Ms. Perfect

Ms. Perfect
Kesedihan Michelle


__ADS_3

Tok.. Tok.. Tok..


Pintu terbuka, Michelle memasang wajah cemberutnya menatap Axel yang masih kesal karena merasa diusir secara halus di rumahnya sendiri.


“Kak Axxeellll” panggil Michelle cemberut


“Nggak usah panggil Kak segala, biasanya juga manggil gue lo aja diluar sana” sindir Axel


“Tapi kan disini aku jadi temennya Kyra, nggak sopan masa gue lo gitu” ucap Michelle


“Ya udah buruan ada apaan nyariin gue ?” tanya Axel sedikit ketus


“Boleh minta peluk nggak ?” tanya Michelle pelan


“Apaan ?” tanya Axel yang tidak dengar


“Minta peluk” jawab Michelle tidak berani melihat Axel


“Nggak boleh !” jawab Axel tegas walaupun sebenarnya dia sendiri mau memeluk Michelle


“Kalau gitu aku mau minta tolong aja boleh ?” tanya Michelle lagi


“Minta tolong apaan ?” tanya Axel


“Tolong peluk aku Kak” jawab Michelle menatap Axel penuh harap


“Huhh.. apaan sih daritadi ngomongin peluk terus ? kurang deketin Nicho ? Xavier ? dampai Uncle Corre ?” tanya Axel ketus


“Ya udah sorry, aku minta tolong serius nih” ucap Michelle


“Hemm” gumam Axel malas menanggapi


“Tolong anterin aku ke tempat Roy tinggal” pinta Michelle


“Ngapain ? mau godain dia ?” tanya Axel ketus


“Nggak kok nggak, please anterin dulu ya, nanti aku jelasin deh” ucap Michelle memohon


“Jelasin sekarang !” ucap Axel tegas


“Nggak bisa dan nggak mau Kak, please tolongin aku” ucap Michelle memohon


“Mending pulang sana” usir Axel


“Nggak mau, please Kak tolongin aku, aku janji bakalan turutin satu permintaan Kak Axel deh” ucap Michelle penuh harap


“Cih, gue minta sekarang sebelum gue anterin lo kesana” tawar Axel


“Nggak mau, Kakak pasti bohong nantinya” tolak Michelle


“Lo juga bisa bohong” ucap Axel tidak mau kalah


“Nggak, aku nggak bohong, kalau aku bohong aku bakalan botak” ucap Michelle sungguh-sungguh


“Cih, aneh.. ya udah ayo masuk, gue mau ganti baju dulu” ajak Axel mempersilahkan Michelle masuk ke kamarnya


“Makasih Kak tapi aku tunggu disini aja, aku nggak boleh masuk kamar cowok” tolak Michelle


“Hem, ya udah” ucap Axel


Axel masuk kamar dan membiarkan pintu kamarnya terbuka sementara Michelle berdiri bersandar di dinding luar kamar Axel tanpa sedikitpun melirik ke dalam kamar Axel.


..


Axel keluar kamar menggunakan sweater, celana panjang dan parfum yang membuat hidung Michelle terus mengendus wewangian itu.


“Ayo” ajak Axel menutup pintu kamarnya


Michelle tersenyum sambil menganggukkan kepalanya lalu turun tangga bersama Axel.

__ADS_1


“Mom, Dad, aku mau nemenin Michelle keluar dulu ya” pamit Axel


“Mau kemana ? nggak dirumah aja ?” tanya Paula sedikit khawatir


“Mau cari angin Aunty, tapi aku beneran nginep kok” jawab Michelle meyakinkan


“Axel, jagain Michelle ya” ucap Daniel mengingatkan


“Iya Dad, udah ya aku pergi dulu” ucap Axel mengalah


Michelle masuk mobil Axel, ini kali pertamanya dia masuk mobil laki-laki selain mobil keluarganya.


Mobil melaju keluar dari halaman rumah yang besar itu.


Michelle melepas jas nya lalu menggulung lengan kemejanya sampai siku dan mengikat rambutnya membentuk cepol asal.


Nggak lihat aja bikin deg degan, ah shit jangan perasaan kayak gini, sadar diri Axel Oliver.. -batin Axel


“Kak Axel” panggil Michelle


“Panggil Axel, kita udah nggak di rumah gue lagi” ucap Axel


“Huhh.. iya iya Axel, Roy tinggalnya dimana ?” tanya Michelle mengalah


“Apartment” jawab Axel


“Ohh” ucap Michelle menganggukkan kepalanya


Suasana hening membuat Axel mendengus kesal.


Apaan nanya tentang Roy doang ! -batin Axel kesal


“Jadi, mau ngapain ketemu Roy ?” tanya Axel sedikit ketus


“Ada perlu, penting” jawab Michelle


“Jangan omongin itu lagi, kita udah nggak di rumah lo lagi” jawab Michelle menahan tawanya


Ugh, sialan omongan gue dibalikin -batin Axel kesal


..


Sampai di apartment Roy, Michelle dan Axel langsung masuk setelah Roy mempersilahkan mereka masuk lalu duduk bersama di sofa dengan mata kedua laki-laki itu menatap bingung dan penasaran ke Michelle.


“Roy, gue pinjem ponsel lo dong, tolong” pinta Michelle menadahkan tangannya


“What ! lo kesini cuma mau pinjem ponsel Roy ?” tanya Axel mulai kesal


“Nanti gue jelasin, buruan Roy, nggak ada waktu lagi” desak Michelle


“Ini Nona” ucap Roy terpaksa memberikan ponselnya ke Michelle


“Emily” panggil Michelle yang menyamar jadi Roy


“Iya, ada apa Roy ?” tanya Emily


“Bukan apa-apa, aku kangen, bisa ketemu ?” tanya Michele


“Eum.. maaf tapi aku nggak bisa” jawab Emily


“*Kenapa ? kamu sibuk ya ? apa kamu masih kerja sama Nona Michelle ?” tanya Michel*le


“Nggak, aku ada tugas dari Tuan Besar buat menjaga pelaku yang sudah mencelakai Tuan Nicho” jawab Emily


“Apa ? Tuan Nicholas kenapa ?” tanya Michelle


“Tuan Nicho terluka, apa Tuan Axel nggak tahu ?” tanya Emily balik


“Nggak, aku akan segera kasih tahu Tuan Axel, kamu dimana ? aku khawatir sama kamu” tanya Michelle menahan tawanya

__ADS_1


“Maaf aku nggak bisa kasih tahu kamu” jawab Emily


“Kenapa ? aku khawatir sama kamu Emily, aku mau ketemu kamu, aku nggak akan bilang Nona Michelle, aku janji” ucap Michelle memohon


“Tolong jangan kasih tahu Nona Michelle, Tuan Besar akan marah kalau sampai Nona Michelle tahu” pinta Emily


“Iya janji Emily” ucap Michelle


“Aku di gudang lama milik Tuan Besar, kamu nggak perlu kesini, aku disini sama sekertaris Dion dan sekertaris Gery, lagipula sudah banyak pengawal yang berjaga” jelas Emily panjang lebar


“Kamu yakin ?” tanya Michelle


“Iya” jawab Emily


“Baiklah, hati-hati disana ya Emily, kamu perempuan sendiri, jaga diri baik-baik ya” ucap Michelle


Michelle langsung berdiri membuat Axel dan Roy ikut bangun dari duduknya lalu Michelle mengembalikan ponsel Roy ke pemiliknya lagi.


“Thanks Roy, nama kontaknya cute banget, Mymily” goda Michelle tersenyum menahan tawa


Michelle langsung menarik tangan Axel keluar apartment Roy, menariknya tanpa melepaskannya sampai masuk mobil. Ada perasaan senang dalam hati Axel namun kembali teringat kedekatan Michelle bersama Corradeo.


“Xel, tolong anterin gue lagi ya, gue kasih tahu lokasinya” ucap Michelle


“Mau kemana lagi ?” tanya Axel bingung


“Boleh kalau gue aja yang nyetir ? please” mohon Michelle


“Nggak ! apaan sih ada gue tapi malah lo yang nyetir ?” gerutu Axel tegas


“Please Xel, nggak ada waktu lagi, please” ucap Michelle mohon dengan sungguh-sungguh


“Mau kemana ?” tanya Axel menatap tajam Michelle


“Gudang lama Dad.. Tuan Besar, kita kesana” jawab Michelle hampir keceplosan


“Ya udah pakai seat beltnya” ucap Axel


“Tapi please agak cepet ya Xel, pakai NOS kalau perlu biar cepet sampai” pinta Michelle sambil memakai seat beltnya


Mobil melaju sesuai keinginan Michelle, Axel mengendarainya dengan hati-hati walaupun jalan sudah agak lenggang.


“Apa permintaan lo Xel ?” tanya Michelle


“Sekarang ?” tanya Axel balik


“Hemm..” gumam Michelle


“Gue cuma mau tanya apa nama keluarga lo ? dan apa keluarga lo tahu kalau lo deket sama Uncle Corre dan anak-anaknya ?” tanya Axel


“Belum waktunya lo tahu Xel” jawab Michelle


“Kenapa ?” tanya Axel curiga


“Yaa pokoknya belum waktunya aja” jawab Michelle asal


“Axel, Nicho luka, dia ditusuk dan untungnya nggak kena jantungnya.. dan alesan gue tadi nangis karena harusnya gue yang jadi korban, pelakunya itu orang yang gue pecat pas gue ke Korea kemarin, dia korupsi dan banyak kejahatan lainnya sampai mau kuasain Malvs Hotel and Resort disana.. harusnya itu gue Xel, harusnya sekarang gue yang luka” jelas Michelle menatap kosong


Axel tersentak kaget dan hampir kehilangan kendali namun dia segera mengendalikan emosinya dan berpikir jernih.


“Terus kenapa lo malah ke rumah gue ? terus kenapa malah minta ke gudang Uncle Corre ? kenapa nggak nemenin Nicho di rumah sakit ?” tanya Axel curiga


“Udah ada yang nemenin dia.. Axel, makasih ya” ucap Michelle tersenyum lembut


Seketika perasaan gelisah Axel tadi lenyap dan langsung hilang begitu saja.


“Sama-sama, Nicho temen gue yang paling deket selama ini” ucap Axel sedih


**

__ADS_1


__ADS_2