Ms. Perfect

Ms. Perfect
Ulah Corradeo


__ADS_3

Michelle menemui keluarganya yang berkumpul di ruang tengah. Dia menyelak duduk di samping Corradeo yang sedang memangku Zeira.


“Daddy sayang” rayu Michelle


“Mau apa ?” ketus Corradeo


“Ish judes banget sama anaknya sendiri, sama Zeira aja nggak gitu padahal tadi ngegerutuin Zeira juga” gerutu Michelle mengerucutkan bibirnya


Corradeo langsung merangkul bahu Michelle lalu mengecup kening Michelle.


“Glandpa, aku cantik kan kayak Aunty Michelle ?” tanya Zeira


“Iya sayang, kamu cantik kayak Aunty kamu ini” jawab Corradeo tersenyum lembut


“Hihihi.. Aunty, aku cantik dong kayak Aunty” pamer Zeira


“Harus dong.. Dad, Zeira mau jadi CEO kayak aku loh” lapor Michelle


“Oh ya ? wahh keren cucu Grandpa ini.. belajar yang bener ya biar pinter kayak Aunty kamu, nanti kamu yang bakalan gantiin Aunty kamu jadi CEO di perusahaan Grandpa” ucap Corradeo


“Benel ya Glandpa ? asiikkk, besok aku mau celita ke temen-temen aku pokoknya” ucap Zeira penuh semangat


“Lagi ngobrol apa sih semangat banget ?” tanya Xavier yang baru turun bersama Nicholas dan Axel


Corradeo langsung mengeratkan rangkulannya di Michelle dan menarik Zeira agar bersandar di dadanya seperti Michelle.


“Dih, Daddy kenapa ?” tanya Nicholas bingung


“Daddy kamu iri gara-gara anak sama cucunya lebih berat ke kalian pas tadi Daddy baru pulang jadinya sekarang dia nggak mau kalah” ucap Leonore menahan senyumnya


“Astaga Daddy, balikin Michelle” ucap Nicholas


“Anak aku juga balikin Dad” pinta Xavier


“Kalian tega lihat Daddy kesepian ? dua puluh enam tahun kalian ambil Michelle dari Daddy, sekarang kalian masih mau ambil Michelle ditambah cucu Daddy sendiri ?” ucap Corradeo cemberut


“Glandpa jangan sedih, aku kan nemenin Glandpa sama Aunty disini” ucap Zeira mengelus lembut pipi Corradeo


Corradeo puas tersenyum meledek kedua anaknya itu lalu menciumi puncak kepala Michelle dan Zeira bergantian.


“Axel.. Uncle mau ngobrol” ucap Corradeo tegas


“Kenapa Uncle ?” tanya Axel menatap Corradeo


“Coba lihat Zeira, dia lucu kan ?” tanya Corradeo memamerkan cucu pertamanya


“Ehem.. iya lucu Uncle” jawab Axel yang peka akan arah pembicaraan Corradeo


“Uncle jadi penasaran sama cucu Uncle dari Michelle, pasti lucu juga kan ?” tanya Corradeo lagi


“Daddy..” panggil ketiga anaknya yang menatap Corradeo


“Iya iya astaga gitu aja baper” ledek Corradeo

__ADS_1


“Eum.. aku pamit pulang ya Uncle, Michelle mesti istirahat” ucap Axel


“Loh, Michelle doang yang mesti istirahat ? padahal Uncle juga kerja loh sama Nicho sama Vier juga” goda Corradeo


“Eum.. yaa.. Uncle juga mesti istirahat” ucap Axel mengusap tengkuknya


**


Sabtu, hari besar untuk Kyra dan Ezra.


Michelle juga mengambil libur kerja karena tidak mau mengecewakan kedua temannya itu.


Lagipula Corradeo sendiri sudah meliburkan jadwal penting hari ini untuk perusahaan Melviano Corp. yang dia pimpin bersama kedua anaknya dan meliburkan kedua anak dan sekertaris pribadinya.


Siang hari, Corradeo lagi menelefon seseorang di seberang sana dengan ekspresi wajahnya yang berubah-ubah.


“Halo Axel” panggil Corradeo


“Ya Uncle, ada apa ?” tanya Axel


“Gini, Daddy kamu kan udah minta ijin sama Uncle buat pinjem Michelle jadi bridesmaid Kyra, tapi mobil disini semuanya lagi jadwal perawatan rutin, nggak mungkin kan Uncle ngebolehin Michelle kendarain motornya kesana” ucap Corradeo sedih


“Aku yang jemput Michelle kok Uncle” ucap Axel


“Yang bener ? apa nggak ngerepotin kamu nih ? padahal kan pasti kamu harus siap-siap juga disana” ucap Corradeo menahan senyumnya


“Sama sekali nggak kalau buat Michelle, lagian acaranya masih nanti malem dan aku bukan pengantinnya jadi nggak banyak persiapan” jawab Axel


“Duh, maaf ya Xel, Uncle ngerepotin kamu” ucap Corradeo merasa bersalah


“Iya, makasih banyak ya Axel” ucap Corradeo mematikan telefonnya


Ish, si Uncle Corre nggak bisa bohong banget kayak anaknya, padahal mobil segitu banyak masa iya serempak perawatannya -batin Axel meledek


Sementara itu, Corradeo langsung menyuruh Arya menemui Michelle dan menyiapkan pakaian sesuai permintaannya.


Arya segera mengetuk pintu kamar Michelle diikuti kedua pelayan di belakangnya.


“Kenapa Pak ?” tanya Michelle yang baru membukakan handle pintunya


“Boleh kami masuk Nona ?” tanya Arya


“Oh.. ya, silahkan” jawab Michelle yang masih bingung


“Kalian siapkan air mandi untuk Nona muda” perintah Arya


“Pak, ada apa sih ?” tanya Michelle bingung


“Nona harus bersiap karena Tuan Axel akan datang menjemput ke lokasi pernikahan Nona Kyra dan Tuan Ezra” jawab Arya


“Hah ? nggak salah Pak ? ini masih siang, lihat tuh sinar matahari masih terang benderang, acaranya malem Pak” keluh Michelle


“Silahkan Nona mandi” ucap Arya yang tidak menggubris keluhan Michelle setelah dua pelayan itu sudah menyiapkan air mandi Michelle

__ADS_1


Terpaksa Michelle masuk ke dalam kamar mandi.


“Kalian siapkan pakaian untuk Nona sesuai yang saya perintahkan tadi, lalu bantu Nona bersiap-siap” ucap Arya


Arya segera keluar kamar Michelle dan turun meninggalkan kedua pelayan itu menyiapkan sesuai rencana Corradeo.


..


Selesai mandi Michelle dibuat terkejut karena kedua pelayannya masih berdiri di dalam kamarnya.


Tanpa bisa protes, pelayan itu sudah memberikan satu set pakaian yang sudah mereka siapkan untuk Michelle dan membiarkan Michelle memakai pakaiannya sendiri di dalam ruang pakaiannya.


Setelah keluar, Michelle duduk di meja rias membiarkan kedua pelayan itu menata rambutnya dan merias sedikit wajahnya.


Dia sudah malas protes karena sudah dipastikan ini ulah Corradeo sendiri karena sejak dua hari yang lalu dia dapat hobi baru yaitu menyindir Michelle untuk segera menikah, dan sudah pasti pasangannya dengan Axel.


..


Selesai, Michelle turun dengan malas diikuti kedua pelayannya tadi lalu dijemput Arya yang sudah berdiri di lantai bawah yang akan mengantarnya menemui Corradeo di ruang keluarga.


Pintu terbuka, Axel tercengang melihat perempuan memakai mini dress press body warna biru keabuan ditambah riasan wajah yang natural dan rambut yang terurai rapih, clutch dan heels cantik warna hitam serta jam tangan pemberian Axel menjadi penambah kesempurnaan kecantikan dewi yang sudah berdiri di ambang pintu.


“Perfect..” gumam Axel


“Iyalah, anak Uncle.. sana buruan pergi” usir Corradeo


Axel menyadarkan lamunanya lalu pamit dan menuntun tangan Michelle lembut.


..


“Ini masih panas loh Xel, ngapain jemput sekarang sih ? lagian gue bisa kesana sendiri” gerutu Michelle


“Uncle Corre yang minta” ucap Axel dengan tenangnya


“Tapi.. arghh gue ngantuk Xel” keluh Michelle


“Ya udah nanti tidur aja dulu” ucap Axel


“Terus ngapain gue mesti rapih gini kalau ujung-ujungnya mesti tidurrr ?” gerutu Michelle lagi


“Udahlah Cel, perfect kok” ucap Axel mengelus pipi Michelle


..


Mereka sampai di kediaman keluarga Oliver. Rumah sepi penghuni yang mungkin lagi tidur siang, pikir Michelle.


Michele melangkah gontai mengikuti langkah kaki Axel sampai Axel membuka pintu kamarnya dan Michelle langsung menerobos masuk, menjatuhkan clutch nya begitu saja di lantai lalu merangkak masuk ke balik selimut dan tertidur di tempat tidur Axel.


“Cih, padahal gue ke kamar cuma mau ganti baju dan mau ngasih kamar tamu ke Michelle, dia malah main masuk aja dan seenaknya tidur di tempat tidur gue” gumam Axel tersenyum tipis


Axel melepas hodienya dan mengganti celananya lalu duduk di tepi tempat tidurnya.


Mengelus lembut rambut Michelle dan memberikan kecupan di pelipis Michelle lalu duduk di sofa kamarnya sambil membuka layar laptopnya.

__ADS_1


**


__ADS_2