
Di kedai soto, Michelle dan ketiga temannya membicarakan tentang pekerjaan baru mereka sambil makan.
“Serius ?” tanya Saddam kaget
“Banyak banget kan Cel duit segitu ?” tanya Daffin menggelengkan kepalanya
“Iya, nol nya yang banyak” jawab Michelle dengan datarnya sambil terus makan
“Siapin diri kalian ya, awal bulan kita mulai kerja” ucap Ezra tegas
“Bulan depan itu besok, tinggal bilang besok kita mulai kerja aja harus dibilang bulan depan” gerutu Michelle tidak terima
“Suka-suka gue dong, kan gue ketuanya” ucap Ezra dengan sombongnya
“Siapa yang setuju kita ganti ketua ?” tanya Michelle dengan senyum lebarnya
“Haha, gue Cel” jawab Daffin dengan semangatnya
“Ayo, gue juga” jawab Saddam ikut-ikutan
“Kalian sumpah ngeselin ya.. gue jadi sedih jadi ketua kalian, hiks..” ucap Ezra pura-pura menangis
“Hahahaha.. Lebay lo” ledek Michelle mengacak-acak rambut Ezra
“Lo yang manas-manasin mereka” gerutu Ezra ngambek
“Udah dong, kan mau dapet duit banyak” ledek Michelle lagi
..
Setelah makan malam, Michelle menceritakan tentang pekerjaan barunya itu ke keluarganya.
“Hah !” ucap Nicholas dan Xavier kaget
Fares bener-bener ya !! -batin Nicholas kesal
“Apaan sih Kak ?” tanya Michelle bingung
“Satu bulan Michelle !!” ucap Xavier membelalakkan matanya
“Itu lama banget” keluh Nicholas menjambak rambutnya
“Ya tapi kan aku tetep pulang, gimana sih ?” ucap Michelle masih bingung
“Terus nanti pas pernikahan Kakak kamu gimana Cel ?” tanya Corradeo khawatir
“Bisa kok Dad.. kan akhir pekan aku sama yang lain libur, nggak setiap hari kerja juga” jawab Michelle dengan tenangnya
“Tempatnya dimana Cel ?” tanya Nicholas lembut
“Di jalan G, Kak.. tempatnya gede banget sih, katanya mau dijadiin toko otomotif” jawab Michelle sambil menganggukkan kepalanya
Setelahnya, Michelle dan keluarganya masuk ke kamarnya masing-masing.
Nicholas terlihat gelisah takut tebakannya benar.
“Fares !! Gue pikir nggak selama itu juga, arrgghh” gumam Nicholas
**
Pagi hari, Michelle sudah pamit ke keluarganya setelah sarapan bersamaan dengan Corradeo dan Nicholas yang mau berangkat kerja juga.
..
Sampai lokasi, Ezra, Saddam, dan Daffin belum datang.
Michelle duduk memandangi tembok besar di depannya itu. Membayangkan sketsa yang akan mereka buat.
“Mi.. sepertinya anda terlalu cepat datangnya” ucap Evan dengan ramahnya
“Jangan terlalu formal, kita kan kerjasama” jawab Michelle yang berdiri menjabat tangan Evan
“Boleh kah saya bertanya ?” tanya Evan hati-hati
“Tanya aja, bakalan gue jawab kok” jawab Michelle dengan senyum tipisnya
__ADS_1
“Dimana rumah kamu ?” tanya Evan serius
“Deket kok, masih di Jakarta” jawab Michelle dengan tenangnya
Evan menahan tawanya dan tersenyum tipis mendengar jawaban Michelle.
..
Ketiga teman Michelle sudah sampai, mereka tos ala kelompok mereka lalu Evan memberikan pakaian wearpack ke mereka dan kunci loker untuk mereka menaruh barang-barangnya.
Michelle keluar sudah memakai wearpack dan bagian atasnya diikat di pinggangnya, menyisakan tanktop menutupi dadanya dan sudah siap dengan perlengkapan paintingnya.
“Wuaaahhh..” gumam Ezra, Daffin, dan Saddam
“Kalian kenapa ?” tanya Michelle datar
“Sumpah lo keren banget Mi” puji Saddam menggelengkan kepalanya
“Gue baru kali ini lihat Mi pakai wearpack sih” ucap Ezra berdecak kagum
“Gila Mi ! ini otot asli ? kok bisa jadi sih ? lihat nih tangan gue ototnya belum jadi” ucap Daffin berapi-api membandingkan otot lengannya dengan Michelle
“Udah lah ayo mulai” ajak Michelle menyudahi pujian ketiga temannya itu
“Enak aja.. foto-foto dulu lah kayak yang udah-udah” ucap Saddam mengeluarkan ponselnya
Michelle memakai wearpacknya dengan benar dan menggulung bagian ujung lengannya selama bekerja.
“Apa Tuan Fares akan berdecak kagum melihat Nona Mi seperti yang lainnya ?” gumam Evan tersenyum tipis
**
Waktu pun berlalu, dan tak terasa hari ini hari penting untuk Xavier dan Amber. Michelle pun sudah dirias secantik mungkin.
Acara dimulai, semua terpana melihat pasangan pengantin yang terlihat seperti putri dan pangeran di negeri dongeng.
Michelle sampai menitikkan air matanya melihat kebahagiaan Kakaknya.
Nicholas dengan hangatnya memeluk lembut Michelle dan menenangkan dirinya.
“Kenapa ?” tanya Nicholas lembut
“Aku takut Kakak bakalan lebih banyak habisin waktu sama Istri Kakak nantinya, aku nggak bisa deket Kakak lagi karena pasti Istri Kakak nanti cemburu” jawab Michelle makin cemberut
“Jangan mikir kayak gitu oke.. Kakak bakalan nikah kalau kamu udah ketemu sama cowok yang bisa gantiin posisi Kakak” ucap Nicholas mengecup lembut kening Michelle
“Huumm.. nggak mau.. aku maunya Kak Nicho” rengek Michelle memeluk Nicholas erat
Yang dipeluk malah tersenyum senang dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membalas pelukan Michelle.
Tiga orang teman Nicholas pun datang merusak suasana Kakak beradik itu, siapa lagi kalau bukan Axel, Fares, dan Joshua yang Xavier kenal juga melalui Nicholas itu sehingga Xavier mengundang mereka ke acara pentingnya.
“Woi Nick, siapa nih ? cantik banget” goda Fares
Michelle melepaskan pelukannya pada Nicholas dan seketika terkejut melihat Axel berdiri bersama teman-temannya.
Apa-apaan nih ! gawat kalau sampai mereka tahu tentang gue, terutama Axel si gunung es itu -batin Michelle panik
Michelle buru-buru memalingkan wajahnya dari ketiga teman Nicholas lalu membisiki sesuatu ke Nicholas.
“Aku pergi ya Kak, bye” bisiknya
Tanpa menunggu jawaban lagi Michelle langsung kabur dan bertemu dengan Kyra.
..
“Ra, ini gawat” ucap Michelle panik
“Kenapa Cel ? ayo cerita sama gue lo kenapa ?” tanya Kyra ikut panik
“Lo lihat Kak Nicho sama temen-temennya ?” tanya Michelle menunjuk kecil ke arah Nicholas
“What ! Kak Axel !” ucap Kyra terkejut
“Maksud lo ?” tanya Michelle terkejut
__ADS_1
“Sorry sorry, tapi salah satu temennya Kak Nicho itu Kakak gue Cel, Kak Axel” jawab Kyra
“Demi apa cowok itu Kakak lo Ra ?” tanya Michelle memicingkan matanya kesal
“Sumpah itu Kakak gue yang lo omelin itu” jawab Kyra mengacungkan kedua jari tangannya tanda sumpah
“Argh.. Kyra, lo tahu nggak ? cowok itu yang ngeselin waktu itu, yang gue bilang kolega gue sombong dan angkuh itu dia” ucap Michelle gelisah
“What !!” ucap Kyra terkejut
“Kayaknya emang kalian Kakak adik deh, kagetnya sama” ucap Michelle pasrah
“Tapi Cel, gimana bisa ? terus sekarang gimana ?” tanya Kyra gelisah
“Nggak tahu deh, gue panik” jawab Michelle
“Tenang Cel tenang, gue bakalan bantuin lo biar nggak ketahuan sama mereka” ucap Kyra mengelus lembut dada Michelle
Mimpi apaan gue semalem ! pantes aja waktu itu Kak Nicho sama Kak Vier bilang kalau mereka kenal sama Kakaknya Kyra, tapi gue nggak nyangka kalau Kakaknya Kyra si gunung es ituuuu.. -batin Michelle menggerutu
..
“Michelle” panggil Daniel
Michelle langsung berbalik, tersenyum dan disambut pelukan hangat dari Daniel.
“Kamu cantik banget Cel, Uncle sampai pangling takut Kyra bukan ngobrol sama kamu” ucap Daniel melepaskan pelukannya
“Ah Uncle bisa aja” jawab Michelle tersenyum tipis
“Aunty aja pangling sayang, biasanya kan kamu..” ucapan Paula sengaja menggantung dan tersenyum lembut
“Udah ah Aunty.. aku jadi malu tauk” ucap Michelle memeluk Paula hangat
Michelle berbincang dengan Corradeo, Leonore, Daniel, Paula, dan Kyra juga.
Sebelum akhirnya Kyra bosan karena membicarakan tentang bisnis dan mengajak Michelle mengambil cemilan dan bicara berdua.
“Gue kangen banget sama lo, besok main ya” ucap Kyra memeluk Michelle dari samping dengan manjanya
“Sorry ratu ku.. gue nggak bisa, gue lagi ada kerjaan” jawab Michelle dengan tenangnya
“Sampai kapan ? gue bete dirumah terus Cel” tanya Kyra mengerucutkan bibirnya
“Sebulan.. lo cari kerja dong, masih betah aja dirumah” jawab Michelle mengelus lembut rambut Kyra yang masih memeluknya itu
“Lama banget Cel.. iya, rasanya gue mulai mau cari kerja aja, masa dari lo kuliah sampai lulus gue masih nganggur” ucap Kyra melepaskan pelukannya
“Yaa lumayan banyak Ra kerjaannya.. pokoknya sebelum gue mulai kerja di perusahaan Daddy, lo harus udah kerja ya” ancam Michelle tajam
“Susah banget Cel, mana bisa secepet itu nyari kerja ?” keluh Kyra cemberut
“Ya lo harus targetinlah, gue nggak mau tahu pokoknya lo udah kerja sebelum gue kerja” ucap Michelle tegas
“Humm.. gue usahain ya Cel” jawab Kyra pasrah
“Harus Ra, harus” ucap Michelle menekankan ucapannya
“Lo jahat banget dasar ibu tirinya cinderella” ledek Kyra mengerucutkan bibirnya
“Terserah lo yang penting lo kerja” jawab Michelle dengan tenangnya dan memeluk Kyra dari samping
..
“Cewek tadi siapa Nick ?” tanya Joshua penasaran
“Rahasia” jawab Nicholas tersenyum meledek
“Kayaknya cewek yang waktu itu lo posting di sosmed lo deh, yang lo bilang adik lo itu” ucap Axel mengingat-ingat
“Nggak mungkinlah Xel, kan Nicho sering bilang kalau adik kesayangannya itu tomboy, ini feminin banget” gerutu Fares
“Tapi waktu itu gue telefon Nicho dan dia sendiri yang bilang kalau itu adiknya” ucap Axel
“Udah udah jangan bahas cewek tadi terus” ucap Nicholas menyudahi obrolannya
__ADS_1
**