
Jam istirahat makan siang tiba, Michelle langsung kabur keluar menghindari ledekan mereka, terutama Kakaknya itu.
Micheole buru-buru merubah penampilan istirahatnya lalu menyuruh Emily langsung menyiapkan mobilnya untuk makan siang diluar.
Michelle merasa malu dengan sikapnya sendiri tadi. Saat lift terbuka, Michelle langsung masuk.
“Michelle, tahan liftnya” ucap Nicholas yang berjalan ke arahnya
Micheloe langsung memencet tombol penutup pintu lift tapi Gery sudah berlari menahan liftnya.
Terpaksa Michelle berada di dalam ruang kotak bersama para lelaki dewasa itu.
“Ehem” dehem Nicholas
Michelle cuma bersandar lemas sambil memencet tombol lift.
“Kayaknya ketiduran Nick” ledek Joshua
“Hemm, baru kali ini gue lihat ada CEO berani-beraninya tidur pas meeting” ledek Fares
“Yang lebih parah dia duduk di samping atasannya sendiri, gila gila gila nyalinya gede juga” sindir Axel
Michelle cemberut sedih sampai mau menangis seperti anak kecil.
“Aku nggak mau sama kamu lagi ! aku bakalan aduin ke Vier” ancam Michelle dengan raut wajah seperti anak kecil mau menangis
Nicholas memeluk Michelle sambil mengelus lembut punggung Michelle, berbeda dengan yang lainnya yang sibuk menertawakan sikap Michelle itu.
Ting..
Michelle melepaskan pelukan Nicholas dan langsung kabur ke arah Emily.
..
Di restoran, Michelle terlihat tidak berselera makan mengingat kejadian tadi.
“Aahhh Ly gue malu banget” keluh Michelle
“Sudah terjadi Nona” ucap Emily
“Terus gue mesti gimana sekarang ?” tanya Michelle panik
“Be yourself” jawab Emily
“Humm.. rasanya gue pengen pulang aja” keluh Michelle
“Tenanglah Nona, setelah meeting selesai Nona bisa pulang” ucap Emily
Pasrah, Michelle meratapi nasibnya yang tidak bisa dihilangkan lagi.
..
Meeting kembali dilanjutkan, Michelle berusaha tetap fokus padahal matanya sudah berat mengingat kemarin malam dia tidak bisa tidur memikirkan kebahagiaan Kakaknya mau bertemu dengan Nadine lagi, dan semalam Michelle dibuat tidak bisa tidur juga memikirkan ucapan Corradeo yang memintanya mencari pasangan. Hal yang selama ini sudah Michelle kubur jauh-jauh dan memilih fokus ke karir.
Sepanjang malam Michelle memikirkan hal itu terlebih kini kedua Kakaknya sudah ditemani seorang perempuan yang mereka sayang.
Perasaannya menjadi gelisah karena tinggal dia seorang yang belum mempunyai pasangan. Mungkin kalau Corradeo bilang seperti itu saat Nadine belum ditemukan, Michelle masih merasa tenang karena ada Nicholas, tapi sekarang..
..
Seperti saat istirahat tadi, saat meeting selesai Michelle mengulanginya dan langsung kabur meninggalkan perusahaan Melviano Corp.
“Anter gue ke rumah Oliver, Ly” pinta Michelle
“Perlu saya tunggu Nona ?” tanya Emily
“Nggak, gue nginep disana” jawab Michelle pasrah
“Baiklah Nona” jawab Emily
..
__ADS_1
Sampai di kediaman keluarga Oliver, Kyra langsung menyambut kedatangan Michelle.
Michelle mandi dan memakai pakaian rumahnya yang ada beberapa di lemari pakaian Kyra.
..
Saat makan malam tiba rasanya Michelle tidak mau makan karena ada Axel disana tapi dia sendiri tidak bisa menghindar karena dinilai tidak sopan.
Terpaksa Michelle ikut makan malam bersama keluarga Oliver.
“Uncle denger kamu baru pulang dari Korea ya Cel ?” tanya Daniel disela makan malamnya
“Iya Uncle, maaf ya nggak bawa oleh-oleh” jawab Michelle
“Nggak apa-apa sayang, kamu kesana kan karena pekerjaan, gimana ? udah beres ?” tanya Paula
“Hemm, all done Aunty” jawab Michelle tersenyum lembut
“Lo nggak ketiduran lagi ?” ledek Axel
“Nggak” jawab Michelle yang tidak mau menatap Axel
Michelle buru-buru menghabiskan makan malamnya agar bisa ke kamar Kyra.
..
Di dalam kamar Kyra, Michelle duduk memeluk kedua lututnya di tempat tidur Kyra.
“Lo kenapa ?” tanya Kyra yang duduk di samping Michelle
“Gue malu Ra” jawab Michelle
“Kenapa ? kayaknya Kak Axel tadi ledekin lo deh” ucap Kyra mengira-ngira
“Hemm.. gue tidur pas meeting tadi” jawab Michelle pelan
“What ? seorang Michelle Melviano tidur pas meeting ?” ledek Kyra menahan tawanya
“Ya udahlah terserah lo, gue udah pasrah.. gue pikir gue nginep disini biar lo nggak ledekin gue” ucap Michelle lirih
Kyra yang tadinya mau meledek Michelle akhirnya tidak jadi dan merangkul bahu Michelle.
“Sorry Cel, gue cuma kaget aja, lo kan nggak pernah lakuin kesalahan di depan orang banyak, udah dong jangan sedih lagi” ucap Kyra
“Gue malu.. semuanya ketawain gue Ra, Kak Nicho juga ngeledek gue” adu Michelle sedih
“Sstttt.. udah udah, gue nggak ngeledek dan nggak ngetawain lo kok, jangan nangis dong Cel” ucap Kyra lembut
Michelle menangis dalam pelukan Kyra sampai akhirnya lelah dan tertidur.
Tok.. Tok.. Tok..
Aduh kalau pindah apa teriak nanti Michelle bangun, siapa sih ? -batin Kyra
“Ra, ini Kakak” ucap Axel
Kyra mengirim pesan ke Axel untuk masuk ke kamarnya sendiri.
Cklek..
Axel membuka pintu kamar Kyra, dilihatnya adiknya itu masih duduk merangkul bahu Michelle yang sudah tertidur.
Perlahan dia menutup pintu kamar Kyra dan duduk di tepi tempat tidur.
“She is crying ?” tanya Axel terkejut
“Hemm.. Michelle malu Kak, selama ini dia berpegang teguh buat always perfect in any condition in front of a lot people” jawab Kyra
“Isshh, dia ini anaknya siapa sih ? malu tuh wajar, tapi yaa jangan sampai malu juga sih” ucap Axel
“Boleh aku minta tolong Kak ?” tanya Kyra
__ADS_1
“Aku mau ke kamar mandi, tolong Kakak gantiin aku dulu” pinta Kyra
“Kenapa harus Kakak ? tidurin aja biar kamu juga nggak pegel” ucap Axel
“Aku nggak mau bangunin Michelle, Kak” ucap Kyra
“Males, udah ah mending Kakak ke kamar” ketus Axel
“Kak, ayolah.. aku kebelet nih” ucap Kyra memohon
Axel menatap malas Kyra lalu melihat Michelle. Dia menghela nafas berat dan akhirnya mengalah.
Kepala Michelle langsung jatuh ke dada Axel membuat Axel sigap memberikan dadanya sebagai tempat Michelle bersandar sementara tangannya merangkul bahu Michelle.
Axel meraih dagu Michelle, dilihatnya wajah cantik itu membuat jejak dari sisa air matanya yang sudah mengering.
“Dont worry, you are so perfect even you be a stupid people” ledek Axel mencubit kecil pipi Michelle
Kyra keluar dari kamar mandi dan langsung mengambil posisi tidur di samping Axel.
“Hei ! Kakak mau tidur juga” keluh Axel setengah berbisik
“Ya udah tidur aja Kak, aku ngantuk nih” ucap Kyra dengan mata terpejam
“Kyra.. bangun nggak ? Kakak bakalan lepasin Michelle gitu aja, nggak peduli dia bangun sekalipun” ancam Axel
Kyra yang tiduran membelakangi Axel sudah memejamkan matanya membuat Axel menahan kekesalannya.
Haha.. ayolah Kak, coba dilihat-lihat yang bener, Michelle is perfect, come on cupid do the best for my brother and my lovely friend -batin Kyra menahan senyumnya
..
“Kakak..” gumam Michelle mengigau
Axel yang sudah tertidur itu langsung bangun mendengar suara lirih Michelle.
Dengan lembut Axel menyingkirkan rambut Michelle yang menutupi wajah cantiknya.
You are so beautiful Michelle, but.. -batin Axel kecewa
“Michelle.. bangun sebentar” bisik Axel
“Michelle..” bisik Axel lagi sambil menepuk pelan pipi Michelle
Michelle menggeliat dan mengangkat kepalanya yang pegal.
“Ini masih malem Kak” gumam Michelle dengan mata terpejam
“Gue mau tidur di kamar” ucap Axel ketus
“Nggak bisa temenin disini aja ? aku malu Kak” lirih Michelle
“No ! lo tidur sama Kyra” ucap Axel tegas
Michelle langsung membenamkan wajahnya di dada Axel sementara kedua tangannya sudah melingkar di perut Axel.
“Kakak tega.. aku malu Kak” ucap Michelle
“Cel..” panggil Axel
Tubuh Michelle terasa berat dan pelukannya pun melonggar tanda Michelle sudah kembali tidur.
Axel terpaksa memindahkan kepala Michelle ke bantal dan membenarkan posisi tidurnya karena dia sendiri sudah pegal.
“Dont leave me baby” gumam Michelle meraih tangan Axel yang mau turun dari tempat tidur
“Lo salah orang Cel” gerutu Axel
Axel kembali mengalah dan akhirnya tidur dihimpit dua perempuan cantik.
Michelle langsung menggeser tubuhnya merapat ke dada Axel dalam mata terpejam.
__ADS_1
Jantung Axel langsung berdegup cepat menerima perlakuan Michelle ini. Dia memberanikan diri mengelus pipi Michelle dan menghapus jejak air mata dengan lembut.
**