Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
Kesempatan Kedua


__ADS_3

Sementara itu nun jauh di sana, di negeri matahari terbit.. negeri yang terkenal dengan bunga sakura nya yang cantik dan bermekaran di sepanjang musim semi, nampak Hendra tengah berbincang hangat dengan Saras dan oma serta opa nya.


Ya, oma dan opa Saras memutuskan membawa kedua orang tua Saras dan juga cucu nya itu untuk berobat ke Jepang. Dengan alasan lebih dekat dengan tempat tinggal nya serta keluarga nya yang lain, yang akan selalu memberikan support hingga dapat membantu mempercepat kesembuhan Saras dan juga kedua orang tua nya.


*****Flash back on


Oma, Opa serta tante Michelle datang dengan tergopoh-gopoh ke rumah sakit, dimana Saras dan kedua orang tua nya dirawat. Mereka langsung terbang dari Jepang dan dari bandara langsung menuju ke rumah sakit, begitu mendengar kabar bahwa kedua orang tua Saras bersamaan masuk rumah sakit.


"Ada apa sebenar nya nak Hendra? Apa yang terjadi?" Tanya sang opa pada cucu menantunya di ruangan tempat kedua orang tua Saras dirawat, sesaat setelah sang opa melihat kondisi pak Gun dan istri nya.


Hendra menatap kedua orang tuanya secara bergantian, yang juga sudah berada di sana sejak Hendra memberikan kabar tentang kejadian yang menimpa kedua mertua nya.


Kedua orang tua Hendra mengangguk, memberikan isyarat kepada putra nya agar mengatakan yang sebenar nya.


Hendra kemudian menceritakan semua nya kepada opa dan oma serta tante nya Saras tanpa ada yang ditutupi, mulai dari persahabatan mereka bertiga, Hendra,Saras dan Nabila, hingga pernikahan nya dengan Saras. Dan terakhir tentang kejadian yang juga baru dia dengar, yang membuat pak Gun dan sang istri langsung masuk rumah sakit.


Mendengar penuturan cucu menantu nya sang oma menangis, "Saras, cucuku,,, oma enggak nyangka kamu akan melakukan semua itu demi ego mu," lirih nya terbata, "tangan ini.. tangan ini telah salah karena selalu memanjakan nya, hingga membuat Saras tumbuh menjadi gadis yang keras hati, dan apapun yang dia ingin kan harus terpenuhi," ucap oma bergetar sambil menatap nanar kedua tangan nya, nampak jelas penyesalan tergambar di raut wajah nya yang telah dipenuhi dengan keriput.


"Nak besan, tolong maaf kan cucu ku... dia hanya khilaf, aku.. akulah yang telah salah dalam mendidik nya, hingga cucuku Saras menjadi seperti sekarang ini.." ucap nya dengan memohon.


Bu Dian, ibu nya Hendra, menepuk lembut punggung rapuh wanita tua itu, "tidak oma, itu semua bukan salah oma. Wajar jika kita selaku orang tua ingin bisa menuruti semua keinginan anak, kita akan senang jika anak-anak senang bukan?'


"Dan tentang nak Saras, dia sudah dewasa oma... dia sudah dapat membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang pantas dilakukan dan mana yang seharusnya dihindari. Jadi, apa yang dilakukan nak Saras adalah murni kesalahan nya.. bukan kesalahan oma ataupun kedua orang tua nya," ucap bu Dian mencoba menenangkan oma yang terus saja menyalahkan diri nya.


"Apa yang di katakan mbak Dian benar ma, sudah lah ma... jangan terus-terusan menyalahkan diri mama?" Ucap tante Michelle menyetujui ucapan ibu nya Hendra. "Saat ini kita harus fokus untuk kesembuhan mas Gun, mbak Nita dan juga Saras. Kita akan membawa mereka ke Jepang ma,, kita akan rawat mereka di sana, karena aku enggak bisa lama-lama meninggal kan menantu dan cucu mu." Lanjut nya memberikan solusi.


"Ide bagus, papa setuju dengan mu," ucap opa menyetujui ide putri bungsu nya.


"Nak Hendra, mau kah kamu ikut kami ke Jepang? Seperti nya Saras juga membutuhkan dukungan mu nak, bantu lah dia hingga kesehatan mental nya pulih kembali." Pinta opa pada cucu menantu nya.


"Apa yang dikatakan opa itu benar Hendra, support lah Saras biar bisa segera pulih. Dan mengenai kepastian anak yang ada dalam kandungan Saras.. kita akan lakukan tes DNA, dan setelah hasil nya keluar maka semua keputusan kami serahkan kepada mu."

__ADS_1


"Dan jika kamu melepas Saras, tante yang akan merawat anak itu nanti nya,, terlepas dari anak itu anak kandung kamu ataupun bukan, dan biar Saras menjalani hidup nya sendiri dan introspeksi diri," ucap tante Michelle menatap Hendra penuh harap.


Hendra melihat kearah ibu nya, dan bu Dian mengangguk.


"Pergilah mas, bagaimana pun Saras masih syah menjadi istri mu dan dia adalah tanggung jawab mu," titah pak Pram kepada putra sulung nya.


***** Flash back off


Beberapa hari menjalani terapi psikis di The University of Tokyo Hospital, yang merupakan salah satu rumah sakit terbaik di Jepang, kondisi mental Saras berangsur membaik.


Apalagi Hendra dengan penuh tanggung jawab selalu ada bersama Saras dalam menjalani terapi itu, juga sang oma dan opa yang selalu menemani dan mencurahkan kasih sayang mereka dengan tulus.


Perlahan namun pasti, sifat arogan Saras pun mulai pudar. Dia lebih bisa menghargai Hendra sebagai suami yang seharusnya memang dia hormati, dan bukan nya di caci seperti yang dia lakukan selama ini.


Begitu pun dengan kondisi pak Gun dan sang istri, bahkan mama Anita sudah sadar dari koma nya.


Dan pagi ini Saras tengah memohon pada suami nya, dia ingin dipertemukan dengan bu Dian dan pak Promono. Saras hendak meminta maaf kepada kedua mertua nya tersebut juga pada adik-adik Hendra, Saras benar-benar telah menyesali perbuatan nya.


Hendra menatap dalam netra Saras, mencoba mencari kejujuran di mata wanita yang terpaksa dia nikahi itu. "Apa kamu sungguh-sungguh?" Tanya Hendra menyelidik.


Saras mengangguk dengan yakin.


"Ajak Saras pulang nak, dan berikan dia kesempatan untuk memperbaiki diri nya," pinta sang opa seraya menatap Hendra dengan penuh permohonan.


Hendra yang memang telah berjanji pada diri nya sendiri untuk memberikan kesempatan kedua bagi Saras, setelah mengetahui hasil tes DNA yang menyatakan bahwa bayi dalam kandungan Saras adalah benih nya, dan setelah melihat sendiri perubahan pada diri Saras pun mengangguk,, "baiklah, nanti sore kita akan pulang, " ucap nya dengan lembut.


Saras menghambur memeluk suami nya, "makasih Hendra, kamu memang suami yang baik," ucap nya tulus.


"Tapi itu bukan berarti aku bisa menerima mu kembali Ras, karena semua keputusan ku tergantung pada ibu dan bapak ku." Ucap Hendra pelan, meskipun dia ingin memberikan Saras kesempatan kedua namun dia tidak mau melukai hati kedua orang tua nya. "Aku sudah pernah membuat beliau berdua kecewa Ras, dan aku tak ingin mengulang untuk yang kedua kali nya," lanjut nya menegaskan.


Opa dan oma hanya mengangguk, beliau berdua mengerti bagaimana perasaan Hendra dan kedua orang tua nya selama ini menerima perlakuan buruk dari cucu nya.

__ADS_1


Saras mengangguk, "aku mengerti Hendra,, dan aku juga tak ingin memaksakan kehendak ku. Aku hanya ingin meminta maaf sama bapak dan ibu, juga pada Nabila," ucap Saras sendu.


"Aku ingin bertemu Billa dan minta maaf kepada nya," ucap Saras sungguh-sungguh.


"Benarkah?" Tanya Hendra penuh selidik.


"Iya, setelah bertemu bapak dan ibu.. tolong bawa aku ke Jakarta ya? Aku mau menemui Billa..." pinta nya memohon.


"Lusa resepsi Billa dan tuan muda Alamsyah akan di gelar, dan kita memang mendapat undangan. Tapi tak etis rasa nya jika kita menemui nya di hari bahagia nya itu, aku akan mengajak mu menemui nya sehari sebelum nya." Ucap Hendra menyetujui permintaan Saras.


"Benarkah kita di undang?" Tanya Saras tak percaya, mengingat perlakuan nya yang buruk selama ini terhadap Nabila.


"Benar Ras, kita di undang. Aku akan telpon Asisten Pribadi suami nya Nabila, untuk mempertemukan kita dengan nya," balas Hendra meyakinkan.


"Ah,, rasa nya aku tak sabar ingin memeluk Billa... tapi, apa dia mau memaafkan aku ya?" Gumam Saras ragu.




Numpang promo lagi ☺🙏



Yang belum mampir ke novel kedua ku "Akhir Sebuah Penantian" aku tunggu hadir kalian yah..



Yang sudah kasih support, makasih banyak 😍🤗


__ADS_1


Salam hangat 😘😘


__ADS_2