Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Pamer Kemesraan


__ADS_3

"Ting,," terdengar bunyi pesan masuk dari ponsel Rehan, dengan malas dia mengambil ponsel nya yang tergeletak di atas meja. Rehan membuka ponsel dan membaca pesan yang dikirim oleh sekretarisnya. "Lima belas menit lagi tuan muda harus menemui klien dari Jepang." Bos RPA Group itu kemudian menutup dan meletakkan kembali ponsel nya di atas meja.


Rehan melihat kearah sang istri yang masih tergolek di samping nya dengan mata terpejam, daddy tampan itu tersenyum dan kemudian mencium lembut bibir sang istri dan menyesap nya perlahan.


Nabila terbangun dan segera mendorong tubuh suami nya agar menjauh, pipinya merona merah saat dia sadar dengan kondisinya sekarang. Kedua nya masih sama-sama polos, dan telah tertidur di sofa untuk beberapa saat lama nya.


Buru-buru Nabila meraih kemeja sang suami karena letak nya yang paling dekat, dan kemudian memakai nya. "Kita mandi bareng aja yang.. bentar lagi kita harus menghadiri lunch dengan klien dari Jepang." Pinta Rehan pada sang istri.


Tanpa menjawab, Nabila segera bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Saat membuka pintu kamar mandi, sang suami yang mengikuti nya dari belakang langsung nyelonong masuk duluan. Akhirnya karena demi menghemat waktu, mereka pun mandi bersama dengan cepat.


Beberapa menit kemudian, mereka nampak sudah rapi dan terlihat lebih segar... Rehan segera menggandeng tangan sang istri untuk keluar menuju tempat yang telah di tentukan oleh pihak klien tersebut.


Saat melintasi meja Susan, nampak dia tersenyum simpul dan mengerling nakal kearah Nabila. Pasal nya Susan tahu apa yang telah mereka berdua lakukan di dalam ruangan big bos nya tersebut, karena tadi seusai rapat Susan bermaksud untuk memberikan data-data yang diminta atasan nya kemarin.


Karena Susan tahu big bos dan istri nya baru saja masuk ruangan, maka Susan tidak mengetuk pintu terlebih dahulu tapi langsung hendak membuka nya. Tapi ternyata pintu nya terkunci dari dalam, akhirnya Susan kembali ke meja kerja nya dan melanjutkan aktifitas nya sambil senyum-senyum sendiri.


Nabila yang mendapat godaan dari calon tante nya itu justru balik menggoda, dia menjulurkan lidah nya dan sengaja berjalan dengan menempel pada sang suami. "Maka nya tante cepetan nikah, biar bisa enak-enakan kayak kita... iya kan abang sayang," ucap nya dengan manja pada sang suami.


Rehan mengernyit dan kemudian menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah absurd sang istri yang pamer kemesraan pada calon tante nya itu.


Tepat di saat yang sama, nampak Alvian tengah berjalan kearah mereka. "Enak-enakan apa Bill?" Tanya Alvian pada keponakan nya dengan tatapan menyelidik.


.


Sontak Nabila menutup mulut nya, dan tersipu malu. "Em,, itu om, kita berdua mau makan siang yang enak-enak. Benar kan bang...?" Nabila meminta perlindungan sang suami.


Rehan hanya tersenyum, menikmati rona merah wajah sang istri yang terciduk om nya sendiri.

__ADS_1


Sedangkan Susan tersenyum lebar menahan tawa.


"Kalian habis enak-enakan di dalam?!" Tuduh Alvian tanpa basa basi, dan menatap keponakan serta sahabat nya bergantian.


Nabila semakin salah tingkah, "ayo abang, nanti kita terlambat.. enggak enak sama klien nya kalau mereka kelamaan menunggu..." Nabila mencoba berkilah dan ingin segera melarikan diri.


Sedangkan Rehan justru menghentikan langkah nya, "yah, begitulah bang... dan lu harus mencoba nya nanti kalau kalian sudah menikah, sensasi nya luar biasa," ucap nya seraya tersenyum puas.


"Abang...!" Nabila melotot kearah sang suami dan segera berlari kecil menuju lift.


Rehan mengangkat kedua alis nya menatap Alvian dan kemudian segera menyusul istri nya.


Alvian tergelak melihat tingkah malu-malu keponakan nya itu, "santai aja Bill, om enggak akan cerita sama Kevin kalau mommy dan daddy nya melakukan projek rahasia nya di kantor!" Teriak Alvian masih dengan tertawa.


Sedangkan Susan menggeleng-gelengkan kepala nya, menyaksikan kejahilan Alvian pada Nabila.


*****


Nabila hanya menjadi pendengar setia, dia sama sekali tidak memahami obrolan tersebut. Sesekali sang suami dengan sabar menerjemahkan nya ke dalam bahasa Indonesia, hingga Nabila kadang ikut tersenyum bersama mereka.


Tiba saat nya mereka makan siang, ada banyak menu makanan dari berbagai daerah yang mereka pesan, padahal mereka hanya bertujuh termasuk Rehan dan Nabila.


"Selamat menikmati makan siang tuan dan nona," ucap salah satu dari mereka dengan bahasa Jepang yang lagi-lagi tak dapat di mengerti oleh Nabila.


"Terimakasih tuan Eiji," balas Rehan dengan menggunakan bahasa yang sama dengan pria muda itu, Rehan memang fasih berbahasa Jepang.


Kelima orang Jepang itu nampak sangat antusias menikmati masakan lokal, ada yang mengambil rendang, ada yang memilih gudeg, dan ada yang memilih makan kethoprak. Sedangkan Eiji memesan soto surabaya dan pria paruh baya yang duduk di samping nya nampak tengah menikmati bakso pangsit malang dengan sangat lahap.

__ADS_1


Rehan sendiri memilih menu ikan asap Jayapura, yaitu ikan segar yang dimasak dengan cara diasap selama berjam-jam pada api kecil. Sengaja dia memilih menu ikan, agar sang istri meladeni nya dengan cara menyisihkan duri dari daging ikan tersebut. Dia sengaja ingin pamer kemesraan di hadapan klien nya, agar kejadian seperti di ruang meeting tadi pagi tidak terulang kembali.


Dengan telaten, Nabila melakukan apa yang diminta sang suami... dia memisahkan duri-duri ikan tersebut, dan daging nya dia letakkan di piring sang suami. Sengaja Rehan langsung memakan nya dan tidak menunggu hingga Nabila selesai memisahkan duri-duri nya, sementara sang istri masih sibuk memisahkan duri Rehan makan sambil bergantian memberikan suapan ke mulut sang istri. Semua mata memandang iri pada kemesraan mereka berdua, dan hal itu membuat Rehan tersenyum lebar karena tujuan nya telah tercapai.


"Maaf tuan muda, hubungan kalian seperti nya sudah sangat serius. Kapan anda akan melangsungkan pernikahan?" Tanya laki-laki paruh baya yang duduk di sebelah Eiji menyindir, sesaat setelah mereka selesai makan.


"Kami sudah menikah lebih dari dua minggu yang lalu tuan Nakamura, tapi memang kami belum mengadakan resepsi. Kemarin saat akad nikah hanya keluarga inti kami saja yang hadir, dan rencana nya awal bulan depan kami akan menggelar resepsi dan mengundang semua sahabat serta rekan bisnis saya," jawab Rehan dengan panjang lebar seraya tersenyum.


"Oh,,, maafkan kelancangan saya tuan muda, jika saya telah berpikir negatif pada anda sebelum nya," ucap tuan Nakamura merasa tak enak hati.


"Tak mengapa tuan, anda tidak salah karena anda belum tahu hubungan kami sebelum nya," balas Rehan dengan bijak.


Setelah cukup lama mereka ngobrol, acara makan siang itu pun berakhir. Klien dari Jepang langsung berpamitan karena hendak terbang menuju Malaysia untuk melanjutkan safari bisnis nya. "Terimakasih atas kesediaan waktu nya menemani kami untuk makan siang bersama, tuan muda," ucap Eiji dengan penuh hormat, "kami mohon pamit," lanjut nya seraya menjabat tangan Rehan.


"Kami tunggu undangan pernikahan nya tuan muda," ucap tuan Nakamura dengan tersenyum hangat, dan kemudian menjabat tangan Rehan untuk berpamitan.


Rehan mengangguk dan membalas senyum tulus tuan Nakamura, "pasti tuan," jawab nya pelan.


Mereka pun kemudian berpisah, Rehan dan sang istri kembali menuju kantor RPA Group.


*****


Sesampainya di kantor, Rehan dan Nabila disambut oleh Alvian dan Devan bersama pasangan nya masing-masing. Mereka menunggu di sofa, yang berada di dekat meja kerja Susan.


"Yang habis makan enak-enak, tampang nya seger banget,,," ucap Alvian sengaja menyindir keponakan nya.


Nabila cemberut, dan kemudian segera duduk di samping Lusi.

__ADS_1


Sedangkan Rehan seolah tak peduli dan langsung menuju ke ruangan nya.


Alvian dan Devan segera mengikuti Rehan, masuk ke dalam ruang khusus Presdir karena ada hal penting mengenai pekerjaan yang hendak mereka bahas.


__ADS_2