Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
EP_ Drama di Acara Wisuda


__ADS_3

Keesokan harinya, keluarga pak Ilyas tengah bersiap untuk menghadiri wisuda Nisa. Nampak Nisa telah selesai merias diri nya sendiri, dengan bekal ilmu yang dia dapatkan dari Susan calon tante nya. Nisa mengenakan kebaya modern berwarna dusty pink, hadiah dari Alex sewaktu mereka pergi ke Singapura kala itu.


Ibu Lin juga tampil anggun mengenakan kebaya hadiah dari Nabila, sedangkan pak Ilyas mengenakan stelan jas lengkap yang membuatnya nampak lebih muda dari usia nya.


Asisten Alex pun tak ketinggalan, seperti biasa.. pria matang itu selalu tampil mempesona dengan stelan jas yang dikenakan nya.


Sedangkan di kamar Nabila, setelah mendandani putra kecil nya dan membawa nya pada Ilham.. Nabila pun segera berganti pakaian, "abang yakin bisa ikut ke wisuda nya dik Nisa?" Tanya Nabila pada sang suami yang juga tengah bersiap.


"Iya yang, nanti abang pakai masker juga enggak apa-apa," jawab Rehan meyakinkan.


"Kalau misalnya emang enggak memungkinkan abang untuk ikut, Billa akan bilang sama ibu. Pasti mereka bisa mengerti, gimana?" Tanya Nabila lagi mencoba meyakinkan.


"Udah, kamu enggak perlu khawatir yang,,, abang akan baik-baik aja, percayalah. Asal ada sayang nya abang di dekat abang," balas Rehan sambil mengerling nakal pada istri nya.


"Pagi-pagi dah genit aja si abang," protes Nabila, "yuk ah, kita udah ditungguin pasti," ucap Nabila sambil menggandeng tangan sang suami dan menyeretnya pelan untuk segera bergabung dengan yang lain.


"Yang tunggu,," Rehan menghentikan langkah sang istri sebelum membuka pintu.


Nabila menoleh kearah suami nya sambil mengernyit.


"Vitamin C dulu dong,,," pinta Rehan, "biar nanti mual nya enggak kambuh," ucap nya mencari alasan.


"Enggak mau, nanti lipstick Billa habis!" Tolak Nabila dengan tegas.


"Dikit aja yang,, di pipi juga enggak apa-apa," pinta Rehan merajuk.


Nabila cemberut, "nih,," dan kemudian menyodorkan pipi nya.


Dengan segera Rehan mencium lembut pipi sang istri, ya dia memang hanya mencium pipi Nabila sesuai janji nya tapi tangan nya malah bergerilya kemana-mana.


Dengan segera, Nabila mendorong pelan tubuh besar suami nya dan mencubit perut Rehan dengan sedikit keras. "Aw yang, sakit.." pekik Rehan merasa kesakitan.


"Habis nya si abang mulai nakal," ucap Nabila dengan kesal, dan kemudian segera keluar dari kamar yang disusul oleh Rehan di belakang nya.


Keluarga yang lain sudah menunggu di lobi, "hem,,, yang lagi baby moon, kayak nya malas nih untuk keluar dari kamar," sindir Alex kepada sahabat nya yang baru saja bergabung bersama mereka.


"Baby moon apaan om Alex?" Tanya Kevin yang duduk di pangkuan ibu Lin.


Rehan menatap tajam pada Alex.

__ADS_1


Sedangkan Nisa mencubit pelan lengan sang tunangan dan berbisik melayangkan protes nya, "mas, kenapa ngomong seperti itu di depan Kevin?"


"Sorry dik, mas lupa kalau ada bocah cerdas itu," jawab Alex yang juga tengah kebingungan menyiapkan jawaban untuk Kevin.


"Yuk ah, kita berangkat.. nanti Nisa terlambat kalau pada ngobrol terus," pinta Nisa mencoba mengalihkan perhatian Kevin.


Mereka pun bergegas menuju mobil yang sudah dipersiapkan untuk mengantar mereka menuju kampus Nisa, yang agak jauh dari tempat mereka menginap.


Sambil berjalan menuju mobil, Kevin masih sempat membuat janji pada om Alex nya, "Om, nanti kalau sudah sampai kampus tante Nisa.. om jelasin ya tentang baby moon."


Dengan sangat terpaksa, Alex mengangguk.


Setelah beberapa saat lama nya, mobil yang membawa mereka telah sampai di kampus Nisa. Pak Ilyas dan keluarga besar nya segera turun dan langsung menuju aula gedung tempat wisuda akan berlangsung.


Masih ada waktu sepuluh menit bagi Nisa sebelum acara di mulai, dan itu di manfaatkan nya untuk berfoto bersama keluarga nya, dan Alex meminta bantuan kepada fotografer yang banyak menawarkan jasa nya di sana.


Saat tengah asyik berfoto ria, tiba-tiba seorang mahasiswa yang juga memakai toga sama dengan Nisa, menyapa Nabila, "Billa... kamu Nabila Ayunda kan? Sekretaris Dewan Mahasiswa dari Universitas XX?" Tanya mahasiswa itu menyelidik.


Rehan melirik tajam mahasiswa yang menyapa istri nya itu.


Nabila mengerut kan kening nya, nampak dia tengah mengingat-ingat seseorang. "Mas Adi bukan?" Tanya Nabila dengan ragu.


Adi adalah mahasiswa di tempat yang sama dengan Nisa kuliah, tapi dia dua tingkat di atas Nisa. Adi dan Nabila saling mengenal saat kampus mereka mengadakan studi banding tentang organisasi kemahasiswaan, dan keduanya kebetulan sama-sama pengurus Dewan Mahasiswa yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Adi sebagai ketua Dewan Mahasiswa di kampus nya, sedangkan Nabila adalah sekretaris Dewan Mahasiswa di kampus tempat Nabila menimba ilmu.


Sejak pertemuan keduanya di acara tersebut, hubungan baik mereka terus berlanjut. Adi juga sempat menaruh hati pada Nabila, bahkan sempat pula mengutarakan nya. Namun Nabila menolak nya dengan halus, karena saat itu dia sudah menjalin hubungan dengan Hendra.


Nabila hanya tersenyum kecut mendengar gurauan Adi, dia tahu pemuda di hadapan nya hanya bercanda. Tapi Nabila khawatir, suami posesif nya tidak akan terima dengan candaan dari Adi barusan.


"Mas Adi baru wisuda tahun ini?" Tanya Nabila mengalihkan topik penbicaraan.


"Ya, begitulah Bill,," jawab Adi tersenyum malu.


"Mas Adi ini mahasiswa kesayangan dosen mbak, jadi yah.. gitu deh, enggaj di bolehin sama dosen untuk hengkang dari kampus," celoteh Nisa yang disambut gelak tawa dari keduanya.


Sedangkan Rehan nampak semakin geram.


Menyadari hal tersebut, Nabila langsung memeluk mesra lengan suami nya. "Mas Adi, kenalin.. ini suami Billa," ucap nya memperkenalkan pria tampan yang saat ini memakai masker, kepada Adi.


"Oh, kamu udah nikah? Selamat ya Bill, selamat mas,," ucap nya sambil mengulurkan tangan nya kepada Rehan.

__ADS_1


Dengan malas Rehan melepas masker nya dan menyambut uluran tangan Adi, "Rehan, makasih ucapan nya," balas nya datar dan langsung melepas jabat tangan nya.


"Busyet,, suami Nabila berwajah blasteran dan tampan sekali," gumam Adi dalam hati.


"Daddy,, mommy,, Kevin mau ke sana ya sama om Ilham," pamit Kevin yang mendekat kearah daddy dan mommy nya, sambil menunjuk ke kafe yang berada di kejauhan.


"Iya nak, hati-hati ya,," balas sang mommy sambil mengusap lembut puncak kepala putra kecil nya.


"Bill,, kamu udah punya, anak?" Tanya Adi penasaran.


Nabila nampak tidak nyaman dengan pertanyaan dari Adi.


"Maaf, itu bukan urusan anda!" Jawab Rehan dengan tegas.


"Ayo yang,,, kita nunggu di mobil," pinta Rehan yang wajah nya sudah mulai memucat karena menahan mual yang tiba-tiba mendera nya, sesaat setelah masker nya di lepas tadi Rehan sempat mencium aroma bunga yang memang banyak di sekitar nya.


Menyadari perubahan wajah sang suami, Nabila bergegas menuntun suami tampan nya menuju mobil untuk segera memberikan pertolongan.


Maaf, anak muda... tuan muda dan nyonya muda kami ada urusan yang lebih penting," ucap Alex mencoba menegaskan kepada Adi.


Adi tertegun,, "tuan muda? Nyonya muda?" lirih nya dalam hati.


"Mas Alex, Nisa masuk dulu ya.." pamit Nisa pada tunangan nya.


"Masuk lah dik, mas akan nunggu di kafe bersama Ilham dan Kevin," balas Alex sambil tersenyum manis.


"Ayo mas Adi,, kita masuk!" Seru Nisa seraya berlalu memasuki aula yang berhasil mengagetkan Adi, dan Adi segera mengikuti langkah nya dengan berbagai pertanyaan yang memenuhi benak nya.


Sedangkan di dalam mobil, "pak, tolong antar kami ke hotel terdekat," titah Rehan pada sopir yang mengantar mereka, sambil menahan gejolak di dalam perut nya.


"Baik tuan," jawab sopir patuh, dan kemudian segera melajukan kendaran nya.


"Bang?" Nabila mengernyit.


"Ini salah kamu yang, kenapa kamu nyuruh abang kenalan sama Adi hingga abang terpaksa membuka masker tadi. Kamu harus tanggung jawab yang..." ucap Rehan sambil memejamkan mata.


"Kok Billa yang disalahin?" Protes Nabila, "Abang nih ya.. paling bisa cari-cari alasan untuk mencapai tujuan yang abang inginkan," ucap Nabila sedikit kesal.


"Gak ada salah nya kan yang... cari alasan untuk mencapai kenikmatan bersama kekasih halal nya?" Bisik Rehan lembut di telinga sang istri, dan kemudian menyandarkan kepala nya di bahu istri nya.

__ADS_1


__ADS_2