
Minggu terakhir di kampus, Michelle puas bermain-main bersama ketiga temannya.
Mereka menghabiskan jam istirahatnya di taman kampus yang luas itu.
“Aaahh.. liburan semester” gumam Saddam mendongakkan kepalanya
“Nggak nyangka ya udah tiga tahun kita bareng” ucap Ezra tersenyum tenang
“Waktu cepet banget ya, perasaan baru akhir semester kemarin gue kenal lo semua” ucap Daffin terharu
“Gue seneng punya temen-temen kayak lo semua.. eh iya liburan ngapain ?” tanya Michelle langsung duduk rapih
“Gue mau puas-puasin nanjak gunung” jawab Daffin penuh semangat
“Gue mau temu kangen sama pacar gue” jawab Saddam dengan senyum tidak sabarnya
“Gue dirumah aja, kangen-kangenan sama tempat tidur” jawab Ezra pasrah
“Enak banget” ucap Michelle menggerutu
“Emang lo kemana Cel ?” tanya Ezra penasaran
“Cuma mau main ke Time Square” jawab Michelle dengan datarnya
“Gila ya ! orang kaya mah mainnya luar negeri” celetuk Ezra ketus
“Gue sampai merinding” sahut Saddam menunjukkan bulu tangannya yang merinding
“Yang penting lo balik bawa oleh-oleh ya buat kita” ucap Daffin penuh harap
“Iya iya, nanti gue beliin gantungan kunci Time Square, hahahaha..” ledek Michelle tertawa puas
Kesal.. Ezra, Daffin, dan Saddam mengelitiki Michelle sampai perut Michelle rasanya kram.
**
Hari keberangkatan Michelle dan Kyra ditemani Xavier, sementara Nicholas dan Axel harus bekerja karena keduanya ada meeting bersama.
“Baik-baik disana ya honey.. Kakak pengen ikuutt” rengek Xavier memeluk Michelle di landasan udara jet pribadinya
“Ah Kakak mah gitu.. ini kan liburan aku sama Kyra, Kakak kerja aja ya” ucap Michelle menenangkan Kakak keduanya
“Jangan lama-lama disana ya honey.. Kakak udah kangen” ucap Xavier memeluk Michelle makin erat
“Aku juga kangen kamu my baby” jawab Michelle lembut
“Kyra, saling ngejagain sama Michelle ya.. jangan deket-deket sama orang asing, telefon Kakak kalau udah sampai, dan laporin kemana aja kalian pergi” ucap Xavier tegas
__ADS_1
“Astaga Kak Vier.. iya nanti aku sama Michelle turutin apa kata Kakak, oke” jawab Kyra mengalah
“Oke, good girl” ucap Xavier mengacak-acak rambut Kyra
“Kaakk” keluh Kyra merapihkan rambutnya lagi
“Aku berangkat ya Kak” pamit Michelle mengecup kedua pipi Xavier
“Iya, hati-hati disana ya honey” jawab Xavier mngecup kedua pipi dan kening Michelle lembut
Xavier masih berdiri di tempatnya, melihat kepergian adik kesayangannya dengan raut wajah sedih sampai pesawat jet yang Michelle dan Kyra naiki sudah lepas landas.
..
Sesampainya di New York, Michelle, Kyra, dan para pengawal pribadi mereka tiba di kediaman keluarga Melviano..
“Aahhh.. ketemu tempat tidur asli juga” ucap Michelle membanting tubuhnya di tempat tidurnya
“Jangan tidur, ayo kita langsung main” ajak Kyra setelah menaruh koper besarnya di kamarnya sendiri
“Nanti ajalah Ra, istirahat dulu ya” keluh Michelle memelas
Melihat Kyra yang sudah berdiri dengan wajah kesalnya dan melipat kedua tangannya di dadanya, Michelle mengalah dan bersiap keluar dari rumah miliknya itu.
Sebelum berangkat, Michelle sudah mengabari Xavier secara detail sebelum Kakaknya itu cerewet.
..
Cukup lama Michelle baru balas karena memang dia tidak memegang ponselnya semenjak keluar dari rumahnya.
“Maaf ya baby baru bales.. aku kan baru sampai disini, masa udah pulang lagi” balas Michelle lembut
“Aku kangeennnn.. buruan pulang” balas Nicholas dengan cepatnya
“Iya Kakak sayang” ucap Michelle mengalah
Michelle langsung memasukkan ponselnya ke tas nya lagi dan melanjutkan liburannya.
Para pengawal Michelle maupun Kyra terus mengawasi dari berbagai arah di sekitar Michelle dan Kyra.
..
“Kyra mana ?” tanya Axel di meja makan saat mau makan malam
“Dia lagi liburan Xel” jawab Paula menyendokkan nasi dan lauk pauk ke piring Daniel
“Liburan terus, kapan mau kerjanya kalau gitu ?” sindir Axel ketus
__ADS_1
“Dan kapan kamu mau nikah ?” sindir Daniel balik
“Dad.. cari pasangan hidup itu lebih susah daripada cari kerja, kenapa Daddy terlalu manjain Kyra sih ?” tanya Axel menahan kesal
“Karena kamu nggak sedikitpun peduli sama adik kamu sendiri !” jawab Daniel kesal
“Aku lakuin itu semua biar Kyra berpikir dewasa, dia bukan anak kecil lagi, dia harus belajar tanggung jawab sendiri” ucap Axel tidak mau kalah
“Kamu nggak tahu gimana irinya Kyra sama temennya yang selalu dimanjain sama Kakaknya ?” tanya Daniel meluapkan emosinya
“Aku yakin, temen Kyra itu cuma cewek manja yang nggak bisa apa-apa” jawab Axel ketus
“Axel, udah.. Dad, udah ya, kita makan aja” ucap Paula menenangkan kedua laki-lakinya
Suasana makan malam jadi suram, Axel terlihat tidak nafsu makan dan langsung meninggalkan meja makan lalu masuk kamar.
**
Michelle dan Kyra duduk di meja makan sambil menikmati sarapannya. Michelle menikmati sarapannya sambil melakukan video call bersama kedua Kakaknya.
Setelah selesai sarapan, video call pun berakhir. Michelle duduk di bangku balkon rumahnya menyusul Kyra yang sudah duduk disana lebih dulu dengan tatapan kosong.
“Cel, kenapa nasib gue gini banget ya ? apa salah gue sampai Kakak gue sama sekali nggak peduliin gue ? gue iri banget sama lo Cel.. lo punya segalanya, lo punya semuanya, lo bisa apa aja” ucap Kyra menatap kosong ke pandangan depannya
“Gue minta maaf ya Ra.. gue ikut sedih jadinya.. lo boleh kok anggap Kakak gue Kakak lo juga, mereka juga pasti anggap lo adiknya kayak gue juga” ucap Michelle merangkul bahu Kyra lembut
“Makasih ya Cel.. sorry gue bikin kacau liburan kita” ucap Kyra memeluk Michelle erat
“Nggak kok Ra, nggak usah minta maaf segala.. jangan sedih lagi ya, hari ini kita mau kemana ?” tanya Michelle tersenyum hangat melepaskan pelukan Kyra
“Ayo.. lo siap-siap aja, habis itu kita keluar dan main sepuasnya” jawab Kyra dengan senyum lebarnya
“Oke ratu” ucap Michelle mengacak-acak rambut Kyra dan langsung kabur masuk ke kamarnya
“Sialan ! keluar lo sini” teriak Kyra menggedor-gedor pintu kamar Michelle
“Berisik ! gue mau mandi” teriak Michelle dari dalam kamarnya
Kyra.. maafin gue banget.. gue nggak sadar kalau hal kayak gitu nyakitin lo -batin Michelle menahan tangisannya keluar dari matanya
..
Gue beruntung bisa punya temen sebaik lo Cel.. temen yang bener-bener tulus sama gue.. dimana gue bisa cerita banyak hal pribadi yang selama ini gue sembunyiin -batin Kyra mengelap air matanya yang mulai menetes keluar dari matanya
**
Hari-hari berlalu. Michelle mengirim pesan ke kedua Kakaknya kalau dia akan menghubungi via chat saja karena tidak mau membuat Kyra sedih lagi semenjak kejadian pagi itu.
__ADS_1
Michelle dan Kyra membeli banyak oleh-oleh disana. Dan beberapa barang yang mereka butuhkan juga.
**