
Pagi ini Michelle bersama yang lainnya pergi jalan-jalan sekalian belanja.
“Beli gelang yuk” ajak Saddam
“Gelang apaan ?” tanya Ezra
“Gelang samaan gitu tanda kita temenan” jawab Saddam
“Nggak usah pakai tanda juga udah ketahuan kita temenan Dam” ucap Daffin
“Ah lo nggak asik, Michelle mana sih ? dia pasti setuju nih” tanya Saddam celingak celinguk
“Guys, lihat nih gue beliin apaan buat kitaaa” ucap Michelle membawa empat gelang rastaclat warna hitam
“Tuh kan, aaaa emang lo doang Cel yang sepemikiran sama gue” ucap Saddam merangkul bahu Michelle
“Emang lo mikir apaan ?” tanya Michelle
“Gue mau kita beli gelang samaan gitu” jawab Saddam
“Serius ? aaaa, nih gue udah beliin, kalian pakai juga ya” ucap Michelle memberikan masing-masing gelang ke teman-temannya
“Nah, sekarang kita foto !” ajak Saddam membuka kamera ponselnya
Mereka pun wefie lalu meminta bantuan Kyra memfotokan mereka yang tentu saja Kyra cemberut kesal karena tidak di ajak ikut foto.
..
Siang ini mereka makan siang di sebuah restoran bersama keluarga angkat Nadine mengingat mereka belum pernah bertemu sama sekali dan Nicholas mau meminta ijin dan restunya ke keluarga angkat Nadine.
Para temannya pun memberikan privasi dan memilih duduk di meja yang berbeda.
Michelle, Nicholas, Xavier, dan Amber menjabat tangan sepasang orang tua, seorang laki-laki bersama Istri dan anaknya, dan seorang laki-laki-laki lainnya yang terlihat lebih muda dari Nadine.
“Mereka keluarga Antonio yang menerima aku sebagai bagian dari keluarganya” ucap Nadine
“Selamat siang Tuan dan Nyonya Antonio” sapa Nicholas tersenyum tipis ke keluarga angkat Nadine
“Jangan terlalu formal nak Nicho” ucap Tuan Antonio
“Baiklah.. saya mau memperkenalkan diri saya keluarga saya secara langsung.. perkenalkan saya Nicholas Melviano, ini Xavier adik pertama saya bersama Istri dan anaknya, Amber dan Zeira, dan ini adik perempuan saya Michelle” ucap Nicholas dengan ramah
“Mommy, dia imut” ucap Zeira menunjuk perempuan kecil yang duduk di depannya
“Hai Zeira” sapa sang Ibu
“Hai Aunty” sapa Zeira
“Mommy, apa dia boneka hidup ?” tanya anak kecil itu dengan polosnya
“Aku bukan boneka, aku Zeila” protes Zeira mengerucutkan bibirnya
“Maaf ya sayang, Shania orangnya pemalu” ucap sang ibu
“No ploblem Aunty” jawab Zeira menggelengkan kepalanya
Mereka pun makan siang diselingi obrolan yang mengundang tawa membuat seorang laki-laki yang duduk di depan Michelle seringkali mencuri pandang.
“Simon, apa yang kamu lihat ?” bisik Nyonya Antonio
“Sorry Mom, the girl lock my eyes” jawab laki-laki bernama Simon itu
“Fokus ke makananmu” ucap Nyonya Antonio
“Saya denger dari Nadine kalau kalian liburan kesini bersama teman-teman kalian juga” ucap Tuan Antonio
“Ya, mereka ada di meja sebelah sana” jawab Nicholas menunjuk kecil meja Axel dan yang lainnya
“Kenapa nggak gabung aja ?” tanya Nyonya Antonio
“Mereka menolak Mom dan memberikan privasi buat kita” jawab Nadine
“Dad, aku mau duduk di samping Aunty Michelle” pinta Zeira
“Oke tapi jangan nakal ya” ucap Xavier
“Deal Daddy” jawab Zeira
Zeira pun turun dan pindah duduk di samping Michelle.
__ADS_1
“Aunty udah selesai makan ?” tanya Zeira
“Hemm, kenapa ?” tanya Michelle balik
“Aunty nggak telefon Aunty Emily lagi ?” tanya Zeira
“Nggak sekarang sayang” jawab Michelle
“You wanna ice cream honey ?” tanya Nicholas
“Mau !” jawab Michelle dan Zeira melebarkan senyumnya
“Heii, kan Aunty yang ditanya” protes Michelle cemberut kesal
“Hehehe, aku kan Ms. pelfect juniol Aunty” ucap Zeira
“Okay, Ms. perfect junior, you win” ucap Michelle mengatupkan kedua tangannya
“Yess !!.. Uncle Nick, ice cleam vanilla choco chips with whipped cleam okayyy” ucap Zeira dengan wajah gemasnya
“As you wish little honey” ucap Nicholas dengan lembutnya
Michelle bercanda bersama Zeira membuat keponakannya itu terkekeh gemas sampai ice cream mereka datang.
“Hei Ms. perfect junior, ayo ajak the little girl join with us” bisik Michelle
“Aku aja Aunty” ucap Zeira penuh semangat
Zeira bangun lalu menghampiri tempat duduk Shania.
“Hei.. aku sama Aunty mau makan ice cleam, ikut yuk” ajak Zeira dengan senyum lebarnya
Shania yang pemalu memilih membenamkan wajahnya di dada ibunya sementara Zeira melihat ke arah Michelle.
Michelle tersenyum dan menarik kedua sudut bibirnya dengan dua jari telunjuknya membuat senyum badut lalu menjulurkan lidahnya membuat Zeira tertawa.
“Hei, lihat Aunty Michelle, dia lucu” ucap Zeira
Shania masih di posisinya tapi setelah mendengar tawa Zeira yang makin menggemaskan itu membuatnya tertarik buat menoleh menatap Michelle dan Shania pun ikut tertawa.
“Good girl” ucap Michelle mengacungkan dua ibu jarinya
Walaupun masih malu-malu, Zeira menuntun tangan Shania lalu duduk di samping Michelle. Michelle memutar kursinya menghadap dua anak kecil itu.
“Shania” jawab Shania malu-malu
“Hai Shaniaaa.. aku Michelle, kamu boleh panggil aku Aunty Michelle” sapa Michelle
“Dan aku Zeila” sapa Zeira
“Sekarang kita makan ice creammm !!” ucap Michelle dengan riangnya
“Aku nggak boleh makan ice cleam Aunty” ucap Shania
“Oh ya ? kenapa ?” tanya Michelle
“Mommy said bikin gendut” jawab Shania
“Aunty Michelle nggak gendut tuh” ucap Zeira
“Mom, apa aku boleh makan ice cleam ?” tanya Shania
“Oke, tapi jangan banyak-banyak ya” jawab sang ibu
“Aunty, aku boleh makan ice cleam” ucap Shania dengan riangnya
“Aunty yang suapin ya..” ucap Michelle mengelus lembut pipi Shania
“Aunty, celita tentang Simba” pinta Zeira
“Okay..” ucap Michelle
Michelle pun menceritakan tentang film The Lion King berikut beberapa adegan yang menyentuh hati diselingi auman Michelle membuat Zeira dan Shania tertawa terlebih Michelle sambil menyuapi ice cream ke kedua anak kecil di depannya itu.
Kedua keluarga yang awalnya tengah memperhatikan Michelle bersama Zeira dan Shania itu akhirnya membiarkannya dan membicarakan hal lain sesama orang dewasa, tapi tidak dengan Simon, laki-laki itu lebih tertarik mendengar cerita Michelle terlebih baginya Michelle sangat menggemaskan saat menirukan singa mengaum.
Michelle.. dia cantik, pinter, terkenal di dunia bisnis, dan deket sama keponakannya, gue sempet denger kata Nadine kalau dia baik banget dan dia orang yang temuin Kak Nadine sama pacarnya itu, is she an angel ? -batin Simon
..
__ADS_1
Di meja lain, terlihat Axel cemberut kesal melihat Simon yang melihat Michelle terus-menerus.
“Xel, udahlah.. sama gue yang lebih ganteng dari itu cowok aja Michelle nolak apalagia dia” ucap Fares
“Kesel, pengen gue colok tuh matanya ngelihatin Michelle terus” ketus Axel
“Udahlah Kak, Kakak ipar nggak bakalan selingkuh kayak mantan Kakak itu” sindir Kyra
“Bener tuh Kak, lagian kan hari ini kita pulang, jadi aman” bujuk Saddam
..
“Ehem” dehem Simon
“Uncle kenapa ?” tanya Shania
“Nggak apa-apa.. eum, hai gue Simon” sapa Simon menjulurkan tangannya
“Michelle” jawab Michelle menjabat tangan Simon
Simon pun menggeser kursinya agak dekat ke Michelle membuat kedua Kakaknya melirik tajam Simon.
“Grande fratello, non farlo davanti a lara
(Kak, jangan begitu di depan mereka)” ucap Michelle yang sengaja menatap kedua anak kecil di depannya
Kedua Kakaknya pun mengalah.
“Wow, itu bahasa Italia kan ? keren” puji Simon
“Uncle, my Aunty nggak suka dipuji” tolak Zeira
“Kenapa ? bukannya bagus dapet pujian ?” tanya Simon
“No Uncle” jawab Zeira
“Shania, kalau udah gede kamu mau jadi apa ?” tanya Zeira
“Eum.. aku mau jadi penyanyi” jawab Shania
“Emang kamu bisa nyanyi ?” tanya Zeira lagi
“Nggak, tapi nanti aku belajal nyanyi.. kalau kamu mau jadi apa ?” tanya Shania balik
“Aku mau jadi CEO kayak Aunty Michelle” jawab Zeira
“CEO itu apa ?” tanya Shania bingung
“Apa ya ? Aunty, CEO itu apa ?” tanya Zeira
“CEO itu yang mimpin sebuah perusahaan” jawab Michelle
“Ohh, kayak Uncle Simon” ucap Shania
“Tapi kelenan Aunty Michelle dong pastinya” ucap Zeira
“Kemalin aku ikut Aunty ketemu klien di kantolnya, aku juga pakai jas kayak Aunty, habis itu aku diajak keliling kantol sama hotelnya Aunty, semua olang yang kelja disana gini nih, pas aku sama Aunty jalan lewatin meleka” jelas Zeira mencontohkan posisi seorang karyawan yang membungkukkan setengah badannya
“Kalau kata Glandpa itu namanya bos, hehehe..” ucap Shania
“Aunty aku juga bos soalnya Aunty punya lestolan sama kafe, Aunty uangnya banyak, aku mau jadi kayak Aunty” jelas Zeira
“Kalau gitu aku juga mau jadi Aunty Michelle” ucap Shania
“Kenapa kamu ikutan mau jadi Aunty, sayang ?” tanya Michelle
“Kata Zeila, Aunty kelen, jadi bos, uangnya banyak, aku juga mau” jawab Shania
“Girls, listen.. kalian boleh mau jadi kayak Aunty kelak kalau udah gede nanti, tapi Aunty kasih tahu dari sekarang ya, kalian harus rajin belajar, harus siap punya tanggung jawab yang gede banget, pekerjaan Aunty sebenernya capek loh” ucap Michelle
“Aunty, tanggung jawab itu apa ?” tanya Shania
“Apa ya ? gini deh.. contohnya, kamu habis main dan mainan kamu berantakan, kamu harus rapihin lagi mainan kamu ke tempatnya, itu tanggung jawab” jawab Michelle
“Aku kalau habis main kayak gitu Aunty” ucap Zeira
“Aku juga, Mommy bilang aku nggak boleh main lagi kalau aku nggak mau belesin, Daddy juga nggak mau beliin aku mainan lagi kalau aku gitu” ucap Shania
“Good girls.. tapi ini tanggung jawabnya gedeeeee banget, kalau kalian emang mau jadi CEO kayak Aunty, Aunty doain semoga cita-cita kalian tercapai ya” ucap Michelle
__ADS_1
Emang kayaknya Michelle ini angel deh, cara ngomong sama anak kecil tuh lembut banget, belum lagi ucapannya yang bisa anak kecil ngerti -batin Simon
**