
Sore hari Michelle terbangun bersama Zeira yang ikut tidur siang dengannya dan Axel, sementara Elfata dan Greta sudah dikembalikan ke orang tuanya masing-masing sebelum mereka tidur siang.
“Aunty, Uncle bobonya pules banget” ucap Zeira meneliti wajah Axel
“Jangan berisik ya, Aunty punya ide” ucap Michelle
Michelle turun dari tempat tidur lalu kembali membawa tas make up nya hadiah dari Leonore yang sama sekali dia belum pakai.
“Aunty mau dandan ?” tanya Zeira
“Bukan Aunty, tapi Uncle” jawab Michelle
“Okay, Im in, ini akan menyenangkan Aunty” ucap Zeira tersenyum gemas
Tapi karena tidak tahu cara pakainya, Michelle membuka tutorial make up di ponsel nya sebelum memakaikannya ke Axel yang tertidur pulas itu.
Karena tidak berbakat dalam dunia kecantikan alhasil pun make up yang menempel di wajah tampan Axel berantakan.
“Iihhhh, Uncle jelek” ucap Zeira mengernyitkan dahinya
“Ssttt..” gumam Michelle
Michelle mengembalikan tas make up nya lalu kembali ke tempat tidur dan mengajak Zeira berfoto ria bersama Axel yang masih belum bangun juga.
“Junior, Aunty punya ide lain” ucap Michelle begitu antusias
“Oh, I like it Aunty” ucap Zeira
Michelle membisiki sesuatu ke telinga Zeira dan memulai aksinya.
..
“Baby, bangun” ucap Michelle
Axel masih tidak bergeming membuat Michelle membangunkannya lagi dan lagi sampai Axel membuka matanya.
“Lihat tuh udah jam berapa” gerutu Michelle
“Sorry, aku capek jadi korban penganiayaan kamu dan anak buah kamu itu” gerutu Axel menunjuk Zeira dengan ujung dagunya
“Hehehe, tapi seru kan baby ? baby tolong balikin Zeira ke kakak ya, aku mau mandi” pinta Michelle
“Aku ikut ya” pinta Axel dengan senyum lebarnya
“Balikin aja dulu” ucap Michelle
“Awas aja kalau bohong” ucap Axel memicingkan matanya
Michelle tersenyum membuat Axel beralih ke Zeira yang pura-pura tidur lalu menggendongnya perlahan dan berjalan keluar kamar tanpa melihat lagi penampilannya.
..
Diam-diam Michelle keluar kamar dan mengintip dari tengah tangga menonton Axel yang menemui keluarga dan teman-temannya.
“Vie, nih anak lo, gue mau mandi sama my baby Michelle” ucap Axel memberikan Zeira ke pangkuan Xavier
Semuanya langsung menahan tawa melihat wajah Axel yang masih belum sadar itu.
“Kamu habis ngapain ?” tanya Daniel
“Tidur Dad” jawab Axel
“Sebelumnya ?” tanya Corradeo
“Jadi korban kelakuan Michelle sama para anak buahnya” jawab Axel mengerucutkan bibirnya
“Emang apa yang Michelle lakuin kak ?” tanya Ezra menahan senyumnya
“Cewek bar-bar itu naik ke perut gue ajak ketiga keponakannya itu terus tarik janggut gue, rambut, baju, pokoknya iseng banget deh” jawab Axel mengadu
Kyra bangun dari duduknya lalu berdiri di samping Axel.
“Kita foto yuk kak” ajaknya
__ADS_1
“Kamu kangen ya udah lama nggak foto sama kakak ? ayo buruan mumpung aura ganteng baru bangun tidurnya belum hilang” ucap Axel dengan Pdnya
Kyra membuka kamera ponselnya dan berhasil mengabadikan fotonya bersama Axel dengan wajah penuh riasan yang asal-asalan itu sebelum Axel membatalkan berfoto dengannya.
Axel langsung mengambil ponsel Kyra dan membelalakkan matanya saat melihat wajahnya penuh riasan, rambutnya yang diikat tidak beraturan, dan janggutnya yang dijepit dengan jepitan warna warni.
Zeira cekikikan membuat penyamarannya ketahuan.
“Ooohh kamu bohongan ya tidurnya ?” tanya Axel menahan kesal
“Sorry Uncle” jawab Zeira tertawa kecil
“Ayo bilang ini pasti ulah kamu sama Aunty kamu itu kan ?” tanya Axel lagi
Zeira cuma tertawa melihat wajah Axel.
“Michelllleeeeeee !!” teriak Axel
Michelle tertawa tanpa suara saat melihat Axel jadi bahan tertawaan yang lainnya.
Axel berjalan ke arah tangga dan melihat Michelle yang tidak sadar akan kehadiran dirinya itu sambil tertawa mengeluarkan air mata.
“Oh Michelle.. aku nggak akan lepasin kamu” ucap Axel dengan tajamnya
Michelle langsung berlari ke kamar sambil tertawa diikuti Axel yang mengejarnya.
..
Di dalam kamar, Axel berhasil menangkap Michelle yang masih menertawakannya.
“Kenapa kamu seneng banget bikin aku malu di depan orang lain ?” gerutu Axel
“Hei, kamu lucu baby” goda Michelle menahan tawanya
“What ? kamu bilang lucu ? lihat Michelle.. kamu dandanin aku nggak jelas gini dan jepit janggut aku, ikat rambut aku” gerutu Axel menahan kesalnya
“Oke maaf baby, kamu tidur kayak bayi, jadinya aku iseng deh” ucap Michelle
“Dan kamu pasti kerjasama sama Zeira, iya kan ? dia pura-pura tidur dan kamu tahu ? dia langsung buka matanya dan ngetawain aku” ucap Axel kesal
Imut banget.. no !! nggak Axel, dia emang licik, dia gunain muka menggemaskannya itu biar gue luluh.. -batin Axel
“Baby” rayu Michelle
Axel memilih ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya.
“Baby..” panggil Michelle lirih
“I hate you” ketus Axel
“Baby, aku mau mandi, wanna join ?” tanya Michelle dengan manjanya
“Nggak, percuma” ketus Axel lagi
“Baby, look at me” pinta Michelle
Michelle mengisi bath up dan memasukkan beberapa tetes aromaterapi dan sabun cair lalu membuka satu persatu pakaiannya membelakangi Axel dan masuk ke dalam bath up.
“Wait..” ucap Axel curiga
“Not now baby, come join me” goda Michelle dengan senyum mesumnya
Tanpa pikir panjang, Axel langsung membilas wajahnya dan melepaskan semua pakaiannya lalu menyusul Michelle berendam.
“Baby, kamu nggak pakai pembalut ?” tanya Axel mengernyitkan dahinya
Michelle cuma tersenyum lalu mendekat dan mencium lembut bibir Axel.
“Baby, wait” ucap Axel menahan bibir Michelle
“Nggak mau ? ya udah” ucap Michelle keluar dari bath up
Michelle masuk ke ruang bilas, menekan tombol air hangat dan membiarkan seluruh tubuhnya diguyur air hangat itu membuat Axel menelan salivanya dan segera menyusul Michelle.
__ADS_1
Axel langsung memeluk tubuh Michelle dari belakang dan mengelus pinggul Michelle sambil menciumi tengkuknya.
“Baby, kasih tahu aku..” ucap Axel lirih
Michelle berbalik lalu berjongkok dan bermain dengan meriam Axel membuat pemiliknya menikmatinya.
“Baby..” lenguh Axel
“Hemm” gumam Michelle
Axel melepaskan miliknya dari Michelle lalu menarik Michelle ke dalam pelukannya.
“Kamu bilang kamu lagi periode” ucap Axel
“Sorry” ucap Michelle menyabuni tubuhnya
“Jangan bilang kamu bohong ?” ucap Axel memicingkan matanya
Michelle cuma tersenyum tanpa dosa membuat Axel langsung meremas kedua buah dada Michelle yang sudah terbalut busa itu.
“Aku bakalan makan kamu Michelle” ucap Axel tajam
“Aku takut Xel” ucap Michelle
“Kenapa ?” tanya Axel
“Kata Kyra sakit” jawab Michelle
“Cuma katanya bukan nyatanya” ucap Axel yang makin dalam memainkan jemarinya di buah dada Michelle
Michelle melenguh kecil menikmati ulah suaminya itu. Axel mengambil spons sabun dari tangan Michelle dan menyabuni tubuh mereka berdua.
..
Tidak kuat lagi menahan birahi, Axel mempercepat durasi mandi mereka dan segera membawa Michelle ke tempat tidur.
Dia memperhatikan tubuh Michelle yang berbaring di bawahnya membuat dirinya makin tidak sabar memakan istrinya itu.
Baru Axel mau memulai permainan pertamanya, pintu kamar terketuk membuatnya menghela nafas kasar dan segera memakai pakaiannya bersama Michelle.
Axel berjalan membuka pintu kamar sementara Michelle masih berada di dalam ruang pakaian.
“Hei kid, cepet beresin barang-barang kalian karena kita semua akan kembali ke Indonesia” ucap Daniel
“Oh come on Dad” keluh Axel
“What ?” tanya Daniel bingung
“Daddy dateng di waktu yang nggak pas dan cuma kasih tahu itu doang ?” gerutu Axel
“Dasar anak ini ! kita pulang karena kita harus bicarain tentang perusahaan” ucap Daniel
“Nggak bisa lain kali aja Dad ?” tanya Axel
“Waktunya sempit karena menurut jadwal, Michelle harus pergi ke beberapa negara karena ada satu proyek bersama perusahaan S, bertemu para sekutu, dan sisanya pekerjaan bisnis” jelas Daniel
Perusahaan S kan punyanya Simon.. -batin Axel curiga
“Kenapa nih ?” tanya Michelle yang berjalan ke arah pintu kamar
“Kalian harus beresin barang-barang kalian karena kita semua akan pulang ke Indonesia, Michelle” jawab Daniel
“Oke !” ucap Michelle penuh semangat
Michelle langsung berbalik dan merapihkan barang-barang pentingnya dan juga punya Axel setelah menghubungi pelayan untuk mengepak pakaian mereka.
“Daddy nggak dukung anaknya banget” keluh Axel
“Sabar kid, kan Michelle juga nggak bisa” ucap Daniel
“Kata siapa ? cewek bar-bar itu licik, dia bohong kalau dia lagi periodenya, nyebelin” gerutu Axel
“Oh wow ! sorry kid tapi lebih baik kamu tahan sedikit lagi” goda Daniel menepuk-nepuk pelan bahu Axel sebelum pergi
__ADS_1
**