulu Lex, gue mau wudhu dan sholat taubat," jawab Rehan tegas.


Alex melirik Bos nya sekilas, dan kemudian mengernyit.


Rehan yang mengerti kebingungan Asistennya menjelaskan, "lu gak lihat, gue tadi nyium tangan Jessica... gue gak mau bekas kulitnya nempel di bibir gue, itu sebabnya gue mau wudhu tujuh kali untuk membersihkannya," ucap Rehan dengan senyum jahil nya.


"Lagian lu pakai nyium tangan segala, dah gitu sikap lu ke dia tadi manis banget,,," gerutu Alex, "sampai-sampai Reader banyak yang menghujat aksi konyol lu tadi!" Lanjutnya dengan suara sedikit meninggi.


Rehan mengusap tengkuknya seraya tersenyum getir, "ya,, ya,, Reader selalu benar," lirih Rehan seraya mengangguk-angguk.


Sesaat hening,,


"Gue hanya mencoba untuk melawan kelicikan Jessica dengan kecerdikan," ucap Rehan santai, "kalau dari awal gue nolak Jessica dan keras sama Vincent, kita gak bakalan tahu apa mau nya mereka bukan?" Lanjutnya menegaskan.


"Ya, lu benar Bos," Alex mengangguk-anggukkan kepala. "Tapi jujur, gue juga sempat khawatir tadi... gue takut lu gak bisa tegas sama Jessica."


Terlihat Rehan tersenyum penuh arti,,, "gue gak bakalan seperti itu lagi Lex, karena..." sejenak Rehan menjeda ucapannya, "karena tadi sebelum bertemu Jessica, gue sudah dapetin mantra suci dari Nabila."


"Mantra suci? Apa pula itu?" Tanya Alex penasaran, dan sekilas menoleh kearah sahabatnya itu.


"Hahaha,,," bukannya menjawab pertanyaan sang Asisten, Rehan malah tertawa lepas.


Suasana di dalam mobil kembali hening, dan beberapa saat kemudian terlihat Alex membelokkan kemudinya menuju ke sebuah Masjid seperti yang diinginkan Rehan.


Alex segera memarkir kendaraannya di tempat yang telah tersedia di halaman Masjid,,,


Sesaat sebelum mereka turun, "lu mau tahu isi mantra suci itu Lex?" Tanya Rehan, seraya menyodorkan ponselnya yang berisi percakapannya dengan Nabila beberapa saat yang lalu.


Alex menerima ponsel tersebut, dan membacanya, "I love you abang sayang,,," sejenak kemudian Alex terkekeh,,, "dasar bucin!" Umpatnya seraya melempar ponsel Rehan kearah pemiliknya.




...Melawan kelicikan dengan kecerdikan...



...Jangan di bully ya reader,,, karakter gue emang dibikin seperti itu??? ...

__ADS_1


...Kalau mau protes, sama author aja ya.... Rehan...


...☺☺...


__ADS_2