
Pagi hari, Michelle bangun dan sarapan seperti biasanya lalu bersiap memakai pakaian fitnessnya.
Masuk ke ruang gymnya yang masih kosong.
Michelle pemanasan sendiri lalu beralih ke skipping. Karena sendirian Michelle memakai earphone bluetooth tanpa kabelnya sambil mendengarkan lagu.
Mulai dari pelan, cepat, sampai dengan satu kaki Michelle lakukan demi mengeluarkan keringat.
Michelle berbalik sambil merapihkan tali skippingnya lagi.
“Loh.. Kakak ? udah daritadi ?” tanya Michelle melepas earphonenya
“Baru” jawab Nicholas datar
“Kakak kenapa ?” tanya Michelle mengernyitkan dahinya
“Nggak apa-apa, udah sana lanjutin” ucap Nicholas
Michelle menaikkan kedua bahunya lalu beralih ke dumbbell sambil memakai earphonenya lagi.
“Sempurna banget Nick” gumam Fares
“Res” panggil Nicholas dengan suara rendahnya
“Iya sorry nggak sengaja, namanya juga cowok normal Nick” ucap Fares memalingkan pandangannya
Sekalipun Axel menahan untuk tidak melirik Michelle tapi tetap saja nalurinya ingin sekali melirik Michelle.
Ketiga kalinya lihat masih dan makin cantik aja, luka bekas jahitannya bikin tambah seksi.. astaga Axel ! lo mikir gituan doang ? mesum banget !!! -batin Axel labil
“Kak, mau nge mitt nggak ?” tanya Michelle
“Sama Fares aja gih” jawab Nicholas
“Kak Fares” panggil Michelle
“Ayo !” ajak Fares penuh semangat
Michelle dan Fares sudah di posisi sambil memakai alatnya sendiri.
“Fares belum tahu aja tenaga Michelle” gumam Axel tersenyum licik
“Emang lo pernah ?” tanya Joshua
“Pernah” jawab Axel dengan sombongnya
Michelle mulai memukul mitt di kedua tangan Fares dari berbagai arah membuat Fares makin mundur menahan pukulan Michelle.
Gila ! tenaganya nggak main-main -batin Fares panik
“Kalau capek bilang ya Kak” ucap Michelle
“Nggak akan, tenang aja” ucap Fares penuh keyakinan
“Oke, berarti berhentinya pas aku yang capek ya ?” tantang Michelle
“Iya, atur aja” jawab Fares dengan sombongnya
Entah sudah berapa lama Michelle memukul dan menendang mitt di kedua tangan Fares tapi belum berhenti juga.
Siapapun itu tolong gueeee -batin Fares menjerit
“Nona Michelle, maaf mengganggu, tapi di bawah ada Tuan Mario” lapor Arya
“Nggak ada nyerahnya tuh orang” celetuk Axel
“Michelle, ayo kita turun dulu” ajak Nicholas
“Nggak mau ah Kak” tolak Michelle
__ADS_1
“Kita selesaiin masalah ini biar dia nggak deketin kamu lagi” ucap Nicholas
Bug !!
Michelle memukul keras mitt di tangan Fares sebelum akhirnya mengalah dan berjalan ke arah Nicholas melewati Axel dan Joshua yang cuma duduk di atas matras.
“Pak Arya, tolong ambilin salah satu kaos ku di kamar” ucap Nicholas
“Baik Tuan muda” jawab Arya
“Kenapa minta kaos ?” tanya Michelle bingung
“Buat kamu, Kakak nggak mau cowok lain matanya ngelihatin tubuh kamu” jawab Nicholas
“Terus mereka ?” tanya Michelle menunjuk ke arah Axel, Fares, dan Joshua
“Iya maaf, Kakak telat” jawab Nicholas dengan lembutnya
Fares langsung melepas mitt dan merebahkan tubuhnya di atas matras.
“Res, tangan lo gemeteran gitu” ledek Joshua
“Cih, udah dibilangin kalau capek bilang” sindir Michelle
“Michelle, jangan ajak gue nge mitt lagi” keluh Fares
“Iya, paling lain kali sama Kak Josh” ucap Michelle
“Hah !! nggak Cel, makasih banyak” tolak Joshua
Arya kembali lalu memberikan sepotong kaos oblong Nicholas.
Michelle langsung memakainya lalu turun bersama Nicholas dan Arya meninggalkan ketiga laki-laki tampan disana.
..
“Michelle” panggil Mario terkejut
“Eum.. sepertinya aku ganggu kamu ya ?” tanya Mario
“Semalem kesini juga ya ? ada apa Rio ?” tanya Michelle mengalihkan pembicaraan
“Itu, aku mau ajak kamu ke rumah bertemu sama keluargaku” jawab Mario
“Dad, ayo.. mending kita keluar dulu, biarin mereka ngobrol berdua” ajak Nicholas
Corradeo pun bangun dari duduknya lalu keluar ruangan bersama Nicholas.
“Maaf, tapi aku nggak bisa temuin keluarga kamu” ucap Michelle tegas
“Kenapa ?” tanya Mario
“Bagiku, kalau udah ketemu sama keluarga cowok lain itu namanya punya hubungan dan serius sama hubungannya itu, tapi kita nggak, lebih tepatnya aku nggak ada perasaan sama kamu Rio” jelas Michelle tegas
“Tapi kenapa Cel ? aku suka sama kamu, aku berusaha terima sisi tomboy kamu ini” ucap Mario
“Aku nggak suka merubah sifat dan perilaku orang lain demi aku, Rio” ucap Michelle
“Cel, aku suka sama kamu dari awal pertemuan kita, apa kamu benar-benar nggak ada perasaan sama aku ?” tanya Mario memelas
“Maaf, mungkin banyak cewek diluar sana yang lebih baik dan cocok sama kamu” jawab Michelle terdengar tulus
“Tapi Michelle..” ucap Mario terpotong
“Selama ini yang kamu lihat bukan Michelle yang sebenernya Rio, aku feminin karena sebagai anak Daddy Corre, dan aku nggak suka orang lain kenal ataupun suka sama aku yang kayak gitu.. aslinya ya aku tomboy, kamu nggak mungkin mau suka sama aku lagi” jelas Michelle
“Kalau gitu kasih aku kesempatan terakhir, kita ngedate sesuai kepribadian kamu, kamu boleh tentuin tempat mana yang mau kita kunjungin, gimana ?” tawar Mario
“Oke, tapi satu syarat, nggak ada paksaan, dan aku pengen hubungan baik-baik aja sesama rekan kerja” ucap Michelle penuh keyakinan dan mengulurkan tangannya
__ADS_1
“Deal” ucap Mario menjabat tangan Michelle
“Tapi nggak bisa sekarang, aku ada janji sama temen-temen aku” ucap Michelle
“Ya udah minggu depan aku kesini lagi” ucap Mario
“Bisa kendarain motor ?” tanya Michelle
“Bisa, kenapa ?” tanya Mario mengernyitkan dahinya
“Naik motor aja kesininya dan jangan formal gini bajunya” jawab Michelle tersenyum tipis
“Hem, oke” ucap Mario penuh keyakinan
Mario pamit pulang.
Sesaat Michelle baru mau naik tangga, suara nyaring dari luar rumahnya membuatnya mendengus kesal, siapa lagi kalau bukan Kyra yang datang bersama Ezra, Saddam dan Daffin.
“Mmiicchheellleeeee.. my cute girl” teriak Kyra
“Bisa nggak volumenya dikecilin ?” gerutu Michelle
“Hehehe sorry” ucap Kyra memasang wajah imutnya
“Lo masih fitness ?” tanya Ezra
“Nggak deh, ayo duduk di gazebo aja” ajak Michelle
“Pak Arya, tolong bikinin minum buat mereka ya, aku nggak, nanti anter ke gazebo aja” ucap Michelle
“Baik Nona” jawab Arya
Michelle sudah melepas kaos Nicholas karena cuacanya lagi panas.
Mereka duduk melingkar di gazebo, sengaja Michelle duduk di pinggir agar semilir angin mengenai tubuh penuh keringatnya sementara Kyra sudah jauh-jauh duduk dari Michelle karena dia paling anti berkeringat, apalagi sama Michelle yang hobi mengelap keringatnya di baju atau tubuh Kyra.
Dua orang pelayan datang mengantar minuman dan cemilan lalu kembali masuk ke dalam rumah.
“Lo pada dari mana ?” tanya Michelle
“Dari rumahlah, nyamper romeo sama juliet terus kesini” jawab Saddam
“Rajin banget jemput mereka segala” ledek Michelle
“Eh iya by the way gue mau minta tolong sama kalian nih..
Ada cowok suka sama gue, kalau gue lihat di profilnya dia nggak suka cewek tomboy dan seni gitu, gue pernah sekali pakai baju biasa gue pas dia kesini, responnya agak gimana gitu tapi masih belum nyerah juga” jelas Michelle
“Siapa Cel ?” tanya Kyra
“Kalau ke rumah lo berarti dia tahu lo anak Uncle Corre ?” tanya Ezra
“Mario, CEO di perusahaan X.. Daddy yang bilang ke dia kalau gue anaknya” jawab Michelle sedikit kesal
“Perusahaan X Cel ?” tanya Daffin terkejut
“Itu perusahaan gede kayak punya lo loh Cel” ucap Saddam
“Iya gue tahu, kan gue yang ngajuin kerjasama ke dia pas gue masih jadi asisten Kak Nicho” ucap Michelle
“Gue baru aja selesaiin kerjasama sama perusahaan X Cel, mereka baru aja bikin gedung buat anak cabangnya” ucap Daffin
“Gilaaaa !! Kakak gue saingannya berat banget” keluh Kyra
“Saingan ?” tanya Ezra, Saddam, dan Daffin mengernyitkan dahinya
“Iya, minggu kemarin mereka berdua ngedate loh, jauh lagi langsung ke Bali” lapor Kyra
“Isshhh anak satu ini bocor banget.. sekarang bukan waktunya buat ledekin gue, gue beneran mau minta tolong nih” ucap Michelle
__ADS_1
“Ya udah kita skip dulu tentang lo sama Kak Axel, terus lo mau minta tolong apaan ?” tanya Ezra
**