
Michelle menghabiskan minumannya lalu membawa Ipadnya naik tangga bersama Axel.
Dia ke kamar Kyra untuk menaruh Ipadnya lagi sebelum nonton bersama Axel.
“Lo mau kemana lagi ?” tanya Kyra yang masih sibuk video callan
“Nonton film biar mata sama telinga gue nggak sakit nontonin lo video callan sama Ezra” gerutu Michelle penuh penekanan lalu keluar kamar
Axel sudah menunggu Michelle di depan kamar Kyra lalu mengajaknya ke sebuah ruangan yang baru kali ini dia lihat.
Ruangan itu terlihat cukup nyaman dengan proyektor sudah menggantung di atap ruangan dan ruangan itu tanpa kursi formal melainkan cuma mengandalkan karpet tebal dan berbulu halus dengan banyaknya bantal.
“Aku baru lihat, kok selama ini Kyra nggak pernah ajak aku kesini ?” tanya Michelle menggerutu
“Ini ruangan khusus punya gue, gue disini kalau lagi pengen tenang soalnya ruangan ini kedap suara” ucap Axel menyalakan laptopnya
“Kak..” panggil Michelle
“Bisa panggil Axel ? gue nggak mau dianggap setua itu” protes Axel
“Tapi bukannya emang udah tua ya ?” tanya Michelle dengan polosnya
“Pokoknya gue nggak terima lo panggil Kakak, gue nggak mau jadi Kakak lo, ngerti ?” ucap Axel tegas
“Cih, galak banget” gumam Michelle mengerucutkan bibirnya
“Udah nggak usah ngomel-ngomel, sini cari filmnya sendiri” ucap Axel menahan senyumnya
Dengan langkah kasar dan wajah cemberut kesal Michelle mendekat ke meja, membungkukkan tubuhnya dan mencari film yang dia mau sementara Axel yang duduk malah fokus menatap wajah Michelle dari samping.
Tanpa Axel lihat lagi film yang Michelle pilih, dia segera menyalakan LCD proyektornya lalu mematikan lampunya dan duduk di samping Michelle. Speaker yang menggantung di setiap sudut ruangan sudah menggema dari awal judul film diputar.
“Michelle, nggak salah ?” tanya Axel tercengang
“Nggak, seru tahu film zombie gini, hhrraaa..” ucap Michelle mencontoh sikap zombie
“Kenapa nggak film yang romantis aja ? bukannya cewek suka film yang romantis ?” tanya Axel
“Nggak suka, itu mah filmnya Kyra, drama” ketus Michelle
“Ya paling nggak jangan zombie juga dong” protes Axel
“Kenapa ? takut ? ya udah ganti aja deh” ucap Michelle bangun dari duduknya
Michelle mengganti filmnya ke film bergenre action lalu kembali duduk di samping Axel.
“Kayaknya seru filmnya” gumam Axel
“Pasti serulah, orang yang mainnya ganteng” ucap Michelle senyum senyum
“Ganti aja filmnya, tiba-tiba nggak suka !” ketus Axel
“Enak aja, udah duduk diem-diem” ucap Michelle
Film sudah berjalan membuat Michelle fokus nonton sementara Axel lebih memilih menonton raut wajah Michelle dari samping yang kadang cemberut, tersenyum, sampai menggigit kecil bibir bawahnya membuat Axel gemas.
“Michelle” panggil Axel lirih
“Hemm” gumam Michelle tanpa memalingkan matanya menonton film
Axel meraih tengkuk Michelle lalu menghadapkan wajah Michelle ke arahnya yang mana wajahnya sudah sendu dan semakin dekat dengan wajah Michelle.
Seandainya lampu ruangan itu menyala mungkin keduanya bisa melihat wajah merah padam satu sama lain saat ini.
“Kak, aku..” ucap Michelle pelan
“Gue bukan Kakak lo Michelle, please panggil nama gue” pinta Axel lirih
“Axel..” panggil Michelle lirih
“Can I kiss your sexy lips ?” tanya Axel berbisik
“Gue, nggak ngerti Xel” jawab Michelle menahan nafasnya
“I will teach you baby” bisik Axel makin lirih
Michelle memejamkan matanya sementara Axel menatap sendu wajah Michelle terlebih bibir yang sedikit tebal itu terbuka sedikit membuatnya tidak sabar segera merasai bibir itu.
Axel menempelkan bibirnya ke bibir Michelle, mencium dan mulai ********** dengan lembut walaupun Michelle cuma diam karena tidak paham tapi Axel berusaha menikmatinya.
“Bite my lower lip gently baby” bisik Axel disela ciumannya
__ADS_1
Michelle menurutinya membuat Axel merapatkan tubuhnya ke tubuh Michelle.
Cukup lama mereka melakukannya membuat Axel merasa kurang.
“I got your tongue baby, play with me” bisik Axel
Axel menarik kedua tangan Michelle dan melingkarkannya di lehernya sendiri sementara tangannya sudah merengkuh tengkuk dan pinggul Michelle tanpa melepaskan ciuman hangat mereka.
“Enngghh..” Michelle melenguh kecil
Axel makin dalam dan agresif ******* bibir Michelle sampai akhirnya Axel menjeda ciuman mereka yang hampir menghabiskan nafas itu lalu kembali ******* dan lidahnya kembali mengabsen isi rongga mulut Michelle.
Tanpa sadar Michelle menyelipkan jemari tangannya di sela rambut Axel, meremas dan bermain-main disana.
..
“I love you so much baby” bisik Axel mengelap bibir Michelle yang basah akibat ulahnya itu
Michelle menundukkan kepalanya, merasa malu dengan apa yang baru saja dia lakukan.
“Hei, kamu kenapa ?” tanya Axel
Michelle masih tetap menunduk dan menggelengkan kepalanya.
Axel menarik dagu Michelle dengan lembut menatapnya.
“Apa kamu malu ?” tanya Axel lembut
“Hem.. pasti nggak enak” jawab Michelle pelan
Axel bangun dari duduknya lalu mematikan filmnya, menyalakan beberapa lampu redup lalu kembali duduk di samping Michelle.
“Kamu tahu ? bibir kamu bikin ketagihan” goda Axel
“Aaxxeelll” rengek Michelle malu-malu
“Boleh aku minta lagi ? rasanya aku nggak mau lepasin bibir itu” ucap Axel menatap bibir Michelle sendu
“Nggak !” jawab Michelle menjauhkan dirinya dari Axel
Axel tertawa kecil lalu menarik pinggang Michelle membuat tubuh mereka rapat.
“Nggak ! gue belum siap” ucap Michelle menutup mulut Axel dengan telapak tangannya
Axel menarik perlahan tangan Michelle lalu memamerkan senyumnya.
“Aku minta kamu jadi pacar aku Michelle, will you be my girlfriend ?” tanya Axel menahan tawanya
Malu, Michelle langsung mendorong tubuh Axel dan keluar dari sana sementara Axel malah tertawa melihat sikap Michelle itu.
..
Michelle masuk ke dalam kamar Kyra, menutup rapat pintu kamar Kyra lalu bersandar disana membuat Kyra memalingkan wajahnya dari layar ponsel ke arah Michelle.
“Lo kenapa ? kayak habis marathon ?” ledek Kyra
Michelle tidak menjawab dan langsung kabur masuk kamar mandi.
“Dih, kenapa tuh anak ?” gumam Kyra
Tidak lama Michelle keluar lalu langsung menyelimuti seluruh tubuhnya di samping Kyra.
“Lo kenapa sih Cel ?” tanya Kyra
“Nggak apa-apa, gue tidur ya” jawab Michelle buru-buru
“Michelle lagi ngapain ?” tanya Axel yang mengirim pesan ke Kyra
“Ngubur diri di dalem selimut” jawab Kyra
“Cih, dasar cewek bar-bar.. bilang sama dia Kakak tunggu jawabannya besok” ucap Axel
“What ?!!! jadi ini gara-gara Kakak ? Kakak apain temen aku ini ?” tanya Kyra
“Anak kecil nggak boleh tahu, dah Kakak mau nyusul Michelle ngubur diri, pftt” balas Axel meledek Michel**le
“Apaan yang anak kecil ? jelas-jelas besok lusa gue mau nikah” gerutu Kyra
**
__ADS_1
Pagi tiba, Michelle ikut sarapan bersama keluarga Oliver seperti yang sudah-sudah tapi kali ini dia terus menundukkan kepalanya mengingat Axel duduk di depannya dan saat baru bangun tidur tadi Kyra menyampaikan pesan Kakaknya semalam.
“Kakak ipar, kenapa nunduk aja ?” goda Kyra
Uhuk.. Uhuk..
Michelle yang tersedak langsung menenggak susunya dan kembali menunduk melanjutkan sarapannya.
“Kyra, jangan ledekin Michelle terus dong” ucap Paula tersenyum menggelengkan kepalanya
“Michelle, Uncle udah bicarain sama Daddy kamu..” ucap Daniel terputus
“Aku belum mau nikah Uncle” ucap Michelle cepat
Daniel tertawa mendengar ucapan Michelle.
“Siapa juga yang mau ngomongin kamu nikah Michelle.. Uncle minta ijin Daddy kamu kalau kamu jadi bridesmaid di pernikahan Kyra sama Ezra nanti” ucap Daniel menahan tawanya
Michelle makin menundukkan kepalanya, dia benar-benar merasa malu duduk disana.
Sementara Axel melirik Michelle yang wajahnya sudah merah padam sambil senyum senyum melihat tingkah Michelle yang baginya menggemaskan itu.
“Michelle, jadi jawabannya apa ?” tanya Axel lembut
“Nggak ! sama sekali nggak !” jawab Michelle tegas
“Kenapa nggak mau jadi bridesmaidnya Kyra ?” tanya Axel menahan senyumnya
Michelle makin malu dibuatnya, ingin rasanya dia bisa teleportasi dari sana dan langsung tiba di ruang kerjanya.
“Ka.. kayaknya Emily udah sampai, a.. aku duluan, permisi” ucap Michelle terbata
“Nanti aja bareng sama aku berangkatnya” goda Axel
“Nggak !” jawab Michelle membelalakkan matanya
Michelle bangun dari duduknya tapi rasanya lututnya lemas, dia berusaha berjalan menjauh dari sana.
..
Sampai di halaman rumah keluarga Oliver, Emily sudah berdiri di sisi mobilnya. Michelle langsung menjatuhkan dirinya membuat Emily langsung menghampiri Michelle.
“Nona, apa Nona sakit ?” tanya Emily panik
“Nggak, bawa gue pergi dari sini Ly” pinta Michelle dengan mata berkaca-kaca
“Baik Nona” jawab Emily
Emily membopong Michelle berjalan ke arah mobilnya lalu segera pergi dari sana sesuai permintaan Michelle.
..
“Daddy curiga di antara kalian nih dalang yang bikin Michelle kayak gitu” ucap Daniel curiga
“Yang pasti bukan aku Dad” jawab Kyra tersenyum menggoda Axel
Kyra dan kedua orang tuanya menatap Axel dalam-dalam meminta jawaban.
“Apa ? kalian curigain aku ? pftt, emang iya sih” ucap Axel menahan tawanya
“Kamu apain Michelle, Axel?” tanya Paula
“Nggak diapa-apain Mom” jawab Axel sambil senyum senyum
“Mana ada ! ayo cerita Kakak apain temen aku ?” tanya Kyra menyelidik
“Temen ? katanya Kakak ipar ?” goda Axel
“Udah ah, aku mau berangkat kerja” ucap Axel bangun dari duduknya
Sepeninggal Axel, keluarganya saling menatap.
“Jadi anak itu suka sama Michelle ? pantes aja Axel banyak senyum selama ini” ucap Paula menggelengkan kepalanya pelan
“Kayak Kyra habis kenal Michelle ya Mom ?” ucap Daniel tersenyum haru
“Iya, Mommy masih inget dulu Kyra setiap harinya cuma di dalem kamar, tapi habis kenal Michelle jadi bawel kayak deket sama Axel waktu kecil” ucap Paula tersenyum haru
“Udah dong Mom, Dad.. jadi speechless nih” ucap Kyra
**
__ADS_1