
Keesokan hari nya, keluarga besar Rehan kedatangan tamu istimewa yaitu bibi Carla, adik bungsu dari papa Sultan yang menetap di Paris. Bibi Carla datang bersama Vincent yang selama sebulan ini telah menemani nya mengurus perusahaan, atas saran dari Rehan.
Kesungguhan Vincent untuk berubah menjadi orang yang baik dan terus memperbaiki diri nya, membuat bibi Carla yang memang tidak memiliki keturunan itu sangat senang dengan kehadiran Vincent.
Vincent banyak membantu nya di perusahaan, apalagi dengan otak bisnis nya yang tergolong encer membuat perusahaan bibi Carla yang selama kepergian paman Zaid suami nya mengalami kemunduran, kini perlahan namun pasti mulai menunjukkan kemajuan nya yang signifikan.
Kehadiran bibi Carla disambut dengan suka cita oleh papa Sultan dan keluarga nya, dan kini mereka tengah ngobrol santai di ruang keluarga setelah beberapa saat lama nya bibi Carla dan Vincent beristirahat sehabis melakukan perjalanan jauh.
"Bang, sebulan kita tak bertemu dan wajah bang Sultan semakin cerah. Apa kondisi abang sudah benar-benar membaik?" Tanya bibi Carla pada abang nya.
"Kamu benar sisi,, aku merasa jauh lebih baik, bahkan kini aku hanya mengkonsumsi obat sehari sekali. Tidak seperti dulu, yang hidup hanya bergantung dari obat-obatan." Jawab papa Sultan tersenyum lebar.
"Benar sisi,, semoga abang mu ini bisa segera lepas dari semua obat-obatan itu," mama Sekar menimpali.
"Apa ini ada kaitan nya dengan putra kesayangan mu yang sudah menemukan tambatan hati nya itu bang, hingga membuat hati mu gembira dan pikiran mu juga jadi tenang?" Bibi Carla mencoba menebak.
"Bibi benar, papa mulai terlihat bersinar wajah nya setelah pertemuan pertama nya dengan adik ipar kala itu di rumah ku." Jawab Fatima membenarkan sang bibi.
"Dia pantas dipilih oleh kamu Rey, Billa wanita yang manis dan lembut," ucap bibi Carla pada Rehan sambil melirik Nabila.
"Ah, bibi berlebihan,,," balas Nabila dengan tersipu.
Rehan langsung memeluk pundak sang istri dengan mesra, "love you so much my wife," bisik nya lirih di telinga sang istri.
__ADS_1
Nabila melirik mesra sang suami dan tersenyum bahagia, "semoga rumah tangga kita senantiasa sakinah mawaddah warohmah," do'a nya dalam hati.
"Jelas dong bi,,, mana mau Rey sama perempuan sembarangan! Yang di obral di sepanjang jalan! Bibi tahu sendiri kan, sejak kecil adikku itu paling perfek sedunia... apa-apa yang dimiliki harus selalu sempurna." Ucap Fatima seraya geleng-geleng kepala.
"Ya, kamu benar Fa.. bibi aja dulu sampai kewalahan menuruti keinginan tuan muda yang satu ini," timpal bibi Carla seraya terkekeh.
Ya, sebelum menikah bibi Carla tinggal bersama abang nya dan sangat dekat dengan Rehan. Itu sebab nya dulu Rehan pernah mempercayakan Jessica pada bibi nya, namun seiring berjalan nya waktu Jessica memilih untuk hidup bebas dan tinggal di apartemen hingga membuat Jessica kebablasan.
Bibi Carla adalah satu-satu nya saudara yang dimiliki oleh papa Sultan, yang sejak menikah dengan pria asal Brunei memilih menetap di Paris dan mengurus perusahaan milik keluarga sang mama, nenek nya Rehan yang asli orang Perancis.
Saat paman Zaid meninggal dua tahun lalu, papa Sultan pernah meminta sama adik nya untuk tinggal bersama dengan nya di Singapura dan menyerahkan perusahaan di sana pada orang kepercayaan, mengingat bibi Carla dan paman Zaid tidak memiliki putra, namun bibi Carla menolak dengan alasan sudah terlanjur jatuh cinta dengan Paris karena di kota inilah kenangan manis nya bersama sang suami yang telah meninggal dunia terukir indah.
"Adik ipar, jangan kaget kalau nanti putra mu sudah lahir tumbuh jadi anak yang ingin selalu menang sendiri," ucap Fatima mengingat kan pada adik ipar nya.
"Ya, Kevin memang tidak menyebalkan seperti kamu. Tapi anak itu super kepo..." ucap Fatima seraya terkekeh.
"Yey,,, kalo itu mah bawaan orok nya dari si Key, dulu Key juga begitu kan? Ada aja pertanyaaan yang keluar dari mulut nya, Rey sampai sebel dibuat nya,," balas Rehan mengenang masa kecil sang adik yang telah meninggal kan mereka untuk selama nya.
Mendengar nama Keyla disebut, wajah papa Sultan berubah jadi murung.
Mama Sekar yang menyadari perubahan ekspresi suami nya langsung mengelus lembut punggung sang suami, mama Sekar tahu betul betapa papa Sultan sangat menyayangi putri bungsu nya yang selalu manja dengan suami nya itu. "Sudah pa,, Key sudah bahagia di sana. Putra nya di asuh oleh menantu kita yang baik,, dan Vincent laki-laki yang di sayangi Key juga sudah berubah sekarang, semua keinginan Key sebelum meninggal sudah terwujud. Kita peluk dia dengan do'a ya..." pinta mama Sekar menghibur sang suami.
Vincent yang sedari tadi menyimak obrolan hangat keluarga itu menjadi tak enak hati, "maafin saya pa, ma," ucap nya sambil menunduk.
__ADS_1
Sedangkan Rehan dan Fatima hanya menunduk, entah apa yang mereka berdua pikirkan.
Sejenak suasana yang tadi nya hangat berubah menjadi mencekam,,
"Kami sudah memaafkan mu nak, teruslah perbaiki dirimu dan pantas kan dirimu untuk menjadi ayah nya Kevin," ucap mama Sekar dengan tulus, sesaat setelah hening menyapa ruang keluarga tersebut.
"Ayah Kevin?" Tanya Kevin yang tiba-tiba muncul dari dalam, dan langsung naik ke pangkuan sang daddy.
Sontak semua mata tertuju kearah sumber suara,,,
"Oma, maksud oma dengan ayah Kevin siapa? Ayah Yusuf?" Tanya Kevin polos, Kevin memang memanggil Yusuf dan Fatima dengan panggilan ayah bunda, sama seperti putra dan putri Fatima.
"Iya,, ayah Yusuf,," jawab mama Sekar terbata.
"Kenapa tadi oma nasehatin ayah Yusuf agar menjadi ayah yang baik untuk Kevin? Bukan nya selama ini ayah Yusuf sudah baik ya oma?" Tanya Kevin kembali yang nampak tidak puas dengan jawaban sang oma.
Mama Sekar nampak bingung untuk menjelaskan kembali,,
"Ayah Yusuf memang yang terbaik Kevin," balas Yusuf percaya diri, sekedar untuk menetralkan suasana yang telah berubah jadi tegang. "Apalagi jika Kevin mau tinggal sama ayah dan bunda, pasti ayah akan punya banyak waktu untuk bermain bersama Kevin," lanjut Yusuf menawarkan agar Kevin bersedia tinggal bersama keluarga kecil nya.
"Benar nak, kalau Kevin tinggal sama ayah bunda pasti seru.. bisa main sama bang Zaki dan kak Fira, ada oma dan opa juga," timpal Fatima, yang sengaja ingin memberi ruang untuk Rehan dan Nabila dalam menjalani bahtera rumah tangga nya yang baru.
Kevin menggeleng, "no ayah,, Kevin enggak mau pisah sama daddy, apalagi sekarang Kevin sudah punya mommy Billa yang baik dan cantik," tolak nya dengan bersedekap.
__ADS_1
Rehan mengelus lembut puncak kepala Kevin yang berada di pangkuan nya, "apa ini saat yang tepat ya,, untuk mengatakan kebenaran tentang siapa ayah kandung nya pada anak ini?" Gumam Rehan dalam hati seraya melirik Vincent.