
Pagi ini Michelle sudah bersemangat memakai pakaian fitnessnya lengkap dengan handuk kecil tersampir di bahunya.
Masuk ruang gym nya dia kejutkan dengan adanya kedua Kakaknya bersama Axel dan Kyra.
Kenapa tubuhnya sempurna banget sih ? ini bukan kali pertama gue lihat tapi rasanya masih aja...... -batin Axel deg degan
“Lo ngapain ?” tanya Michelle sedikit ketus
“Fitness dong, ayo sini sama gue” ajak Kyra
Michelle menatap kedua Kakaknya lalu mereka tersenyum membuat Michelle memulai fitnessnya bersama Kyra.
“Lo udah ngapain ?” tanya Michelle
“Belum ngapa-ngapain, kan nunggu lo dulu” jawab Kyra
“Idih, niat fitness nggak sih lo ?” ketus Michelle
“Niat dong, makannya ayo mulai” ajak Kyra penuh semangat
Michelle melakukan pemanasannya seperti biasa bersama Kyra sementara kedua Kakaknya bersama Axel.
Kyra langsung merebahkan tubuhnya di atas matras.
“Udah ah gue capek” keluh Kyra
“Apaan sih baru pemanasan doang udah capek, ayo bangun” ajak Michelle
“Nggak, sana sana lo aja” usir Kyra mengibaskan tangannya
“Bangun nggak ? ayo sebelum gue jadiin samsak lo” ancam Michelle
Kyra duduk lemas memicingkan matanya menatap Michelle.
Michelle mengambil empat dumbell yang masing-masing beratnya dua kg lalu memberikan dua dumbellnya ke Kyra.
Mereka berdua berdiri lalu mulai mengangkat dumbellnya di masing-masing kedua tangannya sambil berhitung.
“Udah, gue capek” keluh Kyra menaruh dumbellnya ke tempat semula
“Terserah lo, cemen” ledek Michelle
Michelle beralih ke dumbell seberat lima kg di masing-masing kedua tangannya, menahannya di kedua tangannya sambil kakinya bergantian menahan beban.
“Ada yang mau pakai treadmill nggak ?” tanya Michelle
“Pakai aja honey” ucap Nicholas
“Oke” ucap Michelle berjalan naik ke atas alat fitness selanjutnya
Mulai dari langkah pelan sampai jogging cepat Michelle lakukan sampai keringat membanjiri tubuh mulusnya.
Stop Cel stop, please.. keringet lo ngeledek gue -batin Axel
“Honey, mau tanding sama aku ?” tantang Xavier
“Boleh, muai thai apa tinju ?” tanya Michelle mematikan treadmillnya
“Muai thai aja” jawab Xavier
“Lo nggak serius kan Vie ?” tanya Axel terkejut
“Beneranlah Xel” jawab Xavier dengan senyum sinisnya
“Nggak bisa nggak bisa, Michelle baru sembuh, bahaya” ucap Axel tegas
“Kalau gitu lo aja sana yang gantiin Vier” tantang Nicholas
__ADS_1
“Oh iya ya, lo kan bisa muai thai juga, ya udah sana” tantang Xavier
“Kalau lo berhasil kalahin Michelle, lo boleh ajak Michelle jalan seharian ini” bisik Nicholas
“Nick, masalahnya kesehatan Michelle” ucap Axel khawatir
“Jadi lo nggak mau nih jalan berduaan sama Michelle ? seharian loh Xel” goda Xavier
“Arrgghhh.. ya udah gue terima, jangan ingkar lo berdua” ucap Axel tajam
Michelle sudah memakai hand wrapnya dan duduk di samping Kyra yang sibuk vc sama Ezra itu, sengaja mengganggu obrolan sepasang kekasih pagi-pagi.
“Ayo Cel” ajak Axel tiba-tiba
“Loh ?” ucap Michelle bingung
“Sama Axel aja ya honey, Kakak baru inget nanti ada operasi, yang ada nanti Kakak lemes pas operasi” ucap Xavier
“Tapi.. emang boleh ?” tanya Michelle hati-hati
“Boleh honey, kamu boleh lawan Axel beneran kayak sama Kakak” jawab Nicholas
“Lo yakin Xel ?” tanya Michelle
“Iya, ayo” jawab Axel penuh keyakinan
Michelle dan Axel masuk ring, mengambil posisi dari sudut berlawanan lalu mengambil kuda-kuda dengan tatapan tajamnya.
Michelle memulainya lebih dulu karena Axel mengisyaratkan dengan dagunya.
Michelle melakukannya seperti biasa bersama kedua Kakaknya yang melawan layaknya pertandingan sungguhan, tapi berbeda dengan kedua Kakaknya yang sengaja tidak melukai adik kesayangannya itu dan cuma mengajarinya agar lebih lincah.
Gila, mukul beneran dong, parah nih.. -batin Axel gelisah
Michelle hampir saja memenangkannya namun Axel langsung memutar dan mengunci Michelle.
“Satu.. dua.. tiga.. empat.. lima..” hitung Xavier
“Sorry Cel, sakit nggak ?” tanya Axel hati-hati
“Nggak apa-apa, makasih udah tanding sama gue, sekarang gue mesti lebih rajin latihan biar bisa ngalahin lo” ucap Michelle turun dari ring
“Cel, mandi yuk” ajak Kyra langsung menarik tangan Michelle
..
Michelle mandi sementara Kyra sibuk mencari pakaian yang pas untuk Michelle seharian ini mengingat kedua Kakak Michelle sudah memberitahukannya akan tantangannya ke Axel.
Selesai mandi Michelle diminta duduk diam sementara Kyra langsung mandi untuk mempersiapkan Michelle.
..
Kyra menyuruh Michelle memakai mini dress pilihannya berwarna biru muda berlengan pendek. Setelahnya Kyra memoles sedikit make up di wajah cantik Michelle, ditambah dengan rambut yang dibuat bergelombang dibagian bawahnya dengan jepit rambut di sisi kirinya.
Michelle memakai jam tangan warna biru yang senada dengan mini dressnya, tas sling bag kecil warna coklat sudah tersampir di bahunya.
“Ih cantik banget, tinggal sepatu nih” ucap Kyra begitu antusias
“Sebenernya ngapain sih Ra ? kita mau kemana ?” tanya Michelle yang sedari tadi curiga
Kyra tidak menjawab dan malah menarik tangan Michelle berjalan keluar kamar.
Mereka turun lalu masuk ke dalam ruang rak sepatu keluarganya. Kyra meminta seorang pelayan untuk mengambilkan sepasang sepatu pilihannya.
Michelle duduk membiarkan pelayannya memakaikan sepatu boots warna coklat dengan sedikit heels dan tingginya diatas mata kaki itu membuat penampilan Michelle makin cantik.
“Iiiihhhh gue gemes banget lihat lo kayak manekin hidup” ucap Kyra mencubit kedua pipi Michelle
__ADS_1
“Awww, kita mau kemana ?” gerutu Michelle ketus sambil mengelus kedua pipinya
“Bukan kita, tapi lo.. ayo” ajak Kyra lagi
“Pak Arya, Kakak-Kakak dimana ?” tanya Kyra tidak sabar
“Tuan-Tuan ada di ruang keluarga bersama Tuan Besar dan Nyonya Besar, Nona” jawab Arya
“Oke, makasih Pak Arya” ucap Kyra tidak sabar
Arya mengantar Michelle dan Kyra ke ruang keluarga lalu membukakan pintu membuat Kyra masuk sementara Michelle lebih memilih berdiri di luar karena kesal sama temannya itu.
Semuanya langsung menatap Kyra yang masuk seorang diri.
“Michelle nya mana Ra ?” tanya Leonore mengernyitkan dahinya
“Ada di luar, sebentar ya sebentar” ucap Kyra penuh semangat
Kyra menarik tangan Michelle tapi Michelle menolak sampai akhirnya Kyra memohon-mohon membuat Michelle mendengus kesal dan menampakkan dirinya.
“Cantik banget” gumam Axel
“Ehem !” Corradeo berdehem keras
“Maaf Uncle” ucap Axel menelan salivanya susah payah
Axel bangun dari duduknya bersamaan dengan keluarga Michelle lalu berjalan keluar ruangan.
“Kyra, kita mau kemana sih ?” tanya Michelle kesal
“Udah dibilang bukan kita, gue mah mau ngedate sama Ezra, lo tanyanya sama Kak Axel dong” goda Kyra
“Kak ?” tanya Michelle menatap kedua Kakaknya sambil mengernyitkan dahinya
“Kakak mau ngedate sama Nadine” jawab Nicholas
“Kakak mau ajak Mommy sama Daddy ke rumah ketemu sama Amber dan Zeira” jawab Xavier
“Terus aku ?” tanya Michelle cemberut kesal
“Lo jalan sama Kakak guelah, nyebelin banget pertanyaannya” gerutu Kyra kesal
“Hah ? gue sama Axel jalan berdua doang ? seriusan Kak ? Mom ? Dad ?” tanya Michelle terkejut
“Nikmatin hari libur kamu darling, sana refreshing” ucap Leonore tersenyum lembut
“Kalau gitu aku berangkat sama Michelle dulu ya Uncle, Aunty” pamit Axel
“Axel, jangan bikin Michelle sedih” ucap Corradeo tegas
“Iya Uncle, aku mau ajak Michelle seneng-seneng seharian ini” ucap Axel tersenyum lembut
“Ayo” ajak Axel lembut
Michelle masih tidak habis pikir tapi tetap berjalan berdampingan bersama Axel keluar rumah menuju mobil Axel.
..
“Kita mau kemana sih ? nggak, kenapa cuma berdua ?” tanya Michelle curiga
“Ngedatelah Cel” jawab Axel dengan tenangnya
“Hah ???” ucap Michelle tercengang
“Kenapa ?” tanya Axel
“Lo gila” keluh Michelle
__ADS_1
“Nggak apa-apa kalau gilanya karena lo” goda Axel
**