
Pak Maman segera melajukan kendaraan nya kembali setelah mendapatkan perintah dari tuan muda nya, mobil berjalan dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota Bogor yang basah akibat guyuran air hujan yang baru saja datang.
Setelah cukup lama menempuh perjalan, mereka tiba di kawasan apartemen. "Pak, turunkan kami di lobi," titah Rehan pada pak Maman.
"Siap tuan muda," jawab pak Maman patuh.
Setelah berhenti di depan lobi, Rehan bergegas turun dan menghampiri sang istri serta menuntun nya untuk masuk kedalam. Rehan membawa Nabila menuju swalayan yang masih berada dalam kawasan apartemen, "abang mau belanja apa?" Tanya Nabila yang tak mengerti dengan tujuan sang suami.
"Iya yang,, kamu butuh susu untuk ibu hamil, dan juga buah-buahan segar," jawab Rehan sambil mengambil troli untuk membawa barang belanjaan nya nanti.
Nabila tersenyum bahagia mendengar jawaban suami tampan nya. "Makasih ya, abang perhatian banget sama Billa," ucap nya dengan mata berbinar.
"Hey,, kamu istri abang yang, dan ini sudah menjadi kewajiban abang sebagai seorang suami bukan? Tapi, boleh lah untuk kali ini apa yang abang lakuin ini tidak gratis?" Ucap nya menggoda sang istri.
Rehan berbicara sambil memasukkan barang-barang yang diinginkan nya kedalam troli.
"Maksud abang,, Billa harus bayar gitu?!"
"Benar sayang.. bayar dengan cara seperti tadi, saat kita di dalam mobil," jawab Rehan mengingatkan betapa agresif nya sang istri.
Nabila tersipu malu,, "abang, jangan diinget terus... Billa malu,," protes nya dengan wajah yang merona. "Aku kenapa ya, akhir-akhir ini tiap deket sama bang Rehan bawaan nya selalu menginginkan hal itu..." gumam nya dalam hati.
"Jujur yang,, abang suka jika kamu sering seperti itu," Rehan masih saja mengingatkan.
Karena kesal, Nabila mencubit kecil perut sang suami.
Rehan malah tertawa karena merasa geli,,
Semua mata yang melihat kemesraan dan kebahagiaan mereka pun ikut tersenyum.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari, troli mereka telah terisi penuh dengan susu untuk ibu hamil aneka rasa, buah-buahan segar serta camilan ringan yang dipilih Nabila sendiri.
Rehan kemudian mendorong troli menuju kasir untuk membayar nya.
*****
Rehan dan Nabila baru saja selesai makan siang di apartemen nya, Rehan kini tengah bersantai duduk di balkon.
Nabila yang baru saja keluar dari kamar mandi, nampak mencari-cari sang suami. Dia lalu melangkah menuju balkon, dan benar saja Nabila mendapati Rehan berada di sana tengah mengutak-atik ponsel nya.
"Tidur siang dulu enggak apa-apa yang,," ucap Rehan saat menyadari kehadiran sang istri di ambang pintu. "Barusan Alex kasih kabar, kalau mereka akan pulang nanti sore," lanjut nya menginfokan kepulangan saudara-saudaranya dari Singapura.
Bukan nya merespon ucapan sang suami, tapi Nabila malah berjalan mendekati suami nya. Tanpa banyak bicara, dia duduk di pangkuan sang suami yang masih memegang ponsel. Nabila bergelayut manja di leher suami nya, "abang,, Billa... Billa ingin..." ucap nya lirih terbata seakan malu tapi mau, seraya menatap netra kebiruan sang suami dengan penuh hasrat.
Jantung Rehan berdesir, nafas nya mulai memburu... kali ini kejutan yang dia terima dari sang istri benar-benar di luar dugaan nya. Dengan sekali anggukan, Rehan mengiyakan keinginan sang istri yang memang menjadi kegemaran nya juga.
Rehan terlihat sangat bahagia menerima kecupan-kecupan kecil dari sang istri di wajah tampan nya, karena dia enggak perlu melancarkan aksi modus lagi untuk bisa melakukan ibadah bersama sang istri. Sebab kini, justru sang istri sendiri lah yang mendatangi nya dengan penuh cinta.
Rehan mendekatkan wajah nya ke perut Nabila, dan dia berbisik, "nak, daddy suka dengan keinginan mu, terus bujuk mommy agar sering-sering meminta sama daddy untuk mengunjungimu," seraya mengelus lembut perut sang istri yang masih nampak rata. Elusan tangan Rehan kini telah menjelajah kemana-mana, dan kembali siang ini mereka berdua melakukan ibadah bersama yang sangat membahagiakan.
*****
Nampak daddy dan mommy Kevin itu tengah bersiap untuk keluar dari apartemen nya, karena baru saja Alex mengabarkan bahwa mobil yang menjemput mereka di bandara sudah memasuki kawasan apartemen.
Wajah kedua nya terlihat sangat segar,,, Nabila mengenakan dress panjang dengan jilbab senada dan memoles sedikit bibir nya dengan lipstick berwarna merah muda, dia terlihat sangat manis dan aura kecantikan nya semakin memancar.
Sedang kan Rehan seperti biasa, bos RPA Group itu selalu terlihat tampan meski apapun yang dipakai nya. Rehan mengenakan t-shirt berwarna navy yang sangat cocok dengan kulit putih nya dan dipadukan dengan celana pendek, rambut nya yang masih basah semakin menambah pesona ketampanan nya... dia benar-benar terlihat lebih muda dari usia nya.
Baru saja kedua nya keluar dari pintu apartemen, terdengar suara kecil nan riang memanggil sambil berlari kecil dan menghambur kearah Rehan dan Nabila, "daddy,, mommy,,"
__ADS_1
"Sayang,,, daddy kangen banget sama kamu nak," ucap Rehan menyambut putra kecil nya dan membawa nya kedalam pelukan hangat nya bersama sang istri.
"Kevin juga kangen sama daddy sama mommy," balas Kevin dengan mata berbinar mendongak menatap sang daddy dan sang mommy bergantian.
"Kevin baik-baik saja kan di sana?" Tanya Nabila dengan lembut seraya melerai pelukan nya.
Kevin mengangguk,
"Ayo kita masuk dulu, masak ngobrol di luar," titah ibu Lin yang baru saja tiba.
Nabila segera memeluk sang ibu, yang di balas dengan hangat oleh ibu Lin, "jaga cucu ibu ya mbak, ibu selalu do'akan semoga kehamilan mbak dimudahkan dan dilancarkan hingga persalinan nanti," ucap ibu Lin dengan mata berkaca-kaca.
Pak Ilyas yang berada di belakang ibu Lin, merengkuh kedua wanita yang sangat disayanginya itu kedalam pelukan nya. Pak Ilyas tidak berucap sepatah kata pun, namun dalam diam nya ada do'a yang senantiasa beliau langit kan untuk keselamatan dan kebahagiaan putri sulung nya. Tanpa pak Ilyas sadari, bulir bening menetes di sudut mata nya... buru-buru pak Ilyas menghapus air mata kebahagiaan nya.
Setelah melerai pelukan nya, pak Ilyas kemudian memeluk menantu kebanggaan nya. "Selamat ya nak Rehan, ayah titip... jaga putri ayah. Bersabarlah menghadapi kehamilan nya yang mungkin akan sedikit menyusahkan mu," lirih sang ayah mertua kepada menantu nya.
Rehan mengangguk, sesaat setelah kedua nya saling melerai pelukan. "Saya justru senang dengan kejutan ngidam nya putri ayah," gumam Rehan dalam hati dan tersenyum penuh kemenangan.
Setelah yang lain saling memberi selamat kepada Rehan dan Nabila, mereka semua masuk kedalam apartemen milik Fatima.
Hai kak, yang belum baca novel kedua ku...
Yuk mampir di novel "Akhir Sebuah Penantian"
__ADS_1
Aku tunggu ya... ππ€