
Di tempat lain, Michelle berada di kediaman Agustine.
Saat kejadian itu Michelle berhasil di sekap di dalam salah satu mobil orang suruhan Liboria sebelum mobil Michelle masuk jurang dan Michelle berteriak.
Liboria membawa Michelle ke rumahnya dengan niat menghancurkan kebahagiaan Axel, lagipula dia masih mau menghasut kakaknya untuk kembali mempertahankan cintanya ke Michelle agar dia sendiri bisa mendapatkan Axel.
“Fratello, vieni con me, ho qualcosa da mostrarti
(Kakak, sini ikut aku, ada yang mau aku tunjukkin ke kakak)” ucap Liboria penuh semangat
Sylvester pun mengikuti langkah kaki Liboria ke kamar tamu yang jarang terpakai itu membuatnya bingung.
..
Matanya membulat saat melihat Michelle terbaring lemas dengan banyak luka di wajah dan tubuhnya.
“Cosa fai ? Non possiamo più disturbarli
(apa yang kamu lakukan ? kita nggak boleh ganggu mereka lagi)” ucap Sylvester
“Fratello dai, ti piace ancora, vero?
(Kakak ayolah, kakak masih menyukainya kan ?)” goda Liboria
“Non è questo il punto, Libs, hai ferito Michelle ? (Bukan itu intinya, Libs, apa kamu yang mencelakai Michelle ?)” tanya Sylvester sungguh-sungguh
“si, e l’ho fatto anche per te, ora puoi prendere Michelle e io Axel
(iya, dan itu aku lakuin buat kakak juga, kakak bisa dapetin Michelle sekarang dan aku dapetin Axel)” jelas Liboria tersenyum sinis
“ma questo non è il modo in cui Libs, Brother contatterà il signor Dom così viene qui
(tapi nggak begini caranya Libs, kakak akan hubungi Tuan Dom agar dia datang kesini)” ucap Sylvester
“Non provarlo Sorella! Ho lottato per portarlo qui, ma il fratello voleva solo lasciarlo andare (jangan coba-coba ya kak ! aku susah payah bawa dia kesini tapi kakak mau lepasin gitu aja)” bentak Liboria
“Libs, tu non li conosci, non sai chi è veramente Michelle, non voglio che tu ti faccia male
(Libs, kamu nggak tahu mereka, kamu nggak tahu siapa Michelle sebenarnya, kakak nggak mau kamu terluka karenanya)” ucap Sylvester sungguh-sungguh
Liboria mendengus kesal dan pergi begitu saja meninggalkan Sylvester.
Sylvester mendekati Michelle lalu menghubungi dokter pribadinya untuk mengobati luka Michelle.
..
“questa donna era incinta
(perempuan ini hamil muda)” ucap sang dokter membuat Sylvester terkejut
Dokter memberikan beberapa vitamin dan obat luar untuk Michelle sebelum meninggalkan kediaman keluarga Agustine.
..
Sore hari Michelle mulai membuka matanya, dia melihat sekitar dengan pandangan yang masih kabur lalu menangkap seorang laki-laki yang duduk di tepi tempat tidur.
“Sylvester..” panggil Michelle lirih
Michelle berusaha duduk membuat Sylvester membantunya dengan hati-hati lalu memberikan segelas air mineral ke Michelle.
“Perché sono qui?
(Kenapa aku bisa ada disini ?)” tanya Michelle
“scusa l’atteggiamento di mia sorella, Michelle (maafkan sikap adikku, Michelle)” ucap Sylvester lirih
“Quindi è lui che vuole uccidermi? Ha collaborato anche con Jack Xu Jing?
(Jadi dia yang mau membunuhku ? apa dia juga bekerjasama dengan Jack Xu Jing ?)” tanya Michelle kesal
“Jack Xu Jing ?” tanya Sylvester geram
“non lo sai? Tuo fratello ha aiutato quel bastardo a uscire di prigione
__ADS_1
(kamu nggak tahu ? adikmu itu membantu bajingan itu kabur dari penjara)” ucap Michelle
“So che avevano una relazione speciale, anche se solo brevemente, e sono sicuro che quel bastardo fosse coinvolto in questo atto del mio omicidio
(aku tahu mereka pernah punya hubungan khusus walaupun cuma sebentar, dan aku yakin kalau bajingan itu ikut dalam aksi pembunuhanku ini)” jelas Michelle
“Michelle, mi dispiace davvero, ti porto a casa dalla tua famiglia
(Michelle, aku benar-benar minta maaf, aku akan membawamu pulang ke keluargamu)” ucap Sylvester sungguh-sungguh
“Grazie mille ma immagino di aver bisogno di un po ‘di tempo per essere qui e ho anche bisogno del tuo aiuto
(makasih banyak tapi kurasa aku butuh sedikit waktu berada disini dan juga butuh bantuanmu)” ucap Michelle tersenyum lembut
“Farò quello che posso Michelle
(aku akan lakukan sebisaku Michelle)” ucap Sylvester tersenyum tulus
“molte grazie (makasih banyak)” ucap Michelle
Michelle pun memberitahukan rencananya pada Sylvester, entah kenapa dia merasa percaya kalau Sylvester tulus membantunya.
..
Liboria masuk dengan angkuhnya lalu berdiri di tepi tempat tidur sambil melipat kedua tangan di dadanya.
“Ciao Michelle (halo Michelle)” sapa Liboria dengan senyum sinisnya
“Michelle è il mio ****?
(Apa Michelle namaku ?)” tanya Michelle dengan polosnya
Liboria tampak terkejut menatap Michelle lalu dia melihat Sylvester yang masih duduk di tepi tempat tidur dan menganggukkan kepalanya.
Senyum Liboria pun mengembang bebas, dia dapat keuntungan lebih dari aksi pembunuhannya itu.
“si, ti chiami Michelle, ti ricordi di me? No, ti ricordi di Sis Syls, è tuo marito
(ya, namamu Michelle, apa kamu ingat padaku ? tidak, apa kamu ingat pada kak Syls, dia suamimu)” ucap Liboria dengan senyumnya
Michelle pun menatap bingung Sylvester yang ikut bingung dibuatnya.
“sei mio marito? (Kamu suamiku ?)” tanya Michelle
“si (iya)” jawab Sylvester memegang lembut kedua tangan Michelle
Michelle langsung memeluk Sylvester membuat Liboria makin senang karena dengan begini dia bisa mendapatkan Axel lebih cepat.
“Cosa stai facendo Michelle ?
(Apa yang kamu lakukan Michelle ?)” bisik Sylvester
“Ho appena interpretato il ruolo che ha fatto tua sorella
(aku cuma memainkan peran yang dibuat adikmu itu)” bisik Michelle
“Vi lascio due, bentornato cognato
(Aku akan meninggalkan kalian berdua, selamat datang kembali kakak ipar)” ucap Liboria dengan riangnya
Selepas Liboria keluar kamar, Michelle melepaskan pelukannya pada Sylvester.
“Michelle, sapevi di essere incinta?
(Michelle, apa kamu tahu kamu lagi hamil ?)” tanya Sylvester hati-hati
Mata Michelle membulat, dia sama sekali tidak tahu akan hal itu.
“Non credo che tu lo sappia, d’ora in poi perché sai già di essere incinta, prenditi cura del tuo grembo, ti aiuterò
(Kurasa kamu belum tahu, mulai sekarang karena kamu udah tahu kalau kamu hamil, jagalah kandunganmu baik-baik, aku akan membantumu)” ucap Sylvester terdengar tulus
Michelle masih cukup terkejut akan kehadiran buah hatinya dengan Axel, dia menitikkan air matanya sambil memeluk lembut perutnya yang masih rata.
__ADS_1
Sylvester pun keluar kamar dan membiarkan Michelle menenangkan perasaannya sendirian.
Axel, apa kamu tahu kalau aku hamil ? apa kamu tahu aku ada disini ? -batin Michelle lirih
**
Sudah dua minggu lamanya Michelle berada di kediaman Agustine dengan perannya sebagai istri Sylvester di depan Liboria.
Sikap Liboria pun begitu manis di depan Michelle walaupun dibaliknya dia punya maksud tertentu.
Untungnya Liboria tidak tahu kalau Michelle sedang hamil sehingga dia tidak bisa melukai janin Michelle.
Michelle sendiri masih penasaran dimana keberadaan Jack Xu Jing karena selama dua minggu ini dia tidak melihat adanya Jack Xu Jing disana maupun Liboria yang keluar rumah.
Tapi hari ini Michelle mendapatkan sedikit kemajuan dengan munculnya Jack Xu Jing yang terkejut melihat Michelle masih hidup di kediaman Agustine.
“Michelle” panggil Jack
“Ciao (halo)” sapa Michelle ramah
“She forger her memory (dia lupa ingatan)” ucap Liboria tersenyum licik
“What ? are you serious ? (Apa ? apa kamu sungguh-sungguh ?)” tanya Jack
“Enough, what do you want to talk about ? (cukup, apa yang mau kalian bicarakan ?)” tanya Sylvester tegas
“Michelle, incontriamolo Jack, abbiamo una piccola storia per te
(Michelle, kenalkan dia Jack, kita punya sedikit cerita untukmu)” ucap Liboria
Liboria menaruh beberapa lembar foto di atas meja membuat Michelle segera mengambilnya.
Michelle berusaha tenang saat foto-foto yang dipegangnya adalah foto kedua kakak dan suaminya, dia bertanya-tanya dalam hati apa yang akan Liboria dan Jack lakukan pada ketiga laki-laki kesayangannya itu.
“Li conosci ? (Apa kamu mengenal mereka ?)” tanya Liboria
“No, sono attori? (Tidak, apa mereka aktor ?)” tanya Michelle dengan polosnya
“Michelle, questi sono Nicholas Dom Melviano, Xavier Dom Melviano e questo è Axel Oliver
(Michelle, mereka adalah Nicholas Dominico Melviano, Xavier Dominico Melviano, dan ini Axel Oliver)” ucap Liboria
“poi ? (Lalu ?)” tanya Michelle
“i due che volevano ucciderti e i due che hanno costretto Axel a unirsi a te per ucciderti
(mereka berdua yang mau membunuhmu, dan mereka berdua yang memaksa Axel agar ikut membunuhmu)” ucap Liboria tersenyum licik menunjuk foto Nicholas dan Xavier
Wow, caranya.. -batin Michelle
Michelle meremas kedua foto Nicholas dan Xavier dengan tatapan tajamnya membuat Liboria dan Jack yakin kalau Michelle langsung terpengaruh dan rencana mereka berhasil.
“Sai ? Axel è il mio fidanzato, avremmo dovuto sposarci ma tutto è fallito a causa di quei fratelli che lo hanno costretto ad ucciderti.
(Kamu tahu ? Axel itu tunanganku, seharusnya kami menikah tapi semuanya gagal karena ulah kakak beradik itu yang memaksanya untuk membunuhmu)” ucap Liboria sedih
“Allora cosa c’entra questo con il mio omicidio? Dovresti essere in grado di portare avanti il tuo matrimonio, giusto?
(Lalu apa hubungannya dengan pembunuhanku ? seharusnya kalian bisa tetap melangsungkan pernikahan kalian kan ?)” tanya Michelle
“Non più Michelle, ogni sua mossa era monitorata, Axel doveva stare vicino a Melviano, e gli proibivano di vedermi di nuovo.
(Tidak lagi Michelle, setiap gerak geriknya dipantau, Axel harus tetap berada di dekat Melviano, dan mereka melarangnya untuk menemuiku lagi)” lirih Liboria memainkan dramanya
Drama lo masih kalah sama dramanya ratu gue, sialan -batin Michelle meledek
Liboria memegang kedua tangan Michelle dengan tatapan penuh harapnya.
“Michelle, mi aiuterai ? (Michelle, maukah kamu membantuku ?)” tanya Liboria
“cosa posso fare per lei? (Apa yang bisa ku bantu ?)” tanya Michelle
Senyum licik Liboria mengembang, dengan dramanya dia meminta pertolongan Michelle untuk melangsungkan rencananya tanpa harus mengotori tangannya sendiri.
__ADS_1
**