Ms. Perfect

Ms. Perfect
Hari Spesial


__ADS_3

Sabtu ini Michelle menjemput Kyra setelah pulang kerja untuk makan malam bersama diluar.


Michelle juga menceritakan keberhasilan besarnya selama bekerja di perusahaan Daddynya itu, begitu juga Kyra yang cerita akan senang dan susahnya bekerja sebagai dokter.


“Gimana hubungan lo sama Axel ?” tanya Michelle sambil menikmati makan malamnya


“Masih sama Cel, malah makin jauh kayaknya” jawab Kyra tertunduk sedih


“Rasanya gue pengen tukeran sama lo, lo jadi gue, gue jadi lo biar si Axel nggak kayak gitu lagi” ucap Michelle menahan kesal


“Ngaco, udah yuk pulang, gue nggak sabar mau ketemu Kak Nicho sama Kak Vier” ucap Kyra tersenyum lebar


“Pulang kerumah lo sendiri ya, nggak usah nginap dirumah gue” ucap Michelle ketus


“Nggak ada ya Cel, enak saja main batalin sendiri” gerutu Kyra


“Awas kalau lo ganjen sama kedua Kakak gue yang ganteng-ganteng” ancam Michelle memicingkan matanya


Kyra cuma memutar bola matanya dan menyelesaikan makan malamnya bersama Michelle.


..


Sampai rumah, sudah pasti kedua Kakaknya menyambut kepulangan Michelle bersama Kyra. Mereka saling berpelukan lalu masuk menemui Corradeo dan Leonore.


Bicara panjang lebar sampai larut malam dan kembali ke kamar masing-masing.


Tentu saja Kyra tidur di kamar Michelle seperti yang sudah-sudah karena mereka sudah sepakat sejak awal kalau mau menginap di rumah salah satunya akan tidur di kamarnya sendiri karena bagi mereka percuma kalau menginap tapi tidur di kamar lain.


**


Hari berganti bulan, Michelle makin dewasa selama bekerja membuat Corradeo memindahkan Michelle ke anak perusahaannya yang lain dan menjabat sebagai CEO disana.


Michelle belajar banyak dari Nicholas untuk menjadi seorang CEO muda.


Bukan cuma Nicholas, tapi Fares juga bersemangat membantu Michelle, ya laki-laki itu ternyata belum menyerah dengan Michelle.


..


Michelle seringkali meluangkan waktunya untuk berkumpul dengan teman-teman kuliahnya dulu.


Mereka juga sepakat memutuskan untuk berhenti melakukan pekerjaan painting mengingat sudah memiliki pekerjaan lain yang lebih tinggi tanggung jawabnya.


Kini Ezra sudah bekerja sebagai pengacara, Daffin menjadi arsitek, dan Saddam bekerja sebagai ahli tentang dunia software dengan julukan ‘God Eye’.


Michelle bangga dengan ke tiga temannya itu karena berhasil mewujudkan pekerjaan impiannya.


Mereka juga bertukar pikiran dan peluang bisnis satu sama lain dari keterampilan mereka masing-masing.


Beberapa kali Michelle mengajak Kyra untuk berkumpul bersama ke tiga temannya itu, Michelle tahu jelas kalau selama ini teman bagi Kyra cuma dia seorang.


Mereka makin akrab sampai rasanya menyesal baru kenal satu sama lain karena berharap Kyra bisa ikut serta saat melakukan pekerjaan paintingnya dulu.


**


Hari ini hari ulang tahun Michelle dan kedua Kakaknya. Hari paling spesial bagi mereka setiap tahunnya karena begitu beruntung terlahir di tanggal dan bulan yang sama.


Mereka mengadakan acara di restoran milik Michelle yang disulap menjadi hall untuk pesta ulang tahunnya bersama kedua Kakaknya.


Mereka bertiga pun sudah sepakat hanya Nicholas yang mengundang seakan pesta ini memang untuk Kakaknya sendiri.


Tentu saja Michelle mendrama bersama kedua Kakak dan teman-temannya seolah-olah Michelle cuma tamu undangan disana.

__ADS_1


Banyak laki-laki yang datang menghampiri Michelle membuat kedua Kakaknya yang melihatnya langsung kesal.


Michelle memilih mengabaikan para laki-laki itu dan meninggalkannya.


Di sudut lain Kyra dan yang lainnya melambaikan tangannya ke arah Michelle. Michelle berjalan ke arah sana dengan anggunnya.


Sampai sana Michelle tos ala pertemanan mereka.


“Lo cantik banget Cel” puji Saddam


“Lo baru tahu gue cantik ?” ucap Michelle dengan sombongnya


“Nyesel kan lo jadinya” celetuk Daffin


“Gue udah tahu kalau Michelle bakalan sesombong ini, makannya gue males kasih dia pujian” ucap Kyra dengan sinisnya


“Hehehehe, ayo dong di makan hidangannya, semuanya dari anak buah gue yang siapin” ucap Michelle


“Iya iya bos” ucap Ezra tersenyum kesal


“Permisi” ucap seorang laki-laki dari belakang Michelle


Michelle pun pindah berdiri di samping Kyra melihat laki-laki itu.


“Oh, Tuan Fares, kenapa ?” tanya Michelle dengan ramahnya


“Fares ya Cel nggak ada Tuan Tuan segala” protes Fares


“Iya iya Fares kenapa ?” tanya Michelle mengalah


Fares menadahkan tangannya dengan sopan di depan Michelle.


“Boleh aku berdansa sama cewek tercantik ini ?” tanyanya lembut


“Terima aja Cel” bujuk Kyra


“Maaf ya Fares, tapi saya nggak mau dansa sama anda” jawab Michelle menegaskan


“Kenapa ?” tanya Fares sedih


“Karena saya mau dansa sama temen-temen saya ini” jawab Michelle dengan senangnya


“Aku juga temen kamu, Cel” ucap Fares bersikeras


“Kalau temen jangan suka sama saya, gimana ?” tanya Michelle menawarkan perjanjian


“Kenapa sih Cel ? orang suka malah ditolak, kurangnya aku apa ?” tanya Fares menahan kesal


Michelle cuma tersenyum lalu menarik tangan Daffin untuk dansa di tengah ruangan seperti tamu lainnya sementara Fares mendengus kesal dan kembali ke teman-temannya.


“Kok lo ngajak gue Cel ?” tanya Daffin bingung


“Haha, kenapa ? lo nggak mau dansa sama gue ?” tanya Michelle pura-pura cemberut


“Nggak gitu, tapi gue sama sekali nggak bisa dansa” jawab Daffin


“Gampang, lihat aja tuh tamu yang lain, ikutin gerakan mereka” ucap Michelle melirik tamu yang berdansa di sekelilingnya


Selesai berdansa bersama Daffin, Michelle mengajak Saddam untuk berdansa bersamanya.


“Sialan lo Cel, gue lagi enak-enak makan kue juga” gerutu Saddam

__ADS_1


“Nanti juga bisa makan kue lagi yang banyak” ucap Michelle tersenyum lebar


Di tengah berdansa, tiba-tiba Ezra menyelak..


“Ehem” dehemnya di depan Michelle dan Saddam


Saddam melepaskan tangannya dari tangan Michelle.


“Boleh gantian ?” tanya Ezra malu-malu


“Dengan senang hati Zra, thanks akhirnya gue bisa makan kue lagi” jawab Saddam berjalan meninggalkan Michelle dan Ezra dengan senyum lebarnya


Ragu-ragu, Ezra memegang pinggul Michelle sementara kedua tangan Michelle melingkar di leher Ezra.


Berbeda dengan gaya berdansa Michelle bersama Daffin dan Saddam sebelumnya yang terlihat umum dan tidak seromantis Michelle bersama Ezra.


“Eum, sekali lagi happy birthday ya Cel” ucap Ezra


“Thanks Zra” jawab Michelle tersenyum lembut


..


“Kasihan Ezra” ucap Daffin sedih


“Emang Ezra kenapa ?” tanya Kyra bingung


“Lo nggak tahu ceritanya ? Ezra suka sama Michelle sejak kuliah tapi Michelle tolak” jelas Saddam


“Oh gitu, tapi ditolaknya sama Michelle apa sama Kakaknya ?” tanya Kyra lagi


“Sama Michelle, tapi Ezra juga udah ketemu sama Kakaknya Michelle walaupun tetap ditolak” jawab Daffin


“Kasihan Ezra” ucap Kyra cemberut sedih


“Gimana kalau lo bantuin Ezra buat move on dari Michelle ?” tanya Saddam penuh semangat


“Wah ide bagus tuh Dam” ucap Daffin tidak kalah semangatnya


“Benar kata Michelle, temen-temennya nggak ada yang beres” keluh Kyra


“Hahahaha baru tahu” ucap Saddam dengan bangganya


“Ra, sana gantiin Michelle dansa sama Ezra” ucap Daffin mendorong kecil punggung Kyra


Kyra mengalah dan akhirnya menggantikan Michelle berdansa bersama Ezra.


Baru melangkah mau menepi, Xavier menghampiri Michelle.


“Mau kemana ? ayo dansa sama Kakak” ajaknya lembut


Michelle tersenyum dan langsung memeluk Xavier seperti bersama Ezra tadi.


“Wah Nick, gila tuh si Vier udah punya istri masih aja deketin cewek lain” celetuk Fares menahan kesalnya


“Ceweknya Michelle lagi, emang Michelle tercantik sih” ucap Joshua berdecak kagum


“Nick, adik kesayangan lo mana ? kok nggak kelihatan ?” tanya Axel mengalihkan pembicaraan


“Gue larang buat dateng biar kalian nggak tahu adik gue” jawab Nicholas menahan kesal melihat Michelle yang berdansa bersama Xavier


Xavier sengaja meledek Nicholas dengan menjulurkan lidahnya lalu tertawa kecil membuat Nicholas makin kesal.

__ADS_1


**


__ADS_2