Ms. Perfect

Ms. Perfect
Tekad Dominico


__ADS_3

Dua jam pun berlalu, Michelle pulang bersama Nicholas dan Nadine. Tepat di halaman rumahnya, Xavier baru saja keluar dari mobilnya.


Kakak beradik itu berjalan bersama memasuki rumahnya.


..


“Aunttyyyy !!” teriak Zeira yang berlari ke arah Michelle setelah Arya melapor akan kepulangan anak-anak mereka


“Hei Ms. perfect junior” sapa Michelle memeluk Zeira


“Girl, your Daddy is here” gerutu Xavier cemberut kesal


“Im solly Dad” ucap Zeira pindah ke pelukan Xavier


Dominico pun keluar dari ruang keluarga bersama Corradeo, Leonore, dan Amber.


“Nonno !!” panggil Michelle melebarkan senyumnya


Michelle langsung berlari ke pelukan Dominico.


“Nonno kapan sampai ? kok nggak kasih tahu aku ? Nonno kesini sama Nonno Hugo ? Nonno udah makan ? maaf ya Nonno, aku baru pulang kerja” tanya Michelle dengan sederet pertanyaan


Aww.. she is so cute.. Michelle, look.. she is beautiful dan cute like you -batin Dominico


“Nonno baru sampai Young Michelle, kamu mandi dulu gih nanti kita lanjutin lagi obrolannya habis itu makan bareng” ucap Dominico mengelus lembut rambut Michelle


“Aye aye kapten” jawab Michelle sambil hormat lalu berjalan ke kamarnya


..


“Kenapa kalian bikin Michelle cuma satu ?” gerutu Dominico


“Daddy maunya berapa ?” tanya Corradeo malas


“Yang banyak dong, masa bikin Michelle cuma satu” jawab Dominico menggerutu


“Daddy, anak itu aja protes kalau sampai ada Michelle yang lainnya, Daddy tahu kenapa ? itu karena dia nggak mau kasih sayang Kakaknya itu berkurang” ketus Corradeo


“Dad, jangan ngomong gitu lagi, kasihan Michelle” ucap Nicholas


“Hemm.. Michelle ku pasti sedih kalau denger ucapan Daddy barusan” ucap Xavier cemberut


“See Dad ? they are annoying” gerutu Corradeo


Mereka menggemaskan Corre.. kalau aja aku nemenin pertumbuhan mereka dari kecil.. -batin Dominico haru


**


Pagi harinya..


“Michelle, ayo makan yang banyak, Nonno nggak mau kamu sakit” ucap Dominico


“Nonno, aku biasa sarapan selembar roti tawar doang sama segelas susu” ucap Michelle


“Itu dikit banget, ayo tambah sarapannya” ucap Dominico


“Nonno, Michelle biasanya bakalan makan croissant sambil minum hot mint tea pas di kantor” ucap Nicholas


“Oh gitu.. apa kamu mau cornetto kesukaan Nonno ? enak loh” tanya Dominico


“Daddy, your Daddy is annoying, here, there is Kak Nicho and Kak Vier his Grandson, Im not little girl anymore” protes Michelle mengerucutkan bibirnya


“Nonno, jangan gangguin adik kesayangan aku lagi” ucap Nicholas


“Hemm, she is my Michelle” ucap Xavier penuh penekanan


Dominico melirik ke anak, menantu, dan cucu menantunya lalu mereka cuma menganggukkan kepalanya malas menandakan hal seperti ini sudah sering terjadi.


“Okay, you win” ucap Dominico


..


Michelle tengah sibuk dengan pekerjaannya tiba-tiba Emily menelefon mengatakan kalau Dominico datang. Akhirnya Michelle mengijinkan Dominico masuk ke ruangannya.


“Kenapa Nonno ?” tanya Michelle


“Hei, Nonno cuma mau ketemu cucu sendiri kok malah ditanya kenapa” protes Dominico


“Sorry.. Nonno, kenalin dia Emily, sekertarisku sekaligus temen aku” ucap Michelle tersenyum lembut


“Selamat pagi Tuan Besar” sapa Emily


“Apa cucuku ini kasih kamu pekerjaan terus menerus ?” tanya Dominico


“Tentu saja tidak Tuan Besar, Nona Michelle seringkali meminta pekerjaan saya” adu Emily

__ADS_1


“Really ?” tanya Dominico berbinar-binar


“Oke stop.. Ly, tolong bikinin minum buat gue sama Nonno” ucap Michelle


“Baik Nona” jawab Emily


“Michelle, sekertaris umum kamu banyak kenapa minta Emily yang bikinin minum ?” tanya Dominico saat Emily sudah keluar ruangan


“Dia tahu maunya aku Nonno, aku ngerasa klop sama Emily, dan lagi aku lebih suka kalau dia yang tanganin langsung kemauan aku” jawab Michelle


“Aww my girl, its so sweettttt” ucap Dominico


“Ayo makan croissantnya, Nonno beli yang isi cokelat, kamu suka nggak ?” tanya Dominico


“Suka, thanks Nonno” jawab Michelle


Emily masuk membawakan dua cangkir mint tea yang ditaruhnya di atas meja lalu keluar.


“Ayo diminum Nonno, jangan minum kopi terus” ucap Michelle


Mereka pun menyeruput minumannya lalu Michelle mengambil sepotong croissant dari dalam box.


“Nonno nggak makan ?” tanya Michelle


“No, its all for you” jawab Dominico tersenyum lembut


“Nonno kesini sama siapa ?” tanya Michelle


“Of course with my driver dan bodyguard” jawab Dominico


“Nonno, bukan aku ngusir, tapi kapan Nonno pulang ? aku kan kerja” tanya Michelle hati-hati


“Nonno disini sampai kita selesai makan siang” jawab Dominico tersenyum lembut


“Tapi ini masih lama, nanti Nonno bosen” ucap Michelle


“Jangan khawatirin Nonno, kamu kerja aja” ucap Dominico


“Aku ada kamar, Nonno bisa pakai kamarnya buat istirahat” ucap Michelle menunjuk ke pintu kamarnya


“grazie mia cara nipote (terima kasih cucuku tersayang)” jawab Dominico tersenyum haru


“Ada Kak Nicho sama Kak Vier, Nonno” ucap Michelle mengingatkan


“Terus kenapa ? mereka itu kayak Daddy kamu, posesif” gerutu Dominico


“Hei, jangan bohong ya, kamu itu mirip Nonno” ucap Dominico penuh penekanan


“Im not like you, Im young, Im not older like you” protes Michelle


Dominico terkekeh mendengar ucapan Michelle.


“Nonno, aku mesti kerja lagi” ucap Michelle


“Okay, Nonno nggak ganggu Signorina perfetta (Ms. perfect)” ucap Dominico tersenyum lembut


Michelle pun tersenyum lalu pindah duduk di kursi kebesarannya dan kembali fokus ke pekerjaannya.


Anak ini bener-bener mirip sama aku, Emily melakukan tugasnya dengan baik sampai sekarang, aku nggak mungkin minta Emily kembali ke dunia bawah, dia pasti lebih milih bersama Michelle, terlebih Michelle udah percayain segala sesuatunya sama Emily.. -batin Dominico


Dominico bangun dari duduknya lalu berdiri di tepi kaca besar menonton pemandangan dari sana.


Udah cukup selama ini aku menguasai dunia bawah, aku mau bersama keluargaku, menikmati hari tuaku bersama anak, cucu, sampai cicitku.. cucuku nggak pernah terlibat dunia bawah aja udah terluka beberapa kali, gimana kalau sampai musuh-musuhku menyerang mereka juga ? -batin Dominico gelisah


Cukup lama Dominico berdiri disana dan akhirnya masuk ke dalam kamar yang tadi Michelle tunjukkan.


..


Wangi vanila mulai tercium tapi wangi mint dan lemon lebih mendominasi.


Dominico duduk di tepi tempat tidur lalu memegang sebingkai foto, foto Michelle bersama Nicholas dan Xavier saat masih kecil.


“Dari kecil kamu udah tomboy ya, kenapa sih milih tomboy ? padahal banyak yang jagain kamu” ucap Dominico


Dominico tersenyum lalu menaruh kembali bingkai foto itu di atas nakas dan membaringkan tubuhnya.


..


Michelle mengganti penampilannya seperti biasanya saat istirahat lalu membangunkan Dominico yang ketiduran.


Mereka berjalan bersama diikuti Emily.


“Nonno mau makan apa ?” tanya Michelle


“Nonno mau makan apa aja yang biasa kamu makan” jawab Dominico

__ADS_1


“Okee” jawab Michelle dengan riangnya


Setiap karyawan yang melihatnya akan membungkukkan setengah badannya sampai Michelle sudah tidak terlihat lagi di pandangan mereka.


..


Mobil melesat meninggalkan halaman anak perusahaan Melviano Corp. dan berhenti di sebuah restoran masakan padang.


Michelle melingkarkan tangannya di tangan Dominico lalu berjalan bersama ke dalam restoran itu.


“Nonno mau pesen apa ?” tanya Michelle


“Nonno nggak ngerti jadi kamu aja yang pesenin” jawab Dominico bingung


“As you wish” ucap Michelle


Mereka duduk berdua dan saling berhadapan sementara Emily memilih duduk sendiri.


Tidak lupa para pengawal mereka pun ikut makan siang bersama tentu saja membuat Dominico dan pengawalnya terkejut karena mereka tidak pernah melakukan hal itu terlebih Michelle yang memaksanya.


Puluhan piring sudah bertumpuk di atas meja.


“Are you sure girl ?” tanya Dominico tercengang


“Oh come on Nonno, ini semua enak, ayo kita makaannn” jawab Michelle penuh semangat


Michelle cuci tangan karena dia biasanya lebih memilih makan pakai tangan daripada pakai sendok garpu terutama saat makan masakan padang seperti ini.


“Gimana cara makannya ?” tanya Dominico bingung


Michelle memberitahukan satu persatu lauk pauk yang tersedia di atas meja lalu memberitahukan cara makannya ke Dominico.


“Kamu makan apa ?” tanya Dominico lagi


“Ini, ini, ini, ini, ini, ini, sama ini” jawab Michelle mengambil sepotong ayam bakar, ikan goreng, tunjang sapi, perkedel kentang, sayur pepaya beserta kuahnya, sambal, dan peyek udang


“Molti (banyak banget)” ucap Dominico tercengang


“Ayo Nonno makan juga” ucap Michelle yang mulai menyuap makan siang pertamanya bersama Dominico


Akhirnya Dominico mengambil sepotong rendang dan cumi isi telur.


“Nonno, ayo coba makan pakai daun singkong sama kuah sayur nangkanya” ucap Michelle mengambilkannya ke piring Dominico


Dominico pun menyuap makanan khas Indonesia dari daerah Sumatera Barat itu.


“Pahit” keluh Dominico


“Itu dari daun singkongnya Nonno” ucap Michelle


“Nonno ayo coba ini” ucap Michelle menyodorkan peyek udangnya


“Ini apa ?” tanya Dominico


“Ammaccatura (peyek)” jawab Michelle


Dominico mengernyitkan dahinya.


“Ayo cobain, nggak pahit kok” ucap Michelle


Dominico pun menggigit peyek udang itu lalu mulai menilainya sendiri.


“Ini enak” ucap Dominico kembali menggigit peyek udangnya


“Coba ini juga, ayo buka mulutnya” ucap Michelle menyodorkan sesuap nasi dari tangannya langsung


“Kamu jorok” keluh Dominico


“No, aku udah cuci tangan, ayo cepet Nonno” ucap Michelle


Terpaksa demi cucu perempuan satu-satunya Dominico membuka mulutnya membuat Michelle memasukkan suapannya.


“Hei, kenapa lebih enak punya kamu ?” protes Dominico


“Yang bikin enak karena makan pakai tangan Nonno” jawab Michelle


“Nggak, itu jorok” ucap Dominico


“Look..” ucap Michelle


Michelle menunjukkan nikmatnya makan menggunakan tangannya langsung dengan nafsunya membuat Dominico goyah.


Dominico tetap memilih menjaga imagenya dan meneruskan makan siangnya bersama Michelle dengan menu lauk pauk yang sama seperti milik Michelle.


Setelah makan siang, Dominico mengantar Michelle kembali ke perusahaan lalu pulang ke kediaman keluarga Melviano.

__ADS_1


“Kenapa Emily nggak pernah laporan tentang makanan apa yang Michelle suka makan ?” gumam Dominico


**


__ADS_2