
Alex, Nisa dan om Bayu memutuskan untuk melanjutkan obrolan di cafe yang masih ada di dalam mall tersebut. Mereka hanya memesan minuman dan camilan ringan untuk menemani obrolan di sore itu.
"Jadi ada apa sebenar nya om? Kenapa tadi Alex lihat, om Bayu seperti orang kebingungan?" Tanya Alex memulai obrolan sesaat setelah mereka duduk.
Pria berumur yang ternyata bernama Bayu itu pun membuang kasar nafas nya, dan sejenak kemudian dia mulai bercerita. "Semua nya berawal sekitar empat bulan yang lalu, saat itu om baru saja tiba di kota kecil ini untuk membuka usaha baru bersama seorang kawan. Dia mengenalkan om dengan seorang gadis, yang juga putri seorang pengusaha di kota ini. Selesai ngobrol urusan bisnis, kawan om pamit karena ada urusan lain dan tinggallah kami berdua di cafe itu."
"Dari rumah, om memang sudah membawa beban masalah. Mertua om, selalu menuntut agar om menceraikan istri om karena kami belum juga memiliki keturunan padahal pernikahan kami sudah lima belas tahun lebih dan mereka tahu nya pihak om lah yang bermasalah dengan kesuburan. Padahal yang sebenar nya terjadi, di depan mereka om sengaja mengaku tidak bisa memiliki keturunan sebab ada hati yang mesti om jaga." Om Bayu kembali membuang nafas nya dengan berat.
"Dessy, istri om terkena kanker rahim tepat setahun setelah pernikahan kami dan harus kehilangan rahim nya demi untuk menyelamatkan nyawa nya. Tapi dia tidak punya keberanian untuk berkata jujur kepada kedua orang tua nya, dengan alasan demi menjaga kesehatan beliau berdua. Om sangat menyayangi istri om apapun keadaan nya, hingga akhir nya ketika orang tua mulai menanyakan tentang anak.. om yang maju untuk melindungi dan menjaga perasaan Dessy dengan menutupi kebenaran nya."
Untuk sesaat semua terdiam,,
"Dan rupanya gayung bersambut, gadis itu ternyata juga sedang dalam masalah karena perjodohan yang tidak dia inginkan. Dia bilang, dalam beberapa minggu ke depan dia terpaksa harus menikah dengan orang yang tidak dia cintai."
"Kami saling bercerita, tanpa terasa waktu terus bergulir hingga malam tiba. Kemudian kami memutuskan untuk mencari penginapan yang terdekat, dan malam itu kami melampiaskan semua beban masalah yang kami rasakan..." ucap nya dengan penyesalan yang mendalam.
"Tadi nya om pikir, setelah kejadian itu semua telah berakhir dan kami kembali menjalani hidup masing-masing karena setelah tiga bulan sejak kejadian itu kami tidak pernah saling berkomunikasi satu sama lain. Om juga sudah bertaubat dan bersumpah tidak akan mengulangi perbuatan terkutuk itu lagi, dan tidak akan pernah menemui gadis itu selama nya. Tapi dua minggu terakhir, gadis itu terus-terusan menelpon om dan meminta pertanggung jawaban atas kehamilan nya." Pria berumur itu tertunduk lesu.
"Om bingung,,, jika sampai Dessy tahu hal ini, dia pasti sangat terpukul. Om sudah mengkhianati dan menyakiti hati nya, dia pasti sangat terluka," ucap nya sambil menitikkan air mata.
"Kalau boleh tahu, bagaimana reaksi suami dari wanita itu om?" Tanya Alex penasaran.
"Mereka masih serumah, tapi menurut yang om dengar mereka tidak pernah melakukan hubungan suami istri," jawab om Bayu datar.
"Maaf om jika Nisa lancang, dan maaf juga jika apa yang sudah Nisa lakukan tadi membuat om Bayu tidak berkenan," ucap Nisa dengan pelan, dan sejenak dia terdiam.
__ADS_1
"Ada apa dik?" Tanya Alex penuh selidik.
"Em,, sebenar nya tadi Nisa mengikuti mbak Saras dan seorang pria, yang ternyata pria itu adalah om Bayu," jawab Nisa lirih. "Apakah gadis yang om Bayu maksud adalah mbak Saras?"
"Iya benar, Nisa kenal sama Saras?" Tanya om Bayu penasaran.
Alex terkejut, dan menatap om Bayu serta Nisa bergantian.
Nisa mengangguk, "mbak Saras dulu nya sahabat kakak saya om, tapi karena ambisi dan keserakahan mbak Saras... hubungan mereka berdua kini menjadi tidak baik. Em,,, apa om Bayu pernah dengar nama Hendra?" Tanya Nisa dengan hati-hati.
"Iya, apa Hendra yang Nisa maksud itu suami nya Saras?" Tanya om Bayu semakin penasaran.
"Benar om, Hendra menikahi mbak Saras karena hamil duluan." Jawab Nisa sambil menatap om Bayu.
"Maksud nya gimana? Jujur, om enggak paham dengan maksud Nisa,,, bukan nya Saras di jodohkan?" Cecar om Bayu nampak tidak sabar.
Sejenak suasana menjadi hening, nampak om Bayu mengerutkan kening nya begitu dalam,,, seolah tengah berfikir dengan keras.
"Saya curiga, mbak Saras sengaja ingin memanfaatkan om Bayu,,, atas kejadian di masa lalu yang pernah kalian berdua lakukan," lanjut Nisa mencoba mempengaruhi om Bayu agar tidak mempercayai Saras.
"Benar om,, om Bayu harus segera menyelidiki ini semua, ajak Saras untuk memeriksakan kehamilan nya dan pastikan om tahu persis berapa bulan usia kandungan nya." Alex membenarkan ucapan Nisa dan menyarankan kepada om Bayu untuk bertindak cepat. "Tapi Saras itu licik om,, om Bayu harus pastikan bahwa dokter yang akan memeriksa kandungan Saras adalah dokter yang benar-benar berkompeten dan bertanggung jawab, sebab Saras punya seribu satu cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan nya," lanjut Alex memberikan masukan.
Om Bayu mengangguk-angguk,, "kalian benar, terimakasih atas saran nya," ucap om Bayu sedikit lega.
"Om,, meskipun saya memberikan informasi agar om Bayu bisa terbebas dari tipu daya Saras... itu bukan berarti, saya membenarkan apa yang telah om Bayu perbuat di masa lalu bersama wanita lain!" Ucap Nisa dengan tegas, "karena tidak ada pembenaran atas perselingkuhan, meski apapun keadaan yang mendasari nya... selingkuh tetaplah perbuatan yang tercela!"
__ADS_1
"Perselingkuhan bukan hanya menyakiti hati pasangan dan meninggalkan luka yang mendalam, namun juga bisa menyebabkan pasangan menjadi insecure.. kehilangan kepercayaan diri, bahkan bagi sebagian orang sampai mengalami depresi dan berakhir bunuh diri."
"Dalam ajaran agama kita juga sudah di tegaskan, bahwa perselingkuhan sama sekali tidak diperbolehkan... karena sama saja dengan berzina dan itu semua merupakan dosa besar." Ucap Nisa menatap tajam om Bayu, dan melirik sekilas kearah tunangan nya yang terdiam mendengarkan setiap ucapan nya.
Om Bayu nampak mengangguk-angguk, dan tersenyum sedikit lega.
Sedang kan Alex tertampar dan hanya bisa tersenyum kecut, dengan susah payah menelan saliva nya.
*****
Di dalam kamar nya, nampak Rehan tengah menunggu sang istri selesai mandi sambil bermalas-malasan di sofa. Dia menyandarkan tubuh dan kepala nya di sandaran sofa, seraya memejamkan mata.
Tak berapa lama kemudian, Nabila keluar dari kamar mandi dan sudah dengan pakaian rumahan lengkap. Dia berjalan dengan perlahan kearah sang suami, dan kemudian duduk tepat di samping suami nya. Dengan lembut dia membangunkan sang suami sambil menepuk-nepuk pipi suami nya, "abang bangun,, udah mau maghrib, cepetan mandi."
Rehan yang memang tidak tidur segera membuka matanya, "abang enggak tidur sayang, bahkan punya abang selalu terbangun jika berada di dekatmu." Ucap Rehan mulai ngaco.
"Abang ngomong nya suka ngelantur kemana-mana... sana bang buruan mandi, nanti keburu maghrib!" Titah nya pada sang suami seraya beranjak dan berusaha menarik tangan sang suami agar segera berdiri, namun tenaganya yang kecil tak mampu membangkitkan tubuh besar sang suami untuk berdiri. Bahkan hanya dengan sekali tarikan, tubuh ramping Nabila terjatuh ke pangkuan sang suami.
"Kamu sengaja menggoda abang ya yang,,," bisik nya lirih di telinga sang istri.
"Iih,,, geli abang, jangan di tiup?" Rengek Nabila dengan manja.
"Berapa lama abang harus puasa yang?" Tanya Rehan nampak tidak sabar.
"Em,,," Nabila mengerutkan kening, pura-pura berfikir. "Se lama puasa Ramadhan," jawab Nabila dengan tersenyum menggoda.
__ADS_1
Sontak Rehan menggelitik pinggang sang istri,, "abang,,, sudah,, sudah,, bang, Billa kebelet pipis," rengek nya memohon.