
Jam makan siang tiba, meeting ditunda sampai satu jam ke depan.
Hampir semua CEO maupun sekertarisnya memberikan ucapan dukanya akan kejadian yang menimpa Michelle beberapa waktu lalu.
“Permisi Nona Michelle” panggil Mario
“Ada yang bisa saya bantu ?” tanya Michelle dengan ramahnya
“Tidak, saya mau mengajak Nona Michelle makan siang bersama, bolehkah ?” tanya Mario lembut
“Eum.. mungkin lain waktu Tuan, saya kangen makan siang bersama teman-teman saya” tolak Michelle secara halus
“Baiklah kalau begitu, tapi bisakah kita tidak bersikap formal ?” tanya Mario lagi
“Maaf, maksudnya ?” tanya Michelle minta penjelasan
“Saya mau mengenal Nona Michelle lebih dekat lagi, lebih dari sekedar rekan kerja” jawab Mario
“Baiklah, Tuan Mario bisa memanggil saya Michelle, tidak perlu pakai Nona” ucap Michelle tersenyum ramah
“Kamu sendiri masih memanggilku Tuan, Michelle.. panggil Mario saja, atau lebih akrabnya Rio” ucap Mario tersenyum lembut
“Iya, Rio” ucap Michelle
Di sisi lain, Nicholas berdiri bersama ketiga temannya sengaja belum keluar ruangan meeting karena menunggu Michelle. Mereka menatap lekat kedekatan Michelle dan Mario walaupun tidak tahu apa yang mereka bicarakan.
Michelle berjalan ke arah ke empat laki-laki tampan dan gagah itu sementara Mario tersenyum menatap punggung mungil itu menjauh darinya lalu keluar ruangan bersama sekertarisnya.
“Dia ngapain ?” tanya Nicholas sedikit ketus
“Tadi ngajakkin aku makan siang bareng tapi aku tolak terus minta kenalan lebih dari sekedar rekan kerja, ya udah aku minta dia panggil aku Michelle aja, aku panggil dia Rio, gitu” jelas Michelle dengan tenangnya
Sakit dengernya Cel.. -batin Axel sedih
..
Michelle makan siang bersama Nicholas dan ketiga temannya serta para sekertarisnya yang duduk di meja yang berbeda.
Seperti biasanya, Michelle sudah melepaskan jasnya menyisakan kemeja hitamnya yang tergulung rapih sampai siku, rambut yang dikuncir kuda, dan sepatu sneakers juga menggantikan heelsnya.
Michelle makan makanan sehat sesuai aturan dari Xavier. Setelahnya dia minum obat yang diberikan Xavier untuk membantu mempercepat proses penyembuhan lukanya dari dalam tubuh.
“Kak, Daddy minta aku cari pacar, lebih tepatnya sih suruh terima pendekatannya Rio” ucap Michelle lalu meminum air mineralnya
Uhuk.. Uhuk..
Bukan cuma Nocholas, tapi Axel dan Fares ikut tersedak mendengar ucapan Michelle.
Michelle membantu Nicholas minum lalu mengelus lembut punggung lebar Kakaknya itu.
“Kamu jawab apa ?” tanya Nicholas
“Entah, mungkin bisa dibilang penolakan, apa malah lebih nunda.. nggak tahu Kak aku nggak ngerti” jawab Michelle bingung sendiri
“Menurut lo Mario gimana sih Cel ?” tanya Joshua sengaja memancing emosi ketiga temannya
“Gimana ya ? yaa, karena umurnya sepantaran sama kalian jadi gimana ya ? hemm..
Pokoknya kalau gue lihat dari profilnya menarik sih, banyak sisi positif yang dia punya, cuma dua hal yang gue nggak mau lebih dari temen sama dia..” ucap Michelle menggantung membuat mereka menatap serius Michelle
“Dia nggak suka cewek tomboy, seni, apalagi mural, itu sama aja dia nolak gue, itu aja sih” lanjut Michelle
“Terus, kalau dia tiba-tiba berubah mau pelajarin tentang seni demi lo gimana Cel ?” tanya Joshua lagi
__ADS_1
“Gue nggak suka bikin orang berubah demi gue, nggak ada gunanya” jawab Michelle lalu menenggak habis minumannya
“Eum Michelle.. lo serius nggak mau kasih kesempatan buat gue ? gue terima lo apa adanya kok” ucap Fares selembut mungkin
“Masih kekeuh juga ? temuin kedua Kakak gue yang ganteng-ganteng itu” ucap Michelle tegas
“Serius ? lo denger sendiri kan Nick ? nanti pulang kerja gue ke rumah lo ya, ketemu Vier juga” ucap Fares penuh semangat
“Tapi Fares.. janji ya apapun jawaban Kakak gue jangan rubah pertemanan kalian” ucap Michelle khawatir
“Janji Cel” ucap Fares sungguh-sungguh
“Gimana kalau ditolak ?” tanya Joshua meledek
“Kalau ditolak berhenti suka sama gue” ucap Michelle tegas
Axel menundukkan kepalanya sambil mengepalkan tangannya di bawah meja, hatinya sesak mendengar semua itu. Rasanya dia mau mengungkapkan perasaannya ke Michelle sekarang juga tapi dia urungkan.
“Kamu udah tahu siapa yang ngasih jam tangan itu ?” tanya Nicholas tiba-tiba
“Aku nggak mau tahu Kak, dianya aja nggak mau kasih langsung sama aku” sindir Michelle
“Kakak penasaran loh Cel, kamu mana pernah mau terima sesuatu dari orang lain” ucap Nicholas
“Cek CCTV aja sana Kak, bisa aja sih aku minta cek CCTV tapi males ah” ucap Michelle tersenyum melihat jam tangannya
“Kenapa lo terima Cel ?” tanya Fares
“Entah, dia pinter nyogoknya sih, apalagi tulisan tangannya, sengaja gue simpen soalnya bagus, gue suka” jawab Michelle tersenyum lembut
“Jadi yang lo terima itu jam tangannya apa tulisannya ?” ledek Joshua
“Dua-duanyalah, biarlah dia jadi penggemar gelap gue.. gue sih udah taruh balesan ucapannya di tempat yang sama pas dia taruh ini buat gue” jawab Michelle dengan tenangnya
“Xel, lo diem aja, ngomong dong” ucap Joshua menyikut tangan Axel
“Axel lagi galau” ledek Nicholas
“Axel galau, hahahahaha..” ledek Michelle menertawakan Axel
“Kenapa ?” tanya Axel ketus
“Nggak cocok” jawab Michelle tidak kalah ketus
Tring.. Tring..
Michelle merogoh ponselnya, dilihatnya Kyra menelefonnya.
“What’s up queen ?” tanya Michelle datar
“Kak Axel seharian meeting di kantor Uncle Corre kan ? lo lihat kan Cel ? Kak Axel ganteng banget pakai semua hadiah dari kita” ucap Kyra penuh semangat
“Iya, ganteng” jawab Michelle melirik Axel
“Iya kan ? astaga dia sengaja pakai sekarang karena katanya mau kasih kesan baik karena mau ketemu lo di kantor lagi, so sweet banget” goda Kyra
“Iya, so sweet” ucap Michelle
“Jadi gimana ? lo suka kan sama Kakak gue ?” pancing Kyra
“Iya, su.. sialan lo !” gerutu Michelle
“Hahahahaha, lagian kesel gue lo cuma jawab iya iya doang” ledek Kyra
__ADS_1
“Masa bodo lah, sana kerja lagi” usir Michelle
“Gue baru istirahat Cel makannya baru telefon lo” ucap Kyra
“Ya udah kalau gitu gue aja yang kerja lagi, bye” ucap Michelle mematikan telefonnya
Anak gila ! ini gara-gara si gunung es.. lihat nanti Xel -batin Michelle menggerutu
“Siapa honey ?” tanya Nicholas lembut
“Eum, Kyra” jawab Michelle
“Siapa yang kamu bilang ganteng ? so sweet ?” tanya Nicholas langsung menyelidik
“Itu.. Ezra.. aku lagi ngomongin Ezra sama Kyra barusan” jawab Michelle langsung bangun dari duduknya
“Ly, ayo balik ngantor” panggil Michelle buru-buru
“Kakak tahu kamu bohong” ucap Nicholas memegang tangan Michelle
“Maafin aku Kak, nanti aja ya di rumah” pinta Michelle memohon
“Oke, kamu hutang penjelasan sama Kakak” ucap Nicholas tajam
Michelle menganggukkan kepalanya lalu berjalan keluar restoran bersama Emily.
..
“Si Kyra udah gila Ly” gerutu Michelle mengusap kasar wajahnya
“Nona sudah sering bilang begitu dari awal Nona mengenalkan saya ke Nona Kyra” ucap Emily
“Iya juga sih, argghh pokoknya dia gila” gerutu Michelle
..
Michelle melanjutkan presentasinya dengan profesional sampai waktunya selesai.
Selesainya, Michelle langsung bergegas meninggalkan ruang meeting dan masuk ruangannya sendiri, mengganti penampilannya seperti biasanya lalu merebahkan tubuhnya di sofa sambil memejamkan matanya.
“Nona, tidak seperti biasanya Nona langsung meninggalkan ruang meeting sebelum menyalami para CEO” ucap Emily curiga
“Gara-gara si Kyra gila, bikin gue kepikiran aja” keluh Michelle
“Apa sebegitu gilanya Nona Kyra sampai Nona seperti ini ?” tanya Emily
“Hemm.. udah yuk” ajak Michelle
Michelle bangun dari tidurannya lalu menyampirkan jas di bahunya dan tas kecilnya.
Dia keluar bersama Emily dan mampir ke ruangan Corradeo tapi ternyata sudah terkunci rapat tanda Corradeo sudah pulang.
“Tuan Nicholas juga sudah pulang Nona” lapor Emily
“Ya udah, temenin gue ke rumah sakit dulu” ucap Michelle
“Bukankah periksa luka Nona besok lusa ?” tanya Emily
“Udah temenin dulu, nanti juga tahu” jawab Michelle seadanya
Mobil melaju ke rumah sakit. Sepanjang jalan Michelle cuma duduk diam menatap keluar kaca mobil.
Kenapa juga sih gue nggak fokus ? kok bisa-bisanya gue bilang Axel ganteng, so sweet, sampai mau bilang suka.. iiissshhh udah kayak kehipnotis aja sama omongannya si ratu.. ini pasti karena ngebayangin si gunung es itu pakai hadiah dari gue sama Kyra.. aarrgghhh ngapain juga gue ke rumah sakit pakai segala bales ucapan itu ? padahal gue yakin itu Axel, jelas-jelas pas mereka dateng di laci masih kosong, pas mereka pulang udah ada jam tangan ini.. pasti dia cari bocoran ke Kyra nih.. -batin Michelle gelisah
__ADS_1
**