Ms. Perfect

Ms. Perfect
Perbedaan Sikap Michelle


__ADS_3

Beberapa hari setelahnya, saat Michelle dan ketiga temannya lagi bekerja, tiba-tiba datanglah empat mobil mewah yang terparkir di samping Michelle dan ketiga temannya memarkir motor mereka.


“Z, nilai hasil kerjaan gue dong” ucap Michelle yang melompat dari atas tangga sedang


“Mi, hati-hati dong.. kalau kaki lo keseleo gimana ?” tanya Ezra khawatir


“Hehe sorry” jawab Michelle dengan tawa tanpa dosanya


Hati-hati dong Cel, Kakak khawatir lihatnya -batin Nicholas


What ! Fares bener-bener pakai cewek bar-bar itu sama kelompoknya ?!! -batin Axel kesal


“Ayo masuk, biarin aja mereka lagi kerja, gue mau ajak kalian lihat dalemnya” ajak Fares ramah


Nicholas, Axel, Fares, dan Joshua masuk diikuti sekertaris mereka.


Setelah puas melihat-lihat, Fares menyiapkan makan siang untuk ketiga temannya dan para sekertaris mereka.


Begitu juga Evan yang menyiapkan makanan untuk Michelle dan ketiga temannya istirahat.


Ezra, Daffin, dan Saddam berjalan masuk ke toilet untuk membersihkan tangan dan cuci muka terkejut, saat melihat Nicholas dan Axel duduk bersama tapi tetap tersenyum ramah dan langsung pergi begitu saja.


..


“Mi, ada Kak Nicho” ucap Ezra pelan


“Ada bos yang perang dingin sama lo juga” tambah Daffin


“Serius ? mereka kenapa ada disini sih ?” tanya Michelle panik


“Udah lah ayo makan, gue laper nih” gerutu Saddam mengelus perutnya


“Ya udah kalian makan duluan aja, gue mau ke toilet” ucap Michelle sambil melepaskan wearpack bagian atasnya dan diikat di pinggangnya seperti biasa yang dia lakukan


Michelle masuk dengan santainya tanpa mempedulikan mereka yang lagi makan.


Axel menatap kesal saat Michelle melengos begitu saja, beda dengan Fares dan Joshua yang berdecak kagum melihat Michelle.


Bukankah itu Nona Michelle ? -batin Gery


Michelle kembali berjalan hendak keluar ruangan setelah dari toilet tapi langkahnya terhenti.


“Mi” panggil Evan sopan


“Kenapa ?” tanya Michelle datar


“Bisa kemari sebentar ? ada yang mau Tuan Fares dan teman-temannya bicarakan” jawab Evan sopan


Jadi ini tempatnya si Fares temennya Kak Nicho itu ? -batin Michelle menganggukkan pelan kepalanya


Michelle berjalan mengikuti langkah Evan lalu duduk di sofa depan para laki-laki gagah itu dengan sekertaris mereka yang berdiri di belakangnya.


Michelle melirik Gery, sekertaris Kakaknya sendiri yang hendak membungkukkan badan tapi Michelle langsung berdehem keras membuat Gery membatalkan salam hormatnya dan yang lainnya terkejut.


“Senang bisa bertemu dengan Nona Mi lagi” sapa Roy sopan


“Iya, seneng bisa ketemu lo lagi, tapi apa bisa tanpa bos sombong lo itu ?” tanya Michelle dengan datarnya


“Heh !” bentak Axel emosi


“Wow.. Wow.. Sabar Xel” ucap Fares menahan bahu Axel


“Maaf, lama nggak ya ? saya belum makan” ucap Michelle pura-pura cemberut


“Van, bawain makanan Mi kesini ya, biar dia makan disini” ucap Fares dengan lembutnya menatap Michelle


“Tunggu ! kenapa saya mesti makan disini ?” tanya Michelle mengernyitkan dahinya


“Kamu nggak mau makan ditemenin cowok ganteng ?” goda Fares

__ADS_1


“Yang ganteng kan dia doang” jawab Michelle tersenyum lembut menatap Nicholas


Yang ditatap malah salah tingkah dan senyum-senyum sendiri, sedangkan yang lainnya menatap ketus ke Nicholas.


“Evan” panggil Fares lagi


“Baik, Tuan” jawab Evan pergi meninggalkan mereka lalu kembali membawa sepiring makanan dan segelas minuman di depan Michelle


“Mari makan” ucap Michelle tersenyum lembut lalu memulai makannya


..


“Apa saya boleh ajak kamu ngobrol sambil kamu terus makan ?” tanya Fares lembut


“Ngobrol aja” jawab Michelle datar


“Boleh saya kenalan sama kamu ? saya Fares” tanya Fares menjulurkan tangannya


“Mi” jawab Michelle menjabat tangan Fares


“Hahahaha.. dia nggak bakalan sebutin namanya Res” ucap Axel menahan tawanya


“Idih bapak-bapak ketawanya cringe banget” gumam Michelle sambil terus makan


“Apa lo bilang ?!” tanya Axel kesal


“Udah Xel.. Mi, maafin sikap temen saya ya.. saya yakin kamu udah kenal sama Axel kan ?” tanya Fares lembut


“Maaf, saya nggak kenal sama bapak-bapak itu” jawab Michelle datar dan menyudahi makan siangnya


“Hahahahahaha.. Axel bapak-bapak” tawa Joshua terbahak-bahak


“Mi, yang barusan ketawa itu Joshua, dan disamping nya Nicholas” ucap Fares lembut mengenalkan teman-temannya


“Hei Kak Nicho ganteng.. hei Kak Josh” sapa Michelle tersenyum lembut


“Mi, rumah kamu dimana ?” tanya Fares lembut


“Sekertaris Evan tahu kok dimana rumah saya” jawab Michelle melirik sebentar ke Evan


“Dimana Van ?” tanya Fares langsung semangat


“Di Jakarta, Tuan” jawab Evan menahan tawa


Para sekertaris menutup mulut dan memalingkan wajahnya menahan tawa mendengar jawaban Evan.


“Van, jangan bercanda” ucap Fares kesal


“Dia nggak bohong bos, emang jawaban saya kayak gitu” jawab Michelle dengan tenangnya


“Bos ?” tanya Fares mengernyitkan dahinya


“Loh, saya kan bekerja buat bos, bos bayar saya dan temen-temen saya” jawab Michelle dengan seriusnya


“Saya nggak mau dipanggil bos, panggil Fares” ucap Fares tegas


“Bos Fares” jawab Michelle tersenyum tipis


“Nggak pakai bos.. kalau kamu nggak mau panggil nama saya, panggil saya sayang” ucap Fares memicingkan matanya menatap Michelle


Semuanya langsung terkejut menatap Fares, tapi beda sama Michelle.


Michelle tersenyum lebar membuat Fares kesenangan, tapi..


“Babyyyy” panggil Michelle dengan lembutnya menatap Nicholas


“Pffttt.. hahahahahaha..” tawa Axel dan Joshua terbahak-bahak


“Kamu mau main-main sama saya ya ?” tanya Fares tajam

__ADS_1


“Saya nggak main-main.. saya disini kerja.. tolong bos dan temen-temen bos ini nggak mempermainkan saya” jawab Michelle tegas


Wuahh.. Nona Michelle auranya bener-bener pemimpin banget -batin Gery


“Dan tolong jangan ada ancaman pribadi.. bersikap profesional dalam urusan pekerjaan kalau nggak malu sama jas yang kalian pakai, permisi” ucap Michelle tegas menyindir Axel


Sepeninggalnya Michelle, Axel langsung mengacak-acak rambutnya sendiri merasa kesal dengan ucapan Michelle yang menyindirnya itu.


..


Diluar, Michelle duduk bersama ketiga temannya menikmati waktu istirahatnya sambil mendengarkan lagu di speaker kecil yang Saddam bawa.


“Uuu.. baby I love your way, everyday..” Michelle menyanyikan lirik lagunya sambil bergoyang mengikuti irama musik dengan ketiga temannya


..


“Today I dont feel like do it anything..” Ezra menyanyikan lirik lagu sambil saling merangkul dengan ketiga temannya, bernyanyi dan bergoyang bersama


Dilihat dari kaca yang tembus melihat tingkah Michelle dan ketiga temannya itu membuat Axel, Fares, dan Joshua penasaran tentang Michelle karena pribadinya yang beda saat berbicara dengan mereka dan saat dengan ketiga temannya itu.


Aaa.. adik ku imut banget.. -batin Nicholas gemas


“Yaaa.. dangdut” ucap Daffin sedikit mengeluh


“Yeaahhh.. digoyang, hahahaha” ajak Michelle mulai bergoyang dangdut


“Yuhuu Mi ikuuttt” ucap Saddam bergoyang bersama Michelle sambil tertawa bersama dengan yang lainnya


“Duh gila biduan tomboy gue” goda Ezra


“Hahahaha.. sini lo sawer biduan tomboy lo ini” ucap Michelle menarik tangan Ezra


..


“Eh kok lagunya ganti ?” tanya Michelle kaget


“Gue capek, lo berdua dulu lah” jawab Saddam bohong


Lagu pun diganti ke lagu yang romantis agar Michelle dan Ezra ikut terbawa suasana romantis.


“A whole new world..


A new fantastic point of view..


No one to tell us ‘No’..


Or where to go..


Or say we are only dreaming..” Michelle dan Ezra menyanyikan lirik lagu dan berdansa kesana kemari


“Duh hati gue sakit lihat mereka” ucap Saddam memegang dadanya


“Sakit karena nggak bisa bersatu” tambah Daffin menepuk-nepuk pelan bahu Saddam


..


“Mereka ngapain kayak gitu ?” tanya Axel ketus


“Ya dansa lah, lo nggak bisa lihat ?” tanya Joshua kesal


“Hati gue patah, kayaknya Mi sama temennya itu pacaran” ucap Fares memegang dadanya


Mereka nggak pacaran karena Michelle nggak anggap Ezra lebih dari temennya.. seandainya Michelle buka hatinya buat Ezra.. -batin Nicholas terharu melihat mereka


..


Michelle dan ketiga temannya melanjutkan pekerjaannya.


Michelle juga sudah membenarkan wearpacknya.

__ADS_1


Entah apa yang Nicholas dan ketiga temannya lakukan padahal terlihat para sekertarisnya sibuk dengan laptop di depannya menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya atasan mereka lakukan.


**


__ADS_2