
Di kantor, Michelle berusaha profesional walaupun sesekali Axel masih menghantui pikirannya.
Michelle merasa bahagia karena pekerjaannya menumpuk sehingga pikirannya akan terfokus ke pekerjaannya itu.
..
Sampai jam istirahat tiba Michelle masih setia dengan tumpukan pekerjaannya disana.
Emily masuk ke ruangan Michelle yang tentunya setelah Michelle memperbolehkannya masuk.
“Nona belum bersiap ? sudah waktunya makan siang” ucap Emily bingung
“Tolong beliin makan aja Ly, gue pengen istirahat disini” ucap Michelle
“Apa ada masalah Nona ? mau saya temani ?” tawar Emily
“Nggak, jangan.. lo istirahat diluar aja” jawab Michelle menyandarkan kepalanya di kursi kerjanya
“Baiklah Nona, saya akan pesankan makan siang untuk Nona” ucap Emily pamit keluar dari ruangan Michelle
Sepeninggal Emily, Michelle merapihkan sisa pekerjaannya lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
“Nanti masuk aja, gue di kamar” ucap Michelle mengirim pesan ke Emily
“Kakak” panggil Michelle mengirim pesan ke Nicholas
Nicholas langsung menelefon Michelle.
“Kenapa honey ?” tanya Nicholas lembut
“Axel, Kak” ucap Michelle lirih
Nicholas langsung menatap tajam Axel yang duduk di depannya karena Nicholas sedang makan siang bersama ketiga temannya.
“Kenapa sama dia ?” tanya Nicholas
“Dia.. dia bilang suka sama aku Kak, dia..” jawab Michelle ragu-ragu
“Apa ? dia kenapa ? dia lakuin apa sama kamu ?” tanya Nicholas geram
“Kakak, dia minta aku jadi pacarnya” jawab Michelle pelan
“Apa !!” ucap Nicholas sedikit berteriak
“Aku belum jawab kok Kak, lagian aku udah pernah tolak, beneran deh, aku nggak mau pacaran sama gunung es, aku udah janji kan, aku nggak bohong, nanti aku tolak lagi deh, Kakak jangan marah” ucap Michelle ketakutan
“Apa dia lakuin hal lain lagi ?” tanya Nicholas curiga
“Ng.. nggak Kak” jawab Michelle
“Michelle” panggil Nicholas dengan suara rendahnya
“Iya iya aku ciuman sama gunung es itu, maafin aku Kak, please” ucap Michelle memohon
“Hah !!! bilang semuanya, apalagi yang dia lakuin ?” tanya Nicholas menahan kesalnya
“Nggak ada, cuma itu Kak.. please jangan marah” pinta Michelle memelas
“Haahhh.. nanti pulang ke rumah !” ucap Nicholas tegas
“Iya Kak” jawab Michelle lirih
“Sekarang kamu makan siang dulu, jangan mikirin hal ini sebelum ketemu Kakak” ucap Nicholas datar
“Kakak nggak marah ?” tanya Michelle hati-hati
“Marah” jawab Nicholas singkat
“Kakaakkk, maafin aku dong, please..” ucap Michelle memohon
“Simpan permohonan kamu buat nanti, Kakak lagi makan siang, bye” ucap Nicholas datar langsung mematikan telefonnya
Michelle langsung mengubur dirinya di balik selimut.
..
__ADS_1
Nicholas masih menatap tajam Axel yang membalasnya dengan senyumnya.
“Enak Xel ?” sindir Nicholas
“Enak, kenapa ? mau coba ?” tanya Axel lembut
“Nggak, makasih.. gimana rasanya jadi orang pertama yang ngerasain itu ?” sindir Nicholas lagi
“Lo kenapa Nick ? ini kan bukan kali pertama Axel makan steak” ucap Fares mengernyitkan dahinya
“Entah, rasanya pengen gue potong tuh mulutnya, bikin kesel aja” gerutu Nicholas
“Nick, sumpah deh lo kayak cewek lagi dateng bulan” ucap Joshua meledek
“Biarin ! ugh, kesel banget lihat orang ini” gerutu Nicholas menajamkan pandangannya ke Axel
“Nick..” panggil Axel baru menyadari kesalahannya
“Apa ? puas ? mau lagi ? gue ratain mulut lo sampai lo berani minta nambah !” ucap Nicholas tajam
“Nggak Nick, sorry” ucap Axel
“Lo berdua ngomongin apaan sih ?” tanya Fares bingung
Nicholas diam dan melanjutkan makan siangnya sementara Axel jadi tidak tenang memikirkannya.
..
Pulang kerja Axel langsung mengendarai mobilnya menjemput Michelle. Untungnya Roy sudah menghubungi Emily akan kedatangan dirinya sehingga saat dia sampai di lobby perusahaan langsung disambut Emily dan mengantarnya ke ruangan Michelle.
“Apa Michelle kelihatan beda hari ini ?” tanya Axel khawatir
“Bagaimana Tuan Axel bisa tahu ?” tanya Emily terkejut
“Nona Michelle seharian ini terlihat ada masalah pribadi, tapi Nona Michelle tidak mau cerita sama saya dan malah meminta tugas saya untuk Nona kerjakan semuanya” jelas Emily
Maaf ya Cel.. aku lupa kalau Nicho sama Vier posesif kalau udah tentang kamu.. -batin Axel menyesal
..
Emily mengantar sampai dalam kamar, terlihat Michelle berbaring menelungkupkan tubuhnya di atas tempat tidur membelakangi pintu.
“Nona” panggil Emily
“Lo pulang duluan aja, gue bisa panggil Noval jemput kesini” ucap Michelle dari posisinya itu
Axel menganggukkan kepalanya pelan lalu Emily menundukkan kepalanya dan berjalan keluar meninggalkan mereka berdua.
Axel duduk di tepi tempat tidur lalu mengelus lembut rambut panjang Michelle yang terurai.
“Udah gue bilang pulang aja Ly” ucap Michelle membalikkan tubuhnya
Michelle langsung duduk saat melihat Axel.
“Michelle, maafin aku” ucap Axel sungguh-sungguh
“Minta maaf kenapa ?” tanya Michelle memeluk bantalnya
“Aku tahu, Nicho udah tahu kejadian semalem kan ? tadi aku makan siang sama dia, kayak biasa sama Fares sama Josh juga” ucap Axel
“Kakak marah Xel, gue nggak bisa bohong dan nutupin sesuatu dari Kakak” ucap Michelle membenamkan wajahnya dibalik bantal
Axel menarik Michelle mendekat lalu membenamkan wajah Michelle di dadanya.
“Kita temuin mereka ya, aku bakalan tanggung jawab sama kesalahan aku” ucap Axel mengelus lembut rambut Michelle
“Tapi Kakak marah” ucap Michelle lirih
“Iya aku paham, tapi aku nggak mau kamu dimarahin sendirian karena aku juga salah, sekarang kamu cuci muka, siap-siap, kita temuin Kakak kamu ya” ucap Axel lembut
Axel mengecup lembut kening Michelle lalu duduk di sofa ruangan Michelle menunggunya disana.
..
Mereka turun berdampingan dengan Axel memegang lembut tangan Michelle membuat karyawan yang melihat tidak berani memikirkan hal lain karena takut oleh kedua manusia yang memiliki mata elang dan tegas itu.
__ADS_1
Sepanjang jalan pulang, Michelle diam dan memejamkan matanya sementara Axel sesekali mengelus lembut punggung tangan Michelle.
“Jangan takut Cel, aku nggak main-main sama perasaan aku, aku beneran sayang sama kamu, aku nggak akan ninggalin kamu” ucap Axel sungguh-sungguh
“Xel, kalau Kakak nggak ngijinin kita deket lagi gimana ?” tanya Michelle sedih
“Itu yang kamu takutin ? apa kamu mau jawab pertanyaan aku semalem ?” goda Axel
“Ih ini bukan waktunya ngomongin itu” gerutu Michelle cemberut kesal
“Hahahaha, makannya jangan sedih dong” rayu Axel
Michelle mempertahankan wajah cemberut kesalnya sepanjang jalan membuat Axel gemas dan mencubit pipi Michelle.
..
Sampai rumah, Michelle langsung mandi meninggalkan Axel bersama Leonore, Amber, dan Zeira di ruang tengah.
Selesai mandi Michelle segera menemui Axel sambil menunggu kepulangan ketiga lelakinya.
“Aunty, aku tadi di sekolah Bu gulu nanya cita-cita” lapor Zeira
“Terus kamu bilang cita-cita kamu apa ?” tanya Michelle sambil menyelipkan anak rambut di belakang telinga Zeira
“Aku bilang mau jadi CEO cantik kayak Aunty” jawab Zeira penuh semangat
“Kenapa mau jadi CEO ?” tanya Michelle penasaran
“Soalnya Daddy bilang Aunty telkenal, kalau kata Uncle Nick katanya Aunty cantik telus kelen pokoknya, nanti aku mau pakai baju kayak Aunty kelja” jawab Zeira dengan gemasnya
“Kenapa kamu nggak mau ngikutin Mommy sama Daddy buat jadi dokter ?” tanya Michelle lagi
“No Aunty.. Daddy sibuk, padahal katanya lumah sakitnya punya Glandpa tapi Daddy suka lama-lama kelja disana, aku mau kayak Aunty aja sole udah dilumah jadi bisa temenin Mommy deh” jawab Zeira dengan senyumnya
Michelle langsung memeluk erat Zeira lalu menciumi puncak kepala Zeira, siapa sangka anak sekecil itu sudah paham tentang kesepian.
Leonore dan Amber menatap sedih ke Zeira karena ternyata selama ini dia merindukan kebersamaannya bersama Xavier.
Sementara Axel lebih tertarik melihat Michelle yang begitu dekat dengan anak kecil, khayalannya sudah menumpuk di dalam kepalanya akan masa depan indah bersama Michelle.
“Aunty, Uncle Axel Unclenya aku juga kan ?” tanya Zeira dengan polosnya
“Iya” jawab Axel tersenyum lembut
“Kata siapa ? enak aja” gerutu Michelle
“Tapi Aunty Nadine Auntynya aku juga padahal lumahnya beda kayak Uncle Axel” ucap Zeira
“Tapi beda sayang” ucap Michelle mengelus lembut pipi Zeira
“Kok beda Aunty ? Aunty Nadine juga kesininya kadang-kadang, telus pasti ada Uncle Nick dideket Aunty Nadine, sama kayak Uncle Axel lagi” ucap Zeira
Axel merasa tertarik dan langsung pindah di samping Michelle yang memangku Zeira.
“Kamu mau Uncle jadi Uncle kamu ?” tanya Axel
“Mau dong Uncle.. Uncle kan ganteng kayak Daddy sama Uncle Nick” jawab Zeira mengelus janggut Axel
“Kalau gitu kamu harus bantuin Uncle biar Daddy kamu sama Uncle Nick ngebolehin Uncle jadi pasangannya Aunty Michelle” rayu Axel
“Hemm.. aku bakalan minta ke Daddy, Uncle” ucap Zeira mengepalkan kedua tangannya penuh semangat
Halah, gitu aja minta bantuan anak kecil -batin Michelle menggerutu
“Michelle, apa kamu suka sama Axel ?” tanya Leonore tiba-tiba
“Eh.. eum..” gumam Michelle ragu
“Ayo bilang aja Cel” goda Axel
Michelle memicingkan matanya menatap Axel tajam, mungkin kalau tidak ada Zeira dia akan memaki Axel yang senyum senyum menatapnya itu.
“Tunggu nanti aja, habis ketemu Kakak” jawab Michelle dengan pasti
**
__ADS_1