
"Saaaaah,,, jawab kedua saksi yang ditunjuk, dan dibarengi oleh semua tamu undangan yang hadir.
"Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiin,,," ucap syukur Rehan dengan tersenyum lega, seraya melirik sang istri.
Pak Burhan selaku penghulu kemudian memimpin do'a yang diaminkan oleh semua yang hadir.
Selesai berdo'a, pak Burhan mengarahkan kepada Rehan dan Nabila untuk menandatangani surat nikah.
Proses berikutnya adalah acara tukar cincin, Rehan mengambil satu cincin dengan model simpel yang bertahtakan berlian murni dan kemudian memasangkannya ke jari manis tangan kanan Nabila.
Nabila melakukan hal yang sama, dia memakaikan cincin dengan model yang sama dengan milik nya dan ada ukiran nama mereka berdua di bagian dalam nya, cincin yang terbuat dari bahan terbaik non emas di jari manis sang suami.
Sejenak tatapan mereka bertemu, ada kata yang tak terucap yang mengisyaratkan betapa tulus dan besar cinta kasih mereka berdua.
Nabila kemudian mencium punggung tangan suami nya dengan takdzim, dan Rehan membalasnya dengan mencium kening Nabila dengan kecupan yang hangat dan dalam.
"Dad,," suara kecil Kevin menghentikan aksi Rehan.
Mereka berdua kemudian memeluk bocah kecil itu secara bersamaan, "apa ini artinya mommy akan tinggal bersama kita dad?" Tanya Kevin polos.
Rehan dan Nabila mengangguk bersama dan tersenyum bahagia.
Di sisi yang lain nampak ibu Lin dan mama Sekar saling berpelukan dan terlihat berkaca-kaca.
Rehan Dan Nabila kemudian sungkem kepada kedua orang tua mereka secara bergantian.
Terdengar ustadz Umar selaku tokoh agama di kampung Nabila, yang juga menjadi saksi pernikahan mereka barusan memberikan wejangan.
"Dengar-dengar nak Rehan dan nak Nabila belum lama kenal ya,,, tapi jangan khawatir dan jangan ragu untuk mengarungi bahtera rumah tangga, karena ada pepatah jawa yang mengatakan : witing tresna jalaran saka kulina, witing mulya jalaran wani rekasa. Paham artinya ya nak Billa?" Tanya ustadz Umar yang sekaligus guru ngaji Nabila sewaktu kecil dahulu.
Nabila Mengangguk tanda mengerti,,
"Dan ada poin-poin penting yang harus selalu kalian ingat, agar pernikahan kalian nanti bisa langgeng, yaitu ; selalu ingat komitmen saat kalian memutuskan untuk menikah, menjaga baik komunikasi dengan pasangan, segera selesaikan masalah dengan kepala dingin dan jangan biarkan berlarut-larut."
"Jadikan rumah kalian sebagai tempat yang paling nyaman, senantiasa bersedia menyimak perkataan pasangan, sesekali berpacaran lah dengan pasangan, berikan kasih sayang setiap hari dan jangan sungkan untuk memuji pasangan."
"Jangan pernah ragu untuk meminta maaf dan mengucapkan terimakasih, jangan terlalu curiga dan cemburu berlebihan pada pasangan tanpa alasan jelas dan jangan segan untuk membantu pasangan."
"Karena sejatinya menikah itu adalah ibadah yang paling lama, maka nikmatilah proses nya, dan syukuri setiap pencapaiannya. Mudah-mudahan keluarga baru yang nak Rehan dan nak Billa bangun sakinah, mawaddah, warohmah, aaminn."
Ustadz Umar mengakhiri wejangan singkatnya dengan do'a dan harapan baik untuk pasangan baru Nabila dan Rehan.
__ADS_1
Acara dilanjutkan dengan ramah tamah oleh mempelai kepada segenap tamu yang hadir, dan dilanjutkan makan-makan.
Sebagian besar tamu undangan dari para tetangga dekat langsung membubarkan diri setelah selesai acara makan, kini tinggal tamu dari Yogya yang nampak masih ngobrol dengan keluarga papa Sultan di sudut ruangan.
Nampak Alex menghampiri bos nya, "lu mau ikut ke rumah sebelah atau gue beresin sendiri?"
"Gue ikut, gue pengin tahu masalahnya," jawab Rehan.
"Sebaiknya ajak kakak ipar," ucap Alex seraya melirik dan tersenyum kearah Nabila.
"Kakak ipar?" Rehan mengernyit.
"Ya, lu gak salah dengar abang ipar," goda Alex yang mulai jahil.
"Dih,, ogah gue dipanggil abang ipar sama lu!" Ucap Rehan sinis.
"Itu kenyataannya abang ipar,,,!" Alex terus menggoda Rehan.
"Cukup adik ipar, aku akan ikut," ucap Nabila yang langsung berhasil menghentikan perdebatan dua laki-laki dewasa itu, Nabila tak kuasa menahan tawa dan buru-buru menutup mulutnya.
Alex tertawa puas,,,
Rehan hanya menggeleng pelan dan tersenyum kecut,, "mulai pintar ya kamu nyonya bos," bisik nya lirih di telinga sang istri. Dan kemudian segera berjalan mengekor langkah Alex seraya menggandeng tangan istri nya.
*****
Alex melangkah masuk ke rumah itu, diikuti Rehan dan Nabila.
Hendra terkesima dan menatap penuh takjub kepada pengantin wanita yang ada di hadapannya, sedangkan Saras terlihat menunduk.
"Selamat sore tuan Asisten," sapa pak Gunawan kepada Alex.
"Sore pak Gun," jawab Alex pendek.
"Perkenalkan pak Gun, beliau ini tuan muda Alamsyah, pemilik dari RPA Group. Mungkin pak Gun ingat pernah bertemu dengan beliau?" Ucap Alex seraya menunjuk atasannya itu.
"Aduh, saya gak ingat tuan Alex," jawab pak Gun, dengan masih mencoba membuka memorinya.
"Silahkan pak Gun, kita duduk dulu," ucap Alex sambil menuntun tamu nya untuk duduk di sofa yang tersedia.
Saras dan Hendra ikut duduk dekat dengan papa nya.
__ADS_1
Rehan dan Nabila segera mengambil posisi duduk di tempat ternyaman.
"Tuan muda Alamsyah hadir di acara pernikahan putri pak Gun," ucap Alex.
"Oh ya??" Pak Gun nampak kaget.
"Ya, beliau mengantarkan calon istri nya yaitu nona Nabila yang juga sahabat dari putri pak Gun. Nona Nabila hadir atas undangan dari mantan tunangannya," ucap Alex sambil menunjuk Hendra.
Sejenak pak Gun terdiam, mencerna setiap kata yang dilontarkan oleh tuan Asisten.
"Maksud anda, menantu saya sudah punya tunangan sebelum menikahi putri saya?" Tanya pak Gun menatap Alex dengan serius.
"Untuk masalah itu, silahkan tanyakan pada putri dan menantu pak Gun. Tapi saya memanggil pak Gun dan nona Saras kemari untuk meminta penjelasan tentang dua orang itu," ucap Alex tegas dengan menunjuk dua orang yang sedari tadi tidak berani mengangkat wajahnya.
"Barangkali nona Saras mau memberikan penjelasan?" Tanya Alex menatap Saras.
Saras hanya membisu,,,
"Kalau begitu, silahkan Sony kamu bicara," titahnya pada laki-laki suruhan Saras.
"Tadi siang non Saras telfon saya, agar saya membawakan seorang gadis untuk nya. Awal nya saya tidak tahu untuk apa, tapi setelah saya bawa Juwita bertemu dengan nona Saras barulah disitu saya tahu alasannya," ucap Sony dengan suara tercekat.
***** Flashback On
"Siapa nama kamu?" Tanya Saras dengan angkuh.
"Saya Juwita nona," ucap gadis itu pelan.
"Aku akan memberimu uang sepuluh juta, tapi kamu harus lakukan apa yang aku mau," titah nya.
"Baik nona, apa itu?" Tanya Juwita antusias.
"Di kampung XX akan ada acara pernikahan jam empat sore, datang lah ke sana dan mengaku lah bahwa saat ini kamu sedang hamil anak dari mempelai laki-laki. Ini bukti tes pack untuk meyakinkan mereka... aku gak mau tau bagaimana caramu, pokoknya gagalkan pernikahan mereka!" Seru Saras dengan penuh emosi.
"Dan kamu Sony, kawal dia!" Titah nya pada Sony, "ini buat DP, sisanya aku berikan jika sudah beres," seraya melempar segepok uang yang dimasukkan dalam amplop coklat.
***** Flashback Off
__ADS_1
Sudah sah ya,,, di tunggu kado vote dan like nya buat Nabila πππ€π