
Di sebuah restoran dimana mereka memilihnya sebagai tempat makan malam mereka..
“Michelle, minta nomor ponsel lo dong” ucap Alya menyodorkan ponselnya ke Michelle
Tanpa menjawab apapun Michelle mengambilnya dan mencatat nomor ponsel bisnis yang Emily pegang ke ponsel Alya lalu mengembalikannya lagi.
“Thanks Cel, lain kali gue hubungin ya, gue mau kenalin lo sama temen gue” ucap Alya
Lagi-lagi Michelle malas menanggapi ocehan Alya dan memilih makan malam dengan tenang.
Cih, sombong banget ini cewek, kok bisa Nicholas suka sama Michelle ? -batin Alya menggerutu kesal
**
Pagi hari saat Michelle bekerja, Michelle baru kepikiran tentang Alya.
“Ly, tolong cari tahu Alya pacarnya Axel ya” ucap Michelle lembut
“Baik Nona, tapi apa ada masalah serius ?” tanya Emily khawatir
“Mungkin.. doain aja semoga bukan masalah serius” jawab Michelle tersenyum sinis
“Apa Nona Michelle cemburu ?” goda Emily
“Gila ya ! ngapain cemburu sama dia” jawab Michelle menggerutu kesal
“Tapi kenapa terlihat Nona Michelle seperti cemburu ?” goda Emily lagi
Michelle menatap tajam sekertarisnya yang langsung tertunduk melanjutkan pekerjaannya.
..
Selesai makan siang, Michelle mendapatkan laporan dari Emily. Emily memberikan file tentang Alya ke tangan Michelle.
Hemm.. model -batin Michelle tersenyum sinis
..
Pulang kerja, Michelle kembali menjenguk Kyra. Seperti yang sudah-sudah, Michelle menceritakan kejadian yang menyangkut Kakaknya itu, dia menceritakan tentang kelakuan Alya di belakang Axel.
Siapa sangka, dengan ceritanya itu bisa membuat penantiannya berakhir.
Kyra perlahan membuka matanya dan menggerakkan sedikit tangannya membuat Michelle terkejut menatap Kyra dalam-dalam.
“Cel..” panggil Kyra lirih
“Jangan ngomong apa-apa lagi, diem kayak gitu, nggak nggak, jangan tidur lagi” ucap Michelle panik
Michelle berpaling ke arah pengawal Kyra yang menunggu di dalam ruangan.
“Cepet panggil Kak Vier, hubungin Aunty Paula sama Uncle Daniel kasih tahu kalau Kyra udah sadar, cepet !” perintah Michelle panik
“Baik Nona” jawab kedua pengawal itu
Tidak butuh waktu lama Xavier datang bersama beberapa dokter dan suster untuk memeriksa keadaan Kyra.
“Honey, tunggu diluar dulu ya” ucap Xavier
“Ra, gue diluar ya, janji jangan tidur panjang lagi” ucap Michelle tersenyum haru
Kyra menatap Michelle dan tersenyum haru lalu Michelle keluar ruangan.
Michelle mengintip dari kaca pintu ruangan Kyra, melihat saat Xavier memeriksa keadaan Kyra di dalam sana.
“Michelle” panggil Paula
Michelle mendekati Paula dan Daniel yang berlari kecil ke arahnya bersama Axel di belakangnya lalu Michelle memeluk Paula yang menangis terharu saat mendengar kabar anaknya sadar dari koma.
“Aunty jangan nangis lagi ya, ratu Kyra udah bangun” ucap Michelle menghibur Paula
Paula melepaskan pelukannya pada Michelle lalu memegang kedua pipi Michelle.
“Makasih banyak ya sayang, Aunty berhutang banyak sama kamu” ucap Paula
“Apaan sih Aunty, nggak ada yang namanya hutang di antara aku sama Kyra, jangan kayak gini ya Aunty” ucap Michelle tersenyum lembut
__ADS_1
“Michelle” panggil Daniel
“Yes Uncle” jawab Michelle
“Gimana cara kamu bikin Kyra sadar ?” tanya Daniel penasaran
“Aku cuma ajak Kyra ngobrol kayak biasa Uncle, nggak lupa ingetin Kyra kalau ada tas keluaran terbaru” jawab Michelle sambil menaik turunkan alisnya
“Dasar anak itu bisa-bisanya bangun karena tas” keluh Daniel tertawa kecil
Sebenernya Kyra bangun karena tahu kabar tentang Axel, tentang Kakaknya sendiri yang aku duga dimanfaatin doang sama Alya, Uncle -batin Michelle
Sedari tadi Axel memilih menjauh dari Michelle karena berpikir kalau Michelle meracuni otak Nicholas dan Corradeo.
..
Xavier keluar ruangan membuat Paula dan Daniel beralih mendekatinya.
“Kyra udah sadar dari komanya, walaupun masih lemah tapi dia baik-baik aja” ucap Xavier ramah
“Makasih banyak Vie, makasih udah selamatin Kyra” ucap Daniel tersenyum lirih
“Sama-sama Uncle, silahkan kalau Uncle sama Aunty mau jenguk Kyra, tapi tolong jangan bikin Kyra terlalu capek, dia masih butuh banyak istirahat” ucap Xavier mengingatkan
Paula dan Daniel langsung tersenyum dan buru-buru masuk ruangan sementara Xavier langsung memeluk erat Michelle.
“Kamu hebat honey” ucap Xavier lembut
“Makasih udah selamatin Kyra, aku kangen banget sama dia” ucap Michelle dalam pelukannya
Xavier melepaskan pelukannya lalu mengecup lembut kening Michelle dan merangkul bahu Michelle berjalan menjauh dari sana.
Di sudut lain Axel belum masuk ke dalam ruangan Kyra, lagi-lagi dia dibuat terkejut melihat keluarga yang dipermainkan Michelle.
Ya, Axel menganggap Xavier selingkuh dengan Michelle.
**
Hari ini Michelle terlihat bersemangat kerja karena perasaannya begitu senang mengingat Kyra sudah sadar.
“Kenapa Ly ?” tanya Michelle lembut
“Baru saja Nona Alya menghubungi saya, dia mengajak Nona untuk makan siang bersamanya, saya belum menjawabnya Nona” lapor Emily
“Mau ngapain sih tuh cewek” gerutu Michelle
“Apa saya tolak saja Nona ?” tanya Emily
“Nggak, biarin aja, suruh ketemu di kafe Brown Gold, bilang sama Bayu buat briefing anak buahnya, perlakuin gue sebagai tamu, jangan sampai orang-orang tahu gue yang punya kafe” jelas Michelle tegas
“Baik Nona” jawab Emily
Alya, lo mau ngapain deket-deket sama cheetah betina ? minta dimakan hidup-hidup kayaknya -batin Michelle geram
..
Saat jam makan siang Michelle meminta kunci mobil ke Emily dan melarang sekertaris pribadinya itu ikut bersamanya.
..
Di kafe, Michelle berjalan ke meja dimana Alya sudah datang dengan seorang perempuan lainnya.
Michelle duduk di kursi di depan Alya dan perempuan itu.
Michelle membolak-balikkan buku menu yang jelas-jelas dia sendiri sudah tahu isi dari menu disana sementara Alya dan temannya itu sudah memesan minuman dan sibuk memamerkan harta yang pacarnya berikan.
Michelle sampai tidak sadar kalau Nicholas dan ketiga temannya sedang makan siang disana bersama sekertaris mereka masing-masing yang duduk di meja yang berbeda.
Seorang pelayan menaruh pesanan di meja Nicholas dengan hati-hati mengingat Nicholas adalah Kakak dari pemilik kafe tempat dia bekerja.
“Bukannya itu Michelle sama Alya dan Anisa ?” tanya Joshua memicingkan matanya ke arah meja Michelle
Sontak Nicholas, Axel, dan Fares melihat ke arah yang sama.
Axel dan Fares hendak bangun dan berjalan ke arah meja itu namun Nicholas menahannya.
__ADS_1
Michelle.. Kakak tahu jelas kamu risih sama Alya, sekali lihat juga kamu pasti risih sama Anisa, kenapa kamu malah makan siang sama mereka ? -batin Nicholas bingung
..
Bosan karena kedua perempuan itu terus-terusan mengoceh membicarakan harta dan nafsu, Michelle memilih menyudahi membolak-balikkan buku menu, memesan minuman dan makan siang.
Sementara sekertaris ke empat laki-laki itu tidak sengaja duduk di dekat meja Michelle sehingga mereka bisa mendengar obrolan Michelle, Alya, dan Anisa.
“Michelle.. kenalin, ini Anisa, dia pacarnya Fares, temennya Axel sama Nicholas juga” ucap Alya mengenalkan Anisa, perempuan yang duduk di sampingnya
“Ohh” jawab Michelle malas
“Hei Michelle.. Alya cerita banyak tentang lo loh.. lo pacarnya Nicholas ya ?” tanya Anisa dengan manjanya
“Hemm” gumam Michelle melihat keluar jendela
Alya dan Anisa memilih bersabar sementara Michelle menghabiskan makan siangnya.
..
“Nah, sekarang kan lo udah selesai makan, gimana kalau kita ngobrol-ngobrol ? pacar kita kan temenan, harusnya kita temenan juga, ya kan Al ?” tanya Anisa masih dengan manjanya
“Iya dong.. apalagi sama pacarnya Nicho, ya kan ?” goda Alya dengan senyum sinisnya
“Kenapa sama Nicho ?” tanya Michelle dingin
“Ehem.. gimana sih dapetin Nicho ?” tanya Anisa dengan manjanya
“Iya Cel.. jujur ya, dari dulu gue sama Anisa ngincer Nicho, dia susah banget didapetin” tambah Alya dengan keluhannya
“Biar gue tangkep omongan kalian.. kalian temenan, sengaja pacarin Axel sama Fares cuma buat cari tahu tentang Nicho ? pengen lebih deket sama Nicho ? dan sambil nunggu, kalian manfaatin harta mereka, luapin nafsu kalian ke mereka ? gitu ?” jelas Michelle dengan tidak sabarnya
“Exactly !” jawab Alya dengan senyum lebarnya
“Tapi ralat, gue nggak dapet kepuasaan nafsu dari Fares, dia nggak berani tidur sama gue” keluh Anisa dengan kesalnya
“Sama.. Axel juga.. padahal udah gue rayu-rayu, tapi nggak ada nafsunya banget Axel, malah dia cuma berani peluk cium gue doang” tambah Alya meluapkan keluhannya
“Jadi, kalau lo sama Nicho udah ngapain ?” tanya Alya tanpa tahu malunya
“Hahahahahaha !!” tawa Michelle dengan jahatnya
Cukup dengan menjentikkan jari tangannya, Bayu, manager kafe langsung mendekati Michelle dan membungkukkan setengah badannya.
“Ada yang bisa saya bantu Nona ?” tanya Bayu
“Kosongin kafe ini !” perintah Michelle dengan dinginnya
“Tapi Nona..” Bayu berusaha memprotes
Michelle menatap dingin Bayu lalu mendengus kesal.
“Maaf Nona, akan saya laksanakan” ucap Bayu membungkukkan setengah tubuhnya
Bayu langsung mengumpulkan para pelayan laki-laki untuk membantunya mengosongkan kafe.
“Sini” panggil Nicholas
“Ya Tuan muda” jawab Bayu mendekat
“Kenapa diusir ?” tanya Nicholas
Bayu melirik ketiga teman Nicholas sebentar sebelum menjawab pertanyaan Nicholas.
“Nona muda di meja sebelah sana memintanya Tuan” jawab Bayu
“Oke, tapi biarin saya, mereka, dan mereka yang ada di meja itu tetap di tempat” ucap Nicholas menunjuk teman-teman dan para sekertarisnya
“Tapi Tuan, nanti Nona..” protes Bayu pun kembali terhenti karena tatapan dingin Nicholas
“Baik Tuan muda” ucap Bayu membungkukkan setengah badannya
“Sebenernya ada masalah apa Nick ? kenapa kayak gini ?” tanya Fares bingung
“Michelle lagi marah, biarin aja dia yang minta kafe ini dikosongin” jawab Nicholas dengan tenangnya
__ADS_1
**