Ms. Perfect

Ms. Perfect
Perbedaan Sikap Michelle


__ADS_3

Pulang kerja, Michelle sudah menelefon Noval untuk mejemputnya dan mengantarkannya ke rumah sakit sementara Emily sudah Michelle suruh langsung pulang.


“Nov, mampir ke minimarket dulu” perintah Michelle


“Baik Nona” jawab Noval


Di minimarket, Michelle membeli semangkuk es krim besar, sebungkus keripik kentang ukuran besar juga, dan beberapa permen lolipop rasa cola kesukaannya.


..


Sampai rumah sakit, Michelle berjalan cepat dengan riangnya ke ruangan Kyra.


“Rattuuuuu” panggil Michelle saat pengawal membukakan pintu untuknya


Michelle terkejut saat melihat Axel duduk di sofa bersama Roy mengerjakan pekerjaannya disana.


“Sini” panggil Kyra yang setengah duduk di ranjang pasiennya


Michelle pun melanjutkan jalannya ke dekat Kyra, memeluknya lalu duduk di samping ranjang pasien Kyra.


“Gue kenalin sama Kakak gue ya, biar resmi” ucap Kyra pelan


Michelle cuma memutar bola matanya dan membiarkan Kyra melakukan apa yang dia inginkan.


“Kakak” panggil Kyra tersenyum lebar


Axel melirik tajam Kyra seakan Kyra mengganggunya kerja.


“Kak sini dulu” pinta Kyra


“Nggak lihat Kakak lagi sibuk ?” tanya Axel ketus


“Kayak yang gue duga, Kakak lo itu sombong dan masih nggak mau diganggu” sindir Michelle ketus


Mendengar hal itu membuat Axel melangkahkan kakinya ke arah Michelle lalu duduk di seberangnya.


“Jaga ucapan lo” ucap Axel dingin


“Kak udah dong.. Kak, kenalin ini Michelle, dia temenku dari jaman sekolah yang mau aku kenalin ke Kakak itu” ucap Kyra tersenyum lembut


“Hemm” gumam Axel memalingkan wajahnya


Jadi Michelle temennya Kyra ? berarti dia dong yang ngomelin gue pas ditelefon waktu itu ? sialan, harusnya gue tahu dari awal cuma si cewek bar-bar ini yang berani lawan Axel Oliver -batin Axel menggerutu


Michelle mengulurkan tangannya berharap Axel menjabat tangannya. Axel melirik tangan Michelle lalu mendengus kesal dan menjabat tangan Michelle.


“Selamat malam Kak Axel, aku Michelle, temennya Kyra” sapa Michelle sopan


Seketika Axel terkejut melihat sikap Michelle yang seperti itu.


“Axel” ucap Axel ketus dan melepaskan tangannya dari tangan Michelle


“Lihat kan Kak ? Michelle itu beda sama cewek lainnya” ucap Kyra membanggakan Michelle


“Cih, apa bedanya, kamu nggak tahu temen kamu ini simpenan Uncle Corre ? Daddynya Nicho sama Vier” gerutu Axel kesal


Hampir saja Kyra tertawa mendengar hal itu karena semalam Michelle sudah menceritakan kejadian itu ke Kyra.


“Kalau nggak ada apa-apa lagi, Kakak mau kerja lagi” ucap Axel ketus


Axel langsung bangun dari duduknya dan kembali duduk di sofa.


Sementara Michelle mengeluarkan es krim dan snacknya tadi di depan Kyra.


“Lihat nih gue bawa apa” ucap Michelle dengan sombongnya


“Mau Cceellll” rengek Kyra


“Enak aja, lo belum boleh makan es krim sama keripik kentang lagi, jadi sebagai gantinya, temen lo yang baik hati ini wakilin lo dan makan di depan lo” ucap Michelle meledek


“Jahat itu namanya, buruan buka es krimnya, gue bagi, sediikiiiittt aja Cel” pinta Kyra memohon

__ADS_1


Michelle pun membuka tutup es krimnya dan mulai memakannya.


“Uummmm enak banget Ra, rasa coklat loh Ra, lihat nih, beehhh enak banget pokoknya” ucap Michelle sengaja menggoda Kyra


Kyra dibuat menelan salivanya beberapa kali menatap es krim yang masuk ke mulut Michelle.


“Mmmiiccheellleeee” rengek Kyra


“Mau ?” tanya Michelle


Kyra langsung menganggukkan kepalanya dan melebarkan senyumnya.


Michelle menyendok sesendok es krim penuh lalu mengarahkannya ke mulut Kyra, namun saat sudah dekat dan Kyra sudah membuka lebar mulutnya Michelle malah memutar balik sendoknya dan memasukkan es krimnya ke mulutnya sendiri membuat Kyra cemberut kesal.


“Hahahahahahahaha..” Michelle tertawa puas


“Uuuu Ratu Kyra ngambek” goda Michelle


“Bodo” ucap Kyra memalingkan wajahnya dari Michelle


“Sorryyyy” rayu Michelle mengelus pipi Kyra


“Nggak mempan” ketus Kyra


“Ya udah” ucap Michelle tersenyum menahan tawanya


Michelle merogoh ponselnya lalu mengirim pesan ke Xavier.


“Kak, Kyra boleh makan es krim sama keripik kentang nggak ?” tanya Michelle


“Es krim boleh, tapi sedikit aja, kalau keripik kentang belum boleh sama sekali” jawab Xavier


“Oke, makasih my second handsome boy, love you” balas Michelle


“Ratu” panggil Michelle


“Apaan ?” tanya Kyra ketus dan masih memalingkan wajahnya dari Michelle


Kyra memicingkan matanya dan mengerucutkan bibirnya menatap Michelle membuat Michelle menahan tawanya.


Michelle menunjukkan pesan dari Xavier ke Kyra membuat wajahnya itu berubah menjadi sumringah.


“Ayo ayo sini mana es krimnya” pinta Kyra tidak sabar


“Sabar dong, biar gue aja yang pegang jadi lo nggak makan banyak-banyak” ucap Michelle menyendokkan sesendok es krim ke mulut Kyra


“Aaaaa enak banget Cel, mau lagi” tagih Kyra


“Kyra, kamu belum boleh makan es krim” ucap Axel tegas


“Kata siapa ? boleh kok” ucap Kyra


“Tapi cuma sedikit” celetuk Michelle


“Terserah” ucap Axel acuh


Michelle berjalan ke arah Axel dan Roy lalu menyodorkan dua buah permen lolipop colanya.


“Nih buat Kak Axel sama Roy, permen ini rasa cola, cobain aja, enak kok” ucap Michelle tersenyum lembut


Melihat sikap Michelle yang berbeda itu membuat Axel menatap Michelle dalam-dalam.


Michelle menggoyangkan tangannya agar kedua laki-laki itu segera mengambil permennya lalu kembali duduk di samping Kyra.


“Permen cola ya ? ah itu enak banget Kak” ucap Kyra dengan semangatnya


“Cuma anak kecil yang makan permen” ucap Axel mengantongi permennya ke dalam saku jasnya


“Cih, Kakak belum cobain aja rasanya” gerutu Kyra


“Mending kamu fokus ke temen kamu yang sibuk habisin es krimnya” ucap Axel

__ADS_1


Kyra langsung menatap Michelle yang lahap memakan es krim.


“Michelle !” panggil Kyra cemberut kesal


“Hehehe..” Michelle tertawa tanpa dosa


“Mana sini bagi lagi” pinta Kyra


“Udah ah, inget nggak boleh banyak-banyak” ucap Michelle menghabiskan es krimnya


“Jahat banget, lihat aja nanti gue beli sendiri” ucap Kyra memicingkan matanya


“Ya udah sana” ucap Michelle menahan tawanya


“Iihhhh nyebelin banget” keluh Kyra


“Hahahahahaha..” Michelle tertawa puas


Michelle duduk di tepi ranjang Kyra lalu menyandarkan kepalanya di bahu Kyra.


“Jangan ninggalin gue lagi ya ratu, gue kangen banget sama lo” ucap Michelle lirih


Kyra memegang tangan Michelle dan menyandarkan kepalanya di kepala Michelle.


“Sorry ya Cel, gue juga nggak mau kayak gini lagi, gue kangen cerita sama lo setiap hari” ucap Kyra


Apaan sih ? tadi marah sekarang malah baikan, dasar bocah -batin Axel


“Buruan sembuh ya Ra, Ezra khawatir banget tuh” goda Michelle


“Ezra ? khawatir sama gue ? nggak mungkin Cel, kita sendiri tahu kalau Ezra sukanya sama lo” ucap Kyra menggelengkan kepalanya


“Ya udah kalau nggak percaya, pokoknya kalau Ezra move onnya ke lo gue bahagia Ra” ucap Michelle tersenyum lembut


“Ngaco” ucap Kyra mengelak


“Terserah pokoknya gue bahagia selama lo bahagia” ucap Michelle


“Gue juga bahagia kalau lo bahagia Cel” ucap Kyra tersenyum lembut


Gue nggak lihat kebohongan sama keraguan Michelle pas ngomong tentang kebahagiaan sama Kyra, apa bener Michelle bener-bener bahagia kalau Kyra bahagia ? -batin Axel bertanya-tanya


**


Dua hari setelahnya, Michelle bertemu dengan Ezra dan Saddam di rumahnya, meminjam ruang kerja Nicholas yang kosong.


“Coba lo lihat dulu Cel, gue udah dapet banyak bukti dari dua cewek itu” ucap Saddam memberikan bukti ke Michelle


Michelle memutar rekaman di laptopnya, melihat satu persatu laki-laki yang pernah menjadi korban Alya dan Anisa itu.


“Menurut kalian kalau gue minta bantuan ke mereka-mereka ini bakalan mau nggak ?” tanya Michelle menunjuk foto berisi laki-laki yang menjadi korban Alya dan Anisa


“Menurut gue, kita nggak bisa banyak berharap Cel” jawab Saddam dengan pendapatnya


“Iya, tapi tergantung dari mereka juga, kalau mereka ngerasa jadi korban ya bisa aja mereka ngebantuin kita” tambah Ezra


“Hemm.. oke, gue coba deh.. dan Zra, kira-kira seberapa berat hukuman cewek murahan itu ?” tanya Michelle serius


“Bisa aja penjara beberapa tahun dan denda belasan juta karena mereka dapet lebih dari satu pasal Cel” jawab Ezra serius


“Lo serius mau jeblosin mereka ke dalem penjara Cel ?” tanya Saddam terkejut


“Iya” jawab Michelle dengan entengnya


“Ini bukan pertama kalinya Dam.. lo inget pelaku kecelakaan Kyra ? gue bantuin Michelle lakuin hal kayak sekarang ini” jelas Ezra meminum minumannya


“Michelle yang dulu gue kenal cuek, sekarang kenapa jadi kayak bos mafia gini ya ?” tanya Saddam menggelengkan kepalanya melihat Michelle


“Gila ya ! gue masih yang dulu, gue cuma punya kesempatan buat hancurin orang yang udah ganggu keluarga gue aja” jawab Michelle menyandarkan punggungnya di sofa


Ezra dan Saddam berdecak kagum melihat perubahan temannya itu tanpa mengedipkan matanya.

__ADS_1


**


__ADS_2