
"Assalamu'alaikum,," ucap papa Sultan beserta keluarga besar nya yang langsung datang dari Singapura, yang diikuti Alex dan Nisa yang tadi menjemput di Bandara.
"Wa'alaikumsalam,," jawab yang di dalam bersamaan, pak Ilyas, ibu Lin dan yang lain segera menyingkir menuju sofa untuk memberi ruang kepada papa Sultan dan rombongan nya.
"Menantu mama,, selamat ya nak, kamu sudah kasih mama cucu sepasang," ucap mama Sekar memeluk menantu kesayangan nya.
"Ma,, gantian,," rajuk papa Sultan yang sedari tadi menunggu tapi mama Sekar masih saja menempel pada Nabila.
"Tahu tuh si mama,, kakak kan juga pengin peluk adik ipar ma," timpal Fatima dengan manja.
"Enggak ada yang pengin peluk Rey nih?! Kasihan deh gue.. kayak anak tiri," gerutu Rehan yang di cuekin keluarga nya.
Mama Sekar yang sudah melepas pelukan nya pada sang menantu, segera memeluk putra nya,, "selamat ya son,, kamu sudah menjadi real daddy sekarang," ucap mama Sekar dengan netra berkaca-kaca.
"Makasih ma,, berkat do'a tulus dari mama, Rey bisa sampai berada di titik ini. Memiliki keluarga kecil yang lengkap dan Insyaallah bahagia," balas Rehan melerai pelukan nya, dan mengusap lembut air mata sang mama.
Bergantian keluarga besar Rehan memeluk dan memberikan ucapan selamat pada Nabila dan juga Rehan, dan mereka kemudian duduk berbaur dengan yang lain. Ada yang duduk di sofa, di bad khusus untuk penunggu pasien, dan ada yang duduk lesehan dengan beralas matras yang tadi sengaja dibawa oleh ibu Lin.
Mama Sekar duduk di samping ibu Lin yang memangku salah satu baby, yang tadi diambil nya dari gendongan Ilham. Sedang kan Fatima mendekati Lusi dan meminta si baby untuk di gendong nya.
Ilham dan ketiga bocah duduk lesehan dengan ditemani Alex dan Nisa.
"Oh ya mbak Bunga, nitip si baby ya.. aku sampai lupa, kalau mbak Billa belum sarapan," ucap ibu Lin sambil memberikan baby kepada mama Sekar.
"Oalah dik,, dik,, masih muda kok yo wes pikun,," balas mama Sekar seraya terkekeh sambil menimang-nimang si baby.
Ibu Lin ikut terkekeh dan segera menyiapkan sarapan untuk putri nya dan kemudian memberikan nya pada sang menantu, dengan telaten Rehan menyuapi sang istri hingga makanan yang ada di piring.. tandas tak tersisa. "Wah mommy pintar ya, makan nya habis banyak," goda Rehan seraya tersenyum jahil.
"Billa kan makan untuk bertiga bang,," rajuk Nabila yang tak rela dikatain makan nya banyak.
"Iya nak Billa, makan terus juga enggak apa-apa,,, jangan sampai cucu-cucu mama ini kelaparan," timpal sang mama mertua membela nya.
Tak berapa lama Alvian dan Susan juga datang kembali, bersama nenek dan bibi nya Susan.
Setelah memberikan ucapan selamat kepada mommy dan daddy baru tersebut, nenek dan bibi dari Lusi turut bergabung bersama yang lain.
__ADS_1
Mereka asyik bercengkrama dan bersenda gurau seperti biasa, hingga tiba-tiba baby yang berada dalam pangkuan mama Sekar terbangun dan menangis dengan suara nya yang menggema.
Dengan sigap Rehan mengambil si baby dari tangan sang mama untuk di susui, "baby girl haus oma,," ucap nya menirukan suara anak-anak.
"Oh,, yang ini baby girl,,' balas mama Sekar sambil memberikan si baby kepada daddy nya.
Rehan segera membawa baby nya kepada sang istri, dan kemudian menutup korden putih sebagai pembatas agar Nabila bisa bebas saat menyusui baby nya.
Dengan penuh perhatian daddy tampan tersebut membantu istri nya saat menyusui putri nya, sesekali Nabila terlihat meringis menahan sakit akibat kuat nya isapan baby pada ****** nya.
Belum puas baby girl menyusu, terdengar baby boy yang berada dalam gendongan Fatima pun menangis.
Rehan segera keluar dari kain pembatas untuk mengambil baby boy, "biar kakak bantu dik, kamu gendong aja baby girl kalau udah selesai nyusu nya," pinta Fatima sambil menimang-nimang baby boy untuk menenangkan nya, sambil membawa nya mendekat pada sang mommy.
Tak berapa lama, baby girl melepas isapan nya karena kenyang dan kemudian kembali terlelap.
Rehan segera mengambil nya dari pelukan sang istri dan membawa nya ke dalam boks bayi, namun baru saja di letakkan.. baby girl kembali menangis.
Daddy tampan yang sudah berpengalaman karena merawat Kevin sejak masih bayi merah itupun mengecek popok nya, dan benar saja.. popok nya telah basah.
Ibu Lin dan mama Sekar yang melihat segera mendekat, "biar Rey aja yang gantiin,," ucap Rehan dengan halus, menolak bantuan dari mama dan juga ibu mertua nya.
Mama Sekar menyenggol lengan besan nya, "kamu lupa besan, kalau putra ku sudah menjadi ayah bahkan sebelum kenal sama putri mu," balas mama Sekar.
"Oh,, iya ya,, aku lupa mbak," ucap ibu Lin sambil melirik Kevin.
Rehan hanya tersenyum mendengar obrolan kedua emak tersebut, dan tak berapa lama dia sudah selesai dengan tugas nya untuk menggantikan popok baby girl.
Tepat di saat yang sama, baby boy pun telah selesai menyusu. Dan Rehan bergerak cepat mengambil alih baby boy dari tangan sang mommy untuk di tidur kan di boks bayi, bersebelahan dengan saudari nya.
Fatima membantu membuka korden pembatas, dan kemudian ikut duduk di samping sang suami.
Devan yang menyaksikan kerempongan Rehan berkomentar, "repot juga ya, punya baby kembar?"
"Iya, lu benar Dev.. untung nya si Rey sudah berpengalaman," balas Alex yang sedari tadi juga menyaksikan betapa repot nya atasan nya itu merawat kedua baby nya.
__ADS_1
"Bang Alex enggak mau punya anak kembar?" Tanya Ilham pada kakak ipar nya itu. "Mbak Nisa juga kan ada keturunan kembar?" Lanjut nya mengingat kan.
"Mau lah dik, kan enak tuh.. sakit nya cuma sekali, langsung dapat bonus nya dua," balas Nisa seraya tersenyum dan berharap.
"Iya, kamu benar Nis," timpal Lusi nampak ikut senang jika mengandung baby twins.
"Eh,, tadi nama nya siapa bang?" Tanya Ilham menepuk lembut punggung Kevin
Kevin yang sedang asyik main game bersama kedua saudara nya menoleh, "oh iya, bang Kevin lupa om... tadi sudah dipikirin, tapi gara-gara pada datang dan ngobrol terus bang Kevin jadi lupa deh," ucap nya seraya menepuk jidat nya, bergaya seperti orang dewasa.
"'Dad, adik baby boy nya dikasih nama nya siapa?" Tanya Kevin pada sang daddy.
"Katanya abang Kevin dan mommy yang mau kasih nama baby boy? Tugas daddy kan, kasih mama untuk baby girl?" Balas Rehan balik nanya.
"Nama nya MALIK DANIYAL ALAMSYAH,," ucap Nabila.
"Pemimpin yang cerdas,, nama yang bagus mbak, semoga kelak menjadi pemimpin dan suri tauladan bagi sesama nya." Do'a pak Ilyas untuk cucu pertama nya.
Papa Sultan mengamini nya dan tersenyum bahagia, mendengar nama belakang nya tersemat di nama baby boy sang putra.
"MALIKA DALISHA ALAMSYAH,, yang artinya, Ratu yang berkepribadian baik dan menyenangkan, semoga kelak Malika bisa membuat orang-orang yang berada di sekitar nya merasa senang dan bahagia." Ucap Rehan dengan mata berbinar bahagia.
"Aamiin,,," dan diamini oleh seluruh keluarga besar nya.
π·π·π·π·π·π· ππ€π πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Terimakasih sudah menemani perjalanan cinta Nabila dan Rehan hingga sejauh ini, saya sadar novel ini jauh dari kata sempurna.. karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.
Dan saya pun takkan sanggup membuat semua pembaca KETULUSAN CINTA NABILA terpuaskan, namun saya berharap ada sedikit pelajaran hidup yang dapat dipetik dari novel ini.
Sekali lagi terimakasih... untuk apresiasi luar biasa yang telah pembaca berikan pada novel ini, tanpa kalian novel ini sama sekali tak berarti apa-apa.
Buat yang sudah kasih like, vote, komen, hadiah dan favorit.. terimakasih banyak. Untuk pembaca setia yang tak mau menampakkan diri pun saya ucap kan terimakasih. ππ
Salam hangat penuh cinta,,,
__ADS_1
πππ€π€ππ
ttd. Hind Hastry