
Michelle sudah sampai di kampusnya jam delapan pagi.
Dia bertemu Saddam di lorong kampus lalu berjalan bersama sampai arah kelas mereka berbeda.
..
Michelle dan ketiga temannya makan bersama di kantin kampus saat siang hari sambil membicarakan hasil pekerjaan mereka selama lima hari ini.
“Kalau gue sih yakin kerjaan kita itu sempurna” ucap Michelle dengan tenangnya
“Iya, gue juga” tambah Daffin yang PD dengan hasil kerjanya
“Lagian selama ini kerjaan kita emang selalu memuaskan kan ? nggak pernah ada revisi” sahut Saddam yang ikut PD
“Masalahnya di Michelle sama si bos itu” celetuk Ezra khawatir
“Loh.. gue kenapa ?” tanya Michelle bingung
“Ya kan lo perang dingin sama bos itu” jawab Ezra khawatir
“Baikan ajalah Cel, lagian kita nggak bakalan ketemu dia lagi” ucap Saddam membujuk Michelle
“Apaan sih ? gue aja biasa aja sama dia” ucap Michelle menggerutu kesal
“Bisa aja bos itu nyari kesalahan kerja kita dengan ungkit-ungkit pas tabrakan lo sama dia itu” jelas Ezra mengira-ngira
“Hah ? gila kalau sampai orang itu kayak gitu” ucap Michelle menggelengkan kepalanya
“Nggak salah sih omongan Ezra, buat antisipasi, lo baikan aja sama bos itu” ucap Daffin ikut membujuk Michelle
“Astaaggaaa.. ya udah iya gue baikan tergantung sikap dia ke gue nanti” ucap Michelle mengalah
..
Sore hari, Michelle mengendarai mobil Jeep nya ke kafe diikuti ketiga temannya yang mengendarai motornya masing-masing dan tentu saja pengawalnya.
Axel maupun Roy belum kelihatan batang hidungnya disana.
Cuma ada beberapa penjaga disana yang mempersilahkan Michelle dan yang lainnya masuk seperti sebelumnya.
Michelle dan teman-temannya menunggu di dalam kafe sambil mengamati karya mereka satu sama lain.
..
“Itu mobil siapa ?” gumam Axel yang baru memarkirkan mobilnya disamping mobil Michelle
“Tuan, menurut penjaga, ini mobil milik Mi, dia yang mengendarainya” ucap Roy yang bicara dari bangku kemudi
“What ?!!” Axel kaget bukan main
“Siapa sebenernya cewek itu ?” tanya Axel masih penasaran
..
Axel dan Roy berjalan masuk ke kafe menemui Michelle dan yang lainnya.
“Maaf membuat kalian menunggu” ucap Roy sopan
“Nggak apa-apa.. lagian emang kita aja yang datengnya kecepetan” jawab Michelle tersenyum ramah
“Silahkan diamati hasil pekerjaan kami, kami akan akan senang menerima kritikan” ucap Ezra sopan
Axel mulai memperhatikan hasil karya Michelle dan teman-temannya itu diikuti dengan Roy di belakangnya.
Ezra selaku ketua kelompok, mengikuti Axel disamping Roy, sedangkan Michelle, Saddam, dan Daffin berdiri agak jauh dari mereka.
__ADS_1
“Saya mau tahu siapa yang bikin ini.. itu.. yang disana juga” ucap Axel menunjuk hampir semua karya Michelle dan ketiga temannya itu
“Kami terbiasa menuliskan nama painting kami di bawah hasil karya masing-masing.. seperti ini, Z, itu saya, Mi, dia, Double D, dia, dan Double F, dia” jelas Ezra menunjuk satu persatu ke Michelle, Daffin, dan Saddam
“Hemm.. Mi” gumam Axel sambil tersenyum tipis dan langsung mencari karya Michelle
Idih.. kenapa tuh bapak-bapak ? bikin merinding aja.. -batin Michelle geli
“Ini kamu yang bikin ?” tanya Axel menatap Michelle
“Hah !” Michelle langsung kaget karena sikap Axel yang aneh
“Jawab woi” bisik Daffin
“Oh.. iya, itu saya yang bikin” jawab Michelle dengan pasti
“Heemm.. lumayan” gumam Axel
“Hah ? lumayan ? gila apa ya.. hasil gue itu selalu sempurna” teriak Michelle pelan
“Sabar.. sabar..” ucap Saddam mengelus lembut bahu Michelle
“Maaf, tapi kenapa daritadi yang anda lihat cuma hasil karya Mi ? apa ada masalah ?” tanya Ezra memastikan
“Oh.. iya.. saya memang ada masalah sama dia” ucap Axel tersenyum licik
“Kalau boleh tahu apa ? biar saya bantu jelaskan ke Mi” tanya Ezra sopan
“Hemm.. saya mau dia minta maaf langsung karena kesalahan pribadinya” jawab Axel tanpa basa basi
Kan bener.. -batin Ezra
“Saya akan coba bicarakan sama Mi” ucap Ezra sopan
..
“Mi..” panggil Ezra pelan
“Apa ?” tanya Michelle datar
“Dia mau lo minta maaf sama dia masalah tabrakan itu” jawab Ezra datar
“Tuh kan bener” ucap Saddam
“Tapi..” ucap Michelle menggantung
“Masalah dia cuma itu, dia mau lo minta maaf” ucap Ezra lembut
“Habis itu kerjaan kita selesai kan ?” tanya Saddam memastikan
“Mungkin.. sejauh ini dia kelihatan suka aja sama kerjaan kita” jawab Ezra mengira-ngira
“Ya udah lah Mi, minta maaf doang” bujuk Daffin menepuk pelan bahu Michelle
“Huuhhh..” Michelle pasrah
..
Setelah Axel dan Roy puas berkeliling cuma untuk melihat hasil Michelle, mereka kembali menemui Michelle dan yang lainnya.
“Saya merasa sangat puas dengan pekerjaan kalian, kalian bahkan menyelesaikannya cuma lima hari.. berarti masih ada satu hari untuk besok, ya kan ?” ucap Axel tersenyum tenang
“Maksudnya ?” tanya Ezra bingung
“Saya mau dia selama satu hari besok sebagai kontrak kerjasama dan minta maaf” ucap Axel tersenyum puas menatap Michelle
__ADS_1
“Hah ! gila ya ! emang gue cewek apaan ” bentak Michelle
“Mi.. sabar” ucap Daffin menenangkan Michelle
“Kenapa ? kan perjanjiannya satu minggu” ucap Axel dengan santainya
“Cih.. bapak-bapak licik” gumam Michelle kesal
“Saya denger apa yang kamu bilang” ucap Axel menatap Michelle dalam-dalam
“Intinya, gimana akhir pekerjaan saya sama temen-temen saya ?” tanya Michelle tidak sabar
“Kayak yang saya bilang, saya puas lihat hasilnya, nggak ada masalah dan nggak ada kesalahan sedikitpun” jelas Axel dengan tenang
“Roy, sesuai perjanjian, sisa pembayaran dikasih setelah pekerjaan selesai.. denger sendiri kan kata manusia ini apa ? dia puas dan nggak ada kesalahan sedikitpun” jelas Michelle datar tapi tajam
“Tapi..” jawab Roy bingung
“Tapi apa ? Anda kasih waktu satu minggu, bukan harus satu minggu.. saya dan temen-temen saya berhasil selesaiin pekerjaan kita kurang dari satu minggu, itu artinya kerjasama kita selesai” jelas Michelle tegas
Deg !!
Tuan Besar pasti bangga dengan anda Nona -batin Roy
Nggak bisa ! argh.. kenapa dia bisa bikin gue kalah telak begini -batin Axel kesal
“Gini aja, gimana kalau pembayarannya saya kasih tunai, hari senin nanti di kantor” ucap Roy bernegosiasi
“Itu namanya melebihi masa kontrak.. dan lagi kita nggak terima uang tunai” protes Michelle tegas
“Kalau nggak mau dibayar ya udah.. itu keputusan final” ucap Axel tersenyum sinis
“Terserah kalian bertiga lah.. Z, putusin.. gue beresin barang-barang ke mobil” ucap Michelle ketus dan langsung membawa satu tas besar ke dalam bagasi mobilnya
“Mi ! gue bantu” ucap Daffin dan Saddam langsung sigap
..
“Saya akan kasih tiga kali lipat dari sisa pembayarannya, gimana ?” tawar Axel tersenyum licik
“Saya akan diskusi sama temen-temen saya, kasih saya waktu sebentar” jawab Ezra sopan
“Oke” ucap Axel merasa puas lalu duduk di kursi dengan Roy
Ezra berjalan mendekati Michelle yang duduk di kursi pengemudi menghadap keluar pintu mobilnya yang terbuka.
Ezra, Daffin, dan Saddam berdiri di depan Michelle.
“Dia tetep minta sisa bayarannya nanti hari Senin di kantornya, dia kasih kita tiga kali lipat dari sisa pembayarannya” jelas Ezra penuh harap
“Nggak salah ?” tanya Saddam memastikan
“Iya.. dia bilang begitu” jawab Ezra tenang
“Gimana Mi ?” tanya Daffin lembut
“Oke, gue terima.. gue tahu kalian pasti butuh kan ? nggak apa-apa gue ngalah, nanti uangnya buat kalian semua, oke” jelas Michelle tersenyum lembut
“Lo nggak marah ?” tanya Ezra memastikan
“Nggak.. tenang aja” jawab Michelle tersenyum lembut
“Ya udah gue ngomong ke bos lagi ya ?” ucap Ezra tenang
**
__ADS_1