Ketulusan Cinta Nabila

Ketulusan Cinta Nabila
EP_ Anaconda


__ADS_3

Alvian dan Susan kini sedang berada di dalam kamar mereka untuk berganti pakaian, karena sebentar lagi acara resepsi akan berlangsung. Resepsi nya sendiri terbagi menjadi dua sesi, sesi pertama jam sebelas siang yang diperuntukkan bagi teman-teman sekolah Alvian dahulu, sedangkan sesi kedua jam dua siang yang khusus untuk karyawan PT. Bintang Kejora dan juga kolega-kolega bisnis nya.


Sengaja Alvian menggelar acara resepsi pernikahan nya di siang hari, karena di malam pertama nya dia tidak ingin kecapekan agar bisa memaksimalkan waktu nya berdua bersama sang istri. Mengingat dalam waktu dekat ini dia tak punya waktu untuk mengajak sang istri bulan madu, karena padat nya jadwal pekerjaan di perusahaan.


Susan telah selesai berganti pakaian sesaat sebelum suami nya masuk tadi, dan saat ini dia tengah merapikan sendiri riasan nya sambil duduk di kursi rias yang menghadap cermin besar.


Alvian langsung mendekati nya dan memeluk nya dari belakang sambil menatap wajah cantik istri nya dari pantulan cermin di hadapan nya, Susan tersenyum malu di tatap secara intens seperti itu oleh pria pujaan hati nya. "Jangan lihatin terus ah,, aku malu kak Al,," lirih nya tersipu.


"Malu kenapa,, hem,,?" Bisik Alvian dengan suara parau di telinga sang istri sambil meniup daun telinga istri nya.


Susan merinding,, "geli kak Al,, menjauh lah sedikit, aku belum selesai membetulkan riasan wajah ku," protes Susan sembari merajuk.


"Kiss dulu beib,," pinta Alvian dengan tatapan penuh gairah.


"Pipi ya, yang lain nanti malam," balas Susan malu-malu.


Tanpa memberikan jawaban, Alvian yang masih dengan posisi seperti tadi langsung mencium bibir seksi sang istri dan ******* nya dengan penuh perasaan. Susan yang memang sudah pernah merasakan ciuman dari sang suami sebelum nya meski dengan perasaan canggung dan takut kala itu, kini sudah tak canggung lagi dan mulai berani membalas ciuman suami nya.


Cukup lama kedua nya hanyut dalam ciuman yang menyembulkan gairah itu, tangan Alvian pun mulai aktif meraba-raba dan meremas bukit kembar nan kenyal milik sang istri meski masih dalam batas diluar gaun yang dikenakan istri nya.


Suara ******* lirih dari Susan semakin membuat hasrat Alvian tak terbendung, ciuman nya semakin liar dan dalam,, hingga suara ketukan pintu menghentikan aksi mereka.


Tok,, tok,, tok,,


Mereka berdua saling tatap, Susan buru-buru mengambil tissue dan mengelap bibir sang suami


dan sedetik kemudian Alvian bergegas membuka pintu kamar nya. "Lu Lex, ada apa?!" Tanya Alvian ketus, melihat Alex adalah orang yang berada di balik pintu.


"Habis ada pesta kecil rupanya di dalam,," ucap Alex tersenyum seringai tanpa memperdulikan pertanyaan Alvian, seraya melongokkan wajah nya ke dalam kamar. Dia melihat Susan masih duduk di kursi di depan cermin rias dan sedang membetulkan riasan nya kembali, yang sempat tertunda gara-gara ulah kekasih halal nya barusan.


"Cepat katakan! Ada apa? Lu udah ganggu kesenangan gue?" Ucap Alvian kembali mengulang pertanyaan nya dengan perasaan jengkel.


"Santai bang,, cukup dulu pemanasan nya," balas Alex sambil memainkan kedua alis nya, "gas pool nya nanti malam," goda Alex.


"Sialan lu,, dasar keponakan tengil!" Gerutu Alvian seraya menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Acara sudah akan di mulai dan sebagian besar teman-teman abang sudah hadir, cepatlah abang keluar," lanjut Alex, sambil berlalu dari hadapan Alvian.


Alvian bergegas masuk kedalam kamar nya dan menghampiri sang istri yang nampak telah bersiap, "sudah siap beib?" Tanya Alvian seraya memeluk pinggang ramping sang istri yang sedang berdiri di depan cermin.


Susan hanya mengangguk, "ayo kak kita keluar, sudah di tungguin sama teman-teman kak Al kan?" Tanya Susan, sambil berusaha melepaskan pelukan sang suami.

__ADS_1


"Bentar aja beib, aku masih ingin memeluk mu," pinta Alvian menatap mesra sang istri.


"Kenapa kak Al repot-repot ngadain resepsi kalau enggak ingin menemui mereka?" Protes Susan.


"Baik lah,, kita keluar sekarang," ucap Alvian akhir nya, merelakan untuk melepas pelukan nya pada sang istri.


Dengan mesra Alvian menggandeng tangan sang istri dan menuntun nya menuju rumah utama melalui halaman samping, dimana resepsi pernikahan mereka berdua di gelar dengan meriah.


Alvian dan Susan memasuki rumah utama dari pintu depan, mereka berdua langsung di sambut hangat oleh teman-teman Alvian yang memang sudah menunggu pasangan pengantin baru itu sejak tadi.


"Mentang-mentang pengantin baru, bawaan nya pengin ngamar melulu," celetuk salah seorang teman Alvian sambil memeluk mempelai pria dan memberinya ucapan selamat.


Alvian hanya membalas nya dengan senyuman, "makasih ya," ucap nya tulus membalas ucapan selamat dari teman kampus nya itu.


"Selamat ya bro,, akhir nya lu lepas juga dari kutukan jomblo," ucap teman nya yang lain seraya terkekeh.


"Yang ngutuk udah bosan karena bertahun-tahun harus kasih sesajen," celetuk Devan yang mengundang gelak tawa dari tamu undangan yang hadir.


Alvian menggelengkan kepala nya mendengar ocehan yang absurd dari teman-teman nya itu, "Makasih, Riyan," jawab Alvian seraya tersenyum tulus pada teman nya yang bernama Riyan tersebut.


"Bro,, selamat ya.." ucap salah seorang teman nya yang lain, menghampiri Alvian dan memeluk teman seangkatan nya itu. "Gak salah lu bersabar selama ini, gila.. istri lu cantik banget," puji pria tersebut sambil menatap lekat pada istri Alvian, yang membuat om dari Nabila itu wajah nya memerah menahan cemburu.


Alvian terus berjalan seraya menggandeng sang istri, menyalami satu persatu teman-teman nya yang hadir.


Suasana akrab nan hangat penuh kekeluargaan tercipta di ruangan yang luas itu, hadir nya Fatima dan suami, serta ketiga sahabat Alvian dan pasangan masing-masing yang memang masih saling mengenal karena mereka adalah satu kampus, menambah kemeriahan acara resepsi pagi yang sengaja dirancang dengan santai dan penuh kekeluargaan tersebut.


Pesta terus berlanjut, hingga pesta yang kedua pun berjalan dengan lancar dan sangat meriah.


Kehadiran dan kekompakan keluarga besar Nabila dan Rehan, benar-benar sangat besar andil nya dalam sukses nya resepsi pernikahan Alvian dan Susan.


*****


Keluarga besar Antonio dan keluarga besar Alamsyah, kini tengah menikmati santap malam di ruang terbuka yang berada tepat di atas kolam renang. Mereka makan dengan tenang sambil menikmati semilir angin malam yang sejuk menerpa kulit, sesekali celoteh ketiga cucu papa Sultan terdengar memecah keheningan.


"Oma cantik, nanti Kevin bobok sama oma cantik ya?" Pinta Kevin tiba-tiba kepada Susan, sesaat setelah mereka menyelesaikan makan malam nya.


Alvian mengernyit, dan menatap tajam kearah Rehan.


Rehan hanya mengedikkan bahu nya, dan merasa tak tahu menahu dengan permintaan sang putra.


"Boleh kan oma cantik?" Tanya Kevin lagi, setelah cukup lama menunggu tak ada jawaban.

__ADS_1


"Nak, bobok sama papi saja ya?" Bujuk Vincent yang tahu bahwa Alvian tak ingin di ganggu.


"Enggak mau papi,, Kevin mau dengar cerita anaconda?" Rajuk Kevin sambil mengerucutkan bibir nya.


"Anaconda?" Tanya Nabila pada sang putra.


"Benar mommy,, om ganteng bilang, di daerah asal oma cantik adalah habitat tempat ular raksasa itu hidup? Dan, om ganteng bilang.. oma cantik bisa menaklukkan anaconda?" Ucap Kevin yang merasa penasaran dengan cerita asal-asalan dari om ganteng nya.


"Anaconda milik bang Vian tuh yang bisa ditaklukkan sama Susan," lirih Devan dengan tersenyum jahil.


Rehan melotot kearah Devan, "jaga ucapan lu, ada anak-anak," bisik Rehan yang duduk tak jauh dari Devan.


Sedangkan pandangan yang lain tertuju pada Ilham, menuntut jawab.


"Peace,,," ucap Ilham tanpa dosa sambil tersenyum seringai. "Habis nya tadi Ilham galau om, enggak tau mau ngapain? Tadi minta ijin sama ayah agar Jihan di bolehin menginap di sini, tapi ayah melarang.. ya udah, Ilham iseng aja cerita tentang anaconda sama tuh bocah," lanjut nya menjelaskan kegalauan nya.


"Ya jelas gak boleh nang, kalian kan masih kecil.. lagi pula, orang tua Jihan juga pasti enggak bakal kasih ijin kalau anak gadis nya menginap di rumah teman laki-laki," balas ibu Lin mengingatkan putra nya.


"Iya bu, Ilham minta maaf," ucap nya menyesal.


"Dik, sekarang kamu bujuk dia dengan cerita seru agar perhatian nya teralihkan," pinta Alex pada Ilham sambil melirik Kevin yang bergelayut manja pada Susan. "Kasihan om Vian, sudah ingin mencoba sarang anaconda nya tuh," bisik nya di telinga Ilham sambil tersenyum jahil.


"Dih, bang Alex,,, jangan bicara yang menjurus napa?! Ilham kan masih perawan, belum paham hal yang begituan..?" Protes nya asal, hingga mengundang gelak tawa dari keluarga yang lain.


Ibu Lin dan pak Ilyas hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah putra bungsu nya, yang selalu bisa membuat segar suasana.


Ilham pun akhir nya membujuk Kevin agar tidak minta tidur dengan oma cantik nya, "Kevin,bobok sama om ganteng aja ya? Anaconda nya lain kali saja, karena baru mau di briefing... nanti, om ganteng ceritain tentang macan aja deh.. gimana?" Tanya Ilham membujuk.


"Kalau cerita tentang macan, Kevin sudah sering dengar om??" Tolak Kevin.


"Eh, yang ini beda.. Kevin pasti belum pernah dengar kan, macan yang perut nya akan mual jika mencium bunga?" Ucap Ilham menahan senyum sambil melirik abang ipar nya.


Yang lain pun tertawa cekikikan mendengar judul dongeng si Ilham yang absurd itu.


"Dik, enggak ada uang saku lagi dari abang," ucap Rehan dingin.


"Mbak Billa,, tolong adik bungsu mu yang ganteng ini?!" Rajuk Ilham dengan manja.


Di saat yang lain nya masih fokus dengan Ilham dan Kevin, Alvian diam-diam menuntun sang istri meninggalkan keluarga besar nya menuju paviliun milik nya untuk menikmati malam pertama mereka.


"Semangat bang,,, anaconda siap menerkam,,," seru Alex dan Devan bersamaan seraya terkekeh, saat menyadari pergerakan Alvian dan Susan yang menjauh dari mereka.

__ADS_1


__ADS_2